NovelToon NovelToon
The Crimson Legacy

The Crimson Legacy

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Penyeberangan Dunia Lain / Sistem
Popularitas:2.1k
Nilai: 5
Nama Author: BlueFlame

‎Thomas Watson—Presiden Amerika Serikat termuda yang pernah menjabat, dengan approval rating 91% dan dijuluki "The People's President" ia meninggal dalam serangan jantung mendadak di usia 52 tahun. Namun kematiannya bukanlah akhir.

‎Ia terbangun dalam tubuh Arthurian Vancroft, satu-satunya Archduke di Kekaisaran Valcrest—seorang legenda hidup yang dijuluki "The Crimson Aegis" karena kehebatannya yang mampu memusnahkan pasukan iblis sendirian. Tapi ada masalah besar: tubuh ini sekarat.

‎Dua bulan lalu, Arthur bertarung melawan Demon god Zarathos dan menang—tetapi dengan harga mengerikan. Dia kehilangan 92% kekuatannya.

‎Lebih buruk lagi? Apapun yang terjadi tidak ada yang boleh tahu.

‎Jika musuh-musuh politiknya—para Duke serakah, bangsawan korup, dan faksi-faksi yang iri dengan kekuasaannya yang hampir setara Kaisar—mengetahui kelemahannya, mereka pasti tidak akan tinggal diam.

bagaimana kisah selanjutnya? Ayo kita lihat bersama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon BlueFlame, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3. Memori

FLASHBACK: TIGA TAHUN LALU - ISTANA KEKAISARAN AURELIUS

"*‎*Aku menolak.”

Arthur¹ berdiri di hadapan takhta emas Kaisar Valcrest III tanpa sedikit pun menunjukkan sikap hormat. Amarah masih jelas terpancar dari raut wajahnya, dipicu oleh titah kaisar yang baru saja diucapkan. Usianya memang baru dua puluh lima tahun, namun aura yang ia pancarkan cukup membuat para duke veteran tanpa sadar melangkah mundur.

Ruang takhta yang megah itu dipenuhi puluhan bangsawan tinggi. Tak satu pun berani bersuara. Udara terasa menegang, seolah seluruh ruangan menahan napas.

Kaisar Valcrest III—seorang pria paruh baya dengan mahkota runcing bertengger di kepalanya dan janggut hitam yang terawat rapi—mengernyitkan dahi.

“Menolak?” suaranya bergema

“Kau berani menolak perintah langsung dari seorang Kaisar?”

‎“Bukan perintah,” jawab Arthur dengan dingin. Matanya yang merah menatap tanpa berkedip. “Yang Mulia menyebutnya ‘saran untuk kepentingan kekaisaran’. Jadi aku berhak menolak.”

Kaisar menghela napas panjang, matanya menatap Arthur dengan campuran keheranan dan frustrasi.

“Arthurian… Kau adalah pedang terhebat kekaisaran, yang telah mempertahankan perbatasan selatan sendirian. Namun, untuk memperkuat perbatasan ini, dibutuhkan dua kediaman terkuat yang kompak dan solid. Sayangnya, Kediaman Vancroft dan Kediaman Silvaine telah berseteru selama tujuh generasi.”

‎Kaisar berdiri, jubah ungu yang megah mengalir di sekelilingnya.

“Perang saudara hampir pecah tahun lalu karena ‘insiden’ di perbatasan wilayah kalian. Aku tidak akan membiarkan dua house terkuat di kekaisaran saling merobek satu sama lain, sementara iblis mengintai dari selatan.”

Arthur tidak menjawab, tapi rahangnya mengeras.

“Maka,” lanjut Kaisar, suaranya berat dan tegas, “pernikahan antara kau dan Valerine Silvaine akan menyatukan dua kediaman utama. Ini bukan permintaan—ini perintah. Demi keselamatan kekaisaran.”

Arthur tertawa, tapi tawa itu pahit, menusuk, seolah udara di ruangan ikut membeku.

“Jadi aku harus menikahi musuh politikku hanya karena Yang Mulia tidak mampu mengendalikan bangsawan sendiri? Luar biasa.”

“ARTHUR!” teriak Duke Aldric Vancroft, ayah Arthur, melangkah maju dengan wajah memerah. “Tunjukkan rasa hormat—”

“Aku sudah menunjukkan rasa hormat dengan mengalahkan musuh kekaisaran, ayah” potong Arthur, suaranya tegas. “Jangan harap aku juga akan mengorbankan hidupku untuk—”

“Aku menerima.”

Semua kepala menoleh, terkejut.

“Valerine—!” seru Duke Edmund Silvaine, ayah Valerine, namun Valerine tetap melangkah maju. Setiap gerakannya elegan, terkontrol, gaun biru yang dikenakannya berkilauan di bawah cahaya kristal.

“Aku menerima pernikahan ini,” ucap Valerine dengan tenang, suaranya sejuk tapi tegas. Matanya menatap Arthur langsung, menantang namun entah kenapa malah menenangkan suasana.

“Jika ini yang dibutuhkan untuk menghentikan perang bodoh antara keluarga kita, maka aku akan melakukannya. Karena, tidak seperti seseorang, aku tidak menempatkan ego di atas tanggung jawab.”

Arthur menatapnya. Mata mereka bertemu, panas dan penuh tantangan.

“Kau pikir ini akan menyelesaikan masalah?”

“Aku pikir,” jawab Valerine, senyum tipisnya penuh arti—lebih mirip ancaman daripada keramahan, “kau akan belajar bahwa tidak semua pertempuran bisa dimenangkan dengan pedang.”

Keheningan menguasai ruang tahta, tegang dan nyaris tak tertahankan.

Kemudian, Kaisar bertepuk tangan satu kali—suara kerasnya memecah ketegangan itu.

“Sudah diputuskan! Tiga bulan dari sekarang, Kekaisaran Valcrest akan menyaksikan pernikahan abad ini!

Antara Arcduke Arthurian Vancroft, Jenderal Agung Kekaisaran kita, dan Valerine Silvaine, Penyihir Agung dari keluarga Silvaine dan Menara Penyihir!”

Arthur—dengan rahang terkatup, tangan terkepal, dan mata yang menyala—tidak mengatakan sepatah kata pun lagi.

‎FLASHBACK: 2 BULAN YANG LALU

‎Langit berwarna merah darah.

‎Di dataran tandus yang retak-retak dan dipenuhi sungai magma, pasukan iblis bergerak seperti gelombang laut hitam—puluhan ribu, bahkan ratusan ribu. Ada Demon tingkat rendah, kulit mereka hitam legam dan mata kuning menyala, lalu Demon tingkat menengah, bertanduk dan mengenakan armor dari tulang serta Demon tingkat tinggi, bersayap dan membawa senjata cursed yang memancarkan aura kematian.

Di tengah kengerian itu, berdiri Demon God Zarathos—raksasa setinggi lima meter, kulitnya merah tua seperti besi yang dipanaskan, tanduk melengkung seperti mahkota raja neraka, dan matanya seperti lubang hitam yang menelan cahaya.

Disekelilingnya, ada 12 High Demon Lord, masing-masing cukup kuat untuk menghancurkan kerajaan kecil hanya dengan satu serangan. Setiap gerakan mereka menggetarkan bumi, setiap tatapan mereka membawa rasa takut yang membuat pasukan iblis di bawahnya semakin liar dan ganas.

‎Dan di hadapan mereka, Arthur Vancroft berdiri sendirian.

Armor merah-hitamnya memancarkan cahaya sihir, jubah scarlet berkibar liar diterpa angin panas dari dataran magma. Di tangan kanannya, pedang katana—Blood Demon—terhunus, bercahaya dengan api crimson yang menari-nari seperti nyala kematian.

“Hanya satu orang?” tawa Zarathos bergemuruh seperti guntur, mengguncang tanah. “Kekaisaran mengirim satu manusia untuk menghentikanku?”

Arthur tersenyum tipis.

“Mereka tidak mengirimku. Aku yang datang sendiri.”

Ia mengangkat pedang, aura kekuatannya meledak di sekitarnya.

“Karena kalian membuat kesalahan masuk ke wilayahku. Entah apa yang ada di otak bodohmu itu sehingga kau berani datang kemari.”

Zarathos tertawa terbahak-bahak,

“Sepertinya aku tahu siapa kau… Arthurian, keturunan langsung dari Dewa Naga Elemen. Seseorang yang konon mampu membunuh dewa. Rumormu… sungguh berlebihan. Siapa yang menyebarkannya?”

“Kau benar. Terlalu berlebihan. Jadi bagaimana kalau kau tutup mulut baumu itu dan kita mulai saja.”

Zarathos meludah api ke udara.

“HANCURKAN DIA!”

Pasukan iblis mulai menyerang dan tanah pun ikut bergetar.

Arthur bergerak.

WHOOOM!

Api merah meledak dari tubuhnya—Element Utama: Api—membakar ratusan Demon tingkat rendah sekejap mata. Ia melesat ke depan, kecepatan tubuhnya membuat udara di sekitarnya meledak.

Element Utama: Angin. Pedangnya menari, memotong Demon seperti rumput di ladang yang diterpa badai.

Melihat bahkan Demon tingkat tinggi pun tak mampu menahan satu tebasan Arthur, para High Demon Lord akhirnya turun tangan.

“FORMASI!” teriak salah satu High Demon Lord, suaranya bergema seperti gong perang.

Mereka menyerang dengan koordinasi sempurna—tombak dari kiri, kapak dari kanan, sihir gelap dari atas.

Arthur menghentakkan kakinya.

KRAKKK!

Tanah meledak di sekelilingnya—Element Utama: Tanah—menciptakan dinding batu raksasa yang menghancurkan setiap serangan..

Kemudian, dengan satu ayunan tangan, langit menjadi gelap.

CRAAASH!

Petir menyambar dengan ganas—Element utama: Petir—memanggang lima High Demon Lord sekaligus, membuat tanah di bawah mereka meleleh dan membara.

“Apa-apaan itu!? Makhluk mana yang bisa memiliki **dan menguasai** lebih dari tiga elemen!?” teriak salah satu High Demon Lord yang selamat, matanya melebar ketakutan.

Arthur belum berhenti.

Ia membentangkan tangan, dan udara di sekitarnya bergetar, bergema seperti badai akan datang.

WHOOOOSH!

Air muncul dari ketiadaan—Element Utama: Air—membentuk ratusan tombak es yang melesat secepat peluru, menembus armor tulang para Demon yang tersisa seperti kertas tipis.

Setiap tombak menghujam, setiap gerakan Arthur menandakan satu hal: perang ini baru saja dimulai, dan lawannya belum melihat apapun.

‎Dalam sepuluh menit, seluruh pasukan Demon hancur luluh lantak. Lava dan darah membakar tanah, meninggalkan aroma kematian yang pekat. Yang tersisa hanyalah 7 High Demon Lord… dan Zarathos.

Namun kemudian—7 High Demon Lord yang tersisa menyerang bersamaan, koordinasi mereka seperti badai kematian.

Arthur bergerak seperti dewa perang. Pedangnya menari, setiap ayunan dan setiap tebasan menciptakan kematian. Ia menggabungkan lima elemen, api untuk serangan ofensif, angin untuk kecepatan luar biasa, petir untuk menembus pertahanan, tanah untuk benteng, dan air untuk fleksibilitas tak terduga.

Satu per satu, High Demon Lord jatuh, meledak menjadi kepingan tulang dan energi gelap.

Namun tidak ada kemenangan tanpa luka. Robekan di bahu Arthur membuat darahnya menetes, bekas cakaran yang dalam.

Akhirnya, hanya Zarathos yang tersisa, berdiri megah di atas medan yang hancur, matanya menyala seperti lubang neraka.

“Kau… monster,” desis Zarathos, suaranya penuh kebencian—meski ia sendiri adalah iblis, rasa takut jelas tercermin di matanya. Ini pertama kalinya dia bertemu dengan orang semengerikan ini, yang bahkan setelah membunuh ratusan ribu dia tidak terlihat kelelahan atau bahkan tertekan karena terlalu banyak membunuh.

Arthur berdiri di tengah tumpukan mayat Demon, napasnya berat, pedangnya masih berlumuran darah.

“Iya… aku monster,” katanya pelan, suaranya dingin . “Jadi… bisakah kita selesaikan ini sekarang?”

Zarathos meraung, matanya menyala seperti lubang neraka, dan menyerang dengan seluruh kekuatannya, tanah bergetar, langit berderak.

Arthur mengangkat pedang dengan kedua tangan, seluruh tubuhnya menahan gelombang kekuatan iblis itu. Energi itu begitu dahsyat, membuatnya harus mengalirkan lebih banyak mana ke dalam tubuhnya.

Aku bisa mengakhiri ini dengan elemen lanjutan… pikirnya.

Tapi pikirannya segera menahan keputusan itu.

…Tapi kekuatan itu terlalu destruktif. Jika aku tak bisa mengendalikannya, aku bisa saja menghancurkan Kekaisaran sendiri.

Akhirnya, ia memilih jalan yang lebih keras—hanya menggunakan lima elemen utama.

Pertempuran terakhir berlangsung tiga jam penuh. Api, petir, angin, tanah, dan air menari di medan perang, menghancurkan sekitarnya, memutarbalikkan medan magma dan batu.

Dan akhirnya, Zarathos jatuh. Tubuh raksasanya runtuh, kepalanya terpisah dari tubuhnya. Kengerian terakhir yang tersisa hanyalah keheningan medan perang.

Namun, kemenangan itu datang dengan harga mahal.

Arthur juga jatuh.

CRACK.

Mana Core-nya retak. Magic Circuits putus di dua belas titik vital, seperti kabel listrik yang terbakar. Mana Heart-nya nyaris berhenti. Darah memenuhi mulutnya.

Dengan sisa tenaga, ia berusaha berdiri. Perlahan, ia berjalan kembali ke Kediaman Vancroft… sebelum akhirnya tak sadarkan diri, tubuhnya ambruk di kamarnya.

...****...

‎KEMBALI KE MASA KINI

‎Arthur terbangun dengan terengah-engah, tubuh basah keringat dingin.

‎"Sial..." bisiknya, suara serak.

‎Memori itu terasa terlalu nyata. Terlalu jelas. Seperti ia sendiri yang mengalaminya—rasa sakit pertempuran, berat keputusan, dapat ia rasakan sepenuhnya.

‎Ia mencoba duduk dan merintih saat otot-ototnya protes.

‎Tapi ada sesuatu di samping tempat tidur yang menarik perhatiannya. Selembar kertas dengan tulisan elegan.

‎Arthur mengambilnya, mata merah menyipit membaca tulisan tinta hitam

‎---

*‎*Arthurian,

Kau pingsan lagi. Entah sudah berapa kali itu terjadi dalam dua bulan terakhir. Aku sudah menyalurkan cukup mana untuk menstabilkan Mana Heart-mu—bukan karena aku peduli, tapi karena jika kau mati, aku harus berhadapan dengan Duke Aldric dan menjelaskan bagaimana aku “membunuh” ahli warisnya.

Saat kau sadar, temui aku di Perpustakaan Utara. Jangan membuatku menunggu. Aku benci menunggu.

Oh, dan tolong sadarkan dirimu. Saat ini kau terluka parah dan berada dalam kondisi yang menyedihkan. Jadi, bisakah kau berhenti bersikap keras kepala dan benar-benar mendengarkanku, walau hanya sebentar?

Jadi, jangan coba-coba berlatih pedang lagi.

Bodoh.

...V. S.V...

...***...

1
Xiao Ling Yi
Imutnya~
Xiao Ling Yi
Kurangg/Frown/
Xiao Ling Yi
Semangat updatenya Thor~/Smile/
Fel N: Makasih banyak, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Kawaii😍
Fel N: 🤭🤭🤭😅😅
total 1 replies
Khns_
setting yang detail, penjelasan yang rinci di setiap kejadian, bahasa yang enak dibaca, dan penggambaran karakternya yang joss bgt sih yg bikin betah baca 1 bab lagi, lagi, dan lagi.
Fel N: Makasih banyak, kak.😭😭😭🥰🥰🥰
total 1 replies
Khns_
kakak author update tiap kapan ya?
Fel N: Tiap hari, kak.🥰🥰🥰
total 1 replies
blueberry
lucu bgt pasangan ini🤭
Fel N: 🤭🤭🤭🤭🤭
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Satu banget nih Thor?/Grievance/
blueberry
semangat thor up nya
Fel N: makasih kak 🥰🥰☺️☺️☺️
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Suka banget sama ceritanya, semangat!!/Smile/
Fel N: makasih kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Xiao Ling Yi
Lanjut Kak Othor~!💪💪
Fel N: siap🥰🥰🥰☺️
total 1 replies
Jack Strom
Mantap... 😁
anak panda
🔥🔥🔥
Jack Strom
Keren... 😁
anak panda
gasss up 2-3 bab🔥🔥🔥
🤭🤭
Fel N: Semoga bisa yah kak🥰
total 1 replies
anak panda
lanjutt
Jack Strom
Wow... Keren... 😁😁😛😛😛
Jack Strom
Bikin Penasaran... 😁😛😛😛
Fel N: makacih 🥰
total 1 replies
Jack Strom
Mantap!!! 😁😛😛😛
Jack Strom
Eh... Tubuh Arturian itu biologis apa cyborg kah... 🤔🤔🤔...😛😛😛😛
Fel N: biologis kak😭. Nanti bakal ada penjelasan tentang world building nya. jadi bersabarlah kak Jack .🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!