NovelToon NovelToon
Bayang Dendam Dalam Cinta

Bayang Dendam Dalam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:2.3k
Nilai: 5
Nama Author: Noona.sv95

Maya, gadis manis yang harus mengganti identitas dan namanya setelah kecelakaan besar nyaris merenggut nyawanya.

Ia bangkit dari kematian setelah diselamatkan oleh seorang dokter yang mengangkatnya sebagai anak. Ia bersumpah untuk membalaskan dendamnya. Ia bersumpah membalaskan dendam atas kematian ayah dan juga adiknya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona.sv95, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Siapa?

Maya terus menangis, mengungkapkan rasa bersalahnya satu per satu—kata-kata yang berantakan, penuh penyesalan dan ketakutan.

Thomas tidak menyela, ia hanya mendengarkan dan membiarkan Maya meluapkan perasaannya sendiri. Bahkan thomas hanya mengelus rambutnya perlahan, seakan ingin menenangkan anak kecil yang ketakutan. Usapan terus Thomas lakukan, berharap dengan seperti ini bisa membuat Maya sedikit lebih tenang dan merasa lebih aman.

Semua kata Maya dibiarkan mengalir, sampai tangis itu perlahan mereda. Napas Maya mulai lebih teratur, meski sesekali masih tersendat.

Beberapa menit berlalu, atau mungkin lebih lama—Thomas tidak menghitung waktu. Ia baru melonggarkan pelukannya ketika ia merasa Maya sudah cukup tenang untuk berdiri dengan perasaannya sendiri.

“Maya,” panggilnya lembut. “Dengarkan aku.”

Maya mengangguk kecil tanpa mengangkat wajah.

“Kalau kau mau,” kata Thomas pelan, “aku bisa membantu memastikan kabar ayahmu. Tentang… bagaimana beliau dimakamkan. Apakah semuanya dilakukan dengan layak.”

Maya terdiam lama. Dadanya kembali terasa sesak, tapi kali ini bukan hanya oleh rasa bersalah—ada secercah harapan kecil yang muncul di sela ketakutan itu.

“Aku… aku takut,” bisiknya jujur.

“Aku tahu,” jawab Thomas. “Dan kau tidak harus menghadapinya sendirian. Aku yang akan mencarinya. Kau hanya perlu bersiap menerima apa pun jawabannya.”

Maya akhirnya mengangkat wajahnya. Matanya merah, bengkak, tapi untuk pertama kalinya ada sesuatu yang berbeda di sana—bukan kekuatan, bukan juga keberanian, melainkan kepercayaan.

“Terima kasih,” ucapnya lirih.

Thomas tersenyum tipis. “Istirahatlah dulu. Kau sudah cukup kuat hari ini.”

Maya mengangguk pelan, lalu mengikuti pergerakan thom yang membawanya kembali keatas ranjang.

"Sekarang, sebelum kau minum obat nanti, kita makan dulu.'

''Aku tidak lapar, Thom."

"Maya, aku tahu kalau kau pasti tidak selera makan karena beban pikiran. Tapi satu yang harus terus diingat, kau harus bisa kuat dan segera pulih, agar keinginanmu membalas semua perbuatan mereka bisa segera terlaksana."

Wajah Maya seketika terangkat, dan menatap Thomas dengan lekat.

"Balas dendam? Apa aku bisa?"

Thomas tersenyum tipis, lantas mengangguk dengan yakin.

"Bisa. itu sebabnya, kau harus segera pulih. Dan langkah pertama adalah dengan kau mengisi perutmu terlebih dahulu dengan baik."

Maya terdiam. Tatapannya jatuh pada tangannya sendiri yang gemetar di atas selimut. Kata balas dendam menggema di kepalanya, menjadi sebuah kalimat pemicu didalam dirinya.

“Kalau aku pulih…” suaranya nyaris tak terdengar. “Kalau aku benar-benar bisa berdiri lagi… apa semua ini akan terasa lebih ringan?”

Thomas tidak langsung menjawab. Ia mengambil kotak makanan dari meja, membukanya perlahan, lalu meletakkannya di meja kecil dekat ranjang. Aroma hangat itu mengisi ruang di antara mereka, hangat dari makanan dan juga hangat dari kedekatan yang terbangun tanpa sengaja.

"Jangan pikirkan apapun dulu, sekarang fokus pada penyembuhan  dulu. Kalau kau sudah benar-benar membaik dan bisa dibawa pulang, aku janji akan mencari tahu tentang ayahmu.'

Maya tersenyum samar,"terima kasih, Thom.'

Thomas hanya mengangguk dan membantu Maya untuk bisa makan dengan nyaman.

Di tempat lain, tepatnya di sebuah rumah sakit yang ada di negeri yang terkenal dengan bunga sebagai ikon negaranya tersebut. Seorang pria baru saja sadar, setelah mengalami koma selama hampir enam bulan akibat kecelakaan.

Seorang perawat yang melihatnya siuman, langsung memanggil dokter yang memang khusus menanganinya dengan langkah tergesa. Samar, ia bisa melihat situasi tempatnya saat ini. Ruangan dengan nuansa serba putih dipadu warna cream tersebut cukup mendominasi.

"Lihat dok, dia sudah sadar dan tadi dia bisa menggerakkan kepala dan juga jemarinya," ujar perawat dengan senyum seumringah, melihat pasien yang selalu ia rawat beberapa bulan ini trnyata bisa kembali hidup meski sebelumnya sangat nihil harapan.

"Ini suatu keajaiban, kau bisa sadar setelah hampir enam bulan koma. Bahkan kau bisa selamat dari kecelakaan tragis itu pun, merupakan suatu mukjizat nak!" gumam dokter yang sudah tampak berumur itu, memuji kebesaran Tuhan karena mmberikan kesempatan kedua untuk hambanya yang memiliki keinginan hidup begitu kuat.

Ya... ia awalnya sempat berserah dan juga pasrah atas keadaan pasien yang ia tangani. Pasien yang keadaannya begitu parah, bahkan sebelumnya dia pikir tidak akan selamat itu, ternyata bisa bertahan hingga sekarang. Bahkan dia seperti berusaha keras untuk tetap hidup, seolah dia sudah berperang melawan malaikat mautnya.

"Selamat datang kembali di dunia Son. Selamat datang di Yunan!"

"Kita tunggu sampai kau bisa pulih dan bisa kembali bicara. Karena setelah ini, kau akan menjadi putraku," gumam dokter tersebut, menatap lekat pria yang wajahnya sudah berubah menjadi tampan sempurna, setelah sebelumnya hancur akibat kecelakaan.

1
falea sezi
males harusnya jujur km biar di bantuin bales dendam oon novel pret
falea sezi
max di bunuh berarti
falea sezi
penulis pro penjahat kayaknya
falea sezi
penulis nya bego
Noona_SV: contohin jd penulis pintar dong kak. biar aku bisa belajar
total 1 replies
falea sezi
semoga bisa di penjara
falea sezi
bejat gtt mreka
FELNI JULIANI
sangat bagus
FELNI JULIANI
lanjut kak😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!