Vania Adinata, tanpa sengaja melewatkan malam panasnya dengan seorang CEO terkenal. Putus cinta membuatnya frustasi hingga dia mabuk dan melakukan one night stand tanpa sengaja.
Dikucilkan karena hamil, hingga dijodohkan dengan pria tua. Namun, nasib baik masih berpihak padanya, dia kabur dan tanpa di duga bisa bertemu dengan Ayah biologis bayi yang ada dalam kandungannya.
Bagaimana kisah selanjutnya? Siapa kira kira CEO terkenal dan nomor satu itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mom AL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 15 Vania mengalami koma
Gio telah sampai di rumah sakit, dia bergegas menuju ke meja resepsionis. "Atas nama Vania Adinata. Dimana kamarnya?"
Resepsionis melihat daftar pasien. "Kamar nomor 09."
Tanpa berpikir panjang Gio langsung berlari menuju ke ruang rawat tersebut. Dari kejauhan dia melihat Baskara dan Risna yang duduk di kursi tunggu. Terlihat Risna mengelus punggung Baskara, mencoba menenangkan pria paruh baya itu.
"Sabar, Bas. Semuanya akan baik-baik saja, Vania wanita yang kuat, dia tidak akan menyerah begitu saja." ucap Risna
Gio semakin mempercepat langkahnya, hatinya berdebar kencang saat melihat keadaan di depan kamar Vania. Dia tidak bisa membayangkan jika sesuatu terjadi pada Vania, wanita yang telah menjadi bagian penting dalam hidupnya selama enam bulan terakhir ini.
"Tuan Adinata..." panggil Gio, suaranya sedikit terengah-engah karena berlari.
Baskara dan Risna menoleh ke arahnya, wajah mereka menunjukkan campuran antara kelelahan dan kekhawatiran.
"Tuan Gio, Vania..." Baskara tidak bisa melanjutkan kata-katanya, suaranya terpotong oleh emosi.
Gio langsung masuk ke dalam kamar, dia ingin melihat Vania sendiri, memastikan wanita itu baik-baik saja. Dia melihat Vania terbaring di ranjang, wajahnya pucat, tapi dia masih bernapas, Gio merasa sedikit lega.
"Kenapa ini bisa terjadi?" gumam Gio pelan. Tak lama kemudian dia keluar dari ruangan tersebut.
Gio menggambil napas dalam-dalam, dia tahu dia harus kuat untuk Vania. "Dia akan baik-baik saja," katanya, lebih kepada dirinya sendiri.
"Dimana bayi kami?"
"Bayi kalian ada di Inkubator, dia berhasil diselamatkan, tapi Dokter bilang kondisi Vania masih kritis." Risna menjelaskan karena Baskara tidak kuat untuk mengatakannya.
"Aku sudah menghabisi pelaku yang menyebabkan kecelakaan ini."
Baskara langsung berdiri. "Kenapa kau tidak membawanya kehadapanku dulu? Aku belum memberikan penjahat itu pelajaran."
"Aku tidak bisa!" jawab Gio singkat. Dia menatap Baskara dengan mata yang dingin, "Aku sudah mengurusnya, Tuan Adinata. Kau tidak perlu khawatir tentang itu."
Risna mencoba menenangkan Baskara, "Bas, jangan sekarang. Vania dan bayinya butuh kalian disini."
Baskara menghembuskan napas, mencoba mengendalikan emosinya kemudian kembali duduk.
"Aku akan menjaga bayi itu sampai Vania pulih."
Kamar menjadi sunyi sejenak, hanya suara mesin yang memantau kondisi Vania yang mengisi keheningan.
FLASHBACK OFF:
Malam itu petir menyambar, suara gemuruhnya menggetarkan jendela rumah. Vania yang sedang hamil besar merasa sedikit takut, dia meraba perutnya yang membesar.
"Jangan takut, sayang. Mama ada di sini," katanya sambil mengelus perut, mencoba menenangkan diri sendiri.
Tiba-tiba, dia merasakan sakit yang tajam di perutnya. Vania mengerang, mencoba menahan rasa sakit.
"Pa... Ma..." dia memanggil kedua orangtuanya tapi suaranya lemah. Namun sayang, tidak ada sahutan dari luar sana. Vania sedikit kesusahan dalam berjalan, dia memegangi perutnya yang semakin sakit.
Wanita itu meraih ponsel yang dia letakkan di atas nakas, dirinya mencari nomor milik orangtuanya dan mencoba menghubungi. Sayang sekali, nomor keduanya tidak aktif. Tak habis akal, Vania menghubungi Gio, dia harus minta tolong pada pria itu agar membawanya ke rumah sakit. Namun, ponsel Gio juga tidak bisa dihubungi.
"Argh, astaga... Kemana mereka semua? Perutku, aku tidak tahan." desis Vania terbawa oleh angin.
Tak lama kemudian ponselnya berdering, seutas senyum terbit dikedua sudut bibirnya. Disana tertera nama Erlangga, dengan cepat Vania menjawab panggilan tersebut.
"Lang, tolong aku..." pintanya lemah.
📱"Ada apa, Vania?" terdengar suara Erlangga begitu khawatir.
"Aku sepertinya ingin melahirkan, perutku sakit sekali. Aku harus segera pergi ke rumah sakit,"
📱"Baiklah, aku akan menjemputmu." Erlangga mematikan sambungan telepon, dia bergegas menuju ke mobilnya.
Setelah sampai di kediaman keluarga Adinata, Erlangga langsung masuk ke dalam kamar Vania. Terlihat wanita itu bersandar lemah di dinding sambil memegangi perutnya.
"Vania, apa yang terjadi?" tanya Erlangga panik.
Vania tidak bisa menjawab, dia hanya mengerang karena sakit.
Erlangga langsung menggendong Vania, membawanya ke mobil. "Kita harus pergi ke rumah sakit, sekarang!"
'Ini kesempatan emas. Mama, Papa, dendam kalian akan segera terbalaskan.' dalam hati Erlangga.
"Lebih cepat, Lang. Aku tidak tahan lagi,'' rintih Vania mencoba rileks.
Erlangga tersenyum jahat, dia melihat keadaan diluar, suasana jalanan cukup sepi. Dirinya membuka pintu mobil, dengan jahatnya pria itu melompat begitu saja meninggalkan Vania yang kesakitan.
"ELANG!" teriak Vania sekencang-kencangnya.
Brak!
Mobil itu menabrak pembatas jalan dengan Vania yang terjepit di dalamnya. Wanita itu tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun, semuanya terlihat gelap dan kemudian dia tidak sadarkan diri.
"Maafkan aku Vania yang malang. Kau harus terlibat dalam skenario balas dendam ini. Salahkan saja orangtuamu yang sudah menyakiti orangtuaku sampai mereka tiada." ucap Erlangga melihat mobilnya dari kejauhan.
Saat itu pula Giorgino berhasil mengumpulkan semua bukti dan informasi tentang Erlangga. Ternyata cukup sulit mencarinya karena Erlangga menutup rapat situs serta akses tentang kehidupan pribadinya. Namun, yang Gio tahu hanya tentang rencana Erlangga yang ingin menghabisi Vania. Dia tidak tahu jika Erlangga sudah melakukan aksinya.
FLASHBACK ON.
"Aku merasa bersalah." ucap Gio, melihat bayi mungilnya dari balik kaca. "Jika terjadi sesuatu pada Vania, aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri." geramnya dengan suara lemah.
...............
BERSAMBUNG
Lanjut besok 🤗 JANGAN LUPA TAP LOVE ♥️ KEMUDIAN SUBSCRIBE (+) DAN KOMEN POSITIFNYA 😊