NovelToon NovelToon
WAKTU YANG SALAH

WAKTU YANG SALAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Selingkuh / Cinta Murni
Popularitas:619
Nilai: 5
Nama Author: starygf

cerita ini tentang dua remaja di bangku kuliah yang saling mengenal, saling memberi masukan, saling berbagi tawa dan canda, tapi semuanya hanya sebatas teman entah apa tapi semua orang disana tau apa yang mereka saling beri bukan berada pada batasan teman tapi “dua orang yang saling menaruh harapan”. kisah tentang seorang pria perantau dan gadis tuan rumah dengan bahasa, watak, kebiasaan yang berbeda tapi bisa saling terikat karena ketidak sengajaan mungkin bisa di sebut cinta di waktu yang tidak tepat kisah mereka tak salah yang salah dari semua ini hanya satu yaitu waktu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon starygf, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 17

Demam Aura tidak turun keesokan paginya. Kepalanya terasa berat, tubuhnya menggigil meski selimut sudah menutup sampai leher. Awalnya ia mengira hanya masuk angin biasa karena kehujanan. Ia bahkan masih sempat membalas chat Richel dengan alasan, “cuma pusing dikit.” Tapi menjelang sore, pandangannya mulai berkunang-kunang. Napasnya terasa lebih cepat dari biasanya.

Richel yang datang menjenguk langsung panik melihat kondisi Aura yang pucat dan hampir tidak responsif. Tanpa banyak pikir, ia meminta bantuan penjaga kos dan memesankan ojek mobil. Aura setengah sadar saat dibawa turun tangga. Suara Richel terdengar jauh, seperti gema. “Tahan ya, Ra. Sebentar lagi sampai.”

Di rumah sakit, dokter mengatakan Aura kelelahan dan dehidrasi parah. Demamnya tinggi karena tubuhnya drop. Ia harus dirawat setidaknya semalam untuk observasi. Richel duduk di samping ranjang dengan wajah tegang. Ia membuka ponsel Aura yang sejak tadi bergetar beberapa kali karena notifikasi grup kelas.

Tanpa terlalu banyak berpikir, Richel menghubungi satu nama yang terlintas. Harry.

Pesan itu sederhana.

richel: har, aura di rumah sakit.

Tidak sampai satu menit, balasan masuk.

harry: rumah sakit mana?

Richel mengirim lokasi. Tidak ada pertanyaan panjang. Tidak ada basa-basi.

Di sisi lain kota, Harry membaca pesan itu dengan jantung yang langsung terasa jatuh. Tangannya gemetar saat meraih jaket. Ia bahkan tidak sempat mengganti sandal rumahnya dengan sepatu yang benar. Di kepalanya hanya satu hal: Aura sakit.

Perjalanan malam itu terasa lebih lama dari biasanya. Lampu-lampu jalan terlihat buram. Ia tidak peduli hujan sisa sore tadi masih membuat udara lembap dan dingin. Yang ia tahu hanya satu ia harus sampai.

Saat Harry tiba, lorong rumah sakit sudah sepi. Richel berdiri ketika melihatnya datang. “Demamnya tinggi banget tadi,” ucapnya pelan. Harry hanya mengangguk, napasnya masih belum stabil. “Sekarang?” tanyanya. “Udah mendingan, tapi masih lemes.”

Harry melangkah masuk ke ruang rawat. Aura tertidur dengan selang infus di tangan kirinya. Wajahnya pucat, bibirnya kering. Rambutnya sedikit berantakan menutupi dahi. Melihat itu, sesuatu dalam diri Harry runtuh.

Ia berdiri beberapa detik di samping ranjang tanpa bergerak. Seolah memastikan ini nyata. Seolah memastikan ia tidak terlambat.

Tangannya akhirnya terangkat pelan, menyingkirkan rambut yang menutupi wajah Aura. Sentuhannya hati-hati, hampir takut melukai. “Kenapa sih lo selalu keras kepala…” gumamnya lirih.

Aura bergerak sedikit. Matanya terbuka perlahan. Pandangannya masih kabur. Tapi sosok di depannya terlalu familiar untuk salah dikenali. “Harry?” suaranya serak.

Harry menelan sesuatu di tenggorokannya. “Iya.”

Aura menatapnya beberapa detik lebih lama dari biasanya. Seperti memastikan ia bukan halusinasi demam. “Ngapain ke sini…” bisiknya lemah.

Harry tersenyum tipis, tapi matanya tidak bisa menyembunyikan kekhawatiran. “Jemput.”

Aura tidak langsung mengerti.

“Kalau besok udah boleh pulang, aku yang jemput,” lanjutnya pelan. “kamu fikir aku bisa diem aja?”

Kalimat itu sederhana. Tidak dramatis. Tidak berlebihan. Tapi cukup untuk membuat mata Aura terasa panas.

Ia yang meminta jarak. Ia yang berkata jangan terlalu dekat. Tapi malam itu, di ruangan rumah sakit yang sunyi, Harry tetap datang. Tanpa diminta. Tanpa diundang.

Dan untuk pertama kalinya sejak semuanya berubah, Aura sadar satu hal jarak bisa dibuat dengan kata-kata. Tapi rasa peduli… tidak semudah itu di hapus.

1
only siskaa
wahhh baruu nii
jngn lupa mmpir ke karya ku juga minn🫣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!