Alga adalah seorang pria bekerja sebagai nelayan. Ia bekerja untuk mencari ikan setiap hari untuk kuliah istrinya dan makan sehari-hari. Pergi pagi pulang malam agar bisa mendapatkan tangkapan ikan yang banyak. Sayangnya saat istrinya sudah S2 dan menjadi sekretaris, istrinya malah selingkuh dengan CEO tempat ia bekerja dan meninggal Alga dan anaknya.
Istrinya malu mempunyai suami nelayan seperti Alga dan akhirnya meminta cerai lalu menikah dengan pria pilihannya itu.
Hancur hati Alga setelah bercerai dengan istri tercintanya, saat sedang menjaring ikan, Ia tak sengaja jatuhkan kelaut karena Ia masih dalam kesedihan, tapi siapa sangka jika ia mendapat sebuah sistem.
Sistem Nelayan, setiap ia menangkap ikan, menjual ikan, maka ia mendapat hadiah dan poin yang mengubah hidupnya menjadi orang sukses.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon less22, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
20
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
...happy reading...
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...
Grisha mengangguk. "Iya Pa."
Alga mengelus dadanya agar dirinya tenang, demi anak, demi kewarasan putri tercintanya.
"Ayo Nak," kata Alga menggandeng tangan Grisha untuk masuk ke dalam restoran seafood itu.
Saat mereka masuk, seorang pelayan menyambutnya. "Selamat datang, silakan masuk," ucap karyawan itu.
Alga mengangguk tersenyum, Alga melihat Nita sedang menggandeng tangan kekasihnya sambil tertawa bahagia, dan mereka makanan seafood yang mungkin harganya mahal karen dari tampilannya sangat mewah.
"Grisha, kita duduk di pojokan di sana yuk, Geisha lihat dari jauh aja ya," kata Alga.
Grisha terus menatap Nita, ia ingin memeluk Nita, ia ingin melepaskan kerinduannya pada ibunya itu.
Alga melihat Grisha yang masih berdiri itu, ia pun menggendong Grisha untuk membawanya menjauh.
Tapi Grisha memberontak. "Mama," ucap Grisha dengan suara parau.
Para Pengunjung yang mendengar itu, melihat ke arah Grisha yang tiba-tiba menangis di tengah-tengah restoran tersebut membuat Alga panik.
Grisha langsung berlari ke arah Nita dan memeluknya. "Mama, Grisha kangen Mama, kenapa Mama tinggalin Grisha." tangis Grisha pecah.
Nita yang menyadari itu langsung mendorong Grisha. "Hey! Apa-apaan kamu! Aku bukan ibumu! Kau tidak punya anak seperti mu! Jangan dekat-dekat aku! Menjauh! Menjauh dari sini!" teriak Nita merasa geram, karena bisa-bisanya ia bertemu dengan anaknya di sini.
Alga langsung menarik Grisha, ia tak menyangka jika Grisha bertindak di luar dugaan.
"Grisha ayo kita pergi dari sini, dia bukan ibu kamu," kata Alga menarik tanga Grisha.
Taoi Grisha tak bergeming dan terus menangis. "Mama, Grisha ingin Mama, Grisha ingin peluk Mama," teriak Grisha menangis histeris.
"Heh! Kamu itu bukan anakku! Aku nggak punya anak dekil seperti mu! Menjijikkan!" maki Nita.
Nita melihat ke arah ke arah Alga. "Oh kamu yang bawa anak ini ke sinikan? Kamu sengaja biar anak ini mempermalukan aku dan kekasihku di tempat ramai ini kan? Dasar tidak tahu diri!" ucap Nita dengan nada kasar.
"Satpam! Usir mereka pergi! Buat aku nggak selera makan aja," ucap Yanto, kekasih Nita.
Dua orang satpam datang. "Maaf Pak, bisakah Anda pergi dari sini? tolong jangan buat kekacauan di sini," kata satpam itu dengan sopan.
Alga menggangguk pelan. Hati Alga terenyuh, hancur berkeping-keping. Ucapan Nita memang sudah keterlaluan, mata Alga berkaca- kaca. "Maaf telah menganggu Anda, tenang saja, mulai detik ini, kami tidak akan pernah hadir di mata Anda," kata Alga.
"Heh! Kalau orang miskin mending jangan makan di sini! Bikin rusuh aja," ucap salah satu karyawan itu memandang Alga sinis.
"Ini restoran nomor 1 di kota ini, kok ada orang yang nggak tahu malu buat rusuh di sini, nanti di viral malu sendiri. Kalo nggak punya uang mending makan di kaki lima aja, sengaja datang ke sini cuma buat cari simpati dan mencari wanita kaya untuk anaknya," celetuk karyawan itu untuk mengambil simpati kalangan orang kaya agar menjadi pelanggan di restoran mereka.
Alga menggendong tubuh mungil Grisha untuk segera pergi dari restoran tersebut.
"Mama... Mama... " Tangis Grisha yang menyatakan hati itu, tak peduli lagi sekarang, Alga harus menjauhkan Grisha dari Nita.
"Grisha, dengarkan Papa, Nak. Mamamu sudah tidak menginginkan kamu lagi, Mama sudah nggak anggap kamu anak lagi, jadi... kau dan ibumu tidak punya hubungan lagi! Dia bukan lagi Mamamu, dia adalah orang lain! Paham!" kata Alga dengan isak tangisnya agar anaknya itu mengerti, meskipun ia tahu, jika Grisha belum sepenuhnya mengerti.
...⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️⛹️♂️...