When Gods Grow Bored berlatar di sebuah benua kuno "Nirenva" yang dilanda perang tanpa akhir, tempat kerajaan-kerajaan saling membantai atas nama para dewa yang pernah turun dan meminjamkan kekuatan mereka kepada umat manusia. Di dunia di mana nilai hidup diukur dari restu ilahi, Kai Jhoven: seorang anak tanpa berkah dan tanpa asal-usul tumbuh sebagai sosok terbuang, dipaksa bertahan di tengah kekacauan yang tidak pernah ia pilih. Ketika sebuah kekuatan asing akhirnya menjamah dirinya, Kai Jhoven terseret ke dalam pusaran konflik yang jauh lebih besar dari perang antar manusia: intrik ilahi, kekuasaan yang dipinjam, dan kebenaran kelam di balik mukjizat yang disembah dunia. Dalam perjalanan dari medan perang hingga jantung kekuasaan, takdir, kepercayaan, dan kemanusiaan diuji; sementara langit yang selama ini dipuja perlahan mulai retak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon jhoven, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Vs Jörmungandr (1)
Harinya telah tiba.
"Yosh!" Kai membawa tas berisi perlengkapan berburu dan pergi menuju Serikat Hunter untuk mendapat penjelasan mengenai misinya.
[Misi Tingkat S: Membunuh Jörmungandr, Sang Ular Dunia.]
Serikat Hunter, Kota Rusville.
Kai Jhoven terlambat datang.
"Tch, kemana orang yang kau ajak itu Given? Ini sudah telat 10 menit." -Ingrid Lovei (14 Tahun) / Hunter Rank A. Berkah Dewa Vaornis, Penjaga Samudra Tanpa Dasar. Dewa kedalaman, rahasia, dan yang tenggelam.
"Tunggu saja Ingrid.. Mungkin saja dia agak gugup untuk menjalani misi Tingkat S." -Isabella Fleur (13 Tahun) / Hunter Rank B. Berkah Dewi Solmeryn, Ibu Cahaya Palsu. Dewi harapan, mukjizat, dan janji yang tak pernah utuh.
"Ayo ayo jangan tengkar ya adik adik." -Raamez Van Austin (20 Tahun) / Hunter Rank S. Berkah Dewa Apollo, Pemanah ilahi.
*tap tap.
Suara langkah kaki terdengar dari luar pintu aula.
"Ini dia, si dungu kita telah tiba.." -Given Rhaos (13 Tahun) / Hunter Rank A. Berkah Dewi Solmeryn, Ibu Cahaya Palsu. Dewi harapan, mukjizat, dan janji yang tak pernah utuh.
"Aku harap kau tidak mengundang orang aneh lagi Giv." Ucap Ingrid.
"YOWW!! AYO KITA KALAHKAN SI ULAR BODOH ITU!! YOSHHAAAA!"
Kai berteriak sangat keras, membuat suaranya menggema diseluruh Aula Serikat.
Seketika Aula itu menjadi hening, Raamez menganga dan Isabella berkeringat panik.
"Hee.. Dia anak yang cukup bersemangat y-ya..." ucap Isabella gugup.
"Sialan kau Given.. Membawa manusia aneh lagi." Ucap Ingrid menutup mukanya.
Given hanya tersenyum, "Yo Kai! Apa kau sudah siap?"
"Tentu saja! Ayo kita berangkat!" balas Kai bersemangat.
"Tunggu-tunggu.. Sebelumnya perkenalkan dirimu dulu pada rekan yang lainnya Kai. Karena misi kita ini membutuhkan waktu yang agak lama jadi aku harap kalian bisa akur." ucap iven sambil menatap tajam Ingrid.
"Tch."
"Woahh! Begitu yaa, jadi kalian ini teman teman Given. Salam kenal semuanya! Namaku Kai Jhoven, umurku masih 12 Tahun sih tapi aku rasa aku bisa membantu kalian. Jadi.. Mohon bantuannya!" Kai menundukkan kepalanya.
Seketika semuanya terkejut.
"Ehh ga perlu menundukk Kai! Kita semua disini seumuran kok.. Aku juga masih 13 tahun hehe.. Kita beda setahun ajaa, dan Given juga 13 Tahun.. Lalu wanita berambut biru disebelahku ini juga 14 Tahun.. Hanya abang Raamez saja yang sudah tuaa!" Ucap Isabella.
"Hei.. Aku baru 20 Tahun.. Nggak setua itu kok.. Tapi yang pasti, selamat datang di kelompok kami Kai! Mohon bantuannya ya!" Ucap Raamez tersenyum lebar.
"Baiklahh cukup perkenalannya. Aku akan jelaskan ulang apa misi kita!"
Given pun menjelaskan bahwasanya; jauh di utara, Tepatnya pesisir utara Kerajaan Khanox, Kota Hallenmark terdapat keanehan lautan.
Kota Hallenmark merupakan salah satu Kota Pesisir terbesar yang dimiliki Khanox. Hasil lautannya sangat melimpah dan berkualitas tinggi. Tapi 1 tahun belakangan ini, lautan di utara mengalami suatu keanehan. Ikan-ikan pada mati dan mengambang dipermukaan laut. Dan didalam ikan itu terdapat kandungan racun mematikan yang membuatnya tidak bisa dikonsumsi. Secara berkala, Kota Hallenmark sudah mengirim regu penyelidik untuk menyelidiki apa yang terjadi pada lautnya. Namun tidak pernah 1 pun kembali ketika mereka menginjakkan kaki menuju lautan itu.
Cuaca sekitar pesisir juga menjadi tidak menentu, terlalu sering hujan badai disertai petir. Para nelayan setempat menjadi kehilangan mata pencahariannya. Melihat kondisi dan gejalanya Serikat Hunter Rusville memprediksi bahwa monster sihir Jörmungandr telah terbangun.
Jörmungandr, Sang Ular Dunia.. Adalah Monster sihir berupa ular berukuran raksasa yang hidup didasar lautan terdalam. Entah apa yang membuatnya terbangun.. yang pasti jika Jörmungandr mulai menyerang daratan maka bencana besar akan terjadi.
"Lalu kenapa Kerajaan Khanox tidak mengirimkan saja Komandan Besar Savior atau Savior lainnya untuk menyelesaikan tugas ini? Berdasarkan penjelasanmu tadi, Jörmungandr sialan ini bukanlah monster sihir yang mudah untuk ditakhlukkan loh.. Terlebih dengan party berisi anak-anak seperti kita?" tanya Kai secara kritis.
"Pertanyaan bagus Kai.. Setidaknya ada 2 alasan yang bisa kupikirkan..
Pihak Kerajaan Khanox sedang membutuhkan kekuatan penuh dari para Saviornya , terutama 5 Komandan Besar untuk menjaga titik titik perbatasan wilayah Kerajaan,
Mereka menghormati kehadiran kita, serikat Hunter yang memang bertugas mengendalikan permasalahan mengenai monster sihir. Hal ini juga cocok karena tujuan utama dari awal Savior dibentuk adalah untuk kepentingan militer Kerajaan bukan spesifik melawan monster sihir. Gaya bertarung berbeda antara melawan manusia dan monster.
Oleh sebab itu pihak Kerajaan sendiri yang memberikan misi ini pada Serikat Hunter Rusville." Given pun menjelaskan pada Kai.
"Baiklah, cukup mudah dipahami.. Jadi kapan kita berangkat?" Tanya Kai.
"Apakah ada yang ingin bertanya lagi?" Tanya Given.
"Tunggu.." Ingrid menyela.
"Ada apa Ingrid? Wajahmu nampak muram." Ucap Given.
"Tentu saja! Aku tidak bisa terima ini. Bocah rank C yang baru saja naik daun sepertimu bisa ikut dalam party ini! Kau hanya bisa menyelesaikan misi misi rendahan untuk membantu warga, jangan anggap remeh pekerjaan Hunter wahai orang asing!!"
Ingrid tampak kesal dengan keputusan membawa Kai, dan keluhannya itu ia utarakan secara blak-blakan didepan umum.
"Oi, Ingrid! Itu berlebihan!" ucap Raamez.
"Aku.. Menantangmu duel, Kai Jhoven! Jika kau kalah maka kau harus pergi selamanya dari Kota ini dan lupakan bahwa kau pernah menjadi Hunter!"
Keributan terjadi dalam Aula itu.
"Hei hei yang benar saja.."
"Duel antar Hunter? Kayaknya seru nih"
"Siapa yang menantang?"
"Itu loh teman perempuannya Given yang sama-sama peringkat A! Ingrid Lovei."
"Gila! Lalu siapa yang ditantangnya??"
"Soal itu... Dia adalah Kai Jhoven. Anak asing yang baru sebulan disini sudah mencapai peringkat C. Mungkin saja Ingrid kesal karena prestasinya itu?
"Yah sudah pasti sih.."
Namun nyatanya.. Ingrid hanya iri, temannya Given menjadi lebih dekat dengan anak baru ketimbang dirinya.
"Ingrid.. Apa yang terjadi padamu?" tanya Given.
"Kau diamlah Given!" Ucap Ingrid keras sambil berusaha menahan air matanya.
Given kaget melihat mata Ingrid yang berkaca-kaca itu.
Disisi lain, Kai juga menyadari apa yang Ingrid rasakan. Oleh karena itu, Kai tidak membalas perkataan kejamnya.
"Baiklah. Ayo Kita bertarung Ingrid. tapi kalau aku yang menang.. Izinkan aku bergabung dengan party kalian dan.. izinkan aku untuk bisa berteman denganmu juga Ingrid." Balas Kai tersenyum.
Ingrid tertegun, ia sadar bahwa Kai tenyata tidak seburuk yang ia pikirkan. Mungkin.. Mungkin saja, ia harus sedikit membuka hatinya untuk menjalin pertemanan dengan Kai.
Namun tantangan duel yang telah terucap tidak bisa dibatalkan. Kini Ingrid berhadapan dengan Kai di dalam arena latih tanding serikat hunter.
Pertarungan itu bahkan disaksikan oleh pemimpin serikat, Giovanni Alexis.
"Pertandingan.. Dimulai!!"