Angel mencintai Malvin dengan sepenuh hati. Sampai dia menghabiskan waktunya hanya untuk mendapatkan perhatian Malvin. Dia bahkan memaksa orang tuanya untuk menjodohkan mereka. Pernikahan yang dia impikan bisa berakhir bahagia nyatanya berakhir tragis.
Dia terbunuh di tangan Malvin dan sepupunya sendiri. Arwah nya keluar dari tubuh nya. Rahasia - rahasia yang tidak di ketahui perlahan terungkap. Bahkan dia melihat seseorang yang mencintainya dengan tulus padahal dulu dia menghina pria itu demi seorang Malvin.
---------
"Maafkan aku yang tidak bisa melindungi mu! Aku bersumpah jika aku akan membalas mereka semua. " --- Langit Al Ghassal.
"Jika aku di berikan kesempatan kedua, aku berjanji akan mencintaimu." --- Angelina Chloe Dominic.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ROGUES POINEX, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dalang Nya
Langit berubah menjadi gelap, cahaya matahari tertutupi awan mendung yang menutupi bumi. Kilatan cahaya petir membentuk garis - garis terdengar memilukan. Sore itu di bawah guyuran air hujan sebuah motor melaju dengan kecepatan sedang menahan rasa dingin yang menembus jaket nya.
Tapi laju kendaraan Langit harus terhenti saat dua orang menghadang dirinya. Mereka yang berpakaian seperti seorang petugas polisi mendekati motor Langit yang berhenti.
"Maaf, Mas, tapi di depan sana ada kecelakaan.. Mungkin Mas nya bisa putar balik, "
Langit terdiam sejenak sebelum akhirnya mengangguk. "Ya udah, Pak.. Makasih." Langit terpaksa harus memutar balik motornya. Padahal biasanya dia lewat jalan itu karena menurut nya lebih jauh dari rumah. Aneh bukan tapi itulah kenyataan nya. Langit sangat malas jika dirinya cepat sampai rumah karena pastinya dirinya akan selalu di cemooh oleh Ayah nya. Dan pastinya orang tuanya akan bertanya mengenai Malvin.
Terkadang Langit juga bingung kenapa orang tuanya sangat perhatian pada anak majikan mereka sementara anak mereka sendiri seperti anak tiri dalam dongeng yang selalu di siksa.
Setelah kepergian motor Langit, dua orang itu langsung masuk ke dalam mobil dan menghubungi seseorang.
"Nona, Saya sudah melaksanakan perintah Nona..
Gadis di seberang sana tersenyum puas. " Bagus, kalian bisa pergi..
Dia Angel dan dialah yang memerintahkan anak buah nya untuk mencegah Langit agar tidak melewati tempat itu. Bukan tanpa alasan tapi karena dia tau jika Langit melewati tempat itu pasti dirinya akan mengalami musibah yang akan membuatnya terpuruk. Angel hanya tinggal menjalankan rencana selanjutnya.
Di depan nya sudah ada jaket dan motor yang sama persis dengan yang di miliki Langit. Angel juga mengganti rok sekolah nya dengan celana untuk kemulusan rencananya.
"Sekarang kita lihat siapa yang berada di balik kecelakaan ini.. Gue yakin kalo misalnya kecelakaan Langit pasti ada unsur kesengajaan, "
Angel mengendarai motor dengan kecepatan sedang dia melewati jalan itu. Seharusnya kecelakaan yang di alami Langit sekitar pukul Setengah Tiga Sore. Itu berarti tinggal beberapa menit lagi. Di depan sana terdapat tikungan belokan dan Angel membanting stir ke arah Kiri.
Benar saja dugaan nya jika sekarang sebuah truk besar sedang melaju di belakang Angel dengan kecepatan yang lumayan tinggi. Tapi bukan nya menghindar Angel sengaja memperlambat laju motornya hingga tinggal beberapa jarak lagi sampai akhirnya..
BRAK
Truk itu menabrak Angel hingga terpental 5 Kilometer dari motor nya yang terlindas. Tubuh Angel berguling ke tanah sampai berhenti dengan darah yang mengucur dari tubuh nya. Dua orang yang berada di dalam truk berhenti dan keluar untuk melihat apakah korban nya sudah tewas atau belum.
Keadaan sekitar yang masih sepi justru semakin melancarkan rencana mereka. Tapi baru saja mereka berdua ingin menyentuh Angel. Sebuah asap hitam yang entah dari mana mengelilingi tubuh mereka membuat mereka sesak nafas hingga akhir nya jatuh pingsan.
Di balik helm bibir Angel menyeringai. Dia bangkit dan tidur nya. Melepas helm nya dan hujan air langsung mengguyur wajah cantik nya. Angel berdiri dengan kaki sempurna menginjak tanah seperti bukan orang yang habis mengalami kecelakaan.
Tentu saja karena sebelum dia jatuh dirinya membuat perisai di tubuh nya untuk melindungi dirinya sendiri. Darah? Itu hanyalah darah palsu yang dia buat.
0000000000000000
BYUUURRRRRR
Dua orang yang jatuh pingsan seketika terbangun dengan nafas tersengal - sengal tapi sangat sulit menggerakkan tubuh karena mereka dalam posisi terikat. Di depan mereka sosok gadis cantik duduk dengan kaki tersilang dan tangan bersedekap.
Kedua pria itu saling menatap karena bingung bagaimana mereka bisa ada disana. Terakhir kali yang mereka ingat adalah saat mereka menabrak seseorang dan.. plong, setelah itu mereka tidak ingat apa - apa lagi.
"Sekarang bilang, siapa yang nyuruh kalian untuk mencelakai Langit?" tanya Angel tanpa basa - basi. Keduanya terdiam enggan menjawab.
Angel memejamkan mata, ingin marah dan langsung membunuh tapi dirinya harus tau lebih dulu siapa dalang nya. "Jika kalian mengatakan nya, aku akan membebaskan kalian. " hening! Keduanya tetap memilih diam.
"Kalo kalian mempersulit, jangan salahkan aku akan melakukan hal yang lebih dari ini..
"Kami tidak mengerti maksud kamu apaan? Lepaskan kami, " salah satu berusaha melepaskan diri tapi ikatan nya terlalu kuat.
Angel mengepalkan tangan nya, dia menatap anak buah nya yang ada disana. Jhon mengerti, dirinya membawa sebuah ember yang berisikan air panas dan menyiramkan air itu tepat di kaki kedua orang tersebut.
ARRGGGGGGGGG
Jeritan pilu kesakitan mereka bagaikan melodi yang sangat sempurna di telinga Angel. Suara mereka yang berisik bagaikan alunan yang sangat merdu.
"Kasih tau atau kalian akan lebih dari ini, "
"Kami nggak tau apapun! Tolong lepaskan kami!" Angel kembali menatap Jhon, anak buah nya. Jhon sekarang mengambil cambuk dan mulai menyiksa dua tersangka.
CTAAAKKK
CTAAKKKKK
CTAAAKKK
ARRGGGGGGGGG
BERHNTIIIIII.. SAYAAA MOHOONNN, TOLOOONG BERHENTIIII
Angel mengangkat tangan nya, Jhon mundur selangkah. "Katakan?"
"K---Kami b---benar b---benar tidak tau.. " kata salah satunya dengan terbata sambil meringis karena rasa sakit yang menyiksa tubuh nya.
"Sepertinya kalian masih belum sadar sepenuh nya.. Jhon!" pria itu sekarang mengambil sebuah bor yang sudah menyala. Kedua pria itu semakin berusaha menghindar tapi tembok yang membatasi dunia luar dengan tempat mereka saat ini terkurung bagaikan mendukung aksi gadis di depan nya. Tidak ada cela untuk melarikan diri.
"Potong jari mereka, " keduanya melotot dengan tubuh bergetar hebat. Mau lari tapi tubuh mereka terikat. Mau menghindar tapi tubuh tidak mendukung.
Jhon semakin dekat membawa bor dan bersiap memotong jari mereka tapi belum sempat Jhon melakukan nya. Salah satu dari pria itu berteriak dengan suara lantang.
"AKAN AKU BERITAHU..
Teman nya mendelik. " Jangan bicara yang tidak - tidak.. "
"Dari pada aku catat dan mati konyol lebih baik buka mulut. Kamu masih mending tidak memiliki keluarga. Tapi aku.. Aku masih memiliki seorang putri, kalo aku cacat bagaimana nasib mereka?" pria itu menatap ke arah Angel. "Akan aku beritahu tapi berjanji dulu satu hal.. Kalian akan melepaskan ku. "
Angel tersenyum tipis. "Tentu saja.. Sekarang katakan?"
"Namanya Pak Jaka dan Istri bernama Anjani, dia adalah sahabat kami di kampung. Kebetulan saat itu kami membutuhkan uang jadi kami terpaksa mengambil pekerjaan ini tapi untuk alasan nya kami juga tidak tau. "
"Kami hanya di suruh untuk menunggu di dekat sebuah jembatan dan menunggu sebuah motor Kawasaki W175 lewat untuk menabrak nya.. Hanya itu saja, " lanjut nya, suaranya terdengar sedikit bergetar karena takut dan menahan rasa sakit yang menyerang tubuh nya.
Angel langsung berdiri dengan tangan terkepal kuat. Matanya menyorot tajam. Dia meninju sebuah dinding sampai retak hingga membuat semua yang ada disana kembali terperangah. Satu pukulan bisa menghancurkan dinding. Itu tangan atau besi? Bahkan Jhon sampai mengerjapkan mata berkali-kali merasa merinding.
"Ayah dan anak nggak ada bedanya.. Anak nya mencoba membunuh Ibunya.. Sekarang Ayah nya mencoba membunuh anak yang dia curi dari wanita lain.. Kalian tidak akan lepas kali ini."
•
•
•
BERSAMBUNG