NovelToon NovelToon
GOD OF RINGS

GOD OF RINGS

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Fantasi Isekai / Epik Petualangan
Popularitas:664
Nilai: 5
Nama Author: Rein.Unknown

MARVA RAVARA adalah seorang pemuda miskin yang hidup di dunia yang memuja status dan kekayaan. Berkat jalur beasiswa, ia dapat bersekolah di sebuah sekolah elit berskala internasional—tempat yang seharusnya membuka jalan untuk masa depannya, justru berubah menjadi neraka baginya.

Di sana, Marva dipandang sebagai noda: dihina, dikucilkan, dan menjadi sasaran perundungan oleh mereka yang merasa lebih “Layak”.

Segalanya berubah ketika Portal Misterius muncul dan menyeret semuanya ke dunia lain. Di hadapan mereka berdiri sebuah Menara Tinggi dan sebuah suara misterius menggema: Siapa pun yang mencapai puncak menara ini akan memperoleh kekuasaan serta keabadian.

Di dalam menara, para siswa dipaksa memilih peran—menjadi Seorang Player yang bertarung demi naik ke puncak, atau menjadi Seorang Guardian yang terikat pada sistem. Demi meraih kebebasan, Marva memilih jalan paling berisiko: Menjadi Seorang Player.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rein.Unknown, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Season 2, Lantai 12, Part 2 [THE FRAGMENT HUNT]

Mereka memilih area yang tidak ramai dengan monster dan juga player. Marva sengaja memilih area seperti itu, jaga-jaga kalau monster terlalu banyak akan sulit untuk menjaga Kaela dan Red. Begitu pula kalau tidak sengaja bertemu dengan Guild Elrian, mereka masih ada ruang untuk mundur jika terjadi serangan mendadak.

Baru lima menit berjalan, semak di depan mereka bergerak. Seekor monster meloncat keluar. Seekor dengan tulang punggung menonjol dan mata hijau pucat.

FERAL FANG — Lv. 47

“Monster pertama,” ucap Meriel.

Ia lalu mengurung monster itu dengan skill Land Prison. Marva memberikan Hit.

Red dan Kaela lalu menyelesaikan sisanya.

-278

Beberapa monster Feral Fang kembali muncul dan coba menerjang balik. Meriel menghadangnya dengan perisai. Red memukul dengan palunya.

BAM!

Kaela juga ikut menyerang dan kali ini Marva menyelesaikannya.

LION’S ROAR.

Monster-monster itupun roboh.

Notifikasi muncul.

[FERAL FANG’S DEFEATED]

[FRAGMENT CORE DROP: 1]

Mata Red langsung terbelalak melihat notifikasi itu, seperti orang baru menemukan emas. “LIAT DROP ITEM NYA!”

Kaela dan Meriel memalingkan wajahnya. “Yes, awal yang bagus,” respon Meriel.

Setelah beberapa jam berburu monster, mereka mulai kelelahan. Belum lagi, drop item harus dipungut satu persatu.

“Lead, kenapa kita kita tidak panggil Virgo saja untuk membantu kita?” anjuran Red.

Meriel lalu mengangguk tanda ikut setuju, walaupun mereka pasti bertengkar lagi jika Virgo ada. Tapi, kali ini kepentingan mereka sama.

Aquarius yang mendengar itu. “Ah bilang saja, kalian mau ketemu sama Adik kecil ku kan?”

Seketika Meriel membela Red. ”Kita sudah bertarung labih dari 4 jam, belum lagi harus mengumpul item satu persatu. Bukan kah Virgo bertugas sebagai pelayan? Harusnya bisa membantu kita?”

“Mungkin pendapat Meriel dan Red perlu dipertimbangkan Va, hari juga udah mulai gelap. Kita butuh tempat berkemah untuk hari ini,” lanjut Kaela.

“Kalau kamu yang ngomong Key, tentu akan kulakukan,” jawan Marva sambil tersenyum.

“Keluarlah Virgo!” perintah Marva.

Virgo lalu keluar dari dalam inventory dan langsung berlutut dihadapan Marva.

“Virgo menjawab panggilan Tuan Marva, silahkan beri perintah Tuanku?” ucap Virgo.

Belum sempat Marva memberikan intruksi, Red dan Meriel langsung mengerumuni Virgo dan mengelus-elus pipi mereka ke pipi Virgo, kiri dan kanan.

“Sayangku Virgo aku rindu padamu,” goda Meriel.

“Istriku, jangan pergi lagi ya.....” goda Red.

Marva yang kepanasan, tidak bisa menegur mereka karna kalau hal itu sampai dilakukan. Kaela tentu akan curiga, jadi dia hanya bisa membiarkan nya sambil mengalihkan situasi itu.

“Virgo, apakah kamu bisa membuat tenda untuk kami?” tanya Marva.

Virgo yang dari tadi dipepet oleh Meriel dan Red, harus tetap profesional dan menjawab dengan anggun. “Tentu bisa Tuanku Marva, membuat rumah pun aku bisa.”

Marva yang sementara minum, seketika menyemburkan minuman nya setelah mendengar perkataan itu.

“Apa rumah?” tanya Marva kembali.

“Betul Tuanku,” Virgo mengkonfirmasi.

Tanpa basah-basih, Marva segera menyuruh Virgo untuk membuat rumah sebagai tempat persinggahan mereka.

“Mohon maaf Tuan Muda Red dan Meriel, saya harus melaksanakan tugas dari Tuan Marva,” lanjut Virgo.

Tidak ingin melepaskan Virgo, Red dan Meriel terus menempel pada Virgo. Mau tidak mau Virgo terpaksa mengeluarkan skill nya dan mulai berlari secepat kilat. Mereka berdua pun terlempar karna tidak bisa mengimbangi gerakan Virgo.

Virgo lalu mengeluarkan semua perlengkapan nya dari dalam inventory, mulai menebang pohon secepat kilat. Hanya dalam beberapa menit, rumah itupun jadi.

Marva dan Kaela melongo setelah melihat kehebatan Virgo yang bisa membuat rumah dengan begitu gampangnya.

Kaela pun akhirnya memuji Virgo. ”Ternyata kecantikan mu sebanding dengan kerjaan mu.”

“Terimakasih Nyonya Kaela,” jawab Virgo.

Belum sampai disitu, Virgo lanjut menyiapkan mereka makan malam, menyiapkan setiap keperluan mereka di kamar masing-masing. Dan yang paling mengesankan, Virgo sampai membuat kolam kecil lengkap dengan air panas yang sudah siap.

Marva, Kaela betul-betul dibuat terheran-heran. Terutama bagi Red dan Meriel. Semua itu Virgo lakukan hanya dalam beberapa menit saja.

“Dia memang calon istri yang sempurna,” ucap Meriel dan Red, bersamaan.

Kaela lalu berbisik kepada Marva. “Kali ini aku harus mengaku salah yank! Virgo memang sangat-sangat berguna dan aku tidak akan melarangmu lagi, kalau kamu membutuhkan nya.”

Marva yang mendengar itu, dalam hatinya langsung meloncat kegirangan. Kapan lagi dapat dua wanita cantik sekaligus, satu bisa mendampingi nya dan satu lagi bisa mengurusi nya.

“Jackpot!” ucap Marva dalam hati.

“Ow, ow, ow.... Ingat ya Bos, aku bisa membaca dan mendengar suara hati mu,” Aquarius nyeletuk.

“Eh, nggak kok Aquarius. Hehehehe.....” Marva langsung diam dan tak berkutik. Dia lupa, Cincin nya punya ikatan batin dengan dia.

Kaela pun, perlahan mulai menerima kehadiran Virgo sejak kejadian itu.

---

Sore pun berganti malam.

“Bagaimana kalau malam ini kita berpesta. Kapan lagi merayakan kebersamaan kita sejak berpisah di lantai 6,” ucap Red.

Kaela pun menanggapi. “Ide yang bagus Red. Terus dengan apa kita merayakan nya?”

“Jika Tuan dan Nyonya memperbolehkan saya berbicara, saya ingin menyarankan sebuah ide,” Virgo langsung sigap merespon.

“Apa saranmu Virgo,” tanya Kaela.

“Bagaimana kalau saya menyiapkan Sake dan juga Daging untuk dipangang? Sehingga Tuan dan Nyonya bisa pesta Barbekyu malam ini,” jawab Virgo.

Kaela semakin dibuat kagum oleh Virgo.

“Darimana kamu mendapatkan semua bahan itu Virgo?”

“Salah satu skill ku adalah menyimpan segala jenis benda dan item Nyonya Kaela. Sewaktu berada dilantai 6, saya sempat berbelanja dan menyimpan semua makanan itu dalam inventory. Pikirku, semua bisa dikeluarkan jika kita jauh dari kota, terutama saat seperti ini,” lanjut Virgo.

Kaela yang sudah tidak bisa berword-word lagi, langsung memuji-muji Virgo didepan semua orang. “Va, Virgo adalah Cincin terbaik yang pernah kamu miliki. Mulai detik ini, aku tidak melarang apapun dilakukan oleh Virgo.”

Leo yang dari tadi diam langsung berkomentar. “Ehheemmmm, jangan lupa Kaela. Di Event Secret Room, siapa yang berjasa?”

“Hehehehehe, ada Om Leo. Iya iya, semua Cincin Dewa sangat berguna,” Kaela tersipu malu.

Aquarius tertawa melihat kejadian itu, Marva juga tersenyum. Mereka semua tertawa bersama, malam itu dibuka dengan kegembiraan.

Mereka pun berpesta. Minum sepuasnya, makan sepuasnya. Red dan Meriel bernyanyi sambil menyebutkan nama Virgo berulang-ulang kali.

Marva memegang tangan Kaela dan menikmati moment bersama itu, mereka tampak sangat bahagia.

Saat mereka masih sibuk berpesta, tiba-tiba semak disamping mereka bergerak.

Leo yang sadar itu langsung memperingatkan Marva. “Bos, apakah kamu meperhatikan semak itu?”

“Semua lagi bersenang-senang Leo, sudahlah jangan dipikirkan. Monster sebanyak apapun itu, pasti bisa kita kalahkan,” ucap Marva dengan sombong karna terlalu banyak minum Sake.

Ssssssssstttttttttt................

Suara itu makin terdengar, Kaela juga akhirnya sadar.

“Guys kalian mendengar itukan?”

Red dan Meriel yang masih sibuk bernyanyi, langsung dijitak oleh Kaela. “Kalian dengar tidak apa yang kubilang?”

“Adu, aduh..... sakit Kaela. Kita kan lagi nyanyi, ya suara kamilah,” ucap Red.

“Bener tuh yang dibilang Red,” tambah Meriel.

Tiba-tiba ---

CRAK!

Suara ranting patah seperti di injak.

Semua langsung terdiam.

“Jangan... jangan... itu Hantu....!!!” ujar Red yang mulai ketakutan

“Hehehehe, seperti nya kita masuk rumah aja deh,” Meriel juga takut.

“Bos, bos, bos....!!! Apa yang dikatakan Meriel masuk akal, aku tidak ingin disini Bos. Masukkan saja aku kedalam inventory, tolong Bos! Tolong!!!” Aquarius juga panik.

Walaupun hanya Cincin, ternyata Aquarius bisa takut juga.

“Huussss, semua diam! Ambil senjata kalian, bisa jadi itu hanya Monster,” ujar Marva menenangkan.

Yang awalnya Marva tidak menghiraukan, tiba-tiba suasana berubah menjadi horor.

Suara nya semakin dekat....

Yang terdengar kali ini hanya suara angin dan nafas mereka.

Dan Buukkkk.......!!!!!!

[BERSAMBUNG]

1
Ara putri
bagus ceritanya
Rein Unknown: Terimakasih Kak sudah support dan mampir 😇😇😃😃
total 1 replies
Ara putri
Hay kak jika berkenan saling dukung yuk. Mampir juga keceritaku PENJELAJAH WAKTU HIDUP DIZAMAN AJAIB
Rein Unknown: okok Kak, sudah mampir ya😇🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!