NovelToon NovelToon
Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Petani Sultan: Rahasia Kendi Dimensi

Status: sedang berlangsung
Genre:Harem / Bertani / Slice of Life / Komedi
Popularitas:11.2k
Nilai: 5
Nama Author: DipsJr

Di mata dunia, Banyu hanyalah seorang pemuda desa putus sekolah yang tidak memiliki masa depan. Kehilangan kakeknya dan divonis memiliki penyakit bawaan membuat hidupnya seolah menemui jalan buntu. Namun, roda nasib berputar 180 derajat ketika Banyu secara tak sengaja mewariskan sebuah artefak kuno Kendi Penyuling Jiwa milik sang kakek.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DipsJr, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Si Mata Elang

"Apa?!"

"Dua... dua ratus juta?!"

"Gue nggak salah denger kan?!"

Sonia, Rina, dan Dedi ternganga kompak. Suara mereka bergetar, mata mereka melotot ke arah kotak kayu di meja.

Tapi kejutan belum selesai.

Banyu mengeluarkan dua kotak lagi dengan santai, meletakkannya di samping kotak pertama.

"Yang ini juga, Koh. Sama ratain aja harganya. Jadi total tiga batang," kata Banyu.

Manajer Koh Ah Meng kembali memakai kacamata pembesarnya dengan tangan gemetar. Dia mengecek dua batang lainnya. Kualitasnya identik: Sempurna.

"Luar biasa..." gumam Koh Ah Meng. "Jarang sekali ada orang yang punya stok sebanyak ini sekaligus. Oke, saya ambil semua! Enam Ratus Juta Rupiah!"

BRUK!

Kali ini Kepin benar-benar jatuh terduduk di kursi tunggu. Kakinya lemas. Otaknya error. Enam ratus juta... itu angka yang bahkan orang tuanya pun harus kerja bertahun-tahun untuk mengumpulkannya. Dan "petani kampung" yang dia hina ini baru saja mendapatkannya dalam waktu sepuluh menit.

Koh Ah Meng segera memproses pembayaran. Dia menyerahkan selembar Cek Tunai Bank BCA senilai Rp 600.000.000,- kepada Banyu.

Saat mereka keluar dari toko, tatapan rombongan mahasiswa itu pada Banyu berubah 180 derajat. Tidak ada lagi tatapan meremehkan. Yang ada hanya tatapan kagum, hormat, dan sedikit takut.

"Gila lo, Nyu..." Sonia akhirnya bersuara, matanya berbinar-binar. "Jadi lo beneran petani sultan ya? Bukan petani biasa?"

Banyu tertawa kecil. "Kan gue udah bilang, gue cuma petani di desa. Nanam sayur, piara ikan, sama nanem buah di bukit. Standar lah."

"Standar apaan! Itu mah Juragan Tanah!" seru Sonia. "Pokoknya gue fix bakal main ke kebun lo pas liburan nanti! Awas kalau lo nolak!"

"Siap, Bos. Kabarin aja," jawab Banyu.

Sonia tiba-tiba menghela napas, wajahnya terlihat sedikit sedih. "Aduh... coba gue punya duit segitu. Kakek gue bulan depan ulang tahun ke-70. Gue pengen banget kasih kado ginseng kayak gitu. Katanya bagus buat kesehatan orang tua."

Dia menatap Banyu dengan tatapan puppy eyes, lalu bercanda, "Nyu, kalau ada cowok yang mau kasih gue ginseng satu aja, gue rela deh jadi pacarnya sekarang juga!"

Mata Banyu nakal menatap dada Sonia yang naik turun. "Gue rela ngasih sih. Tapi takutnya lo yang nggak mau."

"Dih! PD banget!" Sonia memukul lengan Banyu pelan, wajahnya memerah. "Gue cuma bercanda tahu! Enam ratus juta buat minta gue jadi pacar? Mahal amat! Emang gue artis Korea?"

"Siapa tahu kan," Banyu mengedipkan sebelah mata.

Mereka pun berpisah di depan toko. Sonia dan rombongannya harus kembali ke Jatinangor, sementara Banyu lanjut ke tujuan berikutnya.

Kepin berjalan paling belakang, kepalanya tertunduk dalam. Dia tidak berani menatap punggung Banyu lagi. Hari ini dia belajar pelajaran hidup yang mahal: Don't judge a book by its cover, or you'll get slapped by money.

---

Keesokan harinya.

Setelah mencairkan sebagian cek dan mentransfer sisanya ke rekening, Banyu membawa uang tunai Seratus Juta Rupiah dalam tas ranselnya.

Tujuannya: Galeri Mustika Alam.

Ini adalah toko batu mulia dan giok terbesar di Bandung. Berbeda dengan pasar batu akik pinggir jalan, Galeri Mustika Alam adalah tempat para kolektor kelas kakap bermain. Di sini dijual batu giok mentah (rough jade) impor dari Myanmar maupun batu lokal Aceh kualitas super.

Banyu butuh "makanan" untuk Kendi Penyuling Jiwa-nya.

Galeri itu luas dan mewah. Ada dua area: Area Perhiasan Jadi (cincin, kalung) dan Area Bahan Mentah (Rough Stone). Banyu langsung menuju Area Bahan Mentah.

Di sana, bongkahan batu berbagai ukuran dipajang di dalam etalase kaca maupun di keranjang khusus. Harganya bervariasi, dari ratusan ribu sampai puluhan juta per potong.

Ada sekitar sepuluh orang pelanggan lain di sana. Rata-rata bapak-bapak setengah baya yang berpakaian rapi dan serius mengamati batu dengan senter kecil.

Banyu mulai aksinya.

Dia berjalan ke rak batu yang harganya "murah" (sekitar 2 juta per potong). Dia tidak pakai senter atau kaca pembesar. Dia cuma menempelkan batu itu sebentar ke dadanya (mendekatkannya ke liontin Kendi di balik baju), lalu meletakkannya kembali kalau tidak ada reaksi.

Tempel. Taruh. Tempel. Taruh.

Kalau Kendi terasa hangat, berarti batu itu punya energi spiritual bagus. Angkut!

Banyu bekerja cepat. Dalam 30 menit, dia sudah menyisir lima rak. Keranjang belanjaannya penuh dengan bongkahan batu pilihan.

Tingkah lakunya yang aneh dan cepat menarik perhatian pelanggan lain.

"Liat tuh anak muda. Milih batu kayak milih ubi di pasar," bisik seorang bapak-bapak berbatik.

"Hahaha, dasar amatir. Paling juga buang-buang duit bapaknya," timpal temannya.

"Mungkin dia ngira dia punya mata tembus pandang kali ya? Cepet banget milihnya."

Mereka menertawakan Banyu. Di dunia batu mulia, memilih satu batu saja butuh waktu berjam-jam untuk meneliti serat dan kejernihannya. Banyu yang asal comot dianggap orang bodoh yang kebanyakan uang.

Banyu mendengar bisikan-bisikan itu dengan telinga supernya, tapi dia masa bodoh. Biarin aja gue dibilang bego, yang penting Kendi gue kenyang, pikirnya.

Saat dia sedang membayar di kasir, seorang pria tua berambut putih dengan setelan baju koko turun dari lantai dua.

Dia adalah Pak Monir, pemilik galeri sekaligus pakar batu giok legendaris di Indonesia.

Pak Mo mengamati tumpukan batu yang dibeli Banyu. Matanya yang sipit dan tajam menyipit lebih dalam.

Batu ini... ini... dan ini... Semuanya punya potensi 'daging' giok yang tebal, batin Pak Mo kaget.

Dia menghampiri Banyu yang sedang memasukkan batu ke tas.

"Selamat siang, Anak Muda. Saya Mo, pemilik tempat ini," sapanya ramah tapi penuh wibawa. "Boleh saya lihat sebentar pilihan Anda?"

Banyu menatap Pak Mo. Orang tua ini auranya beda, tenang seperti air. "Silakan, Pak."

Pak Mo mengambil beberapa batu secara acak dari tas Banyu. Dia menyenterinya dengan teliti. Semakin lama dia melihat, semakin dia takjub.

Dari 20 batu yang dibeli Banyu, hampir semuanya adalah batu kualitas Grade A yang tersembunyi di balik kulit batu yang jelek. Banyu berhasil memilah "emas" dari tumpukan "sampah" dengan akurasi 100%.

Pak Mo menatap Banyu dengan pandangan baru.

"Luar biasa..." puji Pak Mo tulus. "Kamu memilih batu-batu ini dalam waktu kurang dari satu jam? Dan semuanya jackpot."

Banyu tersenyum sopan. "Cuma hoki kok, Pak. Kebetulan feeling lagi bagus."

"Hoki nggak mungkin berturut-turut 20 kali," Pak Mo tersenyum penuh arti. "Mari ke ruangan saya sebentar? Saya mau ngobrol, ada tawaran menarik buat kamu."

Banyu berpikir sejenak. Orang kaya ngajak ngobrol, biasanya ada duitnya.

"Boleh, Pak."

Di ruangan kantor yang mewah dan penuh lukisan kuno, Pak Mo menyuguhkan teh oolong terbaik.

"Anak muda, saya nggak akan basa-basi. Kemampuan kamu melihat batu itu langka. Di Indonesia, mungkin cuma ada tiga orang yang punya 'mata dewa' seperti kamu," kata Pak Mo serius.

Banyu mulai mengarang bebas. "Ah, Bapak berlebihan. Saya cuma belajar dikit-dikit dari almarhum kakek saya."

Pak Mo mengangguk, seolah percaya. "Begini, bulan depan ada acara besar. Festival Lelang Batu Giok di perbatasan Myanmar. Saya butuh konsultan pendamping. Kamu mau ikut? Semua biaya akomodasi saya tanggung, plus komisi kalau kita menang."

Mata Banyu berbinar. Myanmar? Pusatnya Giok dunia? Itu artinya... makanan all-you-can-eat buat Kendinya!

"Menarik, Pak. Sangat menarik."

1
Nugroho Sodiq
harusnya dibalik thor..waktu di dlm kendi yg cepet, tapi dunia asli lmbat..biar cepet panen..😄
Yandi Hidayat
sangat bagus
Wega Luna
papi Raka paling keren,,,,🤭🤭🤭🤭GK ada Raka Raka yg lain kalo GK Raka nya Vania Bella🤭🤭🤭
Gege
bener bener apik dan epic bangeed...asal ga kesurupan setan NT yang ngajarin kalimat mbuledd ajaa buat kejar setoran pasti rame terus ini novel...
Jujun Adnin
sampe tamat
Aji L
setengah hektar tu 5.000 m²
DipsJr: wah iya ya... 😅
makasih infonya tandi di revisi. 🙏
total 1 replies
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣untung besar ,buat jajan di luar negeri
Gege
apik dan epic
Gege
sangat apik dan epic setiap episodenya... mungkin bisa dibuatkan cerita nelayan tajir... dengan pola yang sama tapi banyak mainan air..😄🤣
isnaini naini
gas lah pak mo..ayo brngkt...
Wega Luna
🤣🤣🤣🤣🤣 siapa yg nolak nyu ,gratis lagi
Jujun Adnin
lanjut
Apriyantho Apri
Perbanyak upgrade nya dong,please...
DipsJr: cuman bisa 3 kak. biar awet. 😔
total 1 replies
D'ken Nicko
kurang banyak babnya thor
Jujun Adnin
lagi
isnaini naini
siska mungkin pnya trauma masa lalu kali ya...kok klo liat orang bawaan nya skeptis melulu awas...nanti jth cinta loh...
isnaini naini
gpp nyu 100jt buat hdiah cuma2 tp scra tdk lngsng km sdh pnya koneksi aman lah...walau agak pait jg sih...100jt gt loh...😇
isnaini naini
smngt ya nyu buat author jg...
isnaini naini
benih lope2nih kyknya....
isnaini naini
gimana pak tomat busuk...kapok lu...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!