Kisah sebuah balas dendam dari seorang wanita bernama Kiara yang dikhianati oleh kekasihnya sendiri, membawanya bertemu dengan sosok NYAI RONGGENG yang dapat menjanjikan kecantikan, dan digemari banyak pria.
Kisah mistis ini berasal dari daerah Dusun 16, Desa Kolam, Kecamatan Percut Sei Tuan-Deli Serdang-Sumutera Utara (Sekitaran Medan).
Bagaimana kisah Kiara selanjutnya? ikuti kisahnya dalam novel ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Siti H, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rama-2
Warga yang mendengar teriakan Juleha tak lagi peduli. Sebab mereka sudah capek mengantarkan Rama ke rumahnya, justru disuruh bawa balik, ya sama saja merepotkan mereka.
Juleha tercengang melihat para warga yang pergi meninggalkannya begitu saja dengan tubuh sang menantu yang tergeletak diatas tanah.
Ini sama saja memberinya beban yang semakin merepotkan.
Ia menghela nafasnya dengan sangat berat, lalu menoleh ke arah Rama yang terlihat pasrah.
"Heh! Kenapa kau bisa seperti ini?" ia berkacak pinggang dengan tatapan sini, tak ada empati dalam hatinya sedikitpun melihat sang menantu yang tak berdaya.
Sejak kejadian sore semalam, ia sudah merasa jengah dengan Rama, ditambah lagi pria itu tak lagi bekerja sejak menikahi puterinya, dan itu membuatnya semakin terbebani, dan ternyata, memiliki menantu tampan itu tak selamanya menyenangkan, sebab wajah yang dianggap menawan tak membuat perut kenyang.
Rama menatapnya dengan sendu berharap.wanita itu menaruh iba sedikit saja padanya.
"Gak usah mengharapkan simpati dariku, karena aku sudah gak mau tau tentangmu lagi. Sebaiknya kau ceraikan saja anakku, karena aku sudah tak lagi sudi punya menantu mokondo sepertimu!"
Rama merasa jika ibu mertuanya sudah benar membencinya, tak lagi ada harapan untuk ia dapat kembali lagi ke rumah ini.
Juleha sudah mati rasa, dan ia terpaksa menghubungi taksi online, lalu meminta datang kerumahnya dengan alamat yang sudah tertera.
"Aku akan meminta taksi membawamu pulang ke rumah mamakmu, karena mulai detik ini, aku dan puteriku tak lagi ada hubungan apapun denganmu!" Juleha menegaskan ucapannya.
Wanita itu pergi meninggalkannya begitu saja setelah selesai mengucapkan kalimat tersebut. Juleha menutup pintunya, bahkan tak menoleh sedikit pun padanya.
Rama mengerjapkan kedua matanya. Sinar mentari membuatnya merasa tersengat dengan cahaya yang semakin terang.
Benar saja, tak berselang lama, mobil taksi yang dipesan datang, dan tanpa ada perbincangan apapun, seorang sopir peia turun, lalu membopongnya masuk ke dalam.
Ternyata Juleha melebihkan pembayaran diluar transaksi, uang untuk jasa mengangkat Rama dan mencuci mobil yang kotor.
***
Tarman mendekam didalam ruang tahanan, sebab kasusnya menjeratnya menjadi pasal berlapis, dan itu semakin memperburuk keadaannya.
"Tolong, Pak. Semua bisa kita bicarakan. Saya akan membayar kasus ini agar diringankan hukumannya," ia mencoba bernegosiasi dengan aparat kepolisian yang menangkapnya.
"Kami sulit untuk mengabulkannya, sebab anggota KPK sudah ikut bersama dalam menangani kasus ini,"
Sang polisi merasa serba salah. Disatu sisi, tawaran Tarman cukup menggiurkan, disisi lain, mereka sulit untuk merekayasa kasus tersebut.
Ketika keduanya mencoba untuk mencari solusi, tiba-tiba saja mereka kedatangan dua orang KPK yang akan memeriksa Tarman.
Mereka menemukan kejanggalan dana sebesar satu Milyar yang diduga fiktif untuk perbaikan jalan, sedangkan ketika terjadi peninjauan, justru hal itu tidak terelisasi sama sekali, dan ini membuat mereka semakin mencurigai sang Kades yang dianggap menggelapkan dana desa.
Jantung Tarman menderu, ia berharap pihak kepolisian dapat memantunya dan tergiur akan tawaran yang diberikannya saat tadi.
"Permisi, Pak Tarman. Akhirnya kita bertemu lagi. Bagaimana kabarnya hari ini?" sapa seorang petugas KPK dengan sangat lembut, tetapi baginya terdengar sebagai tekanan yang cukup berat.
Tarman tak pernah merasakan gugup seperti ini, dan ia tahu apa yang akan ia hadapi jika nantinya mereka dapat membongkar semua kegiatan fiktifnya.
Ia menyeka keringat yang mengalir dipelipisnya.
Bukan saja rasa takut yang menjadi bebannya saat ini, tetapi juga rasa rindu yang cukup berat pada sang gadis yang sudah membuatnya melayang akhir-akhir ini.
"Begini, Pak Tarman. Kami sudah mengecek pekerjaan yang ada diujung desa tentang pembangunan jalan yang sudah tercatat selesai, tetapi dilapangan, jalanan itu masih sama seperti semula, maka hal ini sudah jelas sebuah pelanggaran, dan kami menemukan dana yang dikorupsi cukup besar sekali dananya." pria berpakaian seragam dengan logo KPK didepan dadanya itu menjelaskan hasil sidak mereka.
Dimana sebuah proposal yang dicantumkan dengan bukti fisik yang diambil fotonya menjadi hal yang terbantahkan.
"Kami menelusuri rekam jejak riwayat transfer ke nomor rekening yang kami curigai sebagai penerima aliran dana dan kami anggap sebagai pencucian uang," pria itu kembali menjelaskan.
"Itu fitnah, Pak. saya mengirimkan dana tersebut karena sebagai pemilik CV yang melakukan pengerjaan proyek tersebjt," bantah Tarman dengan cepat.
Sumber yang kami dapat, itu adalah rekening pribadi dan juga atas nama Kiara dalam applikasi dompet digital,"
Tarman semakin merasa terpojok."Ya namanya mau beli bahan dan pembayaran awal, jadi saya transfer ke nomor pribadinya,"
"Dalam aturannya, seharusnya ditranfers atas nama pemilik CV, bukan atas nama pribasi. Dan kami juga mememukan beberapa aliran dana yang kamo anggap mencurigakan, maka kami harus memeriksa tiga orang pemilik rekening atas nama Kiara, Santi, dan Sarma," ungkap petugas KPK dengan gamblang.
Sontak saja hal itu membuat Tarman gelagapan. Jika saja Kiara sampai diperiksa, maka ini akan menggemparkan warga, dan Kiara menemui masalah.
Bisa jadi Kiara akan dikucilkan, atau mungkin digrebek massa, sebab dianggap sebagai simpanannya, lalu Lastri adalah pemenangnya.
"Tidak, Pak. Jangan Kiara. Itu hanya uang receh saja, dan juga uang pribadi saya," Tarman berusaha mengelak, tetapi hal itu tidak dapay terbantahkan, sebab bukti sudah jelas didepan matanya.
"Siapakan saja pengacara untuk mencari pembelaan dipersidangan, kami akan menemui atas nama Kiara terlebih dahulu, untuk menelusuri kebenarannya." kedua petugas KPK itu beranjak bangkit dari posisinya, lalu pergi meninggalkan ruang pemeriksaan dan akan melanjutkan pemeriksaanya dengan menemui Kiara yang dianggap sebagai penerima aliran dana pencucian uang.
Sontak saja hal itu membuat Tarman kalang kabut. Ia ingin menghubungi wanita tersebut agar segera meninggalkan desa, tetapi ia tak memiliki ponsel, sebab benda pipih tersebut disita oleh pihak KPK,
Mereka menemukan rekam jejak percakapan yang mengarah kepada Kiara sebagai penerimanya.
"Aku gak rela kalau sampai Kiara ditangkap dan diadili, ia harus selamat, aku mencintainya, sepenuh hatiku," gumam Tarman dalam hati, dengan hatinya yang gelisah.
Sementara itu, Kiara terlihat bersantai dengan segala apa yang dimilikinya saat ini.
Saat waktu memperlihatkan pukul empat sore, ia dikejutkan oleh suara deru mesin yang berhenti didepan rumahnya, dan ia merasa sangat penasaran.
"Siapa yang datang?" gumamnya dengan lirih, lalu keluar dari kamarnya dan melihat siapa tamu yang berkunjung kerumahnya sesore ini.
Saat ia membuka pintu, tampak dua orang berpakaian rapih dan berperawakan kekar berdiri menatapnya.
Dalam kontak mata yang terjadi, tiba-tiba saja mereka merasakan sesuatu yang lain mengalir didalam dada mereka.
Sikap tegas yang tadinya mereka bawa dari kantor polisi, berubah menjadi lunak saat pertama kali melihat gadis tersebut.
Aroma melati yang menguar kuat diudara, terendus oleh mereka, dan membuat keduanya seperti terhipnotis dengan begitu cepat.
Rama butuh gol. darah O+ ,, aku nti ikutan nyumbang darah yaa Krn aku jg gol. darah nya O+ 🤣
tp spt nya Rama nti koit deh Krn sdh mau ikut sama iblis Nyai Ronggeng 🤣
apakah iblis Nyai Ronggeng mnta Tumbal yaaa ❓❓
maaf yaa kak ,, mmg TDK ada warga yg ngomong / ngadu ke orang tua nya Kiara yaa kalau anak nya JD Jalang Sampah Masyarakat 😤😤
Mungkin di mata Rama, Nyai Punden Ronggeng seperti Kiara kali yah.. 😁😁🤏
apakah kata-kata Kiara itu akan mjd kutukan untuk Beidah ❓❓
Bagus Rama gak mati di dalam galian kuburan yg di buat nya sndri 🤣🤣
Uang Gajian sebulan malah di berikan PD Kiara ,,, mmg nya nti mo d kasih makan apa tuh keluarga di rumah ,,, tp Alhamdulillah untung nya dh ketahuan duluan 💃
si Kiara di suruh nyari 100 orang laki-laki ,, sdgkan Kiara baru dpt 2 orang ( Tarman dan Rama ) ,,, tinggal 98 laki-laki lagi ,,, mmg kudu ke kota kau Kiara ,,,,,,, gaskeun 🤣🤣
Kiara untung bgt tuh , gak di garap tp ttp dapat uang 5jt dr Rama 💃💃