NovelToon NovelToon
Mahkota Duri Dinasti Yang Terluka

Mahkota Duri Dinasti Yang Terluka

Status: sedang berlangsung
Genre:Obsesi / Pelakor / CEO / Hamil di luar nikah / Dark Romance / Balas Dendam
Popularitas:67
Nilai: 5
Nama Author: JulinMeow20

"Di dunia yang dibangun di atas emas dan darah, cinta adalah kelemahan yang mematikan."
Kenzo Matsuda adalah kesempurnaan yang dingin—seorang diktator korporat yang tidak mengenal ampun. Namun, satu malam penuh kegilaan di bawah pengaruh alkohol dan bayang-bayang masa lalu mengubah segalanya. Ia melakukan dosa tak termaafkan kepada Hana Sato, putri dari wanita yang pernah menghancurkan hatinya.
Hana, yang selama ini hidup dalam kehampaan emosi keluarga Aishi, kini membawa pewaris takhta Matsuda di rahimnya. Ia terjebak dalam sangkar emas milik pria yang paling ia benci. Namun, saat dinasti lama mencoba meruntuhkan mereka, Hana menyadari bahwa ia bukan sekadar tawanan. Ia adalah pemangsa yang sedang menunggu waktu untuk merebut mahkota.
Antara dendam yang membara dan hasrat yang terlarang, mampukah mereka bersatu demi bayi yang akan mengguncang dunia? Ataukah mahkota duri ini akan menghancurkan mereka sebelum fajar dinasti baru menyingsing?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JulinMeow20, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 23: PEWARIS TAKHTA HITAM

Januari 2026, tepat setahun setelah pengusiran besar-besaran itu. Di sebuah bangsal rumah sakit jiwa pinggiran yang kumuh dan berbau disinfektan tajam, Miyu Matsuda duduk meringkuk di sudut ruangan beton. Rambutnya yang dulu dirawat dengan minyak esensial mahal kini kusut dan kusam. Matanya yang dulu bersinar dengan keangkuhan, kini hanya menatap kosong ke arah dinding.

"Satu... dua... Renji datang untuk menjemput mata," bisik Miyu, suaranya parau dan pecah. Ia menggaruk dinding dengan kuku-kukunya yang sudah hancur, menggambar pola melingkar yang tidak masuk akal.

Hana Sato berdiri di balik kaca observasi satu arah, mengenakan gaun sutra hitam dan mantel bulu yang bernilai lebih mahal daripada seluruh bangunan rumah sakit ini. Di sampingnya, Kenzo Matsuda berdiri dengan ekspresi datar, seolah-olah wanita di balik kaca itu bukan lagi putrinya, melainkan hanya puing-puing dari sebuah proyek yang gagal.

"Dia sudah kehilangan kewarasannya, Kenzo," ucap Hana dingin. "Dia terus membayangkan Renji akan datang untuk mengambil takhtanya. Padahal, Renji bahkan belum bisa bicara."

"Itu adalah hukuman yang pantas bagi seseorang yang mencoba melawan arus sejarah," jawab Kenzo tanpa setetes pun belas kasihan. "Miyu yang kukenal sudah mati saat dia mencoba mengancammu."

Sementara Miyu membusuk dalam kegilaan, ibunya, Shizuka Matsuda, mengalami jenis neraka yang berbeda. Di sebuah acara amal elit di Ginza—yang ia masuki secara sembunyi-sembunyi dengan gaun lama yang sudah mulai pudar warnanya—Shizuka mencoba menyapa teman-teman sosialitanya.

"Emi! Oh, syukurlah aku menemukanmu," seru Shizuka, mencoba menyentuh lengan seorang istri duta besar.

Wanita bernama Emi itu menarik tangannya seolah-olah baru saja tersentuh oleh penderita kusta. "Maaf, apakah kita saling kenal? Satpam, tolong, ada orang asing yang masuk tanpa undangan."

"Emi! Ini aku, Shizuka! Kita sering berbelanja ke Paris bersama!" tangis Shizuka saat para penjaga keamanan mulai menyeretnya keluar.

Hana Sato, yang baru saja turun dari limusinnya di depan gedung yang sama, menyaksikan kejadian itu dengan senyum miring. Ia sengaja memberikan instruksi kepada seluruh lingkaran elit Tokyo: Siapa pun yang membantu Shizuka Matsuda akan menjadi musuh abadi Saikou Corp. Shizuka kini menjadi hantu yang hidup; ia ada, tapi dunia memilih untuk menganggapnya tidak ada.

Nasib Renzo tidak kalah tragis. Sebagai bagian dari "penebusan dosa" yang dirancang Hana, Renzo dipaksa menikahi seorang wanita dari keluarga rentenir kelas bawah yang berhutang nyawa pada keluarga Sato. Pernikahan itu bukan tentang cinta, melainkan penghinaan.

Renzo, yang dulu memimpikan takhta Matsuda, kini berdiri di sebuah apartemen sempit yang pengap. Istri barunya, seorang wanita kasar yang sering memukulinya saat mabuk, terus memaksanya bekerja sebagai buruh kasar.

"Ayo cepat berangkat, pecundang!" teriak istrinya sambil melempar sepatu bot berlumpur ke arah wajah Renzo. "Kau pikir kau masih seorang Matsuda? Kau hanyalah anjing peliharaan yang Hana Sato berikan padaku!"

Renzo hanya bisa menunduk, air matanya jatuh ke atas lantai yang kotor. Hana telah memastikan bahwa Renzo tidak akan pernah bisa melarikan diri. Setiap langkahnya dipantau oleh agen rahasia Sato. Ia terjebak dalam kemelaratan yang abadi, menjadi pelayan bagi orang-orang yang dulu ia anggap sebagai sampah.

Beberapa hari kemudian, Hana dan Kenzo kembali ke kediaman pribadi mereka di Kyoto untuk melihat perkembangan bayi Renji. Di bawah pohon sakura yang mulai menggugurkan bunga-bunga musim dinginnya, Hana menggendong putranya.

"Lihat mereka, Renji," bisik Hana pada bayi itu. "Miyu yang gila, Shizuka yang terbuang, dan Renzo yang terhina. Mereka adalah alas kaki bagi takhtamu nanti."

Kenzo mendekat, memeluk Hana dari belakang. "Kau telah membersihkan jalan dengan sangat sempurna, sayangku. Tidak ada lagi yang tersisa untuk menantang kita."

"Masih ada satu hal, Kenzo," sahut Hana, berbalik untuk menatap suaminya. "Aku ingin Renji tumbuh besar dengan mengetahui bahwa dunia ini adalah miliknya karena ibunya berani menumpahkan darah, dan ayahnya berani melepaskan masa lalu."

Kenzo merasa gairahnya tersulut setiap kali melihat kekuatan di mata Hana. Di mata Kenzo, Hana adalah mahakarya yang paling indah. Ia menarik Hana masuk ke dalam paviliun kayu yang hangat, menjauh dari pandangan para pengawal.

Di dalam ruangan yang hanya diterangi oleh cahaya rembulan dan aroma dupa cendana, Kenzo mulai mencium Hana dengan penuh intensitas. "Hana... setiap kali kau menghancurkan musuh-musuh kita, kau terlihat semakin mempesona. Aku ingin kau merasakan betapa aku menghargaimu."

Kemesraan itu berlangsung dengan penuh gairah di atas futon sutra. Penyatuan mereka kali ini terasa lebih dalam, seolah-olah setiap gerakan adalah perayaan atas kemenangan mutlak mereka. Hana mencengkeram bahu Kenzo, menyadari bahwa ia telah memenangkan segalanya—harta, kekuasaan, dan pria yang dulu menjadi penyiksanya kini menjadi pemujanya.

Fajar menyingsing di Kyoto pada 27 Januari 2026. Hana berdiri di balkon, mengenakan jubah sutra merah darah, menatap pemandangan kota yang damai. Di dalam kamar, Kenzo masih tertidur pulas dengan senyum di wajahnya.

Di tangannya, Hana memegang sebuah laporan terbaru. Miyu Matsuda secara resmi dinyatakan kehilangan seluruh fungsi kognitifnya. Shizuka Matsuda ditemukan pingsan di jalanan karena kelaparan. Dan Renzo telah kehilangan jari kelingkingnya dalam sebuah "kecelakaan" kerja.

Hana melihat ke arah boks bayi Renji. "Tidurlah yang nyenyak, Pangeran Kecilku. Takhta Hitam ini sudah siap untukmu. Dan Ibu akan memastikan tidak akan pernah ada duri yang bisa melukaimu."

Warisan yang terluka telah sembuh melalui kehancuran orang lain. Dinasti Saikou yang baru telah berdiri tegak, tidak lagi dibangun di atas kesempurnaan palsu Miyu, melainkan di atas penderitaan abadi bagi mereka yang berani menghalangi jalan Sang Ratu Sato.

BERSAMBUNG...

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!