mengisahkan perjalanan Liu Wei, seorang pemuda yang kehilangan desa dan keluarga karena serangan kelompok jahat Pasukan Bayangan Hitam. Setelah bertemu Chen Mei dari Sekte Bintang Penyusun, ia mengetahui bahwa dirinya adalah salah satu dari enam Pendekar Bintang terpilih yang bertugas menjaga keseimbangan alam semesta.
Dengan membawa Pedang Angin Biru pusaka keluarga dan Kalung Panduan Bintang, Liu Wei harus mencari Pendekar lainnya sebelum Pasukan Bayangan Hitam yang dipimpin oleh Zhang Feng menangkap mereka semua dan mendapatkan Lima Batu Kekuatan yang bisa menghancurkan dunia. Perjalanan penuh bahaya menantinya, di mana ia harus menguasai kekuatan batinnya dan menyatukan kekuatan rekan-rekannya untuk menghadapi ancaman kegelapan yang semakin besar.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reijii, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pertahan Luar Angkasa Dan Kebaikan Yang Menang
Pada hari yang ditentukan, armada Zorak muncul di perbatasan sistem tata surya kita—ribuan kapal berwarna hitam dengan lambang kepala naga merah menyala membentang sejauh mata memandang. Zorak sendiri berada di kapal bendera yang jauh lebih besar dari yang lain, dengan pancaran energi merah yang mengerikan menyala dari bagian depan.
Garis pertahanan pertama, yang terdiri dari kapal luar angkasa Andromeda dan tim khusus Bintang Penyusun dipimpin oleh Xiao Ming dan Wei Tian, segera bergerak maju untuk menghadapi mereka. Kapal Harmony yang pernah membawa mereka ke planet Aura menjadi kapal komando, dengan Lyra sebagai pemimpin taktis dan Xiao Ming sebagai pemimpin pasukan tempur.
“Semua unit siap!” suara prajurit Andromeda terdengar melalui sistem komunikasi. Xiao Ming melihat ke arah armada Zorak melalui layar pemantau, lalu menoleh ke Wei Tian yang sedang mengawasi sistem energi kapal. “Apakah semua persiapan sudah selesai?”
“Semua sistem siap, Xiao Ming,” jawab Wei Tian dengan suara tenang namun penuh tekad. “Generator gabungan telah menyimpan energi cukup untuk mengaktifkan senjata cinta dan kebaikan dalam skala besar. Kita hanya perlu menunggu waktu yang tepat.”
Zorak mengirim pesan melalui sistem komunikasi yang mereka ganggu. “Serahkan kekuatan Bintang Penyusun sekarang juga, atau Bumi akan dihancurkan! Tidak ada yang bisa menghentikan pasukan kita!”
Xiao Ming mengambil mikrofon dan menjawab dengan suara yang jelas dan tegas. “Kita tidak akan menyerahkan kekuatan apapun untuk digunakan dengan salah. Kekuatan Bintang Penyusun adalah untuk melindungi, bukan untuk menguasai. Kita mengajakmu untuk berhenti dan bekerja sama dengan kita untuk membangun dunia yang lebih baik!”
Tanpa menunggu jawaban, Zorak memerintahkan serangan. Ribuan peluru energi merah menghantam ke arah garis pertahanan kita. Para prajurit Andromeda dengan cepat mengaktifkan perisai energi, sementara Xiao Ming dan generasi muda menggunakan kekuatan masing-masing untuk membendung serangan—Xiao Ming membentuk tirai Api yang terkendali, Li Na mengendalikan aliran Air untuk menyebarkan energi musuh, Zhang Tao mengangkat bidang tanah yang diperkuat di luar angkasa, dan Lin Lin menerangi medan perang dengan Cahaya yang menyilaukan.
Pertempuran meledak di luar angkasa. Kapal-kapal kita bergerak dengan gesit, menghindari serangan musuh sambil mengeluarkan peluru energi kebaikan yang berwarna keemasan. Setiap peluru yang mengenai kapal Zorak tidak menyebabkan kerusakan, melainkan menyebarkan energi positif yang mulai menetralkan pengaruh kegelapan di dalamnya. Beberapa prajurit Zorak yang terkena energi itu mulai menunjukkan tanda-tanda kebingungan, seolah menyadari bahwa mereka sedang melakukan kesalahan.
Namun Zorak sendiri tetap gigih. Dia mengaktifkan senjata rahasia kapal bendera—sebuah pancaran energi gelap yang begitu kuat sehingga mampu menerobos perisai kita. Salah satu kapal Andromeda terkena serangan itu dan mulai terbakar. Xiao Ming segera bergerak untuk membantu, menggunakan kekuatan Api yang dicampur dengan Cahaya untuk memadamkan api dan menyembuhkan kru yang terluka.
“Kita perlu mengubah strategi!” teriak Lyra melalui komunikasi. “Zorak terlalu fokus pada kekuatan murni. Kita harus menghadapinya secara langsung dan menggunakan senjata cinta dan kebaikan pada dirinya sendiri!”
Wei Tian mengangguk. “Saya akan mengarahkan seluruh energi kapal ke senjata utama. Tapi kita perlu menyediakan waktu untuk mengumpulkan kekuatan yang cukup!”
Generasi tua Bintang Penyusun yang berada di Bumi segera merespons panggilan bantuan. Mereka menyatukan kekuatan mereka dengan sistem perisai global, mengirimkan aliran energi besar ke kapal Harmony. Cahaya keemasan menyala sangat terang dari permukaan Bumi, menjulang tinggi ke luar angkasa dan memasuki kapal kita.
“Energi sudah penuh!” teriak Wei Tian dengan suara gemuruh. Xiao Ming mengambil kendali senjata utama, menargetkan langsung kapal bendera Zorak. “Zorak, ini adalah kesempatan terakhirmu untuk berhenti!”
Tanpa jawaban, Zorak menyerang lagi dengan kekuatan penuh. Namun kali ini, Xiao Ming tidak menghindar. Dia mengaktifkan senjata cinta dan kebaikan, dan pancaran energi keemasan yang sangat besar melesat dari kapal Harmony, bertemu dengan serangan energi gelap Zorak di tengah medan perang.
Dua energi bertabrakan dengan ledakan yang menggelegar namun tidak menyebabkan kerusakan. Cahaya keemasan perlahan-lahan mulai mengalahkan energi gelap, menyebar ke seluruh kapal bendera Zorak. Zorak sendiri merasa tubuhnya menjadi hangat, dan ingatan tentang masa lalunya sebelum dia terpengaruh kegelapan mulai muncul—ingatan tentang keluarga, teman, dan cita-cita untuk membangun peradaban yang damai.
“Tidak… bagaimana mungkin…” bisik Zorak dengan suara gemetar, menutup wajahnya dengan tangannya. “Aku… aku telah melakukan apa?”
Xiao Ming mendekati kapal bendera dengan kapal Harmony, lalu muncul di dek kapal Zorak bersama Wei Tian. Mereka melihat Zorak yang sedang menangis dengan rasa penyesalan yang mendalam. “Kita bisa membantu kamu,” ucap Xiao Ming dengan suara lembut. “Kita semua bisa melakukan kesalahan, tetapi yang penting adalah kita punya keberanian untuk berubah.”
Zorak mengangkat kepalanya, melihat mata Xiao Ming yang penuh belas kasihan. “Aku ingin memperbaiki kesalahanku,” ucapnya dengan suara lemah. “Aku ingin membantu membangun perdamaian yang kau bicarakan.”
Dengan itu, Zorak memerintahkan seluruh armadanya untuk berhenti menyerang. Para prajurit Zorak, yang sebagian besar sudah terkena energi kebaikan, segera mematuhi. Medan perang menjadi tenang, dengan cahaya keemasan menyebar ke seluruh armada Zorak, menyembuhkan mereka dari pengaruh kegelapan.
Berita kemenangan segera menyebar ke seluruh Bumi dan planet Aura. Semua orang bersorak dan merayakan, menyadari bahwa perdamaian akhirnya telah tiba di galaksi kita. Zorak dan pasukannya kemudian bekerja sama dengan kita untuk memperbaiki kerusakan yang mereka lakukan, sementara para ilmuwan dari kedua peradaban mulai mengembangkan program pertukaran untuk memperkuat hubungan antar galaksi.
Kembali di Kuil Bintang, semua Pendekar berkumpul untuk merayakan kemenangan yang penuh makna. Liu Wei berdiri di depan umum, melihat ke arah langit yang cerah. “Hari ini kita telah membuktikan bahwa kekuatan sejati bukanlah kekuatan untuk menguasai, melainkan kekuatan untuk mencintai dan membantu sesama,” ucapnya dengan suara yang jelas. “Dengan persatuan dan kebaikan, tidak ada yang tidak bisa kita capai.”
Xiao Ming berdiri di sisinya, bersama dengan teman-temannya dan Wei Tian. Mereka tahu bahwa perjuangan untuk menjaga perdamaian akan terus berlanjut, tetapi sekarang mereka memiliki harapan yang lebih besar dan mitra yang lebih banyak. Warisan Bintang Penyusun telah melampaui batasan Bumi, menjadi cahaya harapan bagi seluruh alam semesta.