NovelToon NovelToon
Cakar Naga Pemutus Takdir

Cakar Naga Pemutus Takdir

Status: sedang berlangsung
Genre:Mengubah Takdir / Kebangkitan pecundang / Fantasi Timur / Balas Dendam
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: Baldy

Di Benua Sembilan Awan, takdir seseorang ditentukan oleh Pusaka Jiwa yang mereka bangkitkan. Li Tian, seorang murid luar yang gigih namun miskin, menjadi bahan tertawaan seluruh sekte ketika ia membangkitkan pusaka berupa sarung tangan perunggu kusam yang dianggap sampah tak berguna.

Namun, dunia buta akan kebenarannya. Di balik karat itu bersemayam Zu-Long, Roh Kaisar Naga Primordial yang pernah menguasai langit. Pusaka itu bukanlah sampah, melainkan Cakar Naga Pemutus Takdir, satu dari Sembilan Pusaka Kaisar legendaris dengan kemampuan mengerikan: melipatgandakan kekuatan penggunanya tanpa batas.

Menolak menyerah pada nasib sebagai "sampah", Li Tian bangkit. Dengan bimbingan Naga Purba yang angkuh dan tekad baja, ia bersiap menampar wajah para jenius sombong, melindungi orang-orang terkasih, dan mendaki puncak kultivasi untuk menjadi Dewa Perang Terkuat.

Legenda seekor Naga yang membelah langit baru saja dimulai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Baldy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Karavan Hantu dan Gadis Gurun

Pilar asap hitam itu berasal dari balik sebuah bukit pasir besar berbentuk bulan sabit. Saat Li Tian dan Su Yan mendaki puncak bukit itu dan melihat ke bawah, pemandangan yang menyambut mereka adalah kekacauan murni.

Sebuah iring-iringan karavan dagang yang terdiri dari lima gerobak unta besar telah hancur lebur. Barang dagangan berupa sutra, rempah-rempah, dan bijih besi berserakan di pasir, ternoda oleh darah segar.

Puluhan mayat pengawal dan pedagang tergeletak kaku dengan anak panah menancap di punggung mereka.

Di tengah kekacauan itu, sekelompok penunggang kuda—sekitar dua puluh orang—sedang tertawa-tawa sambil menjarah barang berharga. Mereka mengenakan rompi kulit merah dengan lambang kalajengking hitam di punggung.

Geng Bandit Kalajengking Merah. Penguasa kriminal pinggiran gurun.

"Biadab," desis Su Yan, tangannya mencengkeram gagang pedangnya hingga memutih. "Mereka membunuh semua orang, bahkan yang sudah menyerah."

"Tunggu," kata Li Tian tajam. "Belum semua mati. Lihat di gerobak tengah."

Di gerobak utama yang terguling, seorang bandit bertubuh kekar sedang menarik paksa seorang gadis kecil berumur sekitar sepuluh tahun dari tempat persembunyiannya di bawah terpal. Gadis itu menjerit, memeluk sebuah kotak kayu erat-erat di dadanya.

"Lepaskan! Lepaskan aku!" jerit gadis itu.

"Hahaha! Lihat apa yang kita dapat, Bos!" teriak bandit itu. "Anak tikus yang manis! Dan dia memegang kotak harta!"

Pemimpin bandit, seorang pria botak dengan luka bakar di wajahnya, mendekat dengan kuda tunggangannya. Dia memegang sebuah golok besar bergerigi.

"Bagus," kata Si Botak. "Ambil kotaknya. Jual gadisnya ke pasar budak di Kota Oasis. Dia bisa laku mahal."

"Jangan sentuh dia!"

Suara Li Tian menggema dari atas bukit pasir, membelah kebisingan jarahan.

Para bandit menoleh serentak. Mereka melihat dua sosok berdiri di puncak bukit, siluet mereka diterangi matahari sore yang merah.

"Siapa itu?" Si Botak menyipitkan mata. "Pahlawan kesiangan?"

Li Tian tidak menjawab. Dia melepaskan ikatan Pedang Hitam di punggungnya.

"Su Yan," kata Li Tian pelan. "Kau urus para pemanah di belakang. Aku akan turun menyapa mereka."

"Hati-hati. Pemimpin mereka ada di Bangkit Jiwa Tingkat 3," peringat Su Yan.

"Hanya Tingkat 3?" Li Tian menyeringai. "Itu camilan."

Li Tian melompat.

Dia meluncur turun dari bukit pasir dengan kecepatan tinggi, memanfaatkan kemiringan lereng. Pasir beterbangan di belakangnya.

"Bunuh bocah itu!" perintah Si Botak.

Lima bandit memacu kuda mereka, menghunus pedang melengkung, dan menyerbu ke arah Li Tian.

"Mati kau!"

Kuda-kuda itu berlari kencang. Momentum tabrakan kavaleri bisa menghancurkan tulang manusia biasa.

Li Tian tidak berhenti. Dia memegang gagang Pedang Hitam Tanpa Mata dengan satu tangan, menyeret ujungnya di pasir.

"Berat... jadilah berat..."

Qi hitam mengalir ke bilah pedang.

Saat kuda pertama berjarak lima meter, Li Tian mengayunkan pedang raksasa itu ke atas secara horizontal.

"Tebasan Naga Jatuh: Sapuan Ekor!"

WOOSH!

Pedang tumpul seberat 1.200 jin itu menghantam kaki depan kuda bandit pertama.

KRAK!

Tidak ada irisan. Yang ada adalah ledakan tulang dan daging. Kaki kuda itu hancur seketika. Kuda itu terpelanting ke depan karena inersia, melempar penunggangnya ke udara.

Li Tian tidak berhenti. Momentum ayunan pedangnya berlanjut, menghantam dada kuda kedua di sebelahnya.

BAM!

Kuda kedua terlempar ke samping seolah ditabrak banteng raksasa, menimpa dua kuda lainnya.

Dalam satu ayunan, formasi kavaleri bandit itu hancur berantakan.

Para bandit yang jatuh berguling di pasir, mengerang kesakitan.

Li Tian berdiri tegak di tengah kekacauan itu, pedang hitamnya menancap di pasir.

"Siapa lagi?" tantang Li Tian.

"Sialan! Dia kultivator fisik!" teriak Si Botak. "Pemanah! Tembak dia!"

Para bandit pemanah di belakang gerobak menarik busur mereka. Tapi sebelum mereka sempat melepas anak panah, suhu udara turun drastis.

"Hujan Jarum Es."

Suara dingin Su Yan terdengar.

Dari langit, ratusan jarum es jatuh laksana hujan, menembus tangan dan bahu para pemanah.

"ARGGH!"

Senjata mereka jatuh. Tangan mereka membeku.

"Penyihir Es?!" Si Botak mulai panik. "Mundur! Bawa gadis itu sebagai sandera!"

Bandit yang memegang gadis kecil itu segera menempelkan pisau ke leher si gadis. "Jangan mendekat! Atau kusembelih bocah ini!"

Li Tian berhenti melangkah. Matanya menatap tajam ke arah bandit itu.

"Lepaskan dia," kata Li Tian datar.

"Mundur! Buang senjatamu!" ancam bandit itu, tangannya gemetar. Pisau itu menggores sedikit kulit leher si gadis. Darah menetes.

Mata Li Tian berkilat ungu. Zu-Long di dalam jiwanya menggeram marah.

"Berani mengancam di hadapanku?"

Li Tian mengangkat tangan kanannya—tangan yang mengenakan Cakar Naga. Dia tidak membidik bandit itu. Dia membidik ruang di sebelahnya.

"Gravitasi... Tarik!"

Li Tian mencengkeram udara.

WUUUNG!

Sebuah gaya tarik tak kasat mata (seperti magnet raksasa) tiba-tiba muncul dari telapak tangan Li Tian.

Bandit itu, yang tidak siap, merasakan tubuhnya tersentak ke depan, seolah ada tali gaib yang menariknya ke arah Li Tian. Keseimbangannya goyah. Pisaunya menjauh dari leher gadis itu.

Gadis kecil itu cerdas. Dia memanfaatkan momen itu untuk menggigit tangan si bandit sekeras-kerasnya.

"Aaa!" Bandit itu menjerit dan melepaskan pegangannya.

"Sekarang!"

Li Tian menghentakkan kakinya.

BOOM!

Dia melesat seperti peluru meriam. Dalam sekejap mata, dia sudah berada di depan si bandit.

"Tidur!"

Li Tian meninju wajah bandit itu dengan tangan kiri.

Buk!

Bandit itu pingsan, giginya rontok semua, terlempar tiga meter ke belakang.

Li Tian menangkap gadis kecil itu sebelum dia jatuh. Gadis itu gemetar hebat, memeluk kotak kayunya, matanya yang besar dan basah menatap Li Tian dengan ketakutan.

"Tidak apa-apa," kata Li Tian lembut. "Kau aman."

"Awas di belakang!" teriak Su Yan.

Si Botak, pemimpin bandit, memanfaatkan momen itu untuk menyerang punggung Li Tian dengan golok gergajinya yang dialiri Qi merah.

"Mati kau, Pahlawan!"

Li Tian tidak punya waktu untuk mengambil pedang hitamnya yang tertancap jauh. Dia berbalik, melindungi gadis itu dengan tubuhnya, dan mengangkat lengan kanannya—Cakar Naga—untuk menangkis.

TRANG!

Golok gergaji itu menghantam lengan Li Tian.

Si Botak menyeringai, berharap melihat tangan itu putus. Tapi senyumnya lenyap saat melihat goloknya... berhenti.

Sarung tangan perunggu itu tidak tergores. Lapisan Besi Meteorit dan Pecahan Zirah Hati Naga yang telah diasimilasi membuat pertahanannya mutlak.

Li Tian menatap Si Botak dari balik lengan kanannya.

"Kau membuat kesalahan besar," bisik Li Tian.

Cakar Naga bersinar hijau.

"Gandakan!"

Kekuatan Li Tian naik dua kali lipat. Dia mencengkeram bilah golok itu dengan jari-jarinya.

Krak!

Baja golok itu retak di bawah cengkeraman jari Li Tian.

"Dan kau membuat gadis ini menangis."

Li Tian menarik golok itu, menarik Si Botak mendekat, lalu menghantamkan Cakar Penghancur tepat ke dada bandit itu.

BLAM!

Zirah kulit Si Botak hancur. Dia memuntahkan darah dan terlempar jauh, menabrak sisa gerobak hingga hancur.

Hening.

Sisa-sisa bandit yang masih sadar melihat pemimpin mereka dikalahkan dalam satu serangan. Mereka menjatuhkan senjata dan lari tunggang langgang ke gurun.

"Pergi!" teriak Su Yan, mengirimkan satu gelombang es terakhir untuk menakut-nakuti mereka.

Pertempuran selesai.

Li Tian menurunkan gadis kecil itu. Gadis itu masih memeluk kotaknya, tapi kini dia menatap Li Tian bukan dengan takut, melainkan dengan kagum.

"Terima kasih... Kakak Naga," cicit gadis itu.

Li Tian tersenyum canggung. "Kakak Naga? Yah, boleh juga."

"Namaku Xiao Yu," kata gadis itu. Dia menyodorkan kotak kayu di tangannya. "Kakek bilang... jika ada orang kuat yang menyelamatkanku, aku harus memberikan ini. Ini adalah peta menuju rumah kami."

Li Tian menerima kotak itu. Dia membukanya.

Di dalamnya, terdapat sebuah kompas kuno yang jarumnya tidak menunjuk ke Utara, melainkan berputar liar.

"Ini adalah Kompas Penunjuk Jalan," kata Zu-Long kaget. "Hanya benda ini yang bisa menuntunmu melewati badai ilusi yang melindungi Kota Seribu Menara. Bocah, keberuntunganmu benar-benar menakutkan."

Li Tian menatap Xiao Yu. "Rumahmu di Kota Seribu Menara?"

Xiao Yu mengangguk. "Aku adalah penjaga terakhir... dari suku penjaga makam."

Li Tian dan Su Yan saling berpandangan. Mereka tidak hanya menyelamatkan nyawa, mereka baru saja menemukan kunci menuju tujuan mereka.

1
Nanik S
Musuh Lama bermunculan Li Tian
Nanik S
Li Tian... banyak sekali Musuhmu
Nanik S
Kadal Pitih.... Li Tian memang lumayan Konyol
𝘼̶N̶A̶L̶I̶S̶T
novel ke dua yg aku taruh di rak buku setelah " Legenda Pendekar Naga" karena emank layak di baca.
Nanik S
Keren Tor.. 👍👍👍
Nanik S
Dua Naga yang bermusuhan lagi Bersatu melawan musuh...
Nanik S
Musuh dari musuhmu adalah teman 👍👍
Nanik S
Lanjutkan Tor
Nanik S
Naga hitam Dan Naga putih bertarung
Nanik S
Apakah mereka akan bertemu kembali untuk adu kekuatan atau hancur bersama
Nanik S
God Joob
Nanik S
Li Tian dapat saingan
Nanik S
Jooooooos
Nanik S
Dimana tepatnya rumah Xiao Yu
Nanik S
Xiao Yu... keturunan terakhir penjaga Malam Kaisar
Nanik S
Dapat 3 inti
Nanik S
Li Tian akhirnya ikut mabuk juga
Nanik S
Maaaantaaap Pooool
Nanik S
Mau tarung mikirin paaha Ayam
Nanik S
Li Tian... pedang tak bermata...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!