NovelToon NovelToon
Di Balik Dendam Sang Ibu Susu

Di Balik Dendam Sang Ibu Susu

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Selingkuh / Cinta Terlarang / Pelakor / Anak Haram Sang Istri / Ibu susu
Popularitas:91.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Kikan dwi

Kehilangan anak saat melahirkan adalah penderitaan terbesar bagi Azelva Raquel Shawn. Bak jatuh tertimpa tangga, Azelva diceraikan, diusir dari rumahnya, dan semua hartanya dicuri oleh suami dan selingkuhannya.

Namun di tengah-tengah penderitanya, Kellano Gavintara, hadir menawarkan pekerjaan untuk wanita malang itu.

"Jadilah Ibu susu putraku. Sebagai imbalannya, aku akan membantumu mengambil kembali semua milikmu." Kellano Gavintara.

Tekadnya untuk balas dendam semakin kuat, tapi di sisi lain, Azelva tidak ingin berhubungan lagi dengan Kellano, yang tak lain adalah mantan kekasihnya. Apalagi jika Kellano tahu rahasia yang Azelva sembunyikan selama ini.

Namun setelah menatap baby Arlend, perasaan Azelva mulai goyah.

"𝘒𝘦𝘯𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘦𝘳𝘢𝘴𝘢 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘭𝘦𝘯𝘥?"

Seiring berjalannya waktu, tabir rahasia mulai terkuak. Identitas Arlend mulai dipertanyakan.

Apa yang akan Kellano lakukan saat mengetahui fakta mengejutkan tentang putranya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kikan dwi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 3

Azelva masuk ke dalam rumah yang selama ini di tempatinya bersama Zidan. Rumah mewah peninggalan papanya, Shawn Alfred.

Azelva baru saja kembali setelah memakamkan jenazah putranya. Langkahnya terasa begitu berat, setiap Azelva menghela napas, selalu teringat pada putranya. Azelva kembali menangis sambil mengusap perutnya yang sudah rata, tidak ada lagi bayi dalam perutnya.

Azelva begitu menantikan hari kelahiran putranya, hari yang harusnya menjadi kebahagiannya saat ini. Namun kebahagiaan itu lenyap, harapannya sirna. Sosok kecil yang ia nantikan tidak akan pernah menyapanya.

"Bagaimana caranya mama bertahan tanpa kamu, Nak?"

Azelva mencoba tak menangis, namun air matanya mengkhianatinya.

Azelva berjalan melewati ruang tamu, namun tiba-tiba saja wanita cantik itu menghentikan langkahnya. Azelva mendengar suara samar-samar dari dalam kamar tamu. Rasa penasaran membuat Azelva mendekati kamar itu.

Dari celah pintu yang tidak tertutup sempurna, Azelva bisa melihat suaminya dan Venya sama-sama duduk bersandar di atas ranjang.

Tangannya terkepal saat mendengar pembicaraan kedua orang pengkhianat itu.

"Kurang ajar! Dasar tidak tahu malu, umpat Azelva dalam hati.

Setelah Azelva memergoki perbuatan mereka di kantor, kini Zidan terang-terangan membawa selingkuhannya itu ke rumah mereka.

"Sebelum Kamu menceraikan aku, aku yang akan lebih dulu menceraikan mu."

Azelva mengepalkan erat tangannya, sampai buku-buku jarinya memutih. Azelva mendengar sangat jelas, suaminya itu berencana untuk menceraikannya.

Azelva menggenggam handle pintu kamar itu, ia ingin memberi pelajaran pada kedua pengkhianat itu. Namun otak kecilnya kembali berpikir.

Jika aku melabrak mereka sekarang, mereka tidak akan mengerti penderitaan ku. Aku tidak boleh gegabah."

Azelva memilih untuk mengurungkan niatnya. Ia mengambil ponsel dari sakunya, lalu memotret pemandangan menjijikkan di dalam kamar itu. Zidan dan Venya sedang berciuman.

"Cih, menjijikkan. Aku akan mengumpulkan bukti-bukti perselingkuhan kalian. Setelah itu aku akan menceraikan mu, Mas Zidan!"

Azelva buru-buru meninggalkan tempat itu, ia tidak sudi melihat adegan panas yang mungkin sebentar lagi akan terjadi. Namun, baru saja Azelva mencapai tangga, suara seseorang membuat langkahnya terhenti.

"Azel, Kamu dari mana saja? Kenapa jam segini baru pulang?"

Suara Zidan terdengar sangat lembut dan penuh perhatian, namun begitu menjijikkan di telinga Azelva. Sikapnya sangat tenang, seperti tidak pernah terjadi apa-apa, sangat memuakkan.

Azelva tidak menggubris panggilan Zidan, ia tetap menapaki satu-persatu anak tangga menuju kamarnya.

"Azel, Mas belum selesai bicara."

Zidan menarik tangan Azelva, membuat wanita cantik itu nyaris tergelincir dari tangga. Namun Zidan berhasil mendekap tubuh istrinya itu.

"Kamu gak apa-apa?" Suara Zidan terdengar sangat panik, pria itu mendekap tubuh Azelva sangat erat.

"Lepaskan!" Suara Azelva sangat lirih namun terdengar begitu dingin, tidak seperti biasanya. "Aku bilang, lepaskan!" Azelva kembali mengulang ucapannya saat Zidan tak juga melepaskan dekapannya.

Zidan baru melepaskan dekapannya saat menyadari ada yang berbeda dari istrinya. Bukan cuma sikapnya yang berubah dingin, tapi...

"Azel, Kamu sudah melahirkan?" Zidan menatap perut Azelva yang sudah datar. Lalu, tatapannya berpindah pada wajah istrinya yang sembab. "Di mana bayinya?" Tanyanya lagi saat tidak menemukan keberadaan bayinya.

"Kamu puas sekarang, Mas? Bayiku sudah meninggal. Dan itu semua gara-gara Kamu." Lagi-lagi ucapan Azelva terdengar sangat dingin. Dan entah kenapa, Zidan tidak menyukainya.

Azelva tidak lagi menangis, bukan dia tidak ingin. Tapi dia tidak akan menunjukkan kerapuhannya di depan suami kurang ajarnya itu.

Sementara itu Zidan nampak tertegun. Namun tidak ada sedikitpun raut kesedihan ataupun penyesalan di wajahnya. Justru ucapan yang Zidan lontarkan semakin merobek hati Azelva.

"Syukurlah jika anak haram itu sudah mati!"

Plak

"Kamu benar-benar brengsek! Tidak punya hati."

Untuk pertama kalinya Azelva melayangkan tangannya pada seseorang, dan itu pada suaminya sendiri. Azelva tidak menyangka ucapan menyakitkan itu akan keluar dari mulut suaminya.

Selama ini Zidan begitu perhatian padanya, setiap saat pria itu mengatakan 'aku mencintaimu Azelva, tidak peduli seperti apa dirimu. Aku menerimamu apa adanya.'

Tapi nyatanya ungkapan itu hanya sekedar ucapan, omong kosong belaka. Pada kenyataannya pria itu hanya memainkan perannya. Dan bodohnya Azelva bisa tertipu oleh sandiwara pria itu.

Zidan mengusap sudut bibirnya yang sedikit berdarah. Tamparan Azelva benar-benar sangat keras dan meninggalkan jejak. Namun, tamparan itu tidak berarti apa-apa untuk Zidan.

Zidan tidak marah, ia juga tidak membalas tamparan istrinya. Zidan bukanlah pria ringan tangan yang bisa sesuka hati melakukan kekerasan.

"Sudahlah Zel, Kamu jangan berlebihan. Bukannya bagus kalau bayi itu meninggal?"

"ZIDAN SADANA!"

Plak

Lagi-lagi Azelva melayangkan tamparan di pipi Zidan. Ucapan suaminya itu bukan hanya mengoyak luka hatinya, tapi juga sengaja membunuh Azelva secara perlahan.

"Dasar tidak punya hati! Pantas saja ibumu membuangmu, mungkin karena dia tahu anaknya akan menjadi bajingan seperti---"

Plak

Tangan Zidan bergetar saat menyadari apa yang baru saja ia lakukan pada Azelva. Untuk pertama kalinya ia melayangkan tangannya pada seorang wanita, dan itu pada istrinya sendiri, Azelva Raquel Shawn.

"A-azel aku---"

Zidan ingin mengusap pipi Azelva yang memerah, bekas tamparannya terlihat begitu jelas, kontras dengan wajah Azelva yang putih terawat. Namun Azelva langsung menepis tangan pria itu dengan kasar. Wanita itu meneteskan air matanya, hatinya teramat perih. Zidan bukan hanya menyakitinya dengan ucapan, tapi juga berani melayangkan tangan padanya.

"Aku ingin kita bercerai."

Venya yang diam-diam melihat pertengkaran suami-istri itu tersenyum puas. Sebentar lagi tujuannya akan berhasil.

Bagus, akhirnya mereka bercerai, sorak Venya dalam hati.

...----------------...

"Jadi, Kamu benar-benar menghamili jalang itu, Kellan? Dasar anak kurang ajar!"

Yumna dan Arjuna baru saja sampai di rumah sakit. Orang tua Kellano itu datang untuk melihat bayi yang Regita lahirkan. Melihat wajah bayi itu mirip dengan putranya membuat Yumna sangat murka. Wanita paruh baya itu bahkan tidak berhenti memukul putranya menggunakan tas mahalnya.

"Stop, Mom. Sakit!"

"Sakit Kamu bilang? Rasakan ini."

Bugh bugh bugh

Yumna terus menghajar putranya sampai puas. Ia tidak akan berhenti sebelum benar-benar mengeluarkan semua kekesalannya.

Arjuna tidak melerai ataupun menghentikan sang istri. Ia justru mendukung aksi istrinya itu, dengan begitu ia tidak perlu repot-repot memberi pelajaran pada putranya.

"Dad, tolong aku!" Kellano merengek bak anak kecil yang dihukum orang tuanya karena kenakalannya.

"Harusnya Kamu bersyukur Mommy mu yang menghajar mu, bukan daddy. Jadi, terima saja," ucap Arjuna penuh ejekan.

Yumna dan Arjuna sangat kecewa pada Kellano. Padahal mereka sangat mempercayai putra mereka satu-satunya itu. 9 bulan yang lalu Kellano bahkan bersumpah jika bayi yang dikandung Regita bukanlah miliknya.

Namun, melihat kemiripan bayi itu dengan Kellano benar-benar mematahkan kepercayaan mereka.

"Tapi Mom, aku yakin tidak pernah tidur dengan Regita," ucap Kellano. "Aku bersumpah, Mom."

Kellano tetap teguh pada pendiriannya, ia tetap mengelak tidak pernah melakukan hubungan terlarang dengan Regita. Namun yang membuatnya bingung adalah, kenapa bayi Regita sangat mirip dengannya?

"Kamu masih berani mengelak?"

Bugh bugh bugh

Yumna semakin keras memukul Kellano. Bukti sudah sangat jelas, kemiripan wajah Kellano dan bayi itu bisa dipastikan sangat mirip. Apalagi hasil tes DNA menunjukkan 99.99 % positif. Artinya bayi itu benar-benar darah daging Kellano Gavintara.

Kellano tidak menjawab lagi ucapan Mommynya. Ia sendiri benar-benar bingung.

"Sekarang, di mana wanita jalang itu?"

Yumna akhirnya berhenti menghajar putranya. Walaupun Yumna sangat membenci Regita, tapi bayi itu tidak bersalah. Apalagi melihat kemiripan bayi itu dengan Kellano. Tidak bisa dipungkiri, Yumna langsung jatuh hati pada cucunya itu.

"Dia sudah pergi," ucap Kellano.

Mengingat wanita itu membuat Kellano kembali kesal. Sampai sekarang, Kellano masih tidak habis pikir, kenapa ada wanita seperti Regita? Dan sialnya, wanita itu adalah ibu dari putranya.

Arjuna mengernyitkan keningnya, pria paruh baya itu merasa ada yang janggal dengan kepergian Regita.

Sepertinya ada sesuatu yang disembunyikan Regita, batin Arjuna.

To be continued

1
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr lanjutkan thorrrr lanjutkan💪
🌷Vnyjkb🌷
smart woman👍👍,,, tunjukkan taringmu,zel,,, bangkit, hancurkan pembunuh, penjahat,pencuri itu si zidan, venyok penyok tuuu,, gooo zelll, goooo
Mundri Astuti
ayo zel tunjukkan bahwa kamu wanita kuat, bongkar semuanya
Herdian Arya
kira kira di rekam ga bukti percakapan ini?
𝕸𝖆𝖗𝖞𝖆𝖒🌹🌹💐💐
tidak semudah itu Venyok,kamu tidak bisa lepas dari hukuman 😡😡
Teh Euis Tea
tp nunggu besok pemirsah😁😁
ora
Ayo bongkar semua kebusukan Zidan, karena itu artinya kamu juga sedang menggali lubang untuk mu sendiri. Zidan hancur, kamu bakal keseret lah🤣🤣
Ita rahmawati
yah si venyok oblod,,kalo Zidan ketauan bunuh papanya azel maka dia akan hancur dn kalo Zidan hancur apa ya kmu juga GK ikut hancur toh venya venya 🤦🤣
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: Definisi gk ngotak😭
total 1 replies
Lilik Juhariah
lama up nya kak
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: haisss🤧 kerjaan lagi full😩 susah ngetik🤭
total 1 replies
Mundri Astuti
begitu dapet buktinya, masukkin Zidan ke bui zel...rebut kembali perusahaanmu, nah si venyok hempasin jauh"😄
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: sekalian masukin bui😩🤧
total 1 replies
Ani Basiati
lanjut thor
Irma Luthfah
venyok itu bengkok azel.. heh s venyok ini dia gk nyadar gali lubang sendiri jg.
𝕙𝕚𝕜
lanjutan thorrrr lanjutkan thorrrr💪💪💪💪
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: asiikkkk🤣
total 2 replies
Naufal Atha
👍
Naufal Atha
sangat menarik
ora
Nyebelin banget Zidan😭😭
Teh Euis Tea
tuh kan akhirnya di zidan berubah pikiran ga mau cerai sm azel mskin ruwet jdnya, kelicikan spa lg yg skan zidan perbuat?
Lilik Juhariah
waduh kok bisa Zidan sampe dengar dg jelas ucapan kellano di pengadilan , ngobrolnya dimana sih
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻ🐰➢‮: dipojokan deket pintu🤧😭😩
total 1 replies
nesha
dasar iblis kau zidan
✿⃟‌⃟ᶜᶠᶻˢтяι'𝐆🤎 ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ🏡s⃝ᴿ
Zidan ini kurang ajar sekali sudah membunuh mertuanya sendiri sekarang mau ngajak balikan Azelva dasar laki laki gak guna😏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!