Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.
*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"
*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"
*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"
*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"
*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?
*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?
*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 23: Bincang Santai Dua Bayi Ajaib!
***
Sebuah kabar yang Menggemparkan tiba di Istana Kekaisaran Zhang.
Dan itu adalah kabar tentang lahirnya anak kembar sepasang milik Anlian, setelah dia kembali dari Istana.
"Apaaa??!!! Kembar??!!" seru Kaisar Zhang Long dengan suara menggelegar di dalam ruang kerja pribadinya.
Suara Kaisar Zhang Long yang kencang dan tiba-tiba itu, membuat Kasim Chow yang sedang memegang sebuah dekrit hampir terjungkal ke arah depan, untung saja dia mampu menahannya.
"Aduh! Untung saja keseimbanganku baik, jika tidak ... aku pasti sudah nyusruk ke arah depan!" gumam Kasim Chow dalam hati, sambil menundukkan kepalanya.
"Benar sekali, Yang Mulia! Kembar putra dan putri, dan lahir dengan selamat semalam ..." jawab Kasim Chow dengan nada tergesa.
"Hahahahaha! Sungguh wanita yang sangat disayang oleh Tuhan! Kelahiran anaknya pun terdengar seperti badai salju yang menghempas bumi ..." ujar Kaisar Zhang Long sambil tertawa.
"Apa-apaan itu?! Kiasannya tidak nyambung, Yang Mulia! Aduh!" gumam Kasim Chow dalam hatinya.
"Bukan hanya itu, Yang Mulia ... Ada kabar tentang Bangsawan Wang, yang istrinya juga melahirkan anak kembar lelaki! Dan itu juga berkat Tabib Anlian," lanjut Kasim Chow dengan wajah sumringah.
Kaisar Zhang Long meletakkan luasnya, dan menoleh ke arah Kasim kepercayaannya.
"Bagaimana maksudnya dengan 'Berkat Tabib Anlian'? Apakah dia bisa hamil anak kembar itu karena berobat ke sana?" tanya Kaisar Zhang Long.
"Benar sekali, Yang Mulia! Istrinya sudah dinyatakan mandul oleh para Tabib yang memeriksanya, dan sembilan bulan yang lalu, dia mencoba konsultasi ke Tabib Anlian, dan ... Bum! Sebulan kemudian dia dinyatakan hamil .." jawab Kasim Chow menjelaskan dengan semangat empat lima.
"Wah! Hebat sekali! Berkat Tabib Anlian pula, penyakit Zhen sembuh total dalam semalam dan tubuh naga Zhen juga semakin kuat! Hahahaha ... Tabib Ajaib Anlian benar-benar keajaiban langka untuk Dinasti Zhang Agung kita!" ujar Kaisar Zhang Long dengan nada bangga.
"Apakah Yang Mulia ingin memberikan hadiah kepada Tabib Ajaib Anlian?" tanya Kasim Chow.
"Tentu saja! Berikan tiga gulung kain sutra emas, dua liontin giok Naga, lima ribu tael emas, dan tanda bebas masuk Istana untuknya, agar bisa memeriksa kesehatan Zhen setiap minggunya!" jawab Kaisar Zhang Long dengan nada tegas.
Wajah Kasim Chow dipenuhi keterkejutan, saat mendengar hadiah 'dua liontin giok Naga', yang keluar dari mulut Kaisar Zhang Long.
"Ada apa, Chow? Apakah hadiah itu kurang?" tanya Kaisar Zhang Long.
"Bukan begitu, Yang Mulia ... Liontin giok Naga itu adalah tanda untuk status tertinggi putra dan putri Anda, belum ada yang memakainya di Istana ini, dan Anda ingin memberikannya kepada kedua anak Tabib Anlian? Apakah itu tidak berlebihan?" jawab Kasim Chow.
"Zhen tahu itu! Anggap saja mereka adalah 'Investasi' Zhen di masa depan ... karena Zhen yakin, anak-anak itu akan tumbuh menjadi manusia yang sangat luar biasa! Hahahaha!"
"Hamba mengerti, Yang Mulia ..."
♨
Sementara itu, di dalam Kediaman Duxi suasananya terlihat sangat tenang.
Balai Pengobatan tutup untuk dua bulan kedepan, karena Anlian sedang menjalani masa nifas.
Namun, dia akan menerima pasien yang benar-benar mengalami sakit parah di dalam kediamannya.
Anlian sudah memberikan perintah kepada Shen Luo dan anak buahnya, agar membeli lima sapi perah untuk makanan kedua anaknya, ditambah dengan suplemen khusus racikannya, agar mereka bisa tumbuh kuat dan sehat.
Dan anehnya, yang bisa mendengar suara hati kedua anaknya sekarang hanyalah dirinya saja, Yaoyao dan Shen Luo sudah tidak bisa mendengarnya lagi.
Yaoyao masuk ke dalam kamar Anlian dengan wajah ceria.
"Nona! Ada utusan dari Istana yang membawa hadiah untuk kedua anak Anda ..." lapor Yaoyao dengan nada riang.
Anlian mendengus kesal, karena berita yang diterima oleh Kaisar itu sangat cepat.
"Hmp! Beritanya cepat sekali sampai ke dalam sana, aku saja belum sempat tidur ..." keluh Anlian sambil menghabiskan sup tonik racikannya.
Shen Luo tersenyum, saat mendengar keluhan Anlian.
"Kamu istirahat saja, oke? Biar aku yang akan menghadapi mereka ..." ujar Shen Luo dengan nada lembut.
"Oke!"
Namun, sebelum Shen Luo melangkah keluar kamar, tumpukan hadiah-hadiah dari Istana sudah dibawa masuk oleh para anggotanya.
"Apakah kalian sudah memeriksanya dengan seksama? Apakah semua ini aman?" tanya Shen Luo kepada Upin.
"Tenang saja, Tuan S ... Semua hadiah ini aman!" jawab Ipin sambil tersenyum.
"Bagus! Aku akan keluar sekarang ..."
Shen Luo melangkah keluar kamar, dan melihat seorang utusan Istana yang sedang tersenyum lebar.
“Selamat atas kelahiran Tuan Muda dan Nona Muda, Tuan Besar Shen! Ini semua adalah hadiah yang diberikan oleh Yang Mulia Kaisar Agung!" ujar utusan itu sambil menangkupkan kedua tangannya di depan dada.
Shen Luo mengangguk tanda mengerti.
"Saya tahu ... Sampaikan terima kasih kami kepada Yang Mulia Kaisar Agung," sahut Shen Luo.
"Dan ada pesan lisan dari Yang Mulia Kaisar ..." ujar utusan itu kembali.
"Apa itu?" tanya Shen Luo.
"Yang Mulia Kaisar ingin melihat kedua anak itu nanti, jika Anda berkenan untuk membawanya masuk ke dalam Istana ..." jawab utusan itu.
"Kami akan memikirkannya nanti ..." ujar Shen Luo.
"Baik, akan saya sampaikan jawaban Anda kepada Yang Mulia Kaisar ..."
"Terima kasih ..."
♨
Sementara itu di dalam kamar, Anlian tertidur pulas, dan kedua bayinya berbaring berdampingan.
Mereka terlihat tenang, namun suara hati mereka terdengar sangat ribut di dalam benak Anlian.
Suara susu itu terdengar sedang berdebat yang tidak perlu, dan mereka benar-benar terhubung karena saudara kembar, walaupun di dunia asal mereka, mereka adalah seorang pemimpin dan wakilnya.
Mingye: [Ternyata kita bereinkarnasi ke dalam tubuh bayi ... Menyedihkan sekali! Otot nihil dan gigi masih ompong!]
Yuexin: [Wah! Ternyata kamu adalah si Komandan kaku atasanku, ya?! Hahahaha, sekarang kamu adalah kakak aku, dong! Jangan mengeluh, woy! Setidaknya kita masih bisa merasakan kesempatan kedua untuk hidup!]
Mingye: [Apakah kita tewas karena terkena rudal plasma di abad 40? Berarti misi Infiltrasi group kita gagal total, dong!]
Yuexin: [Ya iyalah! Sudah pasti gagal! Kita berdua sudah meninggoy, dan entah bagaimana nasib teman-teman kita disana. Apakah mereka juga bereinkarnasi, ya? Kamu juga gegayaan, pakai berdiri di depan segala! Jadinya kita meninggoy begini!]
Mingye: [Hey! Sebagai seorang Komandan dalam sebuah Unit Khusus, itu sudah kewajibanku untuk bisa melindungi kalian semua! Kamu kenapa ikutan meninggoy?]
Yuexin: [Sebagai Wakil Komandan, aku juga berkewajiban membantu dan melindungi kamu dari bahaya! Tapi ...]
Mingye: [Tapi kamu juga ... gagal!]
Yuexin: [Hey! Setidaknya kita meledak bersama dan bereinkarnasi bersama, oke?! Oh iya, Bos ... apakah kemampuan universal kamu terbawa kesini?]
Mingye: [Sepertinya terbawa, namun masih lemah ... Bagaimana dengan kamu?]
Yuexin: [Sistem Informasi Universal aku terbawa, namun tidak sekuat di dunia asal ...]
Minye dan Yuexin melihat layar transparan yang ada di depan mata mereka masing-masing, guna mencari informasi tentang dunia yang baru mereka datangi ini.
Mingye menggerakkan jari mungilnya ke arah layar tersebut.
Mingye: [Status dunia ini adalah sebuah Dinasti Kuno yang bernama Zhang Agung. Energi Spiritual full, namun untuk teknologinya nihil. Namun Ibu kita ini, selain cantik, dia juga sangat ... luar biasa!]
Yuexin: [Benar sekali! Seorang Tabib wanita Ajaib, galak, dingin, dan tegas! Aku suka mempunyai Ibu seperti ini, tidak mudah ditindas! Hahahaha!]
Mingye: [Aku juga sangat suka Ibuku, namun ada yang aneh ... Aku merasakan ada flutuaksi energi aneh di dalam tubuh Ibu. Apakah Ibu juga berasal dari masa depan?]
Yuexin: [Kita akan mengetahuinya dengan perlahan, Kak! Jangan terlalu memaksa, oke?!]
Mingye: [Oke ...]
♨
Anlian yang sedang terpejam, tiba-tiba membuka matanya.
"Eh ...??!!"
Dia mendengar percakapan berisik dalam benaknya, membuat dirinya kepo, apa yang sedang dibicarakan oleh kedua bayinya itu.
Sambil pura-pura tidur, Anlian fokus mendengarkan obrolan kedua bayi bau susu itu dengan seksama.
Suara susu itu kembali menggema di dalam benak Anlian.
Yuexin: [Komandan, menurutmu, bagaimana dengan ayah sambung kita itu?]
Mingye: [Fisiknya oke, mentalnya masih terlihat belum kuat, karena masih panik berlebihan, dan dia bukan ancaman untuk kita.]
Yuexin: [Aku setuju, Kak! Dia sebenarnya sangat baik, walaupun kadang-kadang agak sedikit lebay ...]
Mingye: [Aku tidak butuh ayah sambung, Ibu saja sudah cukup untukku ...]
Yuexin: [Cih! Si yang paling 'Mother Complex' ... Tidak butuh Ayah, hanya butuh Ibu ... Hahahaha!]
Anlian terkekeh ringan, saat mendengar dua suara susu yang sedang asik berbincang itu.
Pintu kamar terbuka, dan Shen Luo masuk sambil membawakan sepiring buah dan dua mangkuk susu sapi hangat untuk kedua bayi itu.
"Apakah kamu sudah bangun?" tanya Shen Luo.
Anlian pura-pura menguap sambil meregangkan ototnya.
"Hoam! Baru saja, ada apa?" sahut Anlian.
"Aku membawakan buah segar dan susu sapi segar untuk kedua bayi kita ..." ujar Shen Luo sambil menaruh nampan itu di meja.
Yuexin: [Wah ... wah ... wah! Lihatlah ayah sambung kita, sungguh baik sekali! Aku mulai menyukainya!]
Mata bayi Yuexin berbinar saat melihat bayangan samar Shen Luo, lalu dia tersenyum.
"Lihatlah, Anlian! Yuexin kita sedang tersenyum kepadaku. Itu tandanya dia sudah mulai menerima keberadaanku ..." ujar Shen Luo dengan nada bangga.
Yuexin: "Ah! Ah! [Belum menerima! Belum menerimanya, dasar narsis! Aku tersenyum melihat susu sapi itu! Aku sangat lapar sekarang!]
Anlian menundukkan kepalanya sambil tertawa dalam diam, saat mendengar ocehan bayi susunya.
Mingye: Ah! Ah! [Makanya jangan senyum-senyum begitu! Kalau lapar nangis, bukan senyum!]
Yuexin: Ah! Ah! Ah! [Aku senyum melihat susu, bukan senyum sama dia! Kamu juga lapar kan? Ayo, nangis bersama, agar Ibu menyuapi kita susu itu!]
Tiba-tiba, suara tangisan lapar bergema di dalam ruangan itu.
"Oweek! ... Oweek!"
Anlian ingin mengambil mereka, namun Shen Luo dengan sigap mengangkat mereka duluan dan membawanya ke sisi Anlian.
"Sepertinya mereka lapar ... Berikan mereka susu itu, agar mereka tenang kembali ..." ujar Shen Luo.
"Baik ..."
Sambil menyuapi anak-anaknya, Anlian sudah mengetahui bahwa jiwa bayi-bayi itu dari masa depan.
Pantas saja mereka menolak untuk minum ASI langsung darinya, ternyata mereka adalah jiwa-jiwa dewasa yang sangat kuat dan pintar.
Dengan mereka ada disini, Anlian yakin jika dimasa depan, mereka bisa menguasai dunia ini dengan kekuatan bersama.
Ruang ajaib miliknya dan kekuatan intelijen super milik kedua anaknya, jika disatukan akan membuat dunia kuno bergetar saat mendengar nama mereka.
Tidak ada yang tidak mungkin ditangan mereka, jika Tuhan menghendaki mereka menaklukan dunia kuno ini denhn berbagai macam tekhnologi modern terlebih dahulu, kan?
Dan Anlian sangat menantikan hari itu tiba ...
Hari dimana kedua anaknya mengembangkan berbagai macam tekhnologi modern, dan membuat perkembangan pesat di dunia kuno ini.
Sepertinya, Anlian harus membeli sebuah wilayah kosong, agar bisa mengembangkan rencananya di masa depan nanti.
Sebuah kota modern di zaman kuno ...
Menarik bukan?
"Um ... Shen Luo ..."
"Ya ..."
"Cari sebuah wilayah kosong yang terbengkalai, nanti aku akan memintanya kepada Yang Mulia Kaisar ..."
"Untuk apa?"
"Rahasia ... hehehehe!"
"Oke ..."
♨♨♨
Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻
Terima kasih ...💖💖💖