Seorang gadis cerdas, tetapi Cupu bertemu tanpa sengaja dengan seorang laki-laki dengan aura tidak biasa. Pertemuan itu adalah awal dari kisah panjang perjalanan cinta mereka. Laki-laki itu menunjukkan sikap tidak sukanya, tetapi dibelakang ia bak bayangan yang terobsesi pada kelinci kecil. Akankah kelinci itu terperangkap, atau justru mencoba kabur dari pengejaran si dominan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ummu_Fikri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Jealousy Jealousy
Masih di malam pesta amal.
Begitu musik berakhir, tepuk tangan riuh langsung pecah. Menghapus suasana hening yang terasa begitu sakral. Namun sedetik kemudian, sifat asli kaum elit langsung terlihat.
Sesilia melihatnya dengan sangat jelas. Para tamu mulai bergerak mendekat. Mereka seperti lalat yang mengerubungi makanan manis. Para pengusaha besar, istri-istri diplomat hingga selebritas kelas atas, semuanya mencoba mencari celah untuk mendekat ke arah Axel dan Sesilia.
"Mr. Steel. Selamat atas kesuksesan acara amalnya! dan Miss Kira, anda sangat mempesona malam ini. Apakah benar anda akan mengambil alih yayasan medis Steel grup?" tanya seorang pemilik media bernama Erik Tahir dengan senyum palsunya, matanya berkilat menunggu informasi yang bisa dijadikan berita.
"You said it wrong." Axel menyela tajam. "She's Miss Steel."
"I... I'm so sorry, Mr. Steel. I..." Erik Tahir menjawab gagap, mencoba menjelaskan tetapi berakhir ditinggalkan tanpa kata oleh Axel dan Sesilia.
Lima langkah setelahnya, seorang sosialita dengan makeup menor menghadang mereka.
"Nona Sesilia, gaun anda...apakah itu rancangan eksklusif? Sangat cocok dengan anda." Sesilia menjawab singkat dengan senyum manis seadanya. Gadis itu merasa sangat terbebani dengan semua etensi itu.
Axel yang berada di samping gadis itu sejak tadi tidak melepaskannya barang seincipun. Tangan besarnya tetap berada di pinggang Sesilia bak tameng hidup. Wajahnya datar kala menanggapi semua pujian semu yang diterimanya.
Bagi para tamu, acara amal ini bukan sekedar acara biasa. Ini adalah pesta pertunangan sang CEO Steel secara tidak langsung. Mereka sudah menganggap bahwa Sesilia adalah bagian tak terpisahkan dari Steel itu sendiri. Mencari masalah dengan gadis itu sama saja seperti menarik pelatuk untuk menyerang Steel grup. Untuk itu, segala cara akan dilakukan agar dapat menarik perhatian gadis lugu itu.
Acara itu berlangsung kondusif hingga akhir. Doa penutup dan penyerahan donasi simbolis dilakukan dengan protokol seperti biasa. Saat jam menunjukkan tepat pada tengah malam, Axel membawa tunangannya keluar dari sana melalui jalur VIP, meninggalkan kerumunan yang masih sibuk membicarakan setiap detail penampilan mereka.
Keesokan paginya, saat ayam baru saja mengembangkan sayapnya Sesilia sudah terbangun, bukan lagi oleh suara alarm seperti biasa. Tetapi oleh suara bising dari TV di kamar mewahnya.
Begitu membuka mata, gadis itu langsung disuguhi oleh wajahnya dan Axel sendiri memenuhi seluruh layar.
Judul berita Utamanya antara lain,
"SKANDAL ATAU CINTA? PERTUNANGAN RAHASIA KELUARGA STEEL TERBONGKAR!"
"PASANGAN PALING SEMPURNA: AXEL DAN SESILIA REBUT PERHATIAN DUNIA."
"RATU BARU TELAH TIBA: SESILIA, WANITA DI BALIK TAHTA DINASTI STEEL."
Di media sosial, tagar #SteelCouple menjadi trending topik nomor satu. Foto-foto mereka saat berdansa, saat Axel menatapnya intens, bahkan saat mereka berciuman di sela-sela pesta terpampang nyata di hadapannya.
Sesilia tidak sanggup melihat lebih jauh. Wajahnya sudah semerah tomat, kelabakan gadis cantik itu segera mencari remote kontrol TV. Berniat mengganti salurannya. Saat berhasil mengganti saluran TV, ternyata sama saja. Karena hampir semua saluran memberitakan mereka.
Publik benar-benar terobsesi dengan narasi cinta sang konglomerat tampan dan dingin pada gadis cantik yang miskin. Sesilia sekarang telah menjadi role model baru dari gadis-gadis muda pecinta kisah romantis ala ala novel.
Berita ini merambah ke segala sektor, mulai dari analisis ekonomi tentang stabilitas saham Steel Group yang naik 2% akibat citra positif Axel, hingga kolom mode yang membahas gaun yang dikenakan Sesilia. Identitas gadis itu sebagai calon dokter juga ikut diangkat. Sebagai bukti bahwa CEO Steel Group tidak hanya mencari pasangan dengan wajah cantik, tetapi juga mencari kecerdasan pada pasangannya.
Telpon genggamnya berdering saat Sesilia sedang tenggelam dalam pikirannya sendiri. Telepon itu dari Uni. Ia heboh sendiri melihat berita yang beredar.
"Sebentar lagi kisah cinta kalian akan diangkat jadi serial TV, aku yakin seratus persen." Uni berbicara heboh sambil terkikik geli.
"C'mon, Ni. Aku malu banget, pengen hilang rasanya." Sesilia membalas dramatis.
"Tapi kalian sempat kissing yah semalam. Ketangkap paparazi, hahaha." Uni makin memperkeruh suasan hati sahabatnya, tawanya terdengar membahana.
"Uni!!!! Stop it!!" Sesilia berteriak frustasi.
....
Di sudut lain kota Jakarta, berita itu menjadi racun yang mematikan.
Di dalam kamarnya yang luas, Andin duduk termenung di depan meja riasnya yang dipenuhi kosmetik bermerek. Tangan kanannya memegang tablet yang menampilkan foto-foto romantis Axel dan Sesilia dari acara semalam.
Wajah gadis itu tampak masam, otot-otot di rahangnya menegang hingga menimbulkan rasa sakit. Matanya yang sembab menunjukkan bahwa ia tidak tidur sepanjang malam. Perasaannya campur aduk, marah, kecewa dan tidak berarti.
"Why...Why everyone talk about that bitch?" Desis Andin, suaranya parau oleh emosi.
"Gadis miskin itu nggak pantes ada di situ, sialan!"Ia berteriak marah.
Tangannya kembali menggeser layar, melihat foto close-up saat Axel membisikkan sesuatu di telinga Sesilia sambil tersenyum tipis. Sebuah ekspresi yang hanya Axel tunjukkan pada Sesilia. Rasa cemburu membakar dada Andin. Ia teringat bagaimana Julian Vane memperlakukannya dengan buruk semalam.
Julian memang bertunangan dengannya, namun tidak ada kehangatan di sana. Laki-laki itu tidak pernah menatapnya seperti Axel menatap Sesilia. Tidak pernah menatapnya dengan tatapan memuja seperti yang dilakukan Axel. Bahkan, Julian sering kali mengabaikan pesannya berjam-jam, sementara Axel terlihat seperti tidak bisa membiarkan Sesilia berada lebih dari satu meter darinya.
"Damn Julian, you said you fell in love with me! You damn Bastard Vane!!"
Gadis itu benar-benar sangat cemburu pada Sesilia. Cemburu karena gadis miskin itu sangat di ratukan oleh tunangannya, sangat dipuja dan dicintai. Hal yang sangat ia dambakan. Hal yang tidak pernah ia dapatkan, dari Julian dan bahkan dari ayahnya sekalipun.
Andin menatap benci pada gaun merahnya yang tergeletak naas di lantai, gaun yang ia pikir akan membuatnya menjadi bintang utama, namun justru membuatnya terlihat lebih murahan dibandingkan keanggunan Sesilia.
"It's not over, Sesilia," Andin berteriak sambil melempar tabletnya ke arah cermin, hingga kaca pecah berkeping-keping, seperti jiwanya yang hancur.
"If I can't have that kind of love, then I'll make sure you lose yours too. Julian will destroy Axel, and I'll laugh as you return to the dirty mud where you came from.
Setelah mengatakan itu, Andin kembali terisak pilu, meratapi nasibnya yang malang. Di belakangnya, layar TV masih menyala, suara pembawa berita terus memuji kesempurnaan Sesilia.
Kamar mewah yang berantakan itu menjadi saksi bisu, kehancuran hati seorang gadis kaya dan angkuh. Gadis yang terlihat kuat di luar tetapi gersang di dalam. Terbunuh oleh ekspektasi dan realita yang tidak sejalan.
bau bau bucin😍😄