NovelToon NovelToon
Nona Muda Pura-pura Miskin

Nona Muda Pura-pura Miskin

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Konglomerat / Tamat
Popularitas:7.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Yudhi Nita

Yuki Amaranggana, seorang gadis anak pengusaha nomor satu, Bhanu Tungga Jaya, harus turun tahta menjadi seorang pembantu rumah tangga!

Apakah yang akan dialaminya selama menjadi asisten rumah tangga? Bagaimana kisah cintanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yudhi Nita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kepulangan Yuki

Keesokan harinya, Ferry tak berada di samping Yuki. Gadis itu terbangun dan menyadari bahwa dia sendirian di dalam ruangan.

"Di mana Kak Ferry? Ah, tak masalah juga dia pergi ke mana," gumamnya.

Dia mencoba turun dari tempat tidur untuk membasuh mukanya, membawa serta infus ke kamar mandi. Dia lalu kembali, duduk di sisi tempat tidur.

Pintu dibuka oleh seorang perawat.

"Masih pusing, Nona?" tanya perawat itu sambil memeriksa kembali tekanan darah Yuki.

"Udah nggak terasa pusing, Mbak. Tadi aku juga udah jalan ke kamar mandi sendiri, kok!"

"Oh, bagus Nona. Baik, dokter nanti akan memeriksa. Jika semua normal, hari ini Nona boleh pulang," ujar perawat itu.

"Seratus sepuluh per delapan puluh. Normal," lanjutnya lagi.

Yuki mengangguk tersenyum. Dia tak menghiraukan ketidak adanya Ferry yang menemaninya.

Semoga hari ini aku boleh pulang! batin Yuki bersorak.

Satu jam kemudian, dokter datang dan melakukan serangkaian pemeriksaan neurologis.

*

Kampus elit terpaksa memberhentikan kegiatan karena sebagian besar mahasiswa sakit. Rangga segera pulang setelah menyelesaikan urusan kampus. Para mahasiswa kampus elit pun pagi itu telah dipulangkan ke rumah masing-masing.

"Bi, Kiki mengalami kecelakaan. Ayo kita ke rumah sakit sekarang!" tutur Rangga pada Bu Yayah.

"Hah?? Trus, gimana keadaan anak itu? Kecelakaan apa??" tanya Bu Yayah memberondong Rangga. Sebagai majikan, dia pun merasa bertanggung jawab penuh pada Yuki. Tambah lagi, tak jelas juga asal-usul gadis itu.

"Kami satu desa saat kegiatan bakti sosial. Malam tadi dia tergelincir di hutan pinus, Bi! Dia mengalami cedera kepala ringan. Semoga nggak parah," jelas Rangga.

"Ah, apa sih dia main-main ke hutan pinus malam-malam?? Aneh-aneh aja! Apa yang dia cari di hutan pinus??" omel Bu Yayah.

"Udah, Bi. Sekarang bukan waktunya mengomel. Ayo kita segera ke rumah sakit!" potong Rangga.

"Oke, oke. Sebentar, Bibi akan bilang ke Om Hendra dulu, trus tutup toko, lalu nitip anak-anak ke tetangga. Kikii, kenapa kamu mesti sakit sih??! Aku susah kalo dia sakit!" omelnya lagi sembari masuk ke dalam mencari suaminya. Rumah pun masih berantakan dan mainan berserakan dimana-mana.

Rangga menggelengkan kepalanya. Pagi itu, dia belum juga memberesi barang-barangnya. Namun, pikirannya melayang-layang dengan nasib gadis malang itu.

Dalam waktu singkat, mereka telah siap di dalam mobil Rangga. Rangga menyalakan mobilnya, lalu melaju ke jalan, menuju rumah sakit tempat Yuki dirawat.

*

"Nona Kiki, anda bisa rawat jalan di rumah. Semua hasil pemeriksaan baik, tinggal luka di kepala Nona saja yang menunggu pemulihan," kata dokter pada Yuki.

"Syukurlah, makasih, dok!" ucap Yuki senang.

"Sama-sama, Nona. Semoga lekas sembuh."

Dokter itu beranjak keluar dari ruangan.

Satu jam kemudian, seorang perawat yang tadi menemaninya, membantu melepaskan infus yang menempel di tangan Yuki.

"Nona, administrasi akan diurus oleh kampus. Mm ... maaf, apa lelaki semalam yang menemani anda adalah teman kampus anda?" tanya perawat itu.

"Iya, Mbak."

"Ooh. Keluarga anda sudah tau bahwa anda hari ini akan pulang?" tanya perawat itu kembali.

"B-belum, Mbak."

Yuki baru sadar bagaimana dia akan pulang. Dia berpikir bahwa dia akan menelepon taksi saja dan membayarnya jika sampai di rumah.

"Ada nomor yang bisa kami hubungi jika anda ingin meminta keluarga menjemput?" tawar perawat.

"Nggak usah, Mbak. Saya bisa pulang sendiri, kok! Saya minta tolong dipesankan taksi online aja ya, Mbak," jawab Yuki.

Kasihan Nona ini, nggak satu pun keluarganya menjemput.

"Baik, Nona."

Perawat itu menganggukkan kepala usai mendengar jawaban Yuki. Dia memberesi semua peralatan medis di ruangan itu, lalu memesankan taksi untuk Yuki.

"Makasih, Mbak. Nanti saya tunggu taksinya di depan."

"Sama-sama, Nona. Semoga lekas sembuh," tutur perawat baik hati itu.

Perawat itu meninggalkan ruangan Yuki. Yuki bergegas menata diri, lalu beranjak dari kamar dimana dia dirawat.

*

"Di mana ruangannya?" tanya Bu Yayah pada Rangga saat melewati pintu rumah sakit.

"Di ruang Aster nomor lima, Bi."

Lelaki itu melangkah cepat ke ruangan Yuki dirawat. Wanita di belakangnya mengikuti langkahnya.

"Aduh ... anak muda jaman sekarang, jalannya cepat-cepat!" Dia berjalan sambil ngos-ngosan.

Rangga memperlambat jalannya, wajahnya cemas akan keadaan Yuki. Semalam dia terpaksa mengurusi adik-adik semester dan mengantar mereka ke rumah. Inginnya langsung menengok Yuki, tapi keadaan yang membuat rencananya tak berjalan sesuai harapan.

Lelaki muda itu membuka kamar Yuki.

Kosong!

"Mana Kiki?" tanya Bu Yayah ikut melongok ke kamar itu.

"Aku juga nggak tau, Bi! Sebentar, aku tanya perawat di bagian informasi dulu!" tutur Rangga dengan wajah lebih cemas.

"Ya ... Fyuh, dia terlihat cemas sekali," gumam Bu Yayah melihat raut muka Rangga.

"Mbak! Pasien yang bernama Kiki di kamar Aster nomor lima itu, apa dia pindah kamar atau di mana??" tanya Rangga di bagian informasi.

"Oh, sebentar, saya cek!" jawab perawat itu.

Rangga menunggu perempuan itu dengan tak sabar.

"Pasien dari kamar ruang Aster nomor lima sudah diperbolehkan pulang, Kak!" jawab perawat itu.

"Lho?? Kenapa nggak menghubungi keluarga pasien dulu? Dengan siapa dia pulang, Mbak??" tanya Rangga emosi.

"Maaf, saya kurang tau, Kak," jawab perawat itu takut.

"Apa dia udah sehat benar??" Rangga merasa gusar.

"Tentu jika pasien belum sehat benar, kami tak berani mengijinkan pulang, Kak," jawab perawat itu.

"Baiklah, setidaknya dia udah sehat," ujar Rangga akhirnya.

"Makasih, Mbak."

"Ya, Kak. Sepertinya pasien dari kamar nomor lima belum lama keluar dari kamar rawat," ujar perawat itu.

"Oh, terima kasih. Saya akan mencarinya di depan." Rangga bergegas menemui Bu Yayah.

"Apa dia pulang dengan Ferry itu?" gumam Rangga sembari berjalan.

"Bibi, ayo kita pulang! Mungkin Kiki udah dalam perjalanan pulang!" ajak Rangga.

Bu Yayah mengangguk bingung, "Lho, kok udah pulang, apa udah sehat benar?"

"Katanya sih begitu," jawab Rangga.

Saat itu taksi Yuki telah tiba. Gadis itu menaiki taksinya dan taksi melaju meninggalkan rumah sakit tepat saat Rangga dan Bu Yayah keluar dari pintu rumah sakit menuju ke parkiran.

"Dengan siapa dia pulang, Ngga? Kenapa nggak nunggu dijemput??" tanya Bu Yayah sambil masuk ke mobil.

"Aku nggak tau, Bi. Setauku, malam itu dia ditunggui sama yang namanya Ferry, kakak semesternya di kampus."

"Pacarnya, bukan??" tanya Bu Yayah melotot.

"Bukan, Bi. Dia ketua BEM kampus Kiki ...." jawab Rangga pelan.

"Oh, bagus lah, bukan pacar. Nggak aneh-aneh anak itu."

Bibi ini, saat seperti ini aja masih mikir aneh-aneh ... semoga dia baik-baik saja sampai di rumah.

1
ℳ𝒾𝒸𝒽ℯ𝓁𝓁 𝒮 𝒴ℴ𝓃𝒶𝓉𝒽𝒶𝓃🦢
akhirnya ada guna nya juga hidup nya queensya 😂
Denisya putri
thanks thorr.. bnyak bgt pelajaran yg sangat berharga dr kisahnya... walaupun ada yg bilang mbulet,tp menurutku ada alasan knp di ulur2 karena point nya di akhir cerita.. 🥰❤️🙏 semngat berkarya sehat selalu othor.. 😘
Denisya putri
amazing... 🥰🥰❤️❤️😘
Denisya putri
gooodd... 🥰🥰❤️
Denisya putri
makanya jd orang yg jujur ,, bingung kepalang kn ente jadinya.. 🤣🤣🤣😜
Denisya putri
hmpir ada setan lewat.. 🤭🤭🤪
Denisya putri
wkwkwk jancukk ngakak2 bacanya.. 🤣🤣🤣🤣 mkasih thorr bagus bgt komiknya.. 🥰🥰😘😘
Denisya putri
wkwkwk seneng pas moment kiki sma bu yayah.. selalu senyumm 😁😁🤣🤣🥰🥰
Denisya putri
lucuu jugaaa wkwkwk.. 🥰🥰🤣🤣
Memyr 67
𝗲𝘁 𝗱𝗮𝗰𝗵 𝗸𝗶𝗸𝗶, 𝗷𝗮𝗻𝗴𝗮𝗻 𝗰𝗲𝗻𝘁𝗶𝗹 𝗱𝘂𝗹𝘂. 𝗶𝗻𝗴𝗮𝘁 𝗺𝗶𝘀𝗶
Miller_Xheonandra
aku udah baca cerita ini berulang kali, tapi aku ngga pernah merasa bosan...thank you buat penulisnya 🙏🏻
Dwi Hariyanti
Kecewa
Dwi Hariyanti
Buruk
Kacong Kacung
Lumayan
Anisah
Luar biasa
danny melati
ceritanya baguss,,sukaaaaa
Putudina Nurhayanti
Luar biasa
Sunny Kuy
dari awal EMG Yuki jdhx Rangga😁
Elfrida Darti
ckckck...ketua BEM kok licik
Elfrida Darti
kayaknya bu Yahya ini memang sudah disuruh oleh papanya Yuki. Settingan untuk melatih mental Yuki dan juga belajar hidup...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!