NovelToon NovelToon
Dari Musuh Jadi Candu

Dari Musuh Jadi Candu

Status: sedang berlangsung
Genre:Dijodohkan Orang Tua
Popularitas:8k
Nilai: 5
Nama Author: Martha ayunda

Clara Adelin, seorang gadis bar bar yang tidak bisa tunduk begitu saja terhadap siapapun kecuali kedua orangtuanya, harus menerima pinangan dari rekan kerja papanya.
Bastian putra Wijaya nama anak dari rekan sang papa, yang tak lain adalah musuh bebuyutannya sewaktu sama sama masih kuliah dulu.
akankah Clara dan Bastian bisa bersatu dalam satu atap? yuk simak alur ceritanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Martha ayunda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

gelisah.

Clara meremas jari jemarinya yang lentik, sesekali wajah cantik itu menoleh kearah harum jam di kamarnya, Mira dengan setia menemani sahabatnya itu sambil sesekali membetulkan gaun yang membalut tubuh Clara.

"anak papa sudah siap?." Edy masuk ke kamar anaknya sambil tersenyum bahagia, pria itu sudah rapi dengan setelan jas resmi.

"pa, kayak main undian gak sih kita ini!." ucap Clara sarapan bangkit berdiri lalu menghampiri papanya.

"ha? Main undian bagaimana?." Edy mengernyitkan keningnya, begitu juga dengan Mira yang dari tadi menemani Clara.

"ya tentang pertunangan ini pa, aku sama sekali belum tahu wajah pria yang akan papa jodohnya sama aku itu, bagaimana kalau ternyata dia itu jelek, dekil, tonggos dan bau keringat?." ucap Clara dengan nada cemas.

"hahahaha... kamu pikir papa Setega itu sama anak papa yang cantik ini? Papa juga nggak mau dong merusak keturunan, iya gak mir?." ujar Edy sambil menoleh ke Mira.

"Eeh... Ya aku nggak tau juga om, kan aku juga gak tau calon tunangannya Clara."

"haisshh! Kalian berdua itu sama saja."

"ya kalau gak ada kesamaan mana mungkin kita bisa bisa sahabatan om." jawab Mira sembari terkekeh kecil.

"tau lah pusing om sama kamu dan Clara! Ya sudah ayo berangkat, gak lucu kalau yang punya hajat datang terlambat." ajak Edy seraya berjalan keluar kamar Clara.

"yuk cla, jangan terlalu di pikirkan, biar nanti aku yang mikir."

"stres kamu ya?." Clara melotot ke sahabatnya.

"hehehehe... Santai cla, aku bakal ngedukung kamu kok, apapun nanti hasilnya." ujar Mira Sembari berjalan beriringan menuruni anak tangga.

"mir, enak ya kamu ngomong kayak gitu, bagaimana kalau kamu di posisi aku ha?."

"ya aku jelas nggak mau lah cla!." sergah Mira buru buru lalu tertawa kencang.

"dasar sahabat gak ada akhlak!." umpat Clara.

Keduanya melenggang menuju pintu utama karena Edy sudah menunggunya di dalam mobil, Clara masih murung meskipun Mira berusaha menghibur dalam perjalanan menuju hotel tempat acara pertunangan akan berlangsung.

"mir." Clara menyentuh punggung tangan Mira.

"apa?." Mira langsung menoleh lalu menatap wajah sahabatnya yang makin terlihat tegang.

"bagaimana kalau dia jelek, aku bisa jadi bahan olok olokkan teman teman kantor. belum lagi kalau sampai giginya tonggos."

"yaampun Clara! Apa sih yang kamu pikirkan? kamu kan sudah pernah ketemu sama calon mertuamu, ya tinggal kamu bayangkan saja, jika papa dan mamanya sempurna, pasti anaknya juga tampan." ujar Mira gemas dengan sahabatnya itu.

"tapi mamang penjual nasi uduk di ujung gang sana orangnya lumayan ganteng, istrinya juga cantik, tapi kenapa anaknya kok jelek?." balas Clara makin galau saja ekspresinya.

"hahahaha.... Ya mungkin saja itu anak pungut si memangnya cla, kamu ini ada ada saja." Mira justru terpingkal pingkal mendengar dan melihat ekspresi Clara saat ini.

"Clara Clara... Kalau papa bilang ganteng ya ganteng, nanti papa jamin kamu bakal langsung jatuh cinta deh!." ujar Edy menimpali.

"iihh... Papa bikin sebal deh!." Clara langsung membuang muka.

Perjalanan mendadak sunyi karena Clara berhenti merengek dan menduga duga akan jodohnya nanti.

Sementara di tempat lain Bastian tak kalah deg deg gan, pria itu berjalan mondar mandir di dalam kamar hotel, Arga yang menemani dari tadi hanya bisa menatapnya dengan gemas.

"Stop Napa kau itu, duduk manis gitu gak bisa ya?." tegur Romy sambil melempar bungkus rokok kearah sepupunya itu.

"he bro! aku ini lagi panik, bagaimana kalau ternyata cewek itu gendut?." Bastian menyugar rambutnya.

"ahahahaha.... Terima nasib aja, lagian siapa suruh ho'o saja di jodohkan dengan wanita yang belum pernah kamu jumpai." ledek Romy yang langsung ngakak.

"sialan Lo!." umpat Bastian.

"Romy, kamu ngetawain apa?." Ratih yang baru saja masuk langsung menegur keponakannya yang sedang tertawa sampai guling guling diatas ranjang hotel.

"eh Tante, itu si Tian, katanya takut nanti kalau ternyata tunangannya itu wanita gendut, hahahaha...." Romy kembali tertawa.

"hiss! kalian ini ngomong apa, ayo lekas keluar, papa sudah nungguin kita." ajak Ratih.

"awas hati hati, entar kamu di peluk sama wanita gendut, udah gitu jelek lagi." ledek Romy yang makin membuat Bastian tidak tenang.

(huufff! Untung kau gak ngundang anak anak kantor, kalau sampai mereka tahu, bisa jadi bahan gibah aku nanti, apalagi di cempreng Clara itu, dia paling antusias kalau menguliti aibku.) batin Bastian seraya ikut keluar dari dalam kamar hotel.

Sementara di dalam ruangan yang megah itu sudah di penuhi oleh para tamu undangan yang terdiri dari sanak saudara kedua belah pihak, Clara meminta ijin ke toilet terlebih dahulu karena saking gugupnya dia sampai pengen pipis sedari tadi.

"jangan lama lama nak, acara akan segera di mulai, Mira, kamu antar dia gih." ucap Edy.

"iya om." Mira berjalan terburu buru mengejar Clara yang berjalan seperti orang di kejar setan.

"bruukk!." di belakang panggung Clara menabrak tubuh seseorang.

"cla-clara!." Bastian terperanjat kaget.

"kamu! Bisa minggir gak sih, sudah tau ada orang buru buru." omel Clara seraya menaikkan gaunnya agar tidak menghalangi langkahnya.

"ngapain kamu disini? siapa yang ngundang?." Bastian langsung terlihat pucat.

(mati aku! Bagaimana kalau sampai dia tahu calon istriku nanti gendut!.) batinnya.

"harusnya aku yang tanya, ngapain kamu datang ke gedung ini?." mata Clara melotot tajam.

"udah cla ayo." ajak mira seraya menyeret tangan Clara.

"mir, bagaimana nanti kalau ternyata calon suamiku jelek, pasti si tiang listrik itu akan menertawakan aku sepanjang masa." bisik Clara.

"udah ah! Dari tadi itu terus yang kamu katakan, coba berdoa supaya dapat yang ganteng dan tajir gitu!." balas Mira seraya membawa Clara ke arah toilet.

"duduk disini dulu sambil menunggu acara dimulai." sambut Burhan menahan anaknya agar tidak ke depan terlebih dahulu.

"kenapa gak langsung masuk saja sih pa, apa jangan jangan dugaanku benar?." tanya Bastian yang terpaksa menuruti perintah papanya.

(bagaimana ini, mana disini ada gadis tengil itu, bisa hancur reputasiku nanti di kantor!.) Bastian makin tegang menghadapi acara pertunangan yang sebentar lagi akan berlangsung.

"lagian siapa sih yang ngundang dia! Bukankah kata papa dan mama cuma dihadiri oleh saudara dekat saja?!." gerutu Bastian sembari duduk dengan gelisah, kedua tangannya meremas lutut, sesekali ia mencoba mengintip kearah dalam yang terhalang oleh dekorasi ruangan.

matanya menyipit saat melihat ada gadis tambun masuk ke dalam sambil menggandeng tangan seorang wanita paruh baya, dada Bastian makin berdetak kencang. Karena gadis berbadan subur itu memakai gaun pesta yang sangat mencolok.

(jangan jangan dia orangnya!.) batin Bastian yang semakin tidak bisa duduk dengan tenang.

1
Nur Halida
cinta pertama yg buat marina merana dan bisa membunuh orang mencintainya.. makan tu cinta pertama😄😄😄
Martha ayunda: cinta yang menyesatkan ya kak 🤭
total 1 replies
Nur Halida
setelah sekian lama baru sadar kau marina..
Martha ayunda
masa harus sama Eria sih kak, bisa bisa perang tiap hari 😄
Nur Halida
buatlah marina sadar thor dan si sofyan dan keluarganya minggat dari kehidupan bima . biar bima bisa bahagia dg eria juga gak apa🤭
Nur Halida
bener eria
Nur Halida
mampus kau marina .. awas aja kamu kalo masih percaya dan belain si sofyan..
Martha ayunda: 😄 kebangetan kan
total 1 replies
Nur Halida
kan bener kan marina gak percaya sama bima... kasian banget bima
Martha ayunda: 🤭 kk paling bisa deh
total 1 replies
Nur Halida
pasti si sfyan bisa ngeles dan marina makin benci bima...
Nur Halida
next thor..
Martha ayunda: siap kk
total 1 replies
Martha ayunda
iyankak iya 😄
Nur Halida
jangan salah ya bas .. bimaku itu ceo tauuuuu mungkin fia lebih kaya dari kamu
Nur Halida
bima emang keren eria... aku fansnya bima 😄
Nur Halida
udah gak apa2 clara sama bastian .. bima sama eria aja yg imut2😄😄
Martha ayunda: kak nur ame siape dong? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
udah ada calon pelakor rupanya. ...
Martha ayunda: apakah benar begitu? 🤭
total 1 replies
Nur Halida
ehhh siapa nih yg sensi??
Martha ayunda: siapa ya? 🤔🤭
total 1 replies
Nur Halida
yaaaahh akhirnya clara sama bastian juga nikahnya ... semoga bima dapet jodoh yg lebih baik dan lebih s3galanya dari clara ...
Nur Halida
aku selalu mendukungmu bima..😍
Martha ayunda: kirain dukung authornya 😄
total 1 replies
Nur Halida
pokoknya aku tetap dukung bima dan clara ... gak suka banget sama bastian
Martha ayunda: 😭 kak
total 1 replies
Nur Halida
kok bisa sih ada ibu kayak gitu .. jahat banget.. apa di dunia nyata juga ada ya ibu kayak gitu?
Martha ayunda: ada kak di daerah othor, anaknya jadi gila.
total 1 replies
Nur Halida
bagus bima .. kamu harus bertindak tapi maennya yg cantik ntar nenek sihirnya gak percaya sama kamu ... buat mama kamu menyesal bim karena udah nyakitin kamu dari dulu
Martha ayunda: siap kk 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!