NovelToon NovelToon
Wasiat Dari Mama

Wasiat Dari Mama

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Tamat
Popularitas:2M
Nilai: 4.8
Nama Author: Defani Zulfa

Mungkin bagi sebagian orang hal ini aneh, namun bagiku ini memang nyata. Aku anak ketiga dari empat bersaudara. Entah itu keberuntungan atau kesialan. Sejak dari kecil mama selalu melarang dan menyuruh aku ini itu. Ketika aku memprotes perintah mama, ia selalu bilang "Lakukan saja perintah mama kalau kamu tidak mau terkena musibah,".

Awalnya aku tak percaya dengan kata mama, namun semakin aku beranjak dewasa aku mulai paham dengan kata-kata mama. Aku menyesal, kenapa aku baru sadar akan kata-kata mama disaat musibah itu datang. Ya aku tidak melakukan perintah mama ketika aku telah menyelesaikan studi ku. Seharusnya aku ikut mama dan papa pulang, namun aku membantah perintah itu.

Hingga suatu hari, keputusan ku itu menyebabkan mama jatuh sakit. Sebelum mama pergi untuk selama-lamanya, ia berwasiat kepada ku untuk menikahi perempuan pilihannya sesegera mungkin.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Defani Zulfa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

C-27

Gilang

Susah payah aku berusaha untuk meyakinkan gadis itu. Dan akhirnya setelah bujukan dari bapaknya dan Abah dia menerima ku.

Dan pagi ini kami akan mengadakan pernikahan. Di ruang mama, telah berkumpul semua keluarga ku, Abah, bapaknya dan penghulu. Jujur saja aku juga tidak siap untuk menikah. Tapi demi mama, mau tak mau aku harus melakukannya. Setelah ijab qobul selesai, gadis itu masuk keruangan mama di temani oleh bunga. Aku sempet tak terkejut melihat nya. Aku baru sadar bahwa dia sangat cantik.

Setelah mereka masuk, bapak menyerahkan anaknya kepada ku. Bapak juga berpesan kepada ku, untuk menjaga anaknya ini dengan baik dan bisa membimbingnya ke jalan yang benar. Setelah itu, dia salimi tanganku dan tak lupa dia kecup. Akupun melakukan hal yang sama, ku pegang kepala nya. Ku lafalkan beberapa dia di kepala nya dan kucium keningnya.

Setelah kami menandatangani surat-surat pernikahan kami. Ku ajak dia untuk mendekati mama. Mama memegang tangan kami, dan berpesan. Kami harus saling mencintai satu sama lain. Saling mendukung dan tidak boleh berpisah dengan perceraian. Dan masih banyak lagi pesan-pesan mama.

Beberapa saat kemudian tiba-tiba mama kejang. Ku langsung mengecek keadaan nya. Papa juga membantu ku. Kami berusaha agar keadaan mama membaik. Namun takdir berkata lain. Mama menghembuskan nafas terakhirnya.

Mengetahui keadaan mama yang seperti ini membuat ku terpukul. Jujur aku sangat sedih. Air mata ku terus keluar dari mataku. Tak hanya itu darah juga sudah memenuhi tangan ku. Karena aku berkali-kali memukul tembok yang tidak punya salah dengan ku. Namun aku bingung dan ingin melupakan emosi ku. Jadilah tembok jadi sasaran ku. Karena tak mungkin aku memukuli orang-orang yang ada disini. Papa berusaha untuk menghentikan aksiku. Dia juga menenangkan ku.

Setelah kebahagiaan datang pada kami. Sekarang kesedihan mendatangi kami. Tidak ada satupun yang tidak menangis. Papa sudah berusaha, tapi tidak bisa menyelamatkan mama. Papa memanggil beberapa perawat dan menyuruh nya untuk melepas semua alat yang menempel di tubuh mama. Karena jujur saja walau aku, papa, bunga dan kak Ilham yang sebenarnya bisa melakukan itu tapi untuk kali ini tidak ada yang sanggup untuk melakukan itu.

Papa memintaku untuk membersihkan luka di tangan ku. Segera ku ambil p3k di ruangan itu. Saat aku sedang membersihkan nya, gadis itu mendekati ku. Dan dia membersihkan luka di tangan ku.

"Sini, biar saya bantu" ucapnya

"Apa kau bisa"

"Kenapa tidak, saya juga pernah ikut organisasi PMI di sekolah. Walau hanya setahun sih."

"Oh...."

Setelah selesai kami kembali pulang mengikuti mobil ambulans yang membawa mama. Setibanya di rumah, semua sanak keluarga dan beberapa rekan kerja sudah berkumpul.

Waktu terus berjalan, kami segera mengantarkan mama ke peristirahatan terakhir nya. Beberapa orang telah meninggal kan tempat ini. Namun tidak dengan ku, aku tetap duduk disamping kuburan mama.

Saat aku masih asik memandang nisan mama. Tiba-tiba ada yang menepuk pundak ku.

"Dok, sudahlah. Jangan terlalu larut dengan kesedihan. Marilah kita pulang, ini sudah larut" ucapnya

Aku melihat padanya, kupandang wajahnya. Tapi dia menundukkan wajahnya.

"Bisakah kita pulang sekarang" ucapnya lagi.

"Saya ingin disini, jika kamu ingin pulang. Pulanglah dulu, tidak usah mengajak saya."

"Gilang, dengarkan dia nak. Ini sudah sangat sore. Sebentar lagi Maghrib" ucap papa

"Baiklah pa"

Akupun setuju dengan permintaan mereka. Kami pulang dengan mengendarai mobil. Dan hanya bertiga bersama sopir. Karena yang lain sudah pulang dari tadi.

Setibanya di rumah, aku langsung ke kamar. Dan tidak memperdulikan yang lain. Ku bersihkan tubuh ku, dan melakukan solat magrib. Kali ini aku ingin sendirian, jadi aku tidak bergabung dengan keluarga ku.

Sejak ke pulangan ku dari pemakaman aku mengunci diriku di kamar. Sampai ada ketukan pintu yang menggangguku.

Tok..... Tok..... Tok.....

Berkali-kali pintu itu di ketuk, tapi ku abaikan. Ku pikir akna berhenti sendiri kalau sudah capek. Tapi pemikiran ku salah, pintu itu terus di ketuk dari luar dan semakin lama semakin keras. Al hasil aku bangkit untuk membukanya.

"Ada apa" tanyaku

"Saya cuma mau mengantarkan makan malam anda. Tadi papa bilang kamu tidak ikut makan malam. Dan dia menyuruh ku untuk mengantarkan makanan ini padamu"

"Oh..." ku ambil nampannya dan aku kembali masuk ke kamar

Jujur saja aku juga lapar. Tapi aku malas untuk melakukan apapun untuk sekarang. Karena sudah ada makanan di depan ku. Segera ku habiskan makanan itu.

Tunggu dulu, bukan nya tadi gue udah nikah ya. Tapi kemana istri ku, kenapa dia tidak di kamar ini. Apa dia tak mau sekamar dengan ku. Entah lah, ku habiskan makanan ku dulu. Baru cari dia.

Selesai makan aku mengembalikan piring ke dapur. Dan sambil mencari sosok gadis yang telah menjadi istri ku. Namun ke segala ruangan tak ku temukan dia. Aku kembali kekamar, dan saat melewati sebuah kamar tamu. Entah mengapa aku ingin masuk ke kamar itu. Tak pikir apapun aku masuk ke kamar itu.

Ternyata tidak di kunci. Ku lihat kamar itu dan menemukan istri ku. Dia sudah tertidur, ku hampiri dia. Ku perhatikan dia, kali ini dia tidak memakai jilbab nya. Rambut nya panjang dan sangat lembut nan halus. Tak lama kemudian aku juga ngantuk, aku ikut tidur di sampingnya.

1
Dahlia Anwar
bukan gitu Thor nulis nya tolong di revisi
Wiji Bajay
mampir 😘
Micke Rouli Tua Sitompul
perempuan gila
Priskha
lama2 jd bosan bacanya
Anwar Sinurat
wahhh tikohnya buanyak jg iya thor
Desi Susanti
pakai gue aja thor.kalau sama teman.kecuali sm org tua apa yg d tuakan.
Desi Susanti
kayaknya bgs ni novel.semoga y thor.
Umi Machmudah
ceritanya sangat bagus
Nina Puji Handayani
kayaknya menarik, apalagi berhubungan sama pondok,aq suka
silvia🙋‍♀️
lanjut thor...kyknya seru nich
♡👿 [V]aM|P!R} 👿♡
lebih suka pengenalan visual nya dr pada ciri2 nx 😁
IntanhayadiPutri
Hy, aku udah mampir lagi tambah like dan jangan lupa mampir pake novel baruku 🙏

RAEL BELLA

Termiakasih🙏
IntanhayadiPutri
Hy, aku udah mampir lagi nambah like dan jangan lupa mampir pake novel baruku 🙏

RAEL BELLA

Termiakasih🙏
IntanhayadiPutri
Aku mampir nih kak, udah 5 like dan 5 rate juga.. jangan lupa mampir ya ke ceritaku

TERJEBAK PERNIKAHAN SMA

makasih 🙏🙏
sri mamaBima
awal cerita nikmati dulu bacax
Key
Bukan amin tp Aamiin..Krna slh huruf dh beda lg artinya
Wahda Mursalina
suka...
Andriyah Nurhidayati
iya ki meski masih muda dan baru lulus SMA paling gak tahu kewajiban istri thdp suami sebagai muslim, lha ini si Nabila kaya jebolan sekolah biasa aja nggak ada adabnya sama suami, yang realistis thor meski cuma di dunia novel, bsok lagi klo buat cerita jgn kayak gini
Wahda Mursalina
tegang
Andriyah Nurhidayati
Kok bosen ya bacanya ra ndang ketemu agak gak masuk akal cari jodoh berdasarkan mimpi dan feeling, walau cma crita novel logika dan realistis, ini th berapa thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!