#KARYA ORIGINAL!!#
Update setiap hari.
Fang Tian, seorang pemuda berumur sekitar 20 tahun. Saat sedang berjalan santai di tepi pantai, sebuah pesawat kecil menukik tajam kearahnya dan membunuhnya.
Tapi hal yang tidak terduga terjadi, dia menyebrang ke dunia kultivasi, di mana kekuatan adalah segalanya. Hidupnya sangat berat selama tiga bulan, hingga akhirnya dia membangkitkan sistem yang ditunggu-tunggunya. Hidupnya berubah seratus delapan puluh derajat, menggapai puncak dengan bantuan sistem.
Tidak hanya itu, dia mendapatkan istri yang sangat cantik yang sebenarnya adalah seorang yang sudah bereinkarnasi sebanyak enam kali!!
Tanpa dia sadari, ternyata ada sebuah belenggu yang mengekangnya agar tidak bisa berkembang, memaksimalkan potensi aslinya.
Siapakah yang sebenarnya memasang belenggu pada istri Fang Tian? Apa mereka berdua dapat melepaskan belenggu itu?
Penasaran dengan cerita mereka, silahkan baca....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nur_Afif, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27 - Kuil Kuno
Pusat dunia saku Limited Mirror Realm.
Sebuah kuil berdiri kokoh di antara banyaknya pohon yang mengelilinginya, seolah melindungimu dari dunia luar. Ukurannya lumayan besar dengan kondisi yang jauh dari kata baik–rusak termakan waktu.
Pilar-pilar batu menjulang tinggi nampak retak, dan dipenuhi lumut. Meski begitu, jejak keagungan masa lalu masih terasa dalam setiap ukiran yang menghiasi dinding.
Sesaat setelah melangkah kaki ke dalam halaman kuil, angin berhembus pelan, membawa aroma kayu lapuk dan debu .Suara desirannya seperti teriakan misterius, seakan sedang berbisik memberikan rahasia yang telah terkubur sangat lama.
Didalam kuil, cahaya matahari masuk melalui celah-celah atap yang runtuh dan dinding yang yang retak-retak. Debu-debu terlihat melayang di udara saat terkena sinar matahari.
Dikatakan, kuil ini menyembunyikan harta langit dan bumi, peninggalan zaman kuno. Batu giok bercahaya, gulungan teknik surgawi, atau mungkin sebuah benda yang memancarkan energi tidak terbayangkan.
Itu yang dikatakan orang-orang, tapi kenyataannya.....
"Sial!... Harta apa? ini hanya tempat jelek yang berdebu saja. Apa mungkin aku salah tempat ya?"
Qing Lian berjalan menyusuri lorong kuil, reruntuhan bangunan ada di mana-mana, debu menyebar dan jaring laba-laba ada di setiap sudut.
"Apa aku salah tempat ya? Dari tadi tidak ada apa-apa di sini, bahkan aku tidak merasakan hawa keberadaan makhluk hidup apapun."
Walau dia bilang seperti itu, rasa penasarannya masih menuntunnya untuk terus berjalan, menyusuri kuil lebih dalam. Dan benar saja, setelah beberapa saat, dia menemukan sebuah pintu besar yang terkunci rapat.
"Sebuah gerbang.... Dan..... Array formasi...." ucapnya sambil mengamati gerbang di depannya. Matanya menunjukkan rasa tertarik.
"Menarik.... Tapi, formasi kecil seperti ini tidak bisa menghalangiku."
Saat Qing Lian menyentuh gerbang di depannya, suara mekanik terdengar, seperti ada mekanisme yang terpicu.
Kreeet....
Suara bergemuruh, udara bergetar dan dari kegelapan, cahaya merah menyala muncul. Dua raksasa batu perlahan bangkit dan berjalan menuju Qing Lian.
Tubuhnya terbuat dari bebatuan kuno, ukiran rumit terlukis di setiap inci tubuhnya. Sepasang mata merah menyala, seolah memberi peringatan untuk tidak mendekat lebih jauh.
"Oh... Makanya dari tadi aku tidak merasakan hawa keberadaan makhluk hidup, ternyata di sini adanya golem."
Dua golem perlahan berjalan, langkahnya berat namun tidak terhentikan. Mata merahnya menatap Qing Lian dengan hawa membunuh, tujuannya hanya satu, yaitu memusnahkan penyusup.
Boom....
Tanpa peringatan, tangan besarnya menghantam Qing Lian. Debu beterbangan kemana-mana dan lantai retak membentuk cekungan dengan garis-garis seperti jaring laba-laba.
"Fyiuh.... Mengagetkan saja."
Suara Qing Lian tiba-tiba terdengar tepat di samping golem, nadanya santai seperti tidak terjadi apa-apa. Golem itu jelas terkejut, walau kecerdasan tergolong dangkal, tapi dengan naluri yang sudah dibentuk ribuan tahun, dia tahu lawannya kali ini sangat berbahaya.
Boom.... Boom...
Golem itu menyerang kembali, serangannya membabi buta, menghancurkan segalanya di sana. Golem yang satunya lagi juga tidak ingin diam saja, dia ikut menyerang Qing Lian.
Walau daya ledaknya luar biasa besar, kecepatan tidak bisa mengimbanginya sehingga Qing Lian dapat dengan mudah menghindari semuanya.
"Apa hanya ini yang kalian punya? Lemah! Kalau begitu aku akan mengakhirinya sekarang!"
Qing Lian melompat ke sana ke sini, menghindari semua serangan kedua golem dengan kecepatan yang menakjubkan. Kemudian dia melompat jauh, menjaga jarak dari keduanya.
Dia menyimpan salah satu pedangnya, tatapannya tajam, satu pedang di genggaman erat di tangannya.
"Titan Fang Teknique, gerakan pertama, Fang Cleave!."
Dalam sekejap, Qing Lian menghilang dari tempatnya.
Slash!... Bruk...
Dia kembali muncul tepat di depan di salah satu golem, pedangnya menebas cepat secara diagonal, kecepatan dan kekuatan sangat luar biasa.
Namun yang mengejutkan adalah, golem itu berhasil menahan serangan Qing Lian menggunakan kedua lengannya hingga putus.
Jelas Qing Lian terkejut, tapi tidak terlalu mempedulikannya. Dia kemudian membentuk kuda-kuda, pedangnya di tarik kebelakang dengan posisi siap menusuk.
"Titan Fang Teknique, gerakan kedua, Stone Fang Thrust!.."
Jleb.... Dam....
Qing Lian menusukkan pedangnya dengan kecepatan luar biasa dan presisi tinggi, menargetkan titik lemah golem.
Serangan itu langsung menembus tubuh keras golem, membentuk lubang besar, seperti sebuah donat yang bolong tengahnya.
Mata merahnya langsung meredup dan kemudian hancur, bebatuan yang membentuknya langsung terjatuh menjadi reruntuhan.
Namun, ini belum selesai, masih ada satu golem lagi. Dan benar saja, tepat setelah Qing Lian menghabisi salah satu golem, golem satunya menyerang dengan kekuatan yang luar biasa.
Boom!....
Untungnya, Qing Lian berhasil menahan serangan itu menggunakan pedangnya. Posisinya kokoh dengan sedikit melebar dan pedang di angkat secara diagonal di atas kepala.
Seluruh berat tubuh didistribusikan secara seimbang untuk menahan benturan, sehingga dapat menahan serangan golem.
Qing Lian mengayunkan pedangnya keatas, hingga menghempaskan golem. Keseimbangannya terganggu dan hampir terjatuh.
Memanfaatkan ini, Qing Lian menyerang balik. Dia langsung menusuk mata golem hingga hancur dan seluruh tubuhnya langsung meluruh menjadi bebatuan.
"Oh... Ternyata matanya yang menjadi kelemahannya."
Setelah menghabisi semua golem penjaga, ini saatnya untuk mencari tahu apa sebenarnya yang berada di dalam gerbang.
Batu besar raksasa berdiri kokoh di hadapannya, tertutup rapat oleh formasi kuno yang berdenyut dengan cahaya samar.
Simbol-simbol kuno berputar di permukaannya, membentuk pola yang rumit. Tidak semua orang bisa melihat ini, hanya ahli formasi dan orang yang memiliki pengetahuan yang mendalam tentang formasi dan kompleksitasnya saja yang bisa melihatnya.
"Formasi ini telah di buat sangat lama, mungkin sudah ribuan tahun dan belum ada yang berhasil menguraikannya," gumam Qing Lian sambil mengotak-atik formasi.
"Yah, itu wajar sih, formasi ini dari dunia atas, tidak mungkin ada orang dunia bawah yang bisa menguraikannya, kecuali entitas sepertiku."
Qing Lian memegang pintu dan mengotak-atik formasi di dalamnya, tangannya bergerak cepat, terlihat sangat ahli.
...
Setelah lima menit, akhirnya Qing Lian berhasil membuka array formasi yang mengunci pintu. Simbol-simbol yang kuno yang berputar di permukaan berhenti berputar.
"Selesai," ucapnya sambil tersenyum tipis. "Karena sudah dipasang ribuan tahun, jadi lebih mudah untuk diuraikan."
Simbol-simbol kuno masih ada di permukaan pintu, hanya saja aliran energinya terlihat berbeda dari tadi. Alih-alih membongkarnya, Qing Lian lebih memilih untuk mengurai energi yang mengatur formasi.
Pintu terbuka perlahan, memperlihatkan ruang besar yang ada di balik pintu.
Qing Lian melangkahkan kakinya, masuk kedalam ruangan. Ukiran-ukiran rumit terlukis di dinding yang tampak sudah terkikis oleh waktu.
Di salah satu dinding kuno, sebuah mural membentang megah, warnanya sudah agak kabur dan samar namun masih menyimpan jejak keagungan masa lampau.
Mural ini seolah memanggil Qing Lian untuk mendekat. Dia berjalan perlahan, mendekati mural, matanya meneliti setiap detail. Ada ketertarikan tersendiri didalam pandangannya.
Mural itu menggambarkan dunia di dalam kubah yang tidak terlihat, di mana manusia hidup dalam keterbatasan tanpa menyadarinya.
Mereka berjalan di jalan yang sama setiap hari, mengikuti hukum dan takdir yang sudah ada tanpa mempertanyakan batasan yang mengurung mereka.
Di tengah mural, seorang kultivator muda berdiri dengan tatapan penuh keraguan. Tidak seperti yang lainnya, matanya tidak hanya melihat tapi juga mencari sesuatu.
Lebih jauh di mural, sosok lain tergambar dengan berbagai sikap. Ada yang bersujud pasrah di bawah langit buatan, ada yang menatap langit dengan tatapan kosong, ada pula yang mencoba untuk mendaki gunung dalam bayangan kubah, hanya untuk berhenti di titik yang tidak bisa dia jelaskan.
Namun di tepi mural, satu sosok di gambarkan telah menembus batas. Jubahnya berkibar dalam angin dunia luar. Matanya menatap cakrawala yang luas.
Di bawah mural, ada tulisan kuno yang sudah samar-samar, namun masih bisa di baca.
"Bukan hanya kekuatan yang menghancurkan batas, melainkan tekad, kesadaran, dan keteguhan hati. Mereka yang berani melihat dengan hati, akan menemukan jalan keluar dari kubah ilusi."
Qing Lian melihat dengan kagum, "sebagai besar aku paham maksudnya, tapi ada beberapa hal yang tidak aku mengerti."
Setelah melihat, dia berjalan-jalan, mengeksplorasi tempat itu.
Setelah beberapa saat, dia menemukan sebuah altar yang berada di ujung ruangan. Energi besar meluap-luap dari tempat itu, seperti ada sesuatu yang luar biasa.
Segera, Qing Lian mempercepat langkahnya untuk pergi kesana. Langkahnya semakin cepat seiring waktu, namun dia terhenti setelah ada getaran yang mengguncang.
Dan benar saja, seperti sebelumnya, ada sesuatu yang menjaganya. Ruang terasa menjadi pekat, bergetar dan terlihat rumit.
Sreeet.... Creeet....
Ruang terbelah, memperlihatkan kegelapan yang tidak terujung. Daya tarik yang sangat besar muncul dari celah ruang, Qing Lian berusaha untuk mempertahankan posisinya agar tidak tertarik kedalam celah ruang.
Dengan gigih, Qing Lian mempertahankan posisinya. Kakinya mencengkram erat lantai, hingga terlihat jejak telapak kakinya.
Setelah satu tarikan napas, ada sosok besar yang keluar dari dalam celah ruang. Ukurannya sangat besar, sebuah makhluk yang diciptakan bukan dari darah atau daging, melainkan dari batu kuno yang terlihat sangat kokoh.
Tubuhnya tersusun dari lempeng batu besar yang penuh dengan ukiran kuno rumit. Cahaya keemasan berdenyut di celah-celah tubuhnya, menandakan aliran energi.
Sebuah bola pejal bersinar terang keemasan di dadanya, dan matanya bersinar merah penuh intimidasi.
Qing Lian menatap malas golem penjaga di depannya, "hah... Ini merepotkan!..." keluhnya sambil menghela napas.
selalu nunggu update