NovelToon NovelToon
Sepenggal Kisah Ary

Sepenggal Kisah Ary

Status: tamat
Genre:Romantis / Romansa-Percintaan bebas / Tamat
Popularitas:151.3k
Nilai: 5
Nama Author: AYi

Cerita tentang seorang anak gadis cantik yang cerdas dan memiliki cita-cita menjadi seorang dokter. Gadis itu bernama Aryanti Wihardja, biasa disapa Ary.Dia memiliki seorang sahabat bernama Eno Mundarwati.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan sehari-hari Ary, mulai dari persahabatan hingga kisah cinta Ary. Ary selalu berdo'a agar tidak jatuh cinta terlebih dahulu sebelum menjadi seorang dokter. Dia tidak ingin sekolahnya terganggu dengan urusan cinta.

Akankah Ary jatuh cinta saat di bangku sekolah, kuliah atau setelah menjadi dokter? Yuk kita baca cerita selanjutnya!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AYi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27. Temen Apa Demen

Setelah berpelukan mereka pun menghabiskan es kelapa muda mereka, kemudian mereka kembali melanjutkan perjalanan menuju ke rumah Ary.

"Eh, Ar! Loe tahu gak kalau antara cowok ma cewek itu gak ada yang murni hanya sebatas teman? Pasti ada salah satu dari mereka yang memendam rasa, ada yang diutarakan dan ada juga yang hanya dipendam. Cinta dalam diam, istilah kerennya sih." cerocos Eno sambil menggeber motornya.

"Hmm... Seperti loe yang mendem perasaan loe ke Alex gitu?" tanya Ary dengan entengnya.

Ary memang agak lemot kalau soal perasaan, tapi dia bisa membaca isi hati Eno. Eno yang memendam rasa pada Alex sudah lama Ary diketahui, tapi Ary hanya diam saja.

"Apaan sih!" jawab Eno.

"Kita cuma temenan kok, gak lebih! Beneran gue gak bohong!" kata Eno sambil mengacungkan jarinya membentuk huruf v.

"Demen juga gak apa-apa kok, gue dukung malah" Ary tersenyum karena sudah berhasil membuat Eno gelagapan.

"Loe!" Eno tidak bisa berkata-kata lagi.

Eno pasrah saja dengan apa yang dikatakan Ary. Karena itu memang benar adanya.

"Alex cintanya buat loe, bukan buat yang lainnya. Apalagi gue, gue terlalu bar-bar buat dia. Loe tau sendiri kan, dia sudah mencintai loe dari SMP. And see... Tak ada cewek lain yang bisa gantikan posisi loe di hatinya." jelas Eno.

"Tapi gue hanya anggap temen biasa aja, Eno. Gue gak demen ma dia, maksudnya demen lebih dari sekedar teman." kata Ary.

"Untuk saat ini gue belum pernah merasakan jatuh cinta, dan gue belum ingin. Kalau bisa, gue jangan jatuh cinta dulu sebelum gue jadi dokter." sambung Ary lagi.

"Itu sih maunya loe! Kalau Tuhan sudah berkehendak loe mana bisa menghindar." sahut Eno.

"Kan gak ada salahnya kita bisa memohon kepada Tuhan, agar dijauhkan dari rasa itu. Yang penting kita sudah berdo'a dan berusaha, pasti Tuhan jawab do'a kita." balas Ary.

" Kalau itu sih, rahasia Silalahi! Eh.. rahasia Illahi." jawab Eno cengengesan.

"Hmmm..." jawab Ary.

Tidak terasa mereka sudah sampai rumah Ary. Eno berhenti di halaman rumah Ary.

"Masuk dulu yuk" ajak Ary.

"Gak lah, gue mau mandi terus bocan!" jawab Eno.

"Jam segini molor, gak sehat tau! Habis Ashar itu buat ngaji bukan buat molor!" bentak Ary.

"Karena habis Ashar makanya gue mau pulang, neng! Waktunya mandi!" jawab Eno tak mau kalah.

" Ya udah sana, btw makasih ya tumpangan sama minumnya!" kata Ary sambil melambaikan tangan.

"Assalamualaikum!" kata Eno.

"Wa'alaikum salam warahmatullahi wabarokatuh." jawab Ary.

Ary melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya sambil sholawatan.

"Assalamualaikum Ayah, Ibu" teriak Ary sambil membuka pintu rumah.

"Wa'alaikum salam, kok jam segini baru pulang?" tanya Ayah.

Ary berjalan mendekati Ayah sama Bunda yang sedang duduk santai di teras belakang rumah. Ary menyalami keduanya, kemudian duduk di dekat Ayahnya.

"Tadi singgah dulu minum es kelapa muda sama Eno." jawab Ary sambil mencomot kue di meja.

"Bau asem adek, sudah sana mandi dulu. Sekalian sholat Ashar, tadi belum sholat kan?" kata Ayah.

"Hehehe... masak sih bau? Masih wangi gini dibilang bau." jawab Ary tak mau beranjak dari tempat duduknya.

"Kalau masih wangi, ya gak usah mandi. Yang penting sholat dulu sana." jawab Bunda.

Bunda sudah hapal betul tentang Ary yang malas mandi, kalau sudah duduk bareng keluarga.

"Iya, Ary mandi terus sholat!" jawab Ary sambil berdiri meninggalkan kedua orang tuanya.

***

Malam hari di kamar Bayu.

Malam ini Wasis menginap di rumah Bayu, Wasis sudah biasa menginap di rumah Bayu karena mereka teman dekat.

"Loe kenapa gak jadi nembak Ary? Katanya loe cinta ma dia! Buktikan dong, jangan jadi pengecut!" kata Wasis memanas-manasi Bayu.

"Gimana mau nembak, Ibu mengacaukan acaraku. Harusnya tadi aku nembak Ary, tapi gara-gara Ibu jadi gagal total." sungut Bayu.

Bayu merasa kesal dengan sikap ibunya. Padahal selama ini dia sudah banyak cerita tentang isi hatinya pada sang ibu. Justru ibunya juga yang menentang tanpa dia tahu apa sebabnya.

"Aku kira dulu ibu mendukung aku jalan bareng Ary. Selama ini ibu welcome sama Ary. Bahkan sangat antusias menyambut kedatangan Ary, setiap kali aku bawa Ary ke restoran."

"Kalau sejak awal ibu melarangku pacaran sama Ary, harusnya sejak awal pula ibu memberi tahu. Tidak usah PHP begini." kata Bayu frustasi.

"Gue liat Ary gak terpengaruh oleh kejutan dari Ibu tadi. Dia tetap ceria, bahkan langsung ngucapin selamat ke loe." kata Wasis.

"Dia itu terlalu polos, bro!" jawab Bayu.

"Polos gak pakai baju, gitu?" tanya Wasis sambil tersenyum.

"Dasar omes!!!" Bayu melempar bantal ke arah Wasis.

"Dia itu gak peka sama sekali soal hati. Sudah berulang kali aku kode, gak ngerti juga. Bahkan aku sudah berikan semua waktu dan perhatian khusus untuk dia. Tapi dia tetep aja cuek." keluh Bayu.

"Begitulah kalau berteman dengan lawan jenis. Karena tidak ada yang murni teman antara cowok ma cewek. Salah satu dari mereka pasti ada yang diam-diam memendam rasa. Enaknya sih kalau sama-sama cinta. Kalau cuma sebelah yang memendam sakit, bro!" jawab Wasis.

"Contohnya, loe ma Ary. Loe cinta ke dia, dia cuma anggap loe teman. Loe ma Yuni, loe biasa aja. Yuni cinta mati ke loe kan?!" lanjut Wasis.

"Begitulah cinta, deritanya tiada akhirnya." kata mereka berdua kompak sambil tertawa terbahak-bahak.

"Hahaha..." Mereka menyatukan kedua telapak tangan tanda tos.

"Kamu sendiri gimana sama Amalia? Ada kelanjutannya gak?" tanya Bayu, sekarang giliran Bayu yang mengorek tentang Wasis.

"Gue ma Lia cuma temen doang, ya elah!" jawab Wasis.

"Temen apa demen???" tanya Bayu sambil mengedipkan matanya dengan bibir tersenyum mengejek.

"Temen! Ya elah, gak percaya ni anak." ulang Wasis lagi.

"Mana mau Lia ma gue, gue kan cuma serpihan kaca pecah aja di mata dia." sambung Wasis memelas.

"Gak sekalian butiran debu aja, yang gak terlihat mata?" ledek Bayu sambil tertawa.

"Asemmm loe! Kampret!!!" kata Wasis.

"Hahaha... demen juga gak apa-apa, gak bakalan ku larang" kata Bayu.

" Loe mana mungkin melarang, loe kan sudah ada gebetan sendiri. Dudul!!!" jawab Wasis.

"Makanya ku bilang gak ku larang. Karena hatiku sudah terisi penuh dengan nama Ary.".

Bayu dan Wasis tertawa bersama. Mereka saling mengeluarkan isi hatinya. Membahas wanita pujaan hati mereka.

"Eh, Bay! Tapi beneran gak sih Ibu jodohin loe ma Yuni? Seperti ada yang janggal deh, masak Ibu tiba-tiba aja jodohin loe tanpa pemberitahuan terlebih dulu sebelumnya." kata Wasis heran.

"Iya juga sih, ini yang harus aku cari tau. Apa alasan Ibu tiba-tiba menjodohkan aku ma Yuni." jawab Bayu.

"Baru sadar loe, tadi kemana pikiran loe?" Kata Wasis.

"Mikirin dia lah, masak mikirin kamu!" jawab Bayu.

"Idih, jangan sampai lah! Gue masih normal, walaupun Lia nolak gue masih banyak cewek lain!"

"Nah, ketauan! Kapan Amalia nolak kamu?" tanya Bayu.

"Sudah, lupain masalah gue ma Lia. Yang penting sekarang masalah loe sama Ibu!" kata Wasis.

"Pusing kepalaku, tidur aja! Sudah malam ini, gak baik banyak begadang!" kata Bayu sambil berjalan menuju tempat tidur, kemudian merebahkan badannya.

Wasis pun mengikuti Bayu, karena tidak ada teman ngobrol lagi. Kalau dituruti mereka akan ngobrol sampai pagi.

1
Sulastri Abdi
sepupu itu bukan mahrom jadi nggak boleh bersentuhan kok malah minta peluk di bayu? sebenarnya boleh nikah kok dengan sepupu
Sulastri Abdi
apa authornya orang klaten nih kok pakai klaten sebagai lokasi novelnya. aku orang klaten juga nih
𝕳𝖎𝖆𝖙𝖚𝖘: Klaten kota kelahiran saja, domisili di seberang Mbak 🤭
total 1 replies
Sulastri Abdi
emang lokasinya di klaten kok GOR Gelarsena?
ZaeV92
hadir kakak
𝕳𝖎𝖆𝖙𝖚𝖘: terima kasih 🤗
total 1 replies
Lia Anisa
wah warung apungnya sudah d gusur sekarang.yang bikin novel orang mana nih
⏤͟͟͞Rᵇᵃˢᵉ αииα яσѕє🌹
semangat
¢ᖱ'D⃤ ̐ ༄⃞⃟⚡🕊ᶜᵒᵐᵉˡ🐾
hihii aku baru mampir ka Ayi...
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
uda baca " Menggapai Mimpi " keeereeen ceritanya thoor.....
Dinul
firts komen
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
congrats ya Bay....
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
keren Bayu masuk STAN (Sekolah Tinggi ilmu Akuntansi Negara) tanpa ada tes
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
bs2 ntar Bayu kege'eran tuh krn selalu bs ngobrol bareng kayak orng pacaran aja deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
utk saat ini berteman aja deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
Ary....Ary....jika Alex melihat kedekatanmu dengan Bayu pasti yg ada di pikirannya bahwa km memutuskan dirinya krn Bayu
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
sabar ya Lex...
semoga kamu dan Ary kelak berjodoh deh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
msh SMA jd mending putus aja , ntar klo uda kuliah gpp deeh
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kok di ulang chapter 16 nya 🤔🤔🤔🤔
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
ciiiieee Bayu....ikutan PDKT ke Ary yaaak....
nyaranin Ary ikut pengkaderan biar bs dekat ama Ary kaaaan ???
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
seharusnya tanda koma di letakkan setelah kalimat "kalau tidak"
☠ᵏᵋᶜᶟ𝓡⃟⎼ᴠɪᴘ🍾⃝ͩʀᴇᷞᴛͧ༄⃞⃟⚡☘𝓡𝓳
kok walas mereka , seharusnya kan walas kalian gt ...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!