NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta Uncle Noah

Terjerat Cinta Uncle Noah

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Beda Usia / Cinta pada Pandangan Pertama / Cinta Murni / Si Mujur / Tamat
Popularitas:303
Nilai: 5
Nama Author: Rita Sri Rosita

Ninda adalah Mahasiswi asal Indonesia yang berkuliah di Tu Delft Belanda. Pada hari itu untuk pertama kalinya Ninda harus pergi keluar negri naik pesawat seorang diri, saat akan melakukukan check in Ninda mengalami kecelakkan yang di akibatkan oleh kelalayannya sendiri, saat itu lah dia bertemu dengan seorang pria bernama Noah, pertemuan itu meninggalkan kesan, namun Ninda tak berfikir akan beretemu lagi dengan pria itu, sampai akhirnya di pertemuan keluarga yang di adakan di kediaman Tonny Ayah Tiri Ninda dia bertemu lagi dengan Noah yang ternyata adalah adik sepupu Tonny ayah Tiri Ninda.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rita Sri Rosita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Makan Malam Yang Tak Direncanakan

Setelah kejadian mengerikan hari ini dan berakhir di kantor polisi, Jessica mengundang Ninda, Noah dan Julian untuk makan malam di apartemennya.

"Ok karena aku belanja banyak sekali, aku akan memasak untuk kalian," ungkap Jessica di sambut gembira teman-temanya.

"kau harus tau, Julian itu pandai memasak," Celetuk Noah membuat Julian melirik ke arah Noah.

"Benarkah, aku tidak terlalu pandai memasak sepertinya aku butuh bantuan," sahut Jessica menatap ke arah Julian.

Julian hanya tersenyum sambil beranjak menghampiri Jessica di dapur.

"Mau masak apa?" tanya Julian membuat Jessica tersenyum.

"Waah aku seperti tertantang," ucap Jessica sambil memberikan afron kepada Julian.

Julian berlaga kesulitan memakai afron itu.

"Bisa kau bantu aku?" ucap Juliian sambil menatap Jessica.

"Baik lah," kata Jessica sambil memakaikan afron dan mengikatnya ke tubuh Julian.

Mata Ninda dan Noah saling menatap sejenak sepertinya mereka memikirkan hal yang sama.

"Sejak kapan mereka jadi akrab?" ucap Noah pelan sambil mendekat ke arah Ninda kuatir Julian dan Jessica mendengar.

"Bagaimana tidak akrab kau selalu menyuruh Julian ke tempatnya," sahut Ninda tak kalah berbisik.

Noah terdiam sejenak sambil mengingat kemudian dia menyadarinya keakraban mereka di sebabkan oleh dirinya.

"Kalau sampai Jessica dekat dengannya itu salah mu," ucap Ninda agak sewot.

"Emang ada apa dengan Julian?" tanya Noah sedikit heran.

"kau bilang dia tak pernah mau memiliki ikatan dengan perempuan manapun,"

"Kamu juga sering cerita dia sering bawa cewek ke apartemennya," ungkap Ninda membuat Noah terkejut.

"Emang aku pernah ngomong begitu?" Noah sedikit menyesal pernah menceritakan hal itu kepada Ninda.

"Itu lebih baik ketimbang memiliki ikatan tapi bajingan seperti pacar Jessica," Ninda merenung kemudian mengiyakan ucapan Noah.

"Lagi pula itu bukan urusan kita," ucap Noah lagi.

"hey kalian, apa kalian akan diam saja di situ?" Kata Julian membuat Noah dan Ninda menoleh ke arahnya.

"Ok, baik aku akan menyiapkan mejanya," ucap Ninda sambil beranjak dari tempat duduknya, di ikuti Noah dari belakang.

"Nanti kita yang akan cuci piring," ucap Noah di sambut senyuman Jessica.

"Bagus lah," ucap Jessica sambil kembali fokus memotong bahan masakan.

Setelah hampir 30 menit steak dan mees potato buatan Julian dan Jessica akhirnya di hidangkan di atas meja. Jessica membawa sebotol wine dan menuangkannya ke dalam gelas mereka.

Mereka pun duduk menikmati hidangan itu. mereka sedikit berkelakar tertawa, makan malam itu terlihat sangat hangat dan intim, kejadian mengerikan hari ini pun sedikit terlupakan.

"Enak, kau memang pandai memasak," ucap Ninda memuji sambil menyantap steak itu dengan lahap.

"Kau berani memuji laki-laki lain di hadapan ku?" ungkap Noah menatap Ninda.

"Steak buatan mu lebih enak sayang," kata Ninda lagi membuat Noah tersenyum.

Di ikuti tawa kecil Jessica dan Julian yang tahu Ninda seperti terpaksa mengatakan hal itu.

"Benarkah, kau tau aku yang mengajari Noah memasak," celetuk Julian masih tertawa kecil.

"Pantas saja, Steak mu rasanya lebih enak," Ninda tak meneruskan bicaranya matanya melirik Noah. kemudian kembali menyatap steak itu,

Noah hanya tersenyum santai membalas tatapan Ninda. dia juga menyadari kemampuannya memasak masih kalah jauh dari Julian.

"Iya memang ku akui dia lebih pintar memasak di banding aku," ungkap Noah masih tersenyum ke arah Ninda.

"Saat masih tinggal bersama dia hampir setiap hari  memasak untuk ku," ungkap Noah lagi, hal itu membuat Jessica dan Ninda semakin penasaran.

"Kalian sempat tinggal bersama?" Tanya Jessica penasaran.

"Ya cukup lama sekitar 2 tahun," jawab Noah singkat

"Aku tidak menyangka," ucap jessica masih terkejut.

"kalau seandainya dia peremuan aku pasti sudah menikahinya," celetuk Noah membuat seisi rungan tertawa

"Aku tidak akan mau menikah dengan mu," sahut Julian sambil tertawa.

"Kau jual mahal sekali," kata Noah tak kalah bercanda.

"Jadi teman mu saja membuat ku sering kerepotan," Ungkap Julian sambil mengangkat kedua tangannya.

"Kau buta apa lihat aku tampan sekali," Noah masih saja menggoda Julian.

"Maaf kau bukan tipe ku," mata Noah membelalak ke arah Julian.

Mereka semua tertawa mendengar ocehan kedua sahabat itu.

"Noah aku sangat iri pada mu, bisa makan masakannya setiap hari," celetuk Jessica membuat Julian sedikit tersipu.

"Kalau kau mau, suruh saja dia tinggal bersama mu," celetuk Noah membuat Julian dan Jessica merasa salah tingkah.

Julian berdehem sedang Jessica cepat-cepat minum winenya.

"Kalau kau ingin makan masakan ku, telpon saja aku akan segera datang ke apartemen mu," ucap Julian menggoda Jessica.

Jessica semakin salah tingkah saja, Ninda dan Noah saling melirik dan tersenyum melihat kedua sahabatnya  saling menggoda.

"Hmm,basa saja om om  yang satu ini," celetuk Noah menggoda Julian.

"Maaf aku tidak setua diri mu," ungkap Julian membuat Noah sedikit melotot, di ikuti tawa Ninda dan Jessica.

"Kau tidak akan malu berteman dengan ku, aku tidak terlalu tua," ucap Julian sambil menatap Jessica.

"Kita cuman beda 3 tahun," sahut Noah tak mau kalah.

"Hey angka 3 itu banyak," kata Julian lagi sambil menatap Noah, Julian sedikit mengejek Noah.

"Benarkah tapi aku lebih terlihat muda dari mu," Noah tetap tidak mau kalah dari Julian.

"Itu hanya di mata Ninda," celetuk Julian membuat Jessica dan Ninda ngakak tertawa.

"Tapi aku lebih terkenal di banding kau. "

"Itu karena kau itu terlalu jaga image," Julian mulai merdebat soal Noah yang lebih terkenal di bandingkan dirinya.

"Cewek Asia lebih suka cowok yang terlihat good Boy," sambung Julian.

"Nyatanya kau lebih brengsek dari ku."

"Memang sebrengsek apa dia?" Ninda mulai penasaran.

"Sayang itu tidak benar, dia hanya iri pada ku," ungkap Noah, julian tertawa seketika.

"Banyak yang bilang tampang dan skill ku lebih baik dari mu," ungkap Julian sedikit meninggi.

"Ya aku setuju Julian lebih tampan," ungkap Jessica dia tak sadar mengucapakan, akhirnya dia malu sendiri.

Julian mesem sedikit tersipu, hal itu juga membuat Noah dan Ninda sedikit tersenyum, melihat Julian dan Jessica yang salah tingkah brutal.

"Kau punya selera yang bagus," ucap Julian tersenyum ke arah Jessica mengeluarkan jurus playboynya.

Ninda dan Noah hanya senyum-senyum saja memperhatikan Jessica yang sepertinya mulai memiliki ketertarikan kepada Julian.

"Menurut ku juga begitu" celetuk Ninda dengan nada bercanda. seketika Noah melotot ke arah Ninda sekarang.

"Kau tak usah muncul di hadapan pacar ku," ungkap Noah sambil menujuk ke arah Julian agak mengancam. Di ikuti tawa semua orang yang ada di sana.

Mereka pun tertawa bahagia malam itu, sampai akhirnya Noah dan Ninda pamit pulang, awalnya Ninda akan menginap di apartemen Jessica.

Tapi melihat wajah Noah yang langsung berubah lemas, Jessica merasa kasihan pada Noah, dia melarang Ninda dengan alasan dia ingin sendirian.

Sedang Julian masih sibuk mencuci piring di dapur, entah lupa atau sengaja Noah mengingkari janjinya untuk mencuci piring.

"Julian sudah letakan biar aku saja," ungkap Jessica sambil menyambar piring yang di pegang Julian.

"Tidak aku saja, kau harus istirahat," kata Julian kembali mengambil piring itu. seketika mata mereka saling menatap lalu mereka saling melempar senyum.

Kemudian mereka tertawa, Julian dan Jessica menertawakan tingkah mereka sendiri.

"Kenapa tertawa?" tanya Julian masih tertawa.

"Kau juga kenapa tertawa?" sekarang Jessica balik bertanya.

"Aku tertawa karena melihat mu tertawa," sahut Julian sambil menyimpan piring terakhirnya kemudian menatap Jessica.

"Aku merasa kita lucu," ucap Jessica.

"Kamu yang babak belur, kok aku yang di suruh istirahat," ungkap Jessica lagi masih menatap Julian.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!