NovelToon NovelToon
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Dokter / Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Office Romance / Romansa / Komedi
Popularitas:89.2k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Lisa Kanaya, meninggalkan keluarganya yang toxic untuk bertugas di pelosok desa. Siapa sangka dia berada di tengah tim yang absurd. Trio semprul dan dokter yang diam-diam menghanyutkan.

"Mana tahu beres tugas ini saya dapat jodoh," ucap Lisa.

“Boleh saya amin-kan? Kebetulan saya juga lagi cari jodoh," sahut Asoka.

“Eh -- "

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

23. Sakitnya Lisa

Bab 23

 

 

Marina kesal bukan main. Padahal dia sudah menaruh harapan dan hatinya pada Asoka. Tidak ada yang kurang dari sosok pria itu  sebagai pendamping hidup. Bukan hanya dokter umum, Asoka sedang pendidikan spesialis. Pendapatan sudah pasti lebih dari cukup. Penampilan tidak usah ditanya.

Sudah cukup selama ini berkeliaran mencari pasangan hidup. Jatuh cinta dan putus bahkan ada masa putus nyambung. Tentu saja hubungan tidak sehat pernah dia lakukan dengan pasangan. Termasuk juga dengan Cecep si kades. Tanpa ada hubungan jelas ia mau-mau saja dimanfaatkan atau ikut menikma4ti juga. Bukan hanya kemudahan, tentu saja Marina mendapat sokongan finansial. Kali ini ia akan meminta bantuan pria itu lagi.

Baru selesai praktek di klinik, mendatangi rumah makan yang jaraknya agak jauh dari desa Singajaya. Rumah makan yang cukup luas dengan konsep desa air. Di mana bale-bale atau gubuk tempat makan berada di atas air. Bahkan pengunjung bisa sambil main air dan area tertentu ada ikan yang berenang ke sana kemari.

Gubuk agak ujung dan pojok tujuan Marina. Sudah ada Cecep di sana bersama asistennya yang langsung beranjak saat melihatnya datang.

“Ada apa lagi? Saya sudah bilang jangan ajak saya bertemu nanti saya yang hubungi kamu.”

“Ck, jadi aku dihubungi kalau kamu butuh saja. Berasa jadi pel4cur,” keluh Marina.

“Saya tidak bisa lama, masih ada kegiatan,” tutur Cecep.

Marina menarik nafasnya, masih terasa kekesalan dalam hati mengingat bagaimana Asoka mengakui hubungannya dengan si perawat itu. Entah namanya siapa, tidak pernah membacanya.

“Pindahkan perawat itu dari puskes. Ke kecamatan lain atau kembali ke Jakarta saja.”

Cecep mengernyit heran. “Perawat?”

“Iya, yang baru tugas belum lama ini. Dia datang bersama tim dokter Asoka.”

“Ah. Teh Lisa.”

Marina berdecak. “Mungkin, entahlah namanya siapa.”

“Ada apa dengan Lisa?”

“Tidak usah banyak tanya. Jauhkan saja dia dari dokter Asoka.”

Cecep terkekeh. “Kamu suka dokter Asoka?”

Marina mengedikan bahu. Perempuan mana tidak suka, tentu saja semua suka dengan sosok Asoka. bahkan pasien perempuan yang sudah ibu-ibu pun sering melirik dan menatap lama pada dokter ganteng itu.

“Marina, saya ini kepala desa bukan presiden. Tidak bisa ikut campur dengan urusan di puskes. Itu urusan pusat. Wahid lebih tau.”

“Loh, jadwalku bisa kamu ubah.” Marina ingat betul saat dia harus praktek setiap hari dan menyesuaikan diri tinggal di Singajaya. Lalu mengenal Cecep yang terlihat menyukainya. Segala macam tawaran diterima termasuk juga kemudahan bertugas di desa itu akhirnya jatuh ke dalam perangkat Cecep Baharudin.

“Iya, itu dulu sekarang tidak bisa.” Cecep berdehem dan membuang pandangannya. Menjebak Marina memang mudah, padahal jadwalnya bertugas karena dia memaksa Wahid untuk memberikan tiga hari bertugas di luar atau libur saja. Namun, Wahid menjelaskan juknis dokter gigi memang diperbolehkan seminggu hanya ada tiga hari bertugas. Artinya selama ini Marina tertipu oleh muslihat Cecep. “Saya sibuk, masih ada acara lain.” pria itu beranjak dari kursinya.

“Urusan Lisa gimana?”Marina ikut berdiri.

“Ck, mana bisa saya singkirkan dia atau pindahkan. Bukan wewenang saya atuh. Tapi kamu tenang saja, teruskan pendekatan dengan dokter Asoka. Lisa biar jadi urusan saya.”

Dari sorot mata Cecep saat membicarakan Lisa, Marina tahu kalau buaya darat sedang mencari mangsa.

“Oke, cepat dapatkan dia,” seru Marina lalu tersenyum. “Sepertinya dia masih polos.”

“Tidak seperti kamu sudah d0l waktu saya cicipi,” ejek Cecep lalu meninggalkan tempat itu

“Dasar set4n,” cetus Marina, entah Cecep mendengar atau tidak. Senyum smirk tersemat di wajah itu. “Lisa, kelaut aja sana. Kamu terlalu percaya diri ingin bersama Asoka.”

***

Asoka baru tiba di rumah, hampir pukul delapan malam. Hari ini dia piket di IGD dan terpantau aman tidak ada pasien darurat. Ujang sudah kembali bertugas jaga. Melepas sepatunya lalu disimpan di rak dekat pintu.

Dari luar terdengar suara Rama, sepertinya yang paling berisik suara pria itu. Nominasi berikutnya Beni, Yuli dan Lisa. Sapri sukses mendapat urusan terakhir atau paling kalem meski menghanyutkan.

Di ruang tamu ada Beni sedang bervideo call dengan keluarga lalu mengangguk padanya.

Di depan TV ada Rama bersandar pada tembok mengomentari acara, sedangkan Sapri berbaring menonton.

“Eh, dok,” sapa Rama dan dijawab dengan dehaman. Pandangannya tertuju pada pintu kamar perempuan yang tertutup.

“Lisa sakit dok.”

“Dia udah makan belum?” Asoka lupa meminta Sapri beli makan, bahkan dia sendiri belum makan malam.

“Udah tadi dibeliin bubur, tapi ya gitu nggak habis. Aleman emang tu bocah.”

Sudah pasti khawatir, mungkin dia butuh memeriksa kondisi Lisa. Asoka menuju kamarnya untuk mengambil snail dan termometer digital. Sebagai dokter dia memiliki peralatan standar pemeriksaan yang disimpan untuk jaga-jaga.

Tok tok

Asoka mengetuk kamar perempuan. “Yuli, tolong buka pintu.”

“Mau periksa Lisa dok?” tanya Rama lalu beranjak dan ikut berdiri di depan pintu kamar.

“Hm.

“Yul, buka pintunya atau gue dobrak,” ujar Rama dan tidak lama terdengar suara slot bergeser dan pintu terbuka.

“Dobrak, emangnya mau gerebek pasangan mesum,” ujar Yuli. “eh, dokter Oka. Lisa-nya tidur, tadi bilang pusing sama meriang.”

“Permisi ya.” Asoka memasuki kamar itu, toh ada Rama dan Yuli menjadi saksi dia hanya menjalankan tugasnya sebagai dokter bukan sebagai kekasih.

“Iya, dok coba diperiksa. Takutnya gejala stroke.”

Yuli memukul lengan Rama, keduanya masih berdiri tidak jauh dari pintu seperti guci pajangan. Memeriksa standar, suhu tubuh dan detak jantung pemeriksaan lainnya. Lisa menggeliat pelan, Asoka menaikan selimut menutupi tubuhnya.

“Ram, ambilkan obat di puskes. Saya kirim WA ya.” Asoka mengeluarkan ponsel dan Rama sudah beranjak pergi. “Yul, bisa ambilkan kompres.”

“Oh, iya dok.”

Asoka menghela nafasnya saat hanya tinggal dia dan Lisa di kamar dengan pintu yang terbuka.

“Sayang,” panggil Asoka menyentuh pipi gadis itu dan mengusap pelan. “Bangun dulu, minum obat.”

Lisa menggeleng dan mengeratkan selimutnya. “Nggak. Pusing, dok,” ujarnya lirih.

“Minum obat dulu. Kalau demam kamu nggak turun, aku pasang infus. Ini bukan masuk angin, Sa. Kalau sembuh, minggu depan kita ke air terjun atau ke pelaminan deh.”

“Ck, mau ….”

 

 

 

1
mery harwati
Inka anak tiri belagunya selangit, tabok lah Rama itu Inka pake botol infusan 😄
Iccha Risa
bapak kost langsung tlpn aja dech gosah ketak ketik
juwita
emak sm anak sama" pny penyakit hati🤣🤣🤣
Shee_👚
gass malah kesenengan asoka itu mah🤣
Shee_👚
lah staf doank juga kalau kerjanya rajin dan jujur lama-lama bisa naek jabatan. inka ini mau nya langsung di atas aja tanpa mau berproses 😒
Shee_👚
ibu sama anak sama aja pengin kaya tapi g mau kerja. kalau gitu mah cari aki-aki yang kaya tapi dah mau mati biar hartanya jadi milik sendiri🤣
Vtree Bona
hahahhaa si Rama kebakaran jenggot 🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Bang Beni pasti ngetiknya panjang kali lebar, gak kelar²🤣🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Hati² Lisa, bahaya🤣🤣
≛⃝⃕|ℙ$°Siti ᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©☆⃝𝗧ꋬꋊ
Kalo ngambek mah tinggal dikokop aja/Chuckle/
Septyana Kartika
Bang Ben ngetiknya berasa mau kultum, gak selesai2
mmh nengmuti
sapri panggil penghulu 🤣
Lia Kiftia Usman
suka sikapnya doni... putus...😊👍
stnk
gassss...grebek aja Ram biar langsung dikawinin...🤭🤣🤣🤣
Ariany Sudjana
hahaha ada yang senewen, ga dapat calon menantu sekaliber dokter Asoka, sudah dokter, anak pemilik rumah sakit pula. kak penulis, tolong jangan ada drama INKA menjebak dokter Asoka, supaya INKA bisa jadi istrinya, dan menyingkirkan Lisa, aku ga rela kak
Siti Dede
Lagi enak²nya baca dah habis aja🤪
Siti Dede: iya🤭🤭🤭🤭🤭🤭🤭
total 2 replies
Elia Rossa
tambah tantrum Inka tau Asoka anak direktur RS....rasain 😀
Eva Karmita
lanjut otor 🥰🥰🥰🥰
Siti Dede
Gimana reaksi Inka dan mamanya ya saat tahu calon suami Lisa anak pemilik RS?
Ranita Rani
asoka jgn macem2 cpet anter lisa plg,,,,gak usah dkokop dulu cz sekli ngrasa isa ketagihan,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!