NovelToon NovelToon
When Billionare meet doctor

When Billionare meet doctor

Status: tamat
Genre:Romantis / CEO / Tamat
Popularitas:8.3M
Nilai: 4.9
Nama Author: Nipi Nupu

Novel ini merupakan series pertama dari 3 series Billionare Love Story, yaitu:
1. When billionare meet doctor
2. Cassandra
3. Phuket love story

Ketiga series menceritakan persahabatan dari 3 pria kaya tampan dengan cerita cinta masing-masing.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nipi Nupu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Memilih gaun pesta

Alena melihat kalender yang terpampang diruang rumah sakit. Hanya tinggal 2 hari batas waktu ia dan Dave menjalani hubungan. Jantungnya berdegup sedikit kencang. Apa yang akan terjadi selanjutnya iapun tidak tahu. Ia menatap jam tangannya. Ia tengah menunggu pasien selanjutnya yang menurut perkiraan suster Ana akan masuk pada jam 1 siang.

Pintu diketuk pelan. Seorang anak yang sangat ia kenal masuk bersama dengan neneknya. Ia tersenyum senang melihat perkembangan anak itu. Ia bangun dari duduknya dan menghampiri anak itu.

"Halo, Dave sayang, gimana kabarnya hari ini sayang?" tanya Alena sambil memegang tangan anak itu.

Anak itu menunduk malu. Ia tidak menjawabnya. Ia menatap wajah neneknya yang sedang tersenyum padanya.

"Kok gak jawab? Tante dokter marah nih." goda Alena.

"Baik, tante." jawab anak itu pada akhirnya. Ia masih menundukkan kepalanya.

"Dave tau kan mau apa kesini? Tante gak usah suruh lagi ya, Dave tinggal tidur di tempat tidur itu, nanti Tante dokter periksa." ucap Alena ramah

"Bu dokter, banyak perubahan selama beberapa minggu ini. Dave gak pernah bolos sekolah, dia bisa bilang dengan lantang kalo sakitnya itu sementara selama ada Tante dokter disampingnya."

Alena tersenyum. Ia bangga pada dirinya sendiri. Ia membetulkan kacamatanya dan mulai memeriksa anak itu. Ia dibantu oleh Suster Ana selama memeriksa.

Dave berjalan pelan menuju rumah sakit setelah memarkirkan mobilnya di basement. Ia menaiki lift yang sama dengan para suster dan dokter. Beberapa yang mengenalnya tersenyum. Dave tersenyum kembali dibalik kacamata hitamnya. Ia terlihat tampan dengan pakaian kerjanya. Tingginya yang tidak normal membuat ia menjadi sorotan. Tapi Dave tidak malu, ia terbiasa menjadi perhatian orang-orang.

Ia menghampiri resepsionis. Tapi mereka langsung menjawab sebelum Dave mengeluarkan suaranya.

"Sedang ada pasien. Ditunggu 30 menit lagi, pak."

"Oke, thank you." ucap Dave sambil mengedipkan matanya. Resepsionis itu tersenyum malu. Mereka menundukkan kepalanya.

Dave harus menunggu sampai Alena turun ke lobi. Ia sesekali menatap handphonenya untuk mengikuti perkembangan Flower Village. Gara-gara kasus di Bali, planning pekerjaan di Thailand menjadi sedikit mundur. Ia tidak bisa konsentrasi karena pikirannya terpecah.

"Suster Ana, saya pulang." ucap Alena pada suster Ana yang berada diruang tunggu pasien.

"Siap dokter." jawabnya sambil mengacungkan jempolnya.

Alena sedang turun dari tangga ketika melihat Dave sedang duduk membelakanginya. Ia terlihat sedang sibuk melihat sesuatu dan ia sedang menelpon seseorang. Alena mendekatinya. Ia berada dibelakang Dave.

"Ya, emang gara-gara ini kerjaan yang baru belum dikerjain. Ga, tolongin aku. Gimana caranya aku bisa fokus?"

"Soalnya kamu pacaran aja." seru Dega.

"Pacaran? Itu kan sifat aku dari dulu. Aku suka banget pacaran. Apalagi kalo bisa dibawa-bawa." jawab Dave pelan.

Alena mengangkat alisnya. Ia tidak menyangka Dave akan mengatakan hal itu dibelakangnya. Alena menghela nafas. Ia berjalan mundur beberapa langkah tanpa terdengar suara sepatunya.

"Dave!" panggil Alena sedikit kencang.

Dave membalikkan kepalanya. Ia melihat Alena berada tak jauh darinya. Ia tersenyum padanya.

"Kamu lama nunggu?" tanya Alena.

Dave menggelengkan kepalanya. "Enggak."

"Mau apa kamu kesini?"

"Aku mau jemput kamu."

"Jemput aku? Aku mau ke restoran langsung."

"Al, kita kemall yuk! Hari ini nenek bikin pesta. Kamu orang yang paling ditunggu."ujar Dave sambil memeluk bahu Alena.

"Kenapa?" Tanya Alena bingung. Ia melepaskan pelukan Dave.

"Kata Dira, nenek mau ngumumin penerusnya. Sekalian ngenalin aku keklien-klien nya malam ini."

Alena langsung terdiam. Ia mengerti sesuatu. Jika warisan neneknya hari ini diserahkan pada Dave, lalu seharusnya hari ini berakhir. Karena hari inilah yang Dave tunggu.

Alena menatap Dave. Ia menghentikan langkahnya.

"Kenapa?" Tanya Dave bingung.

Alena menggelengkan kepalanya. Dave terus menatapnya. Dave yakin ada sesuatu yang mengganggunya. Iapun memegang tangan Alena.

"Ada apa? Kenapa aku cerita tentang acara nenek, kamu langsung diam?"

"Apa kamu sadar sesuatu, Dave?"

"Tentang apa?"

"Hubungan kita. Kalau hari ini kamu diumumkan sebagai penerus, hubungan kita berakhir."

Dave terkejut. Ia menggelengkan kepalanya. "Itu gak mungkin."

"Ini kenyataan, Dave."

"Aku gak akan biarin!" Serunya marah.

Alena terdiam. Ini pertama kalinya ia melihat Dave marah. Davepun merasa tidak enak dan memegang bahu Alena. "Sorry, aku gak bermaksud marah. Pokoknya selama ada aku, kamu tenang aja. Aku gak akan biarin hubungan kita terganggu gara-gara hari ini."

"Tapi kontrak kita bentar lagi habis."

"Kita bisa perpanjang." jawab Dave cepat.

Alena hanya menggelengkan kepalanya. Begitu mudahnya Dave membuat keputusan.

Dilain tempat.

"Gak apa-apa rencananya nek?"tanya Dira pada Siska yang saat ini sedang mengontrol tempat pesta nanti malam.

Siska tersenyum. "Kamu meragukan nenek, Dira?"

"Bukannya gitu. Cuma kalo hari ini diumumkan penerusnya adalah Dave, mereka gak perlu pacaran lagi. Lalu gimana Dave bisa berubah jika ia tidak punya seseorang seperti Alena disampingnya?"

"Itu urusan nenek. Pokoknya kamu tenang aja."Jawab siska sambil tertawa. Ia yakin rencana hari ini akan sukses. "Lihatlah Dave, nenek sayang sama kamu. Gak mungkin nenek ngasihin calon masa depan kamu ke bukan wanita baik-baik" ucapnya sambil berjalan kedalam.

Dave dan Alena sedang berada didalam mall untuk mencari pakaian untuk Alena. Jujur saja, baru kali ini Alena pergi keacara pesta. Untuk itu ia tidak punya stok pakaian untuk pesta.

"Dave!" panggil seseorang.

Alena membalikkan badannya. Begitu pula dengan Dave.

Seorang wanita cantik dengan pakaian sexy nya menghampirinya. Alena mengerutkan keningnya. Dengan pakaian seperti itu ia berjalan dimall dimana banyak pria yang lapar mata.

"Siapa? Pacar kamu?" tanya Alena.

"Bukan. Pacar aku kan kamu." jawab Dave sambil berbisik.

Cindy menghampiri Dave dan Alena dengan cepat. Cindy bahkan menatap Alena dari atas kebawah dengan pandangan sinis.

"Dave, sayang! Kamu kemana aja? Tadi malem aku tungguin kamu dikamar hotel kenapa gak dateng." Ucap Cindy sambil bergelayut manja pada Dave.

Dave merasa risih dan beberapa kali melihat Alena. Alena melepaskan pegangan tangannya pada lengan Dave. "Aku gak mau ganggu kalian. Aku kesana dulu, Dave. Nanti kalo urusan kamu udah beres tinggal telepon aku. Mungkin aku ada disalah satu toko."

Alena melangkah pergi tapi ia ditarik oleh Dave. "Tunggu 5 atau 10 menit." Ujar Dave. Ia merasa tidak enak.

Alena hanya mengangguk dan melanjutkan jalannya kembali. Ia masuk kesalah satu butik yang ada dimall itu.

"Cindy! jangan macem-macem kamu! Kita gak punya hubungan selama ini!" seru Dave marah.

Cindy tertawa. "Jadi itu, wanita yang ngerusak kebahagiaan aku? Gampang kok biar dia bisa ninggalin kamu. Cukup aku kirimin foto-foto mesra kita aja."

Dave langsung memegang lengan Cindy dengan kencang. "Awas kamu kalo berani. Aku bisa berentiin semua iklan-iklan kamu! Jangan lupa, aku punya power!" jawab Dave marah. Ia langsung berjalan meninggalkan Cindy yang sedang marah besar mendengar ancaman Dave. Ia tidak mau lama-lama dengan Cindy karena dapat membuat emosinya naik.

Alena telah memilih beberapa dress. Ia harus mencobanya terlebih dahulu. Ia membutuhkan dress yang sexy namun masih sopan. Melihat wanita-wanita Dave, sepertinya ia harus mengimbanginya. Handphonenya tiba-tiba berbunyi.

"Halo.."

"Kamu dimana Al?"tanya Dave

"Aku dibutik disebrang tempat kamu ngobrol tadi sama perempuan itu."

"Kamu gak bisa keluar?"

"Aku lagi coba baju. Kamu kesini aja."

Dave melihat didepannya ada butik wanita. Alena pasti didalam. Iapun masuk. Langkahnya terhenti ketika ia melihat Alena yang sedang melihat dirinya dikaca. Ia tertegun. Alena luar biasa cantik. Kulitnya yang putih mulus membuatnya terekspos dengan sempurna dibalik gaunnya.

Davepun menghampirinya dan langsung memeluk dari belakang.

Alena terkejut. Ia dapat melihat dave sedang menatapnya dari kaca. "Dave.. kenapa?"

"Jangan pake baju itu. Kamu banyak terekspos. Aku gak suka. Pake apapun kamu tetep cantik tapi jangan terbuka gitu " bisik Dave.

Alena membalikkan badannya. "Tapi wanita tadi bajunya seksi"

"Aku gak peduli dia jadi santapan umum. Kalo kamu cukup aku aja." Bisik dave sambil mengecup pipi Alena. Alena langsung mencubit perut Dave. "Dasar!" Iapun masuk kembali ke ruang ganti untuk mengganti gaunnya. Beberapa kali ia mengganti gaun yang ia pilih sendiri. Tapi akhirnya yang ia bawa pulang adalah dress yang dipilihkan oleh Dave dengan harga fantastis.

1
Heryta Herman
firly ga bisa di jadikan tmn..apalagi untuk curhat...bisa bahaya..teman mkn teman...
saran nih...ga usah punya tmn rapat apalagi sahabat...bisa di khinati nti nya...
Heryta Herman
ceeitanya sengaja di bikin muter" ya thor...
alurnya juga bikin bingung...
Heryta Herman
si dave buang aja ke laut...pria begajulan ga ada akhlak...
Alin Nur'alina
v
Ely
Luar biasa
Bzaa
Luar biasa👍👍👍👍😘
Wiwien Widiyastuti
Kecewa
Can Sikumbang
ceritanya bagus cmb cara penulisannya ini ,bingung ..sesak nafas bacanya jg GK paham yg ngomong siapa yg di ajak ngomong siapa dan cerita siapa? baru baca si Alena dan temenya,tetibadibarisbawa da cerita yg lain,..sumpah dr bnyak novel br ini baca ku GK kesimak,gagal pokus,sebenernya cerita nya bagus
Dewi Lukitasari
kerrrennn
AieSani9291
Kecewa
Farida Wahyuni
dave gampang bgt panggil sayang sama cewe lain, ke firly juga gitu. keliatan memang brengseknya.
Surati
lebay...lebay .... Dave. ingat ini di desa terpencil
Surati
dokter Alena yg baik, didikan mamanya yg bagus. anaj yg selalu mengingat pesan dari mamanya. mama MU pasti bangga padamu. semoga bahagia hidupmu
Irkhamna Faiqoh
suka alurnya
Diana Budhiarti
ceritanya bagus thorrr
Meity Manoppo
Baru pertama x melamar, yg lamar Amanda siapa ? 😛😛😛
Fatim Ummu Ayes
bukanx dulu udh ngelamar si amanda thor
Dhafi Dhanil Tio Ramadhan
novel nye keren singkat padat jelass autor nye 👍👍👍🥰😍😍😘😘😘
Nor yenny
Mrnarik,bikin penasaran
lie devilie
ya.ceritra yg cukup bagus dan menarik krn simple.semoga dpt ceritra yg lainnya .simple .trimakasih .thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!