NovelToon NovelToon
Misteri Rumah Warisan

Misteri Rumah Warisan

Status: sedang berlangsung
Genre:Misteri / Horor / Mata Batin
Popularitas:481
Nilai: 5
Nama Author: Vhinaa

"tolong....."

"tolong kami..."

"lepaskan rantai inii..."

"toloongg!!!!"


Nadira Slavina, merupakan seorang gadis kota yang baru pindah ke kampung halaman sang nenek dengan ditemani sahabatnya Elsa. ia menempati rumah tua yang sudah turun temurun sejak nenek buyutnya dulu.

Nadira sendiri memiliki keistimewaan dapat melihat makhluk tak kasat mata yang ada di sekitarnya. dan bisakah mereka memecahkan misteri yang ada di rumah itu atau malah semakin terjebak dalam labirin misteri?

yuk, kepoin karya pertamaku dan bantu support ya teman-teman!✨

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhinaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab.13 siapa Rehan?

"Sa, kamu yakin mau ikut menyelesaikan misi gaib ini?" tanya Nadira pada sahabatnya yang sedang asik mengetik novel yang ia buat

"yakin Nad! aku nggak punya siapa-siapa lagi selain kamu sekarang, jadi apapun yang terjadi sama kamu aku pasti akan selalu membantu" ucap Elsa tulus

"tapi ini sangat berbahaya Sa, aku aja nggak tahu bisa melindungi diri aku sendiri apa nggak" lirih Nadira

"jangan ngomong gitu ih, kamu harus yakin kalo kamu bisa melawan iblis itu! Ini juga demi warga desa" Elsa mensupport temannya itu

"Hem iya, kamu bener. Makasih ya selalu ada buat aku" ucap Nadira

"harusnya aku yang makasih, karena selama ini kamu selalu membantu aku. Sampai aku juga bisa jadi penulis novel gini" ucap Elsa sambil terkekeh

"oh iya, kata ayah mungkin lusa kita akan berangkat ke pesantren kiyai Syafiq untuk pembelajaran. Kamu siap?" tanya Nadira

"siap siap sangat siap bos!" Elsa menjawab dengan meletakkan telapak tangannya di sisi dahinya

mereka tertawa bersama sebelum tidur. Tanpa menyadari ada dua sosok jahil yang mengintip mereka dari jendela

"romantis ya mereka berdua" ucap sosok putih dengan wajah gosong

"heh mereka itu sama-sama cewek masa romantis!" protes sosok putih satu lagi dengan rambut kribo

"emangnya kalo sama-sama cewek nggak boleh romantis?" tanya sosok muka gosong

"ya enggak lah dengarnya jadi aneh! Romantis itu buat pasangan suami isteri atau yang masih pacaran" jawab sosok rambut kribo

"kapanlah kita bisa tatap muka sama si Nadira itu? Biar bisa bantuin kita" ucap sosok muka gosong dengan wajah sedih

"sabarlah, belum waktunya juga mungkin. percayalah orang yang sabar itu pasti jidatnya lebar" celetuk si rambut kribo

"heh sembarangan! Jadi maksud kamu yang jidat ciut nggak sabaran?" tanya si gosong

"kan kata orang" jawab si kribo

"dasar setan! Suka nguping pembicaraan orang" ledek si gosong

"namanya juga setan, kalo ceramah ya ustadz gitu aja repot" akhirnya si gosong hanya diam mendengar jawaban temannya itu

.

Keesokan harinya, Nadira dan Elsa serta Aksara berjalan keliling kampung yang asri dan nyaman. Pemandangan sawah luas membentang sangat memanjakan mata.

para warga saling tolong menolong membantu tetangga dan temannya untuk mengerjakan lahan mereka. Ada juga peternak yang mengurusi hewan ternaknya

Anak-anak terlihat sepi karena masih jam sekolah.

"eh rehan! Sini deh" panggil aksara memanggil temannya yang terkenal dingin itu

"Hem ada apa?" tanya rehan saat sudah dekat

"kenalin temen baru kita Nadira sama Elsa" aksara mengenalkan kedua gadis kota itu kepada rehan

Rehan melihat kearah Nadira dan Elsa secara bergantian. ia bisa melihat jika Nadira mempunyai sesuatu yang kuat dan mendominasi.

"rehan" ucapnya singkat yang membuat Nadira dan Elsa melongo

"buseett ganteng-ganteng kok bebek" cetus Elsa

"kok bebek sa?" tanya Nadira

"iya itu cuek bebek" seloroh Elsa yang membuat Nadira dan aksara tertawa

"dia emang gini orangnya, tapi dia baik kok" ucap Aksara

"aku duluan ya, Ak" ucap rehan sambil menepuk bahu aksara dan berlalu pergi dari sana

Ketika baru beberapa langkah, rehan sempat menoleh kebelakang dan ternyata Nadira juga menoleh ke arahnya

pandangan mereka bertemu sesaat sebelum rehan melanjutkan langkahnya

"kenapa auranya kuat sekali, bahkan aksara tidak sekuat itu" batin Nadira

"gadis yang tangguh, mungkinkah dia yang akan aku lindungi?" batin rehan

rehan pernah bermimpi ditemui seorang pria berpakaian putih dan bersorban. Pria bersorban itu mengatakan kepada rehan jika ia akan menjadi seorang pelindung untuk gadis pilihan yang akan menumpas kejahatan.

Awalnya rehan tak percaya itu semua. Tapi mimpi itu terus-menerus hadir hingga ia menceritakannya pada ayahnya, pak Hamdan. Pak Hamdan hanya mengatakan jika itu bunga tidur saja.

Tanpa sepengetahuan rehan, pak Hamdan juga mencurigai tentang mimpi anaknya. Ia ingin mengutarakan itu kepada ayah Wijaya namun sudah keduluan pak Rusdi jika aksara bermimpi ditemui pria bersorban untuk melindungi gadis pilihan yaitu Nadira.

Sejak saat itu, pak Hamdan menutupi tentang rehan yang beberapa kali seperti mengeluarkan sebuah cahaya biru dalam tubuhnya. Pak Hamdan takut jika orang lain tahu maka akan di anggap musibah.

Tapi hari ini, ia bertekad untuk bercerita kepada ayah Wijaya dan pak Rusdi agar hatinya lega, dan apa yang ia takutkan di terjadi

"jadi begini, aku beberapa kali melihat cahaya kebiruan di tubuh rehan, sebenernya itu apa?" tanya pak Hamdan

"loh aku malah beberapa kali melihat cahaya yang agak hijau ditubuh aksara!" sahut pak Rusdi

Bapak-bapak bertiga itu hanya diam memikirkan itu. Hingga akhirnya ayah Wijaya memutuskan untuk menghubungi kiyai Syafiq untuk menanyakan perihal tersebut.

"assalamu'alaikum kiyai"

""wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"

"maaf menganggu waktu kiyai, saya ada yang ingin ditanyakan" ucap ayah Wijaya

"saya tahu apa yang ingin kamu tanyakan Wijaya, kamu bawalah anakmu serta pelindung dan sayap kanan kirinya kemari" ucap kiyai Syafiq

"tapi kiyai, siapa satu orang lagi?" tanya ayah Wijaya

"dua laki-laki yang memiliki warna aura hijau dan biru, dan satu perempuan yang auranya netral" ucap kiyai Syafiq

"baiklah Kiyai, besok saya akan mengantar mereka kesana assalamualaikum"

"wa'alaikumsalam warahmatullahi wabarakatuh"

tut

"besok Nadira, aksara Elsa serta... Rehan akan aku bawa ke pesantren kiyai Syafiq untuk memulai pembelajaran" ucap ayah Wijaya

"rehan juga? kenapa bisa?" tanya pak Hamdan

"bisa jadi rehan adalah anak yang memiliki hubungan keluarga rumit itu, katakan siapa sebenarnya rehan?" tanya ayah Wijaya dengan menatap tajam pada pak hamdan

"re-rehan jelas putraku lah Wijaya, kenapa kamu malah bertanya seperti itu?" pak Hamdan tampak gelisah ketika ditanya siapa Rehan

"jujur saja pak RT, jika itu sebuah rahasia. Maka tidak mungkin kami sebar. Kami kan bukan biang gosip" ucap pak Rusdi

"amit-amit lah biang gosip" ucap ayah Wijaya sambil bergidik

"cepat katakan!" bentak ayah Wijaya yang membuat pak Hamdan terperanjat

"astaghfirullah nggak baik keras sama yang lebih tua" ucap pak Hamdan sambil mengelus dadanya

"ya memang tua makanya di ajak bicara loadingnya lama" ucap pak Rusdi pedas

"heh saya pecat kamu jadi warga saya ya" ancam pak Hamdan

"eh saya pecat anda jadi pak rete disini ya, kan saya lurah disini" ucap pak Rusdi dengan wajah sombongnya

"oh iya maaf pak" ucap pak Hamdan

"haissss kalian inii cepatlah cerita Hamdan suropati!" ayah Wijaya sangat kesal dengan dua pria yang ada dihadapannya ini

"baiklah aku akan ceritakan semuanya" ucap pak Hamdan sambil menarik nafas panjang

"Rehan Bukanlah putra kandungku!"

1
Rahmah Dani
lanjut
Rahmah Dani
Ceritanya bagus
Elvi Lusiana: Wah😄🙏
total 1 replies
Rachel.9
🤍🤍🤍🤍🤍
Elvi Lusiana: Makasih sudah mampir😍
total 1 replies
Elvi Lusiana
maksih kakk author hebat😍
Kang Hajun
Semangat thor
Elvi Lusiana: maksih kakak author hebat🤩
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!