NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA TUAN SAGA

TAWANAN CINTA TUAN SAGA

Status: tamat
Genre:Barat / CEO / Penyesalan Suami / Cinta setelah menikah / Dark Romance / Mafia / Tamat
Popularitas:4.3k
Nilai: 5
Nama Author: An_cin

Real cerita asli
No Jiplak!!!!
Yang jiplak gue gaplak

Ivana, wanita berusia 26 tahun harus merasakan pahit yang lebih dalam setelah kakaknya meninggal. Ia di haruskan menggantikan sang kakak untuk menikahi Saga, calon kakak iparnya setelah Olivia meninggal. Namun rupanya, Saga pun tak melepaskan Ivana, karena tahu bahwa jantung yang ada di dalam dirinya adalah milik Olivia.

"Tolong, izinkan aku pergi!" Rintihan itu terus Ivana ucapkan dari balik pintu kamar berinterior mewah.

Di depan kamar itu, terdapat beberapa orang yang mengawasinya.

"Kau mau kemana Ivana? Kau harus tetap di sini, Olivia tidak akan pernah membangkang padaku. Kau harus menurut, atau aku akan mengambil jantungmu dan memberikannya pada wanita lain sebagai Olivia" ucap Saga dari balik pintu kamar Ivana.

"Kau sudah gila Saga, lepaskan aku! Aku tidak ingin di sini! Aku ingin pergi! "

Ivana, apakah kamu benar-benar akan bertahan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon An_cin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28

Di kantor polisi, kini Rei membuat laporan. Dan polisi itu benar-benar menanggapinya. "Jadi, kau di culik, dan kau berhasil keluar, sedangkan kedua temanmu masih tertahan di sana?"

Rei pun mengangguk, ia benar-benar lega karena pada akhirnya ada orang yang dapat menolong mereka.

Polisi itu mulai mencatat, "baik, jadi, di mana lokasinya?"

Rei menghembuskan napasnya panjang, "aku tidak tahu lokasi pastinya, namun yang jelas tempat itu tertutup dan jauh dari permukiman. Sebuah Villa yang ada di atas bukit itu" Rei menunjuk ke arah perbukitan dengan deret Villa setidaknya 5.

"Banyak hutan di sepanjang jalan itu, dan di belakang Villa itu ada lautan. Ada jurang laut yang besar di sana." Para polisi yang mendengar hal itu pun terkejut.

Mata mereka tak bisa mengelak jika mereka memang benar-benar tahu akan sesuatu. "Ada apa" Tanya Rei saat melihat mata yang terkejut itu, tampak seperti orang bingung dan gelisah.

"O tentu tidak apa-apa, akan segera kami proses. Tolong tunggu sebentar"

Polisi itu menjauh, ia kemudian mencoba menelepon seseorang. Telepon itu pun tersambung, pria polisi itu pun mulai senang mendapati telepon yang telah terangkat.

"Ada apa?" ucap seseorang dari balik telepon itu.

"Jadi begini tuan Howard, sepertinya ada sedikit masalah yang terjadi." Pria itu rupanya menelepon Saga.

"Masalah apa?"

Polisi itu kini menoleh ke belakang, menatap Rei yang masih duduk melamun di sana. "Kenapa kau hanya diam?" Tanya Saga, lantaran pria itu hanya terdiam setelah meneleponnya.

"Kau tahu aku ini orang sibuk, tidak punya waktu untuk ini,"

"Jika tidak ada yang penting, maka aku tutup saja telepon ini."

Mendengar hal itu, polisi itu pun langsung panik. "Tunggu sebentar tuan Saga."

"Cepat! 5 menit!"

Polisi itu dengan buru-buru langsung menjawab, "Ada yang gawat tuan Saga. Apa kau tahu, ada seorang gadis yang datang ke kantor polisi. Dia melaporkanmu atas tuduhan penculikan dan penyekapan."

Saga yang mendengar itu langsung mencengkeram ponselnya kuat-kuat. Raut wajahnya tampak marah, "sial, aku kecolongan lagi," ucap Saga.

"Hah, maksudnya tuan?"

"Sudah, jangan pikirkan, bawa dia kembali ke Villa itu. Kau akan dapat imbalannya nanti." Mendengar hal itu polisi itu pun sangat senang.

"Gadis itu benar-benar membawa berkat, dia bahkan mendatangkan uang hari ini"

Dengan cemas Rei masih menunggu, ia terus melamun. Pikirannya benar-benar kemana-mana. "Apa memang ini jalan yang terbaik, namun jika aku tidak lapor dan hanya diam saja. Maka kak Ivana dan Jane akan menjadi korban. Aku tidak tahu apa yang akan mereka lakukan, namun jika itu benar-benar hal yang buruk, maka pilihan ini adalah yang terbaik."

Polisi itu kini kembali, "nona, mari ikut denganku. Aku akan mengantarmu pulang!" ucap polisi itu.

"Namun, jika aku pulang dulu. Bagaimana dengan teman-temanku?"

Polisi itu tersenyum menatap, "tenang saja, polisi yang lain akan mengurus teman-temanmu"

Rei yang mendengar hal itu pun langsung lega, ia kemudian mengikuti polisi itu masuk ke dalam mobil. Tampak seringaian di wajah polisi itu saat Rei telah masuk, ia seperti telah mendapatkan mangsa yang sangat cocok.

Polisi itu kini naik ke mobil, membawa mobil itu pergi dari kantor polisi. "Nona, di mana alamat rumahmu?" Tanya Polisi itu dengan nada yang lembut.

"Kau benar-benar sangat baik pak, tolong bawa aku kembali ke rumah wingston, aku pelayan di sana."

"Rumah wingston ya, jauh sekali dari sini."

Rei yang mendengar hal itu pun syok, "memangnya seberapa jauh tuan?"

"Sekitar 5-6 jam jika dari sini, namun tidak apa-apa, aku memulangkanmu."

Rei hanya mengangguk, "aku akan mengambil jalan pintas agar jadi lebih cepat." Ucap Polisi itu, namun ada yang aneh. Dia berjalan ke arah yang sama sewaktu Rei pergi dari Villa itu.

Mereka memasuki area jalanan hutan, "tunggu, bukankah ini jalanan tadi. Aku sudah melewati tempat ini tadi."

Dasar Rei memang bodoh, mana ada yang gratis di dunia ini. Jelas polisi itu tak akan mengantarnya pulang ke rumah keluarga wingston.

"Lepaskan aku!"

Polisi tertawa, ia benar-benar menertawakan kebodohan dari Rei, bagaimana bisa gadis itu percaya begitu saja. "Kenapa aku harus melepaskanmu, kau itu sumber uang bagiku."

Rei yang kini tahu polisi itu tak akan ada di pihaknya pun langsung mencoba mengambil alih kemudi. "Kau benar-benar jahat, kau adalah polisi, kau seharusnya melindungi aku, bukan berpihak pada Saga."

Rei meraih setir kemudi, dan polisi itu tak membiarkannya, ia berusaha mendorong Rei dan membuatnya menggenggam tangannya. Namun Rei tak menyerah, ia berusaha terus memberontak hingga akhirnya tangannya tanpa sengaja meraih lengan seragam polisi itu.

Betapa terkejutnya Rei saat ia melihat hal itu, Rei teringat akan sebuah ucapan dari Jane, "kau anak buah Saga, kau bukan polisi." Ucap Rei setelah ia melihat tato dengan bentuk sayap elang di tangan pria itu.

"Jadi kau sudah tahu ya."

"Kau penipu, kau menggunakan identitas palsu dan menyamar sebagai polisi."

Sontak hal itu pun membuat polisi itu langsung menunjukkan wajah aslinya di hadapan Rei. Tatapannya tajam, ia bukan polisi biasa, dia adalah mata-mata untuk sekelompok mafia itu.

Namun Rei tak mau hanya berdiam diri, ia terus memberontak, membuat keduanya berebut setir mobil. Mobil itu pun oleng, menabrak pembatas jalan.

Kedua orang itu kini penuh dengan luka, namun keduanya belum pingsan, pria itu menoleh ke belakang, dan saat itu juga Rei langsung memukulnya. Membuat pria itu terhuyung dan jatuh di atas setir, namun Rei tak puas, memukul kepala pria itu beberapa kali pada setir mobil hingga ia pingsan.

Setelah ia rasa benar-benar aman, dirinya pun keluar. Dengan semua luka yang ia dapat, ia hanya bisa berjalan pelan, dengan tertatih-tatih.

Saat Rei baru beberapa langkah pergi, di kejutkan dengan sebuah mobil yang berhenti di hadapannya. Seseorang pun turun dari mobil dengan membawa sebuah pistol revolver di tangannya.

"Mobil ini, jangan-jangan?" Rei pun mulai berbalik badan. Ia mencoba lari meskipun sudah setengah mati.

"Dorrrrrrrr" Seseorang melepaskan peluru tembakan, tepat mengenai perut Rei.

Dan pria yang melakukan penembakan itu adalah........  Saga.

"O yeah, tepat sasaran."

1
Melia Gusnetty
ada yaa ibu macam anjing gituu...🐕🐕😡
tokoh utama nya lemah amat...😏😏
lawan dong goblok...👊
Mar lina
aku mampir
Thor
An_cin HIATUS: Terima kasih kak😍
total 1 replies
Homerun
Alurnya bagus dan terkonsep. Aku suka. Lanjut thor🤗
An_cin HIATUS
Yang suka akal-akalan barat, ayo sini
Homerun
aw aw, sempat suuzon sama Jane. Tapi ternyata baik juga tu anak 🤭btw semangat cintaku
An_cin HIATUS: makasih sayangku🤭👍
total 1 replies
christian Defit Karamoy
mantap thor
An_cin HIATUS: Terima kasih kak, sudah mampir 🤭👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!