Dialah Askar, seorang lelaki yang berada di pemukiman kumuh para perantau distrik barat kota Jakarta, tinggal di kontrakan sempit dan hidup tanpa kelayakan.
Tapi di balik itu semua, Askar adalah mantan pasukan khusus Donahue yang harus bersembunyi karena di cap sebagai seorang penghianat.
Menjaga identitas sebagai low profil, tapi pertemuan dengan tiga wanita yang datang di dalam kehidupannya sekarang, adalah titik baik untuk menyelesaikan semua masalah yang terjadi.
jangan lupa like, komen dan vote bintang 5 agar author lebih semangat menulis....
terimakasih kakak
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Re, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
beruang ngamuk
Askar cukup memahami apa yang di pikirkan oleh Wajo, jelas... Dengan mendapati dia sedang duduk bersama wanita lain, itu bisa Wajo laporkan kepada Rora atau pun Salma.
Yang orang tua bertubuh tinggi, besar, kekar dan berotot tebal seperti beruang Grizzly ini inginkan, adalah untuk menyingkirkan Askar dari statusnya sebagai kekasih Rora.
Tapi sayangnya, sejak awal Askar tidak memiliki status apa pun dengan Rora, selain dua orang yang terikat perjanjian sebagai kekasih dalam kondisi tertentu.
Askar tidak khawatir, sekali pun Wajo menceritakan tentang Rea kepada anaknya sampai mulutnya berbusa, karena ini jelas di luar perjanjian yang tertulis.
Selama Askar masih mengakui jika Rora adalah kekasihnya dihadapan Wajo, maka dia tidak melanggar kontrak dalam hal apa pun.
Dan Rora tentu memahami apa yang sedang Askar lakukan bersama Rea, karena dia bukan tidak mungkin terbawa perasaan.
"Sekali pun kau adalah anak presiden, atau tukang sapu yang menyamar jadi anak presiden, aku tidak pernah menyetujui hubunganmu bersama Rora." Itu yang wajo tegaskan untuk kesekian kali.
Satu gebrakan meja oleh Wajo, membuat orang yang hendak menelan nasi ditangan terkejut bukan main, sampai-sampai dia salah perhitungan antara jarak tangan menuju mulutnya, hingga jauh ke wajah teman di sebelah.
Entah itu tidak sengaja, atau memang dia memiliki dendam dengan cara yang jelas tidak mungkin terjadi dalam dunia makan.
Tapi yang lebih terkejut adalah Rea, dia tidak pernah berhadapan dengan orang kasar seperti Wajo, jelas tangannya gemetar dan takut, jika terus berlama-lama, Rea bisa semaput ditempat karena melihat kemarahan lelaki seperti beruang ini.
"Pak tua, bukankah kau terlalu berlebihan, ini di ruang publik, kau bahkan membuat Rea takut, apa kau tidak memiliki ke*maluan." Ucap Askar tanpa rasa ragu.
"Untuk apa kau mengurusi ke*maluanku, ini adalah wilayah kekuasaanku, harusnya kau sadar diri Askar, kau itu bukan siapa-siapa."
Kini Askar benar-benar kesal karena sifat Wajo, hanya untuk mengurus lelaki seperti dia, tentu terbilang mudah, dari pada harus berhadapan langsung dengan Rora, atau pun Salma.
"Jangan salah sangka, aku hanya tahu orang sepertimu, sedikit memiliki rasa malu, dan terkadang tidak memiliki kema*luan, jika pun ada, itu hanya sebesar jari, kelingking pula." Ucap Askar penuh makna.
Tapi saat itu juga, selintas lengan besar berbulu maju untuk menghantam Askar dengan kuat, bisa dipastikan kepala seseorang akan pecah saat bogem tangan menyentuh kulit.
Askar cukup santai, biar pun tubuh dua kali lebih kecil daripada Wajo, tapi refleks dan kekuatan jelas tidak kalah.
Dengan mencengkram pergelangan tangan yang lebih besar, Askar memutar lengan Wajo dan secara ajaib tubuh layaknya beruang Grizzly itu hilang keseimbangan hingga jatuh bersimpuh lutut.
Siapa yang tidak tajub melihat kemampuan Askar melawan Wajo. Dengan mulut terbuka, dan nasi yang lupa untuk dia masukkan, tangannya berpindah ke kawan sebelah, beserta bungkusnya sekalian.
Jelas itu menjadi balasan karena sebelumnya kawan itu membuatnya harus tersedak nasi.
Selagi dua orang pelanggan yang saling meributkan hal-hal aneh.
Wajo benar-benar tidak menyangka, dia bisa dijatuhkan dalam satu gerakan, terlebih untuk orang seperti Askar.
Satu tangan Wajo yang bebas, tanpa ragu melayang lurus dengan tajam untuk dia hantam ke wajah Askar yang tidak mungkin sempat untuk menghindar.
Secara telak Askar menerima pukulan tepat di kepalanya, tidak bergeming sedikit pun, bukan dia tidak bisa menghindar, tapi jika Askar menghindar maka Rea lah yang akan menerima pukulan Wajo.
Askar tidak mungkin melakukan hal itu, biar pun harus menahan rasa sakit, selama Rea baik-baik saja, tidak jadi masalah.
"Lama aku menunggu kau membeli makanan, tapi kau malah di sini sedang berkelahi." Suara itu datang, ekspresi wajah Wajo pun berubah.
Nyatanya dia adalah Salma, istri Wajo, hanya perlu berkumandang satu kalimat, Wajo menarik tangan dan diam di tempat.
Wanita satu ini benar-benar tidak bisa Askar tebak, setiap hal yang dia katakan, mampu membuat beruang Grizzly jinak, itu pun memiliki pengaruh terhadap Askar.
Seakan tidak berani membalas perkataan Salma, Askar hanya berdiri diam seperti Wajo, tapi tidak dengan wajah kaku yang dia tunjukan.
"Salma, lihat bocah ini pergi bersama wanita lain, bukankah dia sudah mempermainkan perasaan Rora." Wajo berusaha memojokkan Askar dalam posisi yang salah.
"Kau boleh beranggapan seperti itu, tapi ini tempat umum, kau melakukan satu hal yang tidak pantas." Ucap Salma dengan lirikan mata yang tajam kepada Wajo.
'Jadi kalau bukan di tempat umum, dia boleh menghajar ku, jangan bercanda.'
"Tapi Salma, bagaimana pun aku lihat, Askar dan teman wanitanya itu sangat dekat, aku hanya ingin memberinya pelajaran."
"Kau memberi pelajaran ?, aku bahkan sering melihatmu bersama wanita lain berulang kali, kau yang harus belajar terlebih dahulu suamiku."
"Ya kau tahu, mereka adalah... Hmmm rekan bisnis ?, Ya hanya rekan bisnis." Bingung Wajo mencari alasan.
"Rekan bisnis kah ?, Apa jalan bersama rekan bisnis harus membawa kon*dom pula, memang untuk bisnis apa ?, Bisnis balon ?." Jelas terlihat Salma marah, walau itu disertai sebuah senyum yang tidak menyenangkan.
"Itu... Itu... Maafkan aku." Bersujud Wajo tanpa daya.
Askar cukup tahu apa yang terjadi, dimana Salma memahami setiap kegiatan Wajo, termasuk untuk bermacam hal dengan wanita lain.
Tapi ini bukan waktu yang tepat bagi Askar menyaksikan drama keluarga antara perselingkuhan seorang suami dengan SPG rokok, berbasis rekan bisnis.
"Anu maaf jika urusan kalian berdua masih lama, aku ingin mengantarkan Rea pulang, dia cukup ketakutan melihat seekor beruang ngamuk di warung angkringan." Berkata Askar yang siap untuk pergi.
Mendengar ucapan Askar, Wajo menatap Askar dengan tajam, terlebih niat membunuh yang sangat kuat, dan seketika layu saat Salma membalas tatapan Wajo.
"Tunggu sebentar Askar." Panggil Salma menghentikan langkahnya.
"Ada apa nona Salma." Balas Askar dengan sopan.
Askar tidak menyukai hal ini, dimana sebuah senyum melengkung di wajah cantik wanita paruh baya dan juga ibu dari Rora.
"Aku percaya kau tidak memiliki hubungan apa pun selain teman atau kerabat dengan wanita ini, tapi kau tentu paham konsekuensi, jika aku tahu kau mempermainkan perasaan Rora." Dia mengucapkan sebuah ancaman secara manis.
"Tentu saja, aku tahu itu, jadi jangan khawatir." Jawabnya dengan senyum terpaksalah.
"Baguslah kalau kau mengerti." Bagaimana pun cara Salma menjawab, Askar tidak bisa menebak jalan pikirannya.
Askar memang khawatir dengan hubungan yang terjalin antara dia dengan Rora, dimana dirinya ingin memanfaatkan keadaan ini.
Karena ada satu tujuan untuk Askar lakukan, sebuah alasan yang menyangkut masalah utama dalam hidup sebagai seorang pelarian.