NovelToon NovelToon
Langgur: Peti Emas Di Bawah Pohon Keramat Revan

Langgur: Peti Emas Di Bawah Pohon Keramat Revan

Status: tamat
Genre:Horor / Penyelamat / Reinkarnasi / Tamat
Popularitas:152
Nilai: 5
Nama Author: Una Lam

Desa Langgur gempar. Tanah yang sudah basah, sumur berubah air merah, dan galian di bawah pohon mangga menemukan sesuatu yang seharusnya tidak ditemukan.

Ara tidak tahu, di bawah rumahnya ada tambang, di bawah pohon keramat Revan ada peti emas berdarah yang dijaga arwah leluhur.

Sejak peti itu dibuka, teror datang. Rumah Ara dibakar, sidang adat di kota, dan Langgur harus merdeka dari kutukan.

Pohon Revan yang tidak mau mati itu menuntut tumbal.

Apa isi peti emas di bawah akar itu? Dan kenapa bayi Revani bisa melihat Revan?

Kisah horor thriller tanah Maluku yang bikin merinding dari Bab 1 sampai Bab 35 Tamat!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Una Lam, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30 Akhir Dari Peti Emas

Tiga hari setelah Ara dilantik jadi Kepala Desa perempuan pertama Langgur, ada kejadian aneh lagi di Langgur yang bikin semua warga panik lagi setelah lima tahun damai.

Pagi jam lima subuh, Dion yang biasa siram Pohon Revan Baru pagi-pagi, berlari ke rumah Ara yang sekarang jadi rumah dinas Kepala Desa, dengan napas ngos-ngosan dan wajah pucat seperti melihat hantu lagi.

"Kak Ara! Kak Ara! Bangun! Pohon Revan Baru... Pohon Revan Baru..."

Ara yang masih tidur dengan kalung R dan A di lehernya, langsung bangun dan pakai jaket.

"Ada apa Dion? Pohonnya kenapa? Ada yang tebang lagi?"

Dion menggeleng dengan air mata di mata.

"Bukan ditebang, Kak... Pohonnya... Pohonnya menangis lagi! Seperti Pohon Revan yang lama dulu! Keluar air bening dari batangnya!"

Ara langsung lemas. Pohon menangis lagi? Setelah enam tahun damai? Apa kutukan peti emas balik lagi?

Ara dan Dion berlari ke bawah Pohon Revan Baru. Benar! Dari batang Pohon Revan Baru yang besar 8 meter itu, keluar air bening! Banyak! Menetes-netes ke tanah! Seperti Pohon Revan lama dulu sebelum ada peti!

Di bawah pohon, Tugu Revan batu hitam itu juga basah! Ada air bening keluar dari ukiran wajah Revan di tugu itu! Seperti Tugu Revan menangis!

Warga yang bangun pagi dan lihat pohon menangis lagi langsung panik dan berkumpul lagi di bawah pohon itu seperti enam tahun lalu.

"Pohon nangis lagi! Apa peti emasnya balik lagi dari laut dalam?"

"Jangan-jangan peti yang kita tenggelamkan enam tahun lalu naik lagi ke darat!"

"Kutukan datang lagi!"

Ara yang sebagai Kepala Desa harus tenangkan warga, maju ke depan pohon yang menangis itu dan tempelkan tangannya ke batang pohon.

Batang pohon itu dingin dan basah air bening.

Ara memejamkan mata dan berbisik, "Van? Apa kamu yang nangis? Apa ada yang salah?"

Tidak ada jawaban, hanya air bening yang terus menetes.

Tiba-tiba, dari arah laut, terdengar suara gemuruh! Gemuruh seperti ombak besar! Padahal langit cerah, tidak ada mendung!

Semua warga menengok ke arah laut.

Dari tengah laut Langgur, tempat peti emas ditenggelamkan enam tahun lalu di kedalaman 80 meter, muncul pusaran air besar lagi! Pusaran air hitam yang sama seperti enam tahun lalu waktu peti ditenggelamkan! Pusaran itu berputar kencang dan dari tengah pusaran itu, muncul sesuatu yang mengapung!

Sesuatu yang kayu dan hitam dan ada rantai berkarat!

Peti emas Belanda itu! Muncul lagi! Mengapung di atas laut! Setelah enam tahun tenggelam di 80 meter dalam!

Warga langsung menjerit panik!

"PETINYA BALIK LAGI! PETINYA MENGAPUNG!"

"KUTUKAN BALIK LAGI!"

Peti itu mengapung pelan-pelan menuju pantai Langgur, didorong ombak, seperti ada yang dorong dari bawah laut!

Ara dan Dion dan semua warga berlari ke pantai untuk lihat peti itu yang semakin dekat.

Peti kayu hitam itu akhirnya terdampar di pasir pantai Langgur, di tempat yang sama enam tahun lalu mereka berangkatkan peti itu pakai perahu besar.

Peti itu terdampar, tutupnya terbuka sedikit, dan dari dalamnya tidak keluar asap hitam atau lima wajah hantu lagi. Dari dalamnya keluar air laut dan pasir dan... cahaya keemasan!

Ara dengan berani sebagai Kepala Desa, mendekati peti itu pelan-pelan, walaupun warga lain mundur takut.

Dion mau tahan Ara, "Kak Ara, jangan! Nanti kesurupan lagi seperti aku dulu!"

Tapi Ara menggeleng dan terus maju, kalung batu R dan A di lehernya berkilau terang.

Ara membuka tutup peti itu pelan-pelan dengan tangannya.

Di dalam peti, tidak ada lima tengkorak lagi, tidak ada emas batangan lagi, tidak ada rantai berkarat yang berat lagi.

Di dalam peti, hanya ada tiga benda:

Benda pertama, satu buah mangga besar, mangga dari Pohon Revan Baru, mangga yang manis, ada di dalam peti, masih segar, tidak busuk walaupun peti tenggelam enam tahun di laut dalam.

Benda kedua, satu surat kecil dari plastik yang tidak basah, surat yang tulisannya masih jelas.

Benda ketiga, satu jaket hitam! Jaket hitam Revan yang robek yang dulu disimpan Ara di kotak kayu! Jaket yang hilang setahun lalu dari kotak kayu Ara karena diambil tikus! Ternyata ada di dalam peti ini!

Ara mengambil surat plastik itu dan baca dengan suara keras agar semua warga di pantai dengar.

Surat itu tulisannya tangan, tulisan Revan!

"Untuk Ara dan Warga Langgur,

Kalau kalian baca surat ini, artinya peti ini sudah kembali lagi ke pantai Langgur setelah enam tahun aku jaga di laut dalam.

Jangan takut, peti ini sudah tidak ada kutukan lagi. Lima hantu penjaga emas itu sudah aku antar ke tempat tenang, sudah aku maafkan, sudah aku kuburkan di dasar laut dalam dengan layak, tidak seperti dulu mereka dibunuh Belanda dan tidak dikubur.

Selama enam tahun aku di laut dalam jaga peti ini, aku lihat Langgur dari jauh, dari dasar laut. Aku lihat 12 rumah jadi 30 rumah, aku lihat SD jadi SMP, aku lihat Dion nikah dan punya anak Revani, aku lihat Ara jadi Kepala Desa.

Tugas aku sebagai penjaga peti sudah selesai, peti ini sudah bersih, tidak ada kutukan lagi. Isinya hanya mangga dari pohon baruku dan jaketku yang dulu hilang, aku kembalikan.

Tolong kubur peti ini di darat, di samping Tugu Revan, sebagai museum, biar anak cucu tahu Langgur pernah punya kutukan emas 80 tahun dan pernah merdeka karena keberanian warga tebang pohon dan tenggelamkan peti.

Dan tolong, makan mangga di dalam peti itu bersama-sama, itu mangga terakhir dariku.

Terima kasih sudah bangun tugu untuk aku. Aku sudah benar-benar tenang sekarang dan tidak akan datang lagi, bahkan lewat bunga atau mimpi. Tapi aku senang, karena Langgur sudah punya penjaga baru, yaitu Ara.

Jaga Langgur terus ya, Bu Kades.

Salam,

Revan

Penjaga Langgur Selamanya"

Ara selesai baca surat itu dan langsung menangis keras di pantai, memeluk jaket hitam yang ada di dalam peti itu, jaket yang wangi bunga mangga lagi, wangi yang harum!

Dion dan semua warga yang dengar surat itu juga menangis, bukan menangis takut, tapi menangis haru!

Jadi selama enam tahun, Revan ada di laut dalam jaga peti itu agar tidak naik lagi! Revan yang jaga Langgur dari dasar laut!

Peti itu sekarang sudah bersih, tidak ada kutukan!

Sesuai pesan Revan di surat, warga Langgur gotong-royong angkat peti kosong itu dari pantai dan bawa ke samping Tugu Revan, di bawah Pohon Revan Baru.

Mereka gali lubang kecil dan kubur setengah badan peti itu di tanah, jadi seperti museum kecil, peti yang setengah terkubur dengan tutup terbuka, di dalamnya ada tulisan sejarah Langgur.

Buah mangga besar yang ada di dalam peti itu, dibagi-bagi untuk semua warga Langgur sore itu di bawah Pohon Revan Baru. Mangga itu manisnya luar biasa, paling manis dari 100 mangga Pohon Revan Baru, karena itu mangga terakhir dari Revan.

Malam itu, Pohon Revan Baru yang tadi pagi menangis air bening, sekarang tidak menangis lagi, daunnya kering dan mengkilap lagi, seperti senang karena tugasnya selesai.

Tugu Revan yang tadi pagi juga menangis, sekarang kering lagi.

Di langit malam Langgur, bintang paling terang yang ada di atas Tugu Revan selama enam tahun itu, malam ini berkedip sangat terang sekali, lalu pelan-pelan meredup dan hilang, seperti lampu yang dimatikan.

Ara yang melihat bintang itu hilang, tahu artinya.

Revan sudah benar-benar pergi ke tempat tenang yang paling jauh, tidak akan kembali lagi, bahkan sebagai bintang.

Tapi Ara tidak sedih lagi, dia senyum sambil memegang kalung R dan A dan jaket hitam yang kembali.

Karena Revan pergi dengan tenang, setelah lihat Langgur sudah merdeka, sudah punya 30 rumah, sudah punya sekolah, sudah punya Kepala Desa perempuan pertama.

Di buku harian Kepala Desa Langgur, Ara menulis halaman terakhir untuk season utama,

"Hari ini peti emas kembali, tapi sudah bersih. Revan sudah antar lima hantu itu ke tempat tenang. Revan juga sudah pergi ke tempat tenang. Peti sekarang jadi museum. Mangga terakhir Revan sudah kami makan bersama. Langgur benar-benar merdeka hari ini, bukan hanya dari penjajah Belanda atau dari Pak Hendra, tapi merdeka dari kutukan 80 tahun. Terima kasih, Van. Selamat jalan ke tempat paling tenang.

TAMAT SEASON UTAMA - LANGGUR MERDEKA"

Tapi di bawah tulisan tamat itu, Ara tulis lagi kecil,

"Bersambung ke Epilog 5 Bab - Kehidupan Baru Langgur"

Karena cerita Langgur belum selesai, masih ada 5 bab lagi untuk epilog manis sampai Bab 35.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!