NovelToon NovelToon
SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

SISTEM KULTIVASI PERJAKA TUA

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Kultivasi Modern / Urban
Popularitas:843
Nilai: 5
Nama Author: S. M yanie

Dari seorang pangeran yang diagungkan, Jiang Yui kini beralih profesi menjadi "makcomblang sakti" keliling dunia.

Mulai dari pendekar pedang wanita yang dingin dari sekte es, pangeran dari faksi musuh, hingga siluman rubah yang galau—semuanya harus ia satukan dalam ikatan cinta.

​Ditemani oleh layar sistem magis yang mengejek setiap kegagalannya, mampukah Jiang Yui merajut kisah cinta orang lain demi menyelamatkan takdir cintanya sendiri, atau ia justru terjebak selamanya sebagai perjaka tua terkuat di dunia kultivasi?

Jangan lupa like,komen dan subscribe ya kakak, biar author ya semangat ,,dukungan kalian sangat berharga... makasih 🫶🫶🫶🫶

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon S. M yanie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Suasana perayaan kecil atas restu aliansi sekte di halaman Paviliun Damai baru saja mereda ketika angin sore berembus membawa hawa dingin yang tak biasa.

 Mangkuk-mangkuk teh kosong telah dirapikan oleh Murong Chen, dan Grand Master Cang Wu sudah pamit kembali ke sektenya dengan wajah jauh lebih cerah setelah membawa pulang sekotak daun teh herbal.

​Namun, ketenangan itu tidak bertahan lama.

​Kring...

​Suara lonceng kecil di pintu depan kedai berbunyi pelan. Tidak ada suara langkah kaki yang mantap atau seruan riang seperti biasa. Yang terdengar hanya menyeret sepatu yang berat, disusul oleh suara ketukan lemah di kusen pintu kayu.

​Jiang Yui, yang sedang duduk bersandar di kursi goyang bersama Bai Ling, langsung membuka matanya.

Ia menoleh ke arah pintu masuk, tempat sesosok bayangan berdiri membungkuk dengan tubuh dibalut jubah hitam compang-camping yang basah oleh embun malam.

​"Silakan masuk, kedai sudah... eh," ucapan Jiang Yui terhenti di tengah jalan.

​Begitu sosok itu melangkah masuk ke dalam pendar lampu pelita, seluruh orang di dalam kedai tertegun.

Itu adalah seorang wanita muda, namun separuh wajahnya tertutup oleh kain kerudung usang yang meneteskan cairan hitam pekat.

Aura kultivasi di tubuhnya tidak stabil, berhamburan liar dan sekarat, seolah-olah inti spiritualnya telah hancur lebur berkeping-keping.

​Wanita itu melangkah gontai, lalu tiba-tiba kehilangan keseimbangan dan ambruk bersimpuh di lantai kayu kedai sebelum sempat mencapai kursi.

​"Eh! Nona!" Murong Chen terperanjat, langsung berlari mendekat untuk membantu mengangkat tubuh wanita tersebut.

​Begitu kerudung usang itu tersingkap, Bai Ling dan Nona Mei yang melihatnya langsung menarik napas tertahan.

Separuh wajah wanita itu dipenuhi oleh ukiran tanda kutukan spiritual berwarna kehitaman yang menjalar hingga ke lehernya, sementara mata kanannya kosong tanpa binar kehidupan.

Ia tampak sangat kurus, rapuh, bagaikan sehelai daun kering yang siap hancur oleh terpaan angin paling lembut sekalipun.

​"Tolong..." suara wanita itu begitu serak, nyaris tak terdengar, bergetar hebat di antara isak tangis yang tertahan.

"Tolong aku... bunuh aku, atau selamatkan dia..."

​Jiang Yui bangkit dari kursinya dengan tenang. Ia berjalan mendekat, berjongkok tepat di hadapan wanita malang itu, lalu memeriksa pergelangan tangannya yang dipenuhi luka goresan energi hitam.

​"Siapa namamu, Nak? Dan apa yang terjadi pada inti kultivasimu?" tanya Jiang Yui dengan suara yang sengaja dilembutkan, jauh dari nada jenakanya biasanya.

​Wanita itu mendongak perlahan, menatap mata Jiang Yui dengan tatapan penuh keputusasaan yang teramat dalam. Air mata bercampur darah mengalir dari sudut matanya yang terluka.

​"Namaku... Mei Lan..." cicit wanita itu terbata-bata. Ia mencengkeram erat jubah Jiang Yui dengan jemarinya yang dingin.

 "Tiga tahun lalu, aku dan tunanganku... seorang kultivator dari lembah utara... dikutuk oleh sekte kami karena menolak perjodohan politik. Tunanganku dipaksa menelan pil pemusnah jiwa di hadapanku, sementara aku... aku dipaksa menanggung kutukan penyerap jiwa ini agar ingatannya tentang aku terhapus selamanya..."

​Suara Mei Lan teredam oleh isak tangis yang menyayat hati.

"Setiap malam, kutukan ini menggerogoti ingatanku tentang dia. Aku bahkan... aku bahkan mulai lupa seperti apa wajahnya... Tolong... harganya sangat menyakitkan. Lebih baik aku mati daripada hidup tanpa bisa mengingat pria yang kucintai..."

​Mendengar kisah itu, suasana di dalam kedai mendadak hening seketika. Murong Chen mengepalkan tangannya erat-erat hingga kukunya memutih, sementara Liu Tian menghela napas panjang dengan pandangan nanar.

​Kutukan penyerap jiwa adalah salah satu siksaan spiritual paling kejam di dunia kultivasi—bukan sekadar merusak raga, melainkan menghapus paksa kenangan paling berharga dari orang yang paling dicintai.

​Jiang Yui menatap Mei Lan lekat-lekat. Tidak ada lagi senyum jenaka di wajahnya. Yang ada hanyalah sorot mata setajam elang yang menyimpan kemarahan dingin terhadap sistem keji yang menciptakan penderitaan semacam itu.

​Jiang Yui perlahan meletakkan tangannya di atas dahi Mei Lan, menyalurkan sedikit energi hangat untuk menenangkan rasa sakit yang menggerogoti jiwa wanita itu.

​"Jangan takut, Mei Lan," bisik Jiang Yui tenang namun tegas.

"Di paviliun damai, tidak ada kenangan yang benar-benar hilang, dan tidak ada cinta sejati yang boleh dihapus oleh kutukan murahan sekte mana pun."

Suasana di dalam Paviliun damai berubah drastis menjadi senyap dan mencekam. Pendar lampu pelita minyak mendadak meredup seiring dengan gelombang energi hitam yang masih berdenyut lemah di sekujur tubuh Mei Lan.

Wanita itu terbaring lemas di atas sofa bambu, napasnya tersengal-sengal menahan rasa sakit luar biasa di kepalanya.

Setiap kali kutukan penyerap jiwa itu berdenyut, sebagian kecil memori di dalam otaknya lenyap bagaikan abu yang diterbangkan angin.

"Paman... kutukan itu terlalu dalam," bisik Murong Chen dengan suara bergetar, berdiri di samping sofa sambil membawa baskom air hangat dan handuk kecil.

"Energi hitamnya sudah merasuk hingga ke inti jiwa. Kalau dibiarkan semalam lagi, bukan cuma ingatannya tentang tunangannya yang hilang, tapi jiwanya bakal kosong permanen!"

1
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
udah kayak lamaran kerja ini
☪︎⃟𒈔⃟🕊 putra h iatu s 🍤
sangat bagus,cocok dibaca semua kalangan
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
astaghfirullah🤣🤣🤣
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: apehall nih??
total 1 replies
🥳➊ˢᵗ ᴀɴɴɪᴠ'sᴛᴀʀѕ⍣⃝✰putrahs
alamakkk belum dapat jodohh
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: km juga blum
total 1 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Sial, aku tertawa 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: jangan di tahan,tar jadi kentut
total 2 replies
✍️⃞⃟𝑹𝑨Han Boshalvaya🍤
Bagus juga idenya, boleh aku tiru? 🗿
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: boleh bangett masss
total 2 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
Keren banget ceritanya sangat informatif dan bermanfaat
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: ok sip
👍
total 2 replies
𝙕𝙯𝙯
benar-benar berbeda sekali dengan kak yani yang biasanya itu.

sistem kultivasi perjaka/NosePick/ 🤧
☪︎⃟𒈔⃟🕊 S.M YANIE 🇵🇸: wkwkwk ayok aktif nulis lagi
total 1 replies
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ
mampir
༺⬙⃟⛅cap badakℛᵉˣ: follow kak mau kirim ss
total 4 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!