Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.
Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.
Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gelang Yang Tertinggal
Seorang pria baru saja keluar dari kamar mandi usai membersihkan diri pagi ini. Masih dengan kimono handuk yang menutupi seluruh tubuhnya, Pria tampan itu melangkah menuju kearah lemari.
Ia meraih pakaian kerjanya yang akan dipakai ke kantor. Setelah meraih pakaiannya, Pria yang tak lain adalah Rayyan itu memakainya.
Usai dipastikan rapi, Rayyan menuju kearah meja riasnya. Mengambil sebuah parfum kemudian menyemprotkan parfum mahal tersebut ke leher, Pakaian serta pada telapak tangannya.
Begitu meletakkan parfum tersebut, Tatapan matanya tertuju pada sebuah kotak yang sudah sangat lama tidak ia sentuh sama sekali.
Sebelah tangannya terangkat meraih benda kotak itu. Dan dibukalah kotak kayu itu, Didalamnya terdapat sebuah gelang emas rantai dengan sedikit mainan kecil yang lucu.
Dilihatlah dengan seksama gelang itu. Ada bagian mainannya yang telah rusak. Rayyan tersenyum tipis, Ingatannya kembali pada beberapa bulan lalu dimana ia datang kecabang perusahaan diluar kota.
Dia tidak datang seorang diri melainkan bersama sang Asisten. Bukan hanya sekali dua kali Rayyan datang berkunjung ke perusahaan itu, Berulang kali namun dengan jarak yang cukup lama.
"Awaaassss..." Pada saat itu, Rayyan cukup terkejut karena dirinya tiba-tiba saja ditarik oleh seseorang membuat Rayyan hampir saja terjatuh.
"Wooeee.. Kalo nyetir pakek mata dooong!" Teriak seorang gadis berpakaian seragam SMA. Masih dengan tas dipunggung serta rambut yang dikuncir kuda, Gadis tersebut menolong Rayyan yang hendak diserempet oleh pemuda yang mengendarai motornya secara ugal-ugalan.
"Mas nya gapapa?" Tanya gadis itu. Rayyan menggelengkan kepalanya, Matanya sempat menatap wajah gadis cantik yang terlihat polos tanpa make up itu.
"Terima kasih kamu sudah menolong saya.. Ini juga salah saya karena kurang memperhatikan jalan.." Ucap Rayyan pada gadis berseragam SMA itu. Gadis itu hanya tersenyum..
"Lain kali hati-hati ya, Mas.. Sekarang ini banyak pengendara yang gak hati-hati..." Rayyan mengangguk. Pria itu meraih dompetnya lalu mengambil beberapa lembar uang merah.
"Ini buat kamu.. Karena tadi kamu udah nolong saya.." Gadis itu menggelengkan kepalanya cepat.
"Gak usah Mas.. Tadi saya nolong Mas nya karena reflek doang.. Saya gak butuh imbalan.." Tolak gadis itu.
"Gapapa.. Anggap saja uang ini...
"Mas, Udah dulu ya.. Saya dipanggil tuh. " Gadis itupun berlari menghampiri temannya. Rayyan menghela nafas panjang, Ia kembali memasukan lembaran uang tersebut kedalam dompetnya.
"Gadis yang cantik..
Sejak saat itu, Rayyan tidak bertemu lagi dengan gadis itu. Hingga beberapa tahun kemudian, Rayyan kembali dipertemukan lagi dengan gadis tadi dikantor cabangnya.
Pada saat itu, Rayyan yang tengah berjalan dilobi tanpa sengaja menabrak seorang gadis magang. Rayyan masih ingat dengan gadis itu, Gadis cantik yang pernah menolongnya. Parasnya masih sama, Cantik, Kulitnya putih, Rambutnya lurus.
"Maafkan saya pak.. Saya gak sengaja.." Ucap gadis itu. Raut wajahnya menggambarkan bahwa gadis itu seperti takut pada Rayyan. Dengan cepat gadis cantik itu berjongkok lalu memungut kertas fotocopy yang berhamburan dilantai itu.
Rayyan hanya memerhatikan saja. Sepertinya gadis ini lupa dengannya. Akan tetapi Rayyan tidak lupa.. Ia masih ingat dengan gadis tersebut..
"Sekali lagi maafkan saya pak.." Gadis itu berlalu pergi usai memungut kertas yang berhamburan itu. Tanpa sadar kalau ada barang yang tertinggal.
"Heyy,.. " Rayyan memanggil gadis itu namun ia sudah pergi.
Rayyan tahu gadis itu tapi tidak mengenal siapa gadis magang tersebut. Jangankan mengenal, Rayyan saja awalnya tidak tahu kalau gadis cantik itu adalah anak magang disini, Mungkin saking sibuknya. Rayyan tahu dari salah satu karyawan dan itupun karena Rayyan sendiri yang bertanya.
Karena pada saat itu, Rayyan hanya datang untuk sekedar berkunjung. Rayyan berkunjung diperusahaan tersebut hanya satu hari saja.
Dan yang paling Rayyan ingat ialah, Gadis itu punya kekurangan. Kakinya pincang, Entah memang pincang atau sedang terluka Rayyan tidak tahu. Dan seingat Rayyan, Dulu kaki gadis itu baik-baik saja, tapi sekarang?
Pertemuan kedua mereka membuat Rayyan punya ketertarikan sendiri dimata pria itu.
Ketika pria itu hendak pergi saat itu, Namun kakinya tak sengaja menginjak sesuatu. Rayyan melihat apa yang dia injak, Dan ternyata barang itu adalah sebuah gelang emas.
Rayyan raih gelang tersebut lalu memerhatikannya dengan seksama. Dia baru sadar kalau mungkin gelang itu adalah milik gadis magang tadi. Sayangnya setelah Rayyan cari-cari gadis itu tidak ada.
"Sepertinya aku harus mengembalikan gelang ini pada pemiliknya" Rayyan meraih benda pipihnya kemudian menghubungi Asistennya.
...****************...
"Tuan memanggil saya?" Seorang pria seumuran dengannya masuk keruangan Rayyan.
"Hm, Saya ingin kamu melakukan sesuatu...
"Apa itu Tuan?
"Tolong kamu cek kembali data para anak magang diperusahaan cabang X tahun lalu.." Haidar mengangguk dan langsung melaksanakan perintah sang Bos.
Tak butuh waktu yang lama, Haidar kembali masuk dengan membawa beberapa berkas.
"Ini yang Tuan cari.." Rayyan menerima berkas tersebut lalu mulai melihat satu persatu data anak magang tahun lalu itu.
Begitu menemukan data yang ia cari. Rayyan mengambilnya kemudian menyerahkannya pada sang Asisten.
"Kamu cari tahu gadis ini.. Dan laporkan padaku.." Titah Rayyan. Haidar mengangguk dan langsung melaksanakan perintah yang baginya wajib itu.
Haidar melihat data tersebut, Ia terdiam sejenak..
"Dia kan??
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Siang itu, Rayyan pergi ke toko perhiasan. Ia datang ke toko perhiasan tempat Mamanya biasa mencari perhiasan disana.
"Selamat siang Tuan.." Sapa karyawan toko tersebut dengan ramah. Kedatangan Rayyan memang tidak asing karena pria itu sering datang mengantar sang Mama.
"Panggilkan manager kalian.." Salah satu dari mereka mengangguk. Rayyan memang terkenal dengan orang yang sangat penting maka dari itu saat Rayyan ingin bertemu dengan manager toko besar itu langsung terlaksana.
"Tuan Rayyan... Ada yang bisa saya bantu Tuan.." Rayyan mengangguk. Pria itu memasukan sebelah tangannya kedalam saku jasnya lalu meraih sebuah gelang yang tadi pagi ia pegang.
"Saya ingin memesan gelang yang sama persis dengan gelang ini.. Saya mau semua bahannya memakai barang yang ori.. Berapapun biaya nya akan saya bayar.." Manager tersebut meraih gelang tersebut.
"Tuan tenang saja.. Satu bulan, Gelang ini akan jadi.." Rayyan mengangguk. Rayyan meraih benda pipihnya dan mentransfer uang sebagai DP nya.
"DP nya sudah saya TF.. Kalau gitu saya pergi dulu.." Manager tersebut mengangguk.
Rayyan pun segera pergi dari tempat tersebut. Sekarang ia hanya tinggal menunggu kabar tentang gadis itu.
"Dia gadis yang berbeda...
•
•
•
TBC
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,