NovelToon NovelToon
Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Rumah Tanpa Cahaya (Pelukis Buta Itu Ibu Tiriku)

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta Seiring Waktu / Ibu Tiri / Orang Disabilitas
Popularitas:41.4k
Nilai: 5
Nama Author: eli_wi

"Kamu akan Ayah jodohkan dengan Bian menggantikan Salsa. Daripada kamu di rumah cuma coret-coret kertas nggak jelas, mending ngurusin anaknya tukang kebun itu." ucap Ayah dari seorang gadis yang tengah melukis di sebuah art paper.

"Baik," jawab gadis bernama Aluna Savira Velove itu tanpa perlawanan.

Aluna harus menikah dengan kekasih dari anak tiri Ayah kandungnya. Status calon suami Salsa yang hanya bekerja di kebun buah dan sayuran terbesar di desa itu, membuat perempuan itu menolak saat diajak menikah. Apalagi laki-laki itu juga seorang duda dengan dua anak yang sangat nakal.

Bisa kah Aluna menaklukkan dua anak dari sang duda? Mampu kah dia menjalani pernikahan tanpa cinta dengan sang duda?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eli_wi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Perubahan

"Bi Sita, apa maksudnya iblis? Memangnya Tante Aluna diapakan sama keluarganya?" tanya seorang bocah laki-laki yang datang secara tiba-tiba. Dia adalah Reyhan yang langsung menginterogasi Bibi Sita dan Bibi Tari.

"Waduh... Mas Reyhan ngagetin Bibi aja sih," Bibi Sita sampai mengelus dadanya karena terkejut.

"Itu biasa urusan orang dewasa. Nggak usah diomongin lagi," ucapnya yang tak ingin Reyhan ikut campur masalah dari Aluna.

Namun bukan Reyhan namanya kalau akan langsung pergi begitu saja sebelum rasa penasarannya terjawab. Dia sangat penasaran dengan cerita hidup dari Aluna. Jujur saja sejak pertama kali melihat Ibu tirinya, Reyhan ini khawatir dan curiga kalau Aluna hanya mengincar harta milik Bian. Nanti dia dan adiknya bisa dibuang kalau Aluna mendapatkan semua harta Bian. Tiba-tiba Elova juga datang ke dapur yang kemudian duduk di kursi plastik samping Reyhan. Keduanya sudah seperti dua kurcaci yang siap mendengarkan sebuah cerita menarik.

"Lova, kamu ngapain ikutan duduk di sini? Pergi sana," tanya Reyhan saat menyadari adiknya ikut duduk di sampingnya.

"Lopa mau dengal celita tentang Ibu tili," jawab Elova dengan tatapan polosnya.

"Astaga... Sana ke kamar aja. Di sini tuh panas," usir Reyhan pada adiknya.

"Panas tinggal nyalakan kipas, seyeng." ucap Elova dengan bibir menye-menye.

Happpp...

"Pasti lihat sinetron lagi ini," Reyhan langsung menjepit bibir Elova agar tak semakin aneh dalam berucap. Bibi Sita dan Bibi Tari hanya bisa terkekeh pelan melihat semuanya.

"Lebih baik kalian ke kamar masing-masing sambil menunggu makan malam," suruh Bibi Tari sambil merapikan rambut Elova yang tampak berantakan.

"Menunggu itu ndak suka Lopa, Bibi. Mau dengal tadi," rengek Elova dengan tatapan penasarannya.

"Bi, Reyhan mohon. Ceritakan tentang iblis tadi," ucap Reyhan dengan tatapan permohonan.

Bibi Sita langsung menatap Bibi Tari untuk meminta ijin menceritakan tentang Aluna. Siapa tahu dengan menceritakan ini, Reyhan akan menjadi lebih peduli dan cepat menerima Aluna. Akhirnya Bibi Tari menganggukkan kepalanya. Dia juga berharap demikian pada Reyhan dan Elova. Kedua bocah cilik itu sudah siap mendengar apa yang terjadi pada Aluna.

"Tante Aluna itu orangnya sangat baik, tapi sayangnya..."

"Olangtuanya ndak baik," sela Elova yang mengetahui arah pembicaraan mereka. Bahkan sebelum Bibi Sita menyelesaikan ucapannya.

"Kok Nak Lova tahu?" tanya Bibi Tari dengan tatapan bingungnya.

"Semuanya Lopa tahu. Tadi ada si tua jahat datang telus Tante Aluna malah-malah. Lopa dengal kalau si tua jahat ini minta uang sama Tante Aluna. Tapi Lopa ndak tahu, uangnya buat apa. Mungkin buat jajan pelmen," ucap Elova dengan menggebu-gebu.

"Si tua? Ini bukan orangnya?" tanya Bibi Tari yang langsung mengeluarkan ponselnya.

Elova menganggukkan kepalanya saat Bibi Tari menunjukkan sebuah foto. Reyhan pun ikut melihat foto yang diberikan Bibi Tari. Elova menceritakan kejadian di KUA tadi sampai dia melemparkan kaleng minuman pada kepala Ayah Riko. Bibi Tari yang mendengar itu menatap takjub pada Elova.

Prok... Prok...Prok...

"Luar biasa, Lova. Bibi mau lempar batu itu kepalanya, nggak berani dulu. Takut dipecat dan akhirnya nanti Tante Aluna malah disiksa. Terimakasih sudah mewakili Bibi," ucap Bibi Tari sambil bertepuk tangan.

"Emang itu benar Ayahnya Tante Aluna?" tanya Reyhan dengan tatapan penasaran.

"Iya, Ayahnya Tante Aluna. Tante tuh tinggalnya di bangunan mau roboh, ngeri banget pokoknya. Padahal orangtuanya kaya. Namun sejak matanya buta, Tante Aluna tambah dikucilkan. Makanan pun dikasihnya basi," jawab Bibi Tari dengan raut wajah marahnya.

Nah... Benal, Lopa juga dengal kalau Tante Aluna dikasih makanan basi. Dikila Tante itu hewan apa kali ya,

Ternyata aku memusuhi orang yang sudah ditindas oleh keluarganya sendiri. Lalu apa bedanya aku dengan keluarganya itu?

***

Aluna merasakan ada yang aneh saat duduk di ruang makan. Seakan ada beberapa orang yang terus melihatnya. Namun dia tak bisa asal bertanya karena khawatir akan dituduh bicara asal. Aluna menyuapi Elova yang duduk di sampingnya. Padahal Bian sudah mengatakan pada Elova untuk makan sendiri. Namun Elova tidak mau, dia banyak alasan agar disuapi oleh Aluna.

"Kamu manja banget sih, Lova. Kan Tante Aluna belum makan juga lho. Biasanya juga makan sendiri," ucap Bian sambil menggelengkan kepalanya.

"Tangan Lopa pegal, Papa. Tadi habis gendong boneka telus pegal," ucap Elova dengan alasannya.

"Kalau udah tahu gendong boneka itu bisa bikin tangan pegal, ya nggak usah digendong dong. Lempar saja," ucap Reyhan dengan sindirannya.

"Lencananya mau Lopa minta Papa dan Abang leyhan buat gendong," ucap Elova dengan santainya.

Ogah...

Ndak kasihan kalian sama anaknya Lopa?

Jawaban Reyhan dan Bian yang menolak keinginan Elova untuk menggendong bonekanya, membuat Aluna terkekeh pelan. Lucu sekali Elova ini sampai bisa membuat Reyhan dan Bian langsung kompak begitu. Elova mengerucutkan bibirnya sebal karena ditolak oleh Papa dan Abangnya. Walaupun Aluna tak bisa melihat, tapi dia bisa merasakan apa yang terjadi di sekitarnya. Aluna pun segera menyelesaikan menyuapi Elova. Pasalnya dia juga belum makan, perutnya sedikit perih tadi.

"Tante, buka mulutnya." ucap Reyhan tiba-tiba yang ada di sebelah kirinya. Sebenarnya Aluna duduk diapit oleh Reyhan dan Elova. Sedangkan Bian duduk di kursi paling ujung.

Eh...

"Nan..."

"Buka mulutnya, Tante. Kalau nggak makan, nanti badannya kurus kerempeng lho. Badan Tante harus sama seperti Lova yang gembul," sela Reyhan membuat Aluna dan Bian sangat terkejut.

"Ini nggak ada racunnya kan?" tanya Aluna dengan ragu-ragu.

"Ndak ada lacunnya itu, Tante. Kan Abang pegangnya di tangan kanannya," ucap Elova dengan cepat. Aluna tersenyum mendengar ucapan Elova. Padahal dia mengatakan hal ini hanya bercanda saja.

"Kalau ada racunnya, Reyhan udah keracunan duluan." ucap Reyhan dengan raut wajah sebalnya.

Setelah mendengar cerita dari Bibi Sita dan Bibi Tari, entah mengapa Reyhan merasa kasihan pada Aluna. Walaupun perempuan itu sama sekali tidak minta untuk dikasihani. Melihat makanan dan Aluna belum makan, dia langsung mengingat percakapannya dengan dua ART di rumahnya tadi. Aluna diberi makanan basi oleh ART dan keluarganya. Tentu saja Reyhan langsung berinisiatif untuk menyuapi Aluna. Walaupun dia sendiri belum bisa menerima sepenuhnya Aluna sebagai Ibu tirinya.

Aaaaa...

"Terimakasih, Reyhan. Nasi yang berasal dari suapanmu, rasanya lebih manis." ucap Aluna memberikan ucapan manis pada Reyhan setelah mendapatkan suapan dari anak tirinya. Sontak saja kedua pipi Reyhan langsung memerah karena malu.

"Lopa mau, Abang. Kata Tante Aluna, lebih manis nasinya. Lopa mau coba," seru Elova tiba-tiba.

Nih...

Ndak tuh, lasanya kaya nasi biasa saja. Bohong nih... Bial disuapi Abang leyhan telus kan, Tante?

Hahahaha...

Semoga kedua anakku bisa segera menerima Aluna jadi Ibunya,

1
Ita Xiaomi
😁😁😁
Sani Srimulyani
yang ada malah kalian lah yang dipenjara.😏
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
jangan biarkan mereka bisa masuk ke restoran/Scream/
Sani Srimulyani
bagus Aulia, usir aja mereka semua yang sudah membuatmu menderita.
Nisa Via
Benalu emang tuh Pak Riko 🤔
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
wahh, keterlaluan tuh si riko, penjarakan saja dia, dia sudah memalsukan tanda tangan Aluna/Scream/
Novita Sari
ternyata aluna sultan.lopa Mana kok gak keliatan.. lanjut thor..
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
Siap-siap kalian di depak😏
𝐈𝐬𝐭𝐲
Luar biasa
Sani Srimulyani
hayolo siap2 miskin kalian......😏
Novita Sari
siap siap nenek lampir diem dikolong jembatan...... lanjut thor...lopa ikut ngobrol orang dewasa bela ibu lopa...
Ita Xiaomi
Sptnya Pak Arman udah tiba nih.
Ita Xiaomi: Tq Kk infonya. Semangat berkarya. Berkah&Sukses selalu.
total 2 replies
Sani Srimulyani
wah udah nyampe sini aja tuh pengacara .....
Novita Sari
semoga pengacara aluna yg datang...
Sani Srimulyani
bagus pa pengacara, usut tuntas kehidupan Aluna. biar kelurga toxic itu menderita.
Novita Sari
siap siap maya salsa kena tendang..
br tau sekaya apa aluna.mungkin bisa lebih kaya dari bian..
🟡🦋⃞⃟𝓬🧸≛⃝⃕|ℙ$Cintya☕︎⃝❥ 💎
ayo pak arman segera bertemu Aluna/Determined//Determined//Determined//Scream/
E F
lanjuttttt💪🙏😍
Sani Srimulyani
pinter banget sih lova......
Dewiendahsetiowati
Lobak jadi pahlawan buat Luna
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!