NovelToon NovelToon
Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Terjebak Duda Dan Tiga Pewaris Nakalnya

Status: tamat
Genre:Ibu Tiri / Identitas Tersembunyi / Mafia / Tamat
Popularitas:4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Aisyah Alfatih

Arabelle Vasillo kabur dari rumah demi membuktikan bahwa dirinya bisa hidup mandiri tanpa bantuan keluarga. Dengan waktu satu tahun sebagai taruhan, ia membuka warung sarapan sederhana dan berusaha menjalani hidup biasa.

Namun, hidup tenangnya berakhir saat tanpa sengaja memecahkan kaca mobil Nathan Pradipta Anderson, seorang duda kaya dan berpengaruh yang memiliki tiga anak super nakal, Elang, Theo, dan Alya.

Dari satu kesalahan kecil, Arabelle justru terjebak dalam kehidupan keluarga Anderson yang penuh kekacauan, rahasia, dan konflik. Bisakah Arabelle bertahan menghadapi duda dingin dan tiga anak nakalnya, atau justru mereka akan mengubah hidupnya selamanya?

"Menikah denganku dan jadi ibu tiri dari ketiga anakku, maka hutangmu ku anggap lunas,"

Arabelle, hanya tersenyum menanggapi ucapan Nathan, tetapi Arabelle justru tak punya pilihan lain, semenjak hidup mandiri semua kartunya dan fasilitasnya telah dia serahkan pada keluarganya.

"Oke, deal! Setahun tidak lebih!"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

32

Almond menunjuk Ara dengan jari gemetar.

"Loh?! Itu kan—"

Keduanya saling menatap, lalu berseru hampir bersamaan.

"Wanita yang ngambil uang kas kami!"

Ruangan langsung hening, Ken belum berhenti.

"Yang ngejar kami pakai sapu lidi!"

Almond mengangguk cepat. "Iya! Yang nyuruh kami bersihin warung!"

Theo yang berbaring di ranjang langsung memejamkan mata, selesai sudah hidupnya. Ia bahkan tidak berani melihat ke arah Ara.

Sementara Alya membulatkan mata, Elang juga tampak terkejut. Keduanya bergantian menatap Theo, lalu Ara, lalu Ken dan Almond. Otak mereka mulai menyusun potongan-potongan kejadian yang selama ini tidak mereka ketahui.

Sedangkan Ara, masih berdiri di dekat pintu. Diam dan tidak berkedip sama sekali, tatapannya perlahan berpindah ke Theo.

Theo yang merasakan tatapan itu langsung menarik bantal dan menutup wajahnya.

"Aku nggak lihat apa-apa..." Gumamnya pelan.

Ken dan Almond masih belum menyadari situasi, mereka justru berdiri.

"Ngapain kamu ke sini?" Tanya Almond. "Nggak ada urusan kan?"

Ken ikut mengangguk. "Iya,"

"Keluar sana!" Ucap Almond sembarangan.

"Teman kami nggak ada urusan lagi sama kamu!"

Alya langsung tersedak ludahnya sendiri, Elang melebarkan matanya. Theo yang mendengar itu langsung menarik bantal lebih rapat menutupi wajahnya.

Dalam hati ia hanya punya satu pikiran.

'Mati, dua orang ini benar-benar cari mati.'

Ken dan Almond mulai merasa ada yang aneh, Ken melirik Theo.

Theo masih menutupi wajahnya dengan bantal, Almond melirik Elang. Wajah Elang terlihat sangat sulit dijelaskan. Lalu mereka menoleh ke arah Alya. Gadis itu perlahan mundur satu langkah, seolah tidak ingin terlibat. Ara berdiri dengan kedua tangan terlipat di dada.

Ara berjalan masuk ke dalam ruangan. Suara langkahnya membuat jantung Theo berdebar semakin cepat. Ara berhenti tepat di samping ranjang, lalu menatap Ken dan kemudian Almond yang berdiri di sampingnya.

Sampai akhirnya sudut bibir Ara terangkat membentuk senyum tipis. Senyum yang sama persis seperti saat ia akan membuat seseorang menyesali perbuatannya.

Melihat senyum itu, Theo langsung menarik bantal hingga menutupi seluruh kepalanya. Sementara Ken dan Almond saling berpandangan bingung.

Suasana ruangan masih terasa tegang. Ken dan Almond bahkan belum berani bergerak sejak Ara masuk. Sementara Theo masih bersembunyi di balik bantalnya. Ara akhirnya mengembuskan napas pelan. Tatapannya turun memperhatikan kondisi Theo dari atas sampai bawah.

"Bagaimana kabarmu?" Tanya Ara akhirnya.

"Hah?!" Ken dan Almond langsung menoleh bersamaan. Mereka mengira Ara akan langsung mengamuk. Ternyata wanita itu justru menanyakan kabar Theo. Bahkan, Elang dan Alya sedikit terkejut.

Theo perlahan menurunkan bantal dari wajahnya, lalu tersenyum kaku.

"Hehe..." Matanya melirik pahanya yang diperban. Kemudian tangannya yang penuh luka gores.

"Ini cuma sedikit kok." Katanya sambil tertawa kikuk.

"Tadi juga dokter bilang nggak apa-apa."

Ara menyipitkan mata. Namun, Theo belum sadar bahaya yang sedang mendekat.

"Bentar lagi juga sembuh." Lanjutnya.

"Habis ini aku masih bisa balapan lagi."

Sebuah jitakan keras mendarat tepat di kepalanya.

"Aduh!" Theo langsung memegangi kepala.

Ara menatapnya tajam. "Sedikit katamu?"

Theo langsung menciut, Ara menunjuk perban di pahanya.

"Itu apa?"

"Luka..."

"Dan itu?" Ara menunjuk luka di tangannya.

"Lecet..." Jawab Theo pelan.

"Lecet?" Ulang Ara. "Nggak sekalian bilang tinggal debu?"

Theo langsung diam, Ara semakin kesal.

"Kamu jatuh dari motor! Kamu masuk rumah sakit! Terus yang ada di otakmu malah habis ini bisa balapan lagi?!"

Theo langsung menunduk, ia benar-benar tidak berani membalas. Ara menghela napas kesal.

"Lalu nanti bagaimana menjelaskan semua ini pada ayahmu?"

Theo langsung menelan ludah. Ini bagian yang paling menakutkan. Mengingat ayahnya membuat wajah Theo langsung pucat.

Di tengah suasana itu, Almond yang sejak tadi memperhatikan tiba-tiba mengangkat tangan.

"Numpang tanya."

Semua orang menoleh. Theo langsung punya firasat buruk.

Almond menunjuk Ara. "Kalian sebenarnya ada hubungan apa?"

Ken mengangguk cepat. "Iya."

"Soalnya dia marahin Theo kayak pacar." Sambung Almond.

Theo langsung memejamkan mata.

'Jangan, tolong jangan teruskan,'

Almond belum selesai. "Kalian diam-diam pacaran ya?"

Theo perlahan menutup wajahnya, Elang memijat pelipisnya. Alya menahan tawa sekaligus rasa malu.

Ara langsung memutar badan.

"Aduh!" Almond menjerit sambil memegangi kepala. "Kenapa aku juga dipukul?!"

Ara melotot. "Pacar, pacar apa?!"

Almond meringis.

Ara menunjuk dirinya sendiri. "Aku ibunya!" Ucap Ara tegas.

"Hah?!" Ken langsung berdiri dari kursinya.

Almond sampai lupa rasa sakit di kepalanya.

"Kamu apa?!"

"Ibunya." Ulang Ara.

"Ibunya?!" Ken dan Almond berseru bersamaan.

Theo menutup wajah lebih rapat. Sementara Alya dan Elang hanya bisa menghela napas. Rahasianya akhirnya terbongkar juga. Ken menunjuk Theo dengan tangan gemetar.

"L-Lo punya ibu semuda ini?!"

"Dan cantik lagi?!" Almond ikut menunjuk Ara.

"Yang ngejar kami pakai sapu lidi itu ibu lo?!"

Theo tidak menjawab. Ia hanya berharap ranjang rumah sakit itu bisa menelannya hidup-hidup.

Sementara Ken dan Almond masih menatap Ara dengan ekspresi tidak percaya. Lalu perlahan, keduanya menoleh ke arah Theo.

"Gila..." Gumam Ken melihat Ara dengan tatapan dinginnya.

1
frida
princess nya Alex kenapa jadi begini 😭😭
Rita Juwita
terima kasih thor ceritanya luar biasa..
Sri Wulandari
jangan² cucu sahabat omanya Alya itu Ken 🤔
Sri Wulandari
Ken sprtinya suka qm makanya dia suka ngusilin qm
Sri Wulandari
harus resepsionis itu menghubungi Mohan asisten Nathan buat konfirmasi klu ada Ara yg mengaku istrinya Nathan nah klu sdh gini siap² qm kehilangan pekerjaan mu mbk 😔
Sri Wulandari
pasti itu pelayanan yg sm pas dulu suka ngomporin Alya waktu msh blm menerima Ara jd ibu tirinya 🤔
Sri Wulandari
beruntung Nathan menjadikan Ara sbgai istrinya bagitu pula dg anak²nya memiliki ibu sambung yg peka dg kondisi & keadaan mereka yg sllu mengkhawatirkan mereka setiap saat
Sri Wulandari
ya ampun Alya Theo jahilnya g hilang² orangtua sendiri d jaili malu kan mereka 😅
knp Alya g jd dokter sj drpd jd perawat thour 🤔
atulyaas
nyonya ga sih ka harusnyaa, kan udaa nikah dokternya tau juga itu mama nya elang
Sri Wulandari
baru unboxing ayah Nathan selama 3th kerinduan yg terpendam akhirnya tersalurkan....selamat smoga segera launcing apalagi klu smpai jd 2
Sri Wulandari
klrg Vasilo sangat menyayangi anak² tiri Ara.... mereka sdh menganggap anak² itu menjadi bagian klrg Vasilo
Alya qm pasti BT ya...smua orang mengerjain mu.... tunggu sbntr lg akan ada kejutan luar biasa utk mu qm pasti d buat syok dg hadiah yg qm terima nti....
Happy Birthday Alya bahagia sllu 😍🥰🥰🤗🤗🤗🎂🍭🍭🍦🎉🎆
Sri Wulandari
walaupun tinggal d luar negeri & menjadi bagian klrg kaya tp Alya ttp menjadi pribadi yg sederhana & g sombong begitu pun dg kakaknya yg lain ayah Nathan & Ara sdh berhasil mendidik anak²nya dg sangat baik 🤗
Sri Wulandari
Theo mmng suka buat mslh tp dia sllu bertanggungjawab dg setiap pilihan & mimpinya yg g pernah hilang adalah menjadi pembalap profesional senyum sllu mengembang matanya sllu berbinar karna balapan adalah sebagian dr jiwanya yg g pernah bs dia lepas smpai kpn pun 🤗
Sri Wulandari
mm Ara mmng polos ayah Nathan.... benar² kena mental itu mantan ayah mmng ulat bulu g tau malu salah cari dia mm Ara koq d lawan🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Sri Wulandari
Nathan ayah yg hebat demi demi keutuhan klrgnya & kebahagiaan ketiga anaknya dia akhirnya mendapatkan kesempatan utk bersama Ara walaupun mereka smua hrs berpisah selama 3th... waktu yg tdk sebentar tetapi ada kepastian klu mereka suatu hari bs bersama selama membangun klrg bahagia impian Nathan & anak²nya bersama Ara sbgai mama pilihan mereka 🥰🥰🤗

😍😍😍😍😍
Sri Wulandari
Elang mulai PDKT😄
mars
mafioso ga tuh punya ibu tiri😄
Sri Wulandari
Theo lebih gercep dr ayah Nathan utk membawakan Ara kembali pulang semangat Theo qm pasti bs membawa mm Ara pulang
Sri Wulandari
Theo berusaha menjadi kakak yg baik buat Alya apapun akan dia lakukan utk adiknya demi membawa mm Ara pulang.... semangat Theo bkn kemenangan yg hrs d raih tp sebuah proses & usaha yg gigih utk membuktikan klu kalian menginginkan mm Ara kembali pulang 💪💪💪🤗🤗
Sri Wulandari
Theo si pembuat onar akhirnya berpikiran dewasa & berusaha bertanggungjawab dg smua keputusannya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!