Bayangkan saja, apa yang kamu rasakan jika kamu tiba tiba berada di sebuah tempat yang dihuni oleh wanita saja? Dan itulah yang dialami tiga pemuda dari tempat yang berbeda. Mereka terjebak di suatu pulau yang dihuni oleh wanita saja. Kenapa mereka bisa berada disana? Apakah mereka memilih untuk bertahan saat mereka tahu banyak bahaya yang mengancam?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon rcancer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sedikit Kabar Baik
"Bagaimana bisa sebuah benda bisa menjadi incaran seorang raja? Apakah benda itu sangat hebat?"
Jenita sontak tersenyum masam. "Benda itu sangat hebat, bahkan benda itu juga bisa mematahkan kutukan yang menimpa kami, kaum perawan."
"Hah!" pekik Jack dengan suara keras hingga Jenita terjengat karena terlalu kaget. "Hehehe maaf."
Wanita itu sontak mendengus dan memilih bangkit dan beranjak. Saat langkah kakinya tepat berada di hadapan Jack, Jenita sengaja menghentikan langkah kakinya dan menatap pria bertato itu. "Jika anda memang berniat melindungi Putri Nafata, lindungilah dengan benar. Saya serahkan dia sepenuhnya kepada anda," ucap Jenita lalu dia kembali melangkah meninggalkan Jack yang hanya terdiam.
Sedangkan Jack sendiri, dia terdiam karena pikirannya sedang mencerna semua fakta yang dia temukan hingga detik ini. Jika benar batu bercayaha ungu memiliki kekuatan yang sangat hebat, lalu bagaimana cara menggunakannya? Jack benar benar harus berusaha keras mencari jawaban dari setiap pertanyaan yang bermunculan dalam benaknya.
Sementara itu di tempat lain, tepatnya di dalam sebuah kamar. Nampak Nikki sedang berada di dalam kamar mandi bersama dengan seorang wanita. Nikki sedang membersihkan badan wanita yang tubuhnya susah untuk digerakan. Meski begitu dengan telaten, Nikki melakukannya dengan senang.
Awalnya waktu tubuh Nafata hendak Nikki bersihkan, sebenarnya dia merasa risih dan sangat malu. Karena bagi Nafata, Nikki adalah pria pertama yang benar benar menyentuh setiap kulit tubuhnya. Hati Nafata ingin menolak, tapi dia tidak memeliki daya untuk melakukan hal itu. Mau tidak mau, Nafata pasrah saja saat jari jari Nikki menyentuh setiap tubuhnya.
"Kamu tahu, kenapa aku mau melakukan ini kepadamu?" tanya Nikki sambil mengusap perut Nafata dengan kain basah. "Karena keadaan kamu mengingatkanku pada ibuku."
Kening Nafata sedit berkerut. Dia menatap lekat pria tampann itu lekat lekat. Ingin rasanya Nafata melempar pertanyaan, tapi mulutnya terlalu kelu dan agak susah meski hanya mengeluarkan suara lirih.
"Ibuku juga tidak bisa bergerak sama sepertimu. Suaranya hilang. Kami bergantian merawatnya, hingga pada akhirnya, dia harus menyerah dalam sakitnya dan meninggalkan kami."
Mata Nafata lansung berkaca kaca. Dia tahu benar rasanya kehilangan seperti apa. Apa lagi kehilangan orang tua. Nafata kini sebatang kara di dunia ini. Karena keserakahan manusia, dia harus kehilangan orang tuanya dan juga menjadi tawanan hingga tubuhnya tak bisa digerakkan.
Sebelum terjadi musibah yang menghancurkan hidupnya, Nafata adalah gadis yang periang dan tangguh. Banyak yang menyukai sikap putri raja tersebut karena kebaikannya. Dia benar benar menjadi putri raja yang selalu bahagia disetiap aktifitasnya.
Namun kebahagiaan Nafata mendadak berubah menjadi musibah yang memyedihkan tatkala sebuah kutukan naga menyerang kerajaannya. Naga itu salah paham terhadap ayahnya hingga munculah kutukan itu. Tak lama setelah datangnya kutukan, Raja Kagomara diserang secara mendadak oleh Raja Roma yang selama ini menjadi sahabatnya.
Raja Kagomara kalah telak. Dia beserta istri meninggal secara bersamaan. Sedangkan Nafata dijadikan tawanan untuk mengorek informasi tentang harta yang tersembunyi di kerajaan Kagomara. Nafata yang tidak mau membuka mulut akhirnya murka.
Awalnya Nafata hendak dihabisi, tapi Cenayang kepercayaan Raja Roma memberi ide gila. Nafata dibuat tidak bisa bergerak dan dibuang begitu saja di dalam hutan hingga tanpa sengaja ditemukan oleh Jenita.
Cipratan air di wajah Nafata membuyarkan lamunan wanita itu. Nikki terkekeh melihat mata Nafata yang mengerjap cepat karena kaget.
"Melamun?" tanya Nikki dan dengan Nafata tersenyum tipis. "Sudah selesai, sekarang pindah ke ranjang ya?"
Nafata tidak merespon, tapi hatinya cukup senang diperlakukan lembut seperti itu oleh seorang pria. Begitu tubuh Nafata sudah berpindah di atas ranjang, Jack datang dan langsung masuk ke dalam kamar Nikki.
"Gila! Ngagetin aja kamu, Jack! Ketuk pintu dulu napa?" omel Nikki sambil menutupi tubuh Nafata dengan kain.
Bagi tiga pemuda itu, memandang tubuh wanita sudah menjadi hal biasa selama mereka ada di pulau ini. Meski begitu, mereka hanya bisa memandang dan membayangkan tanpa bisa mencicipinya. Sebenarnya Jack, Nikki dan Rahul, bisa menyetuh tubuh para wanita dengan tangan, tapi bagi mereka itu percuma. Mereka laki laki normal jadi mana puas main dengan tangan.
"Ada kabar bagus," ucap Jack tanpa menghiraukan ocehan Nikki.
"Kabar bagus apa?"
"Nafata bisa kita sembuhkan."
...@@@@@...
harusnya sat set sat set gitu thor biar lebih seru...😱
/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt/
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Shy/
/Grin//Grin//Grin//Grin/
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/