"Aku bersumpah akan membalas semua penghinaan dan rasa sakit ini."
Tivany Wismell, seorang penipu ulung dari dunia modern bertransmigrasi ke zaman peradaban China kuno. Mengalami ketidakadilan dan nasib yang tragis, Tivany menolak menyerah dan akan membalas dendam.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mellisa Gottardo, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
rumor
Sudah satu tahun berlalu tapi Mo Rang masih belum juga mendengar apapun tenang Wei. Artinya pasukan serigala murni masih belum menemukan keberadaan Wei sampai detik ini.
Mo Rang mulai berpikir jika Wei benar-benar sudah mati, karena mustahil manusia bisa bersembunyi dengan begitu aman selama nyaris dua tahun penuh.
"Aku yakin Ibu, pasti dia sudah mati. Memangnya sehebat apa dia sampai bisa lepas dari intaian serigala murni? penciuman mereka kan sangat tajam." Ucap Mo Rang.
"Memang benar, tapi jangan lengah karena bisa saja musuh berapa di depan mata." Ucap Ibu Suri.
"Memikirkannya membuat ku sakit kepala." Keluh Mo Rang.
"Bersabarlah, lebih baik segera kau cari Permaisuri dan perkokoh pemerintahanmu. Jika Wei mati bukan berarti musuhmu hilang, masih ada banyak musuh lain yang mengincarmu dalam diam." Ucap Ibu suri menasihati.
"Ibu selalu saja membahas hal yang sama. Aku malas menikah secara SAH, aku masih ingin bebas." Tolak Mo Rang.
"Kau masih bisa memiliki selir atau bertemu pelacur di rumah bordil. Keberadaan Permaisuri bisa membantu pekerjaan mu, Ibu juga sudah lelah mengambil tugas permaisuri." Ucap Ibu Suri.
"Memangnya di dunia ini ada wanita yang pintar?." Heran Mo Rang.
"Kebanyakan putri bangsawan di didik menjadi permaisuri, mereka pasti pintar." Ucap Ibu Suri.
"Keluarga bangsawan itu merepotkan Ibu, mereka pasti akan melarang dan mengekangku nantinya. Aku akan kehilangan kebebasanku." Kukuh Mo Rang.
"Terserah, kalau begitu aku urus tugas Kaisar dan Permaisuri sendiri. Ibu ingin hidup dengan tenang, jadi gunakan otakmu dengan baik." Ucap Ibu Suri marah.
"Kenapa Ibu harus seperti ini, bukankah seharusnya Ibu senang karena memang kendali istana?." Heran Mo Rang.
"Itu dulu, sekarang Ibu memberikan semuanya untukmu karena Ibu ingin menikmati masa tua dengan bersantai." Ucap Ibu suri.
"Aneh, untuk apa dulu Ibu berusaha begitu keras jika sekarang melemparnya begitu saja." Ujar Mo Rang.
"Karena Ibu berjuang untukmu, Ibu ingin kau hidup dengan baik tanpa kekurangan apapun. Sebagai seorang Ibu hanya ini yang bisa ibu lakukan untukmu, Ibu membekalimu otak yang pintar jadi jangan sia-siakan kerja keras Ibu." Ucap Ibu Suri.
"Sebenarnya apa alasan Ibu dulu menikah dengan Ayah?." Tanya Mo Rang.
"Karena Ibu pintar dan cantik, Ayahmu tertarik dan menikahi Ibu. Berkat kepintaran Ibu ini juga Ayahmu melupakan istri tercintanya, bahkan Wei yang dulunya sempat menjadi anak kesayangan, langsung di campakan dan digantikan olehmu. Itu semua berkat kepintaran Ibu, karena itu jadi lah anak yang berbakti." Ucap Ibu suri.
"Ibu memang luar biasa, aku jadi takut memiliki istri pintar." Jujur Mo Rang.
"Kau takut di tipu?." Ibu suri terkekeh.
"Ya, bagaimana jika nasibku sama dengan Ayah?." Ujar Mo Rang.
"Tidak akan selagi kau tidak menikahi serigala." Ibu suri menjawab dengan dingin dan pergi.
Mo Rang menatap kepergian ibunya dengan bingung, Selama ini Ibunya selalu mendesaknya memiliki anak dan permaisuri. Padahal semuanya baik-baik saja, entah kenapa Ibunya ini sangat kolot sekali.
"hmmm perasaanku jadi lebih baik karena rumor Wei yang benar-benar mati." Batin Mo Rang.
Sementara di kediaman Jun, kini Zuzu terlihat hidup dengan baik dengan kekasih gelap dan putrinya yang semakin tumbuh besar dari hari ke hari. Ucapan Selir sudah tidak lagi di dengarkan oleh Zuzu, Zuzu telah menyerah akan Jun dan dia memiliki tujuan cinta yang baru.
Keserakahan untuk mengambil kembali harta yang sudah dirinya berikan pada Jun. Dia ingin memberikan harta ini pada kekasih gelapnya, mendengar informasi itu Dao dan Chen langsung waspada.
Mereka bersaing untuk mengambil harta kekayaan dan menghancurkan Jun. Kini Jun hidup seperti orang bodoh di dalam rumahnya sendiri, entah kapan dia akan sadar.
"Saat kau menjadi Jendral muda nantinya, kau harus memperlakukan ku dengan baik." Ucap Zuzu.
"Tentu, nona. Saya tidak akan pernah melupakan anda, bahkan saya akan menjadikan anda istri saya satu-satunya." Ucapnya menggombal.
"Hahahah kau memang pasangan yang sempurna untukku, kenapa kita tidak bertemu lebih cepat dulu. Hidup bersamamu pasti akan sangat membahagiakan, harusnya Meyleen yang merasakan semua rasa sakit dan penghinaan yang aku alami." Ucap Zuzu.
"Apa itu nama mendiang Kakak tiri anda? saya sempat mendengar rumor itu dulu." Ucap si pengawal.
"Rumor apa?." Zuzu tertarik.
"Rumor jika anda menjadi pengantin pengganti karena Kakak anda kabur di hari pernikahannya. Padahal anda sudah sangat baik bahkan menerima calon suami kakak anda dengan tulus, tapi anda masih saja di campakan seperti ini. Seharusnya anda menolak saat itu, pasti anda tidak akan terjebak disini." Ucapnya.
"Hahahah aku tidak bisa melakukan itu karena martabat keluarga Jiang bisa dalam masalah. Aku ingin menjadi anak yang berbakti, tidak seperti Kakakku yang bisa membangkang pada Ayah." Ucap Zuzu sok baik.
"Astaga, anda benar-benar berhati mulia. Saya jadi semakin mencintai anda dari hari ke hari, bahkan setelah satu tahun berjalan cintaku tidak pernah memudar dan semakin bertambah. Saya sangat ingin menikahi anda dan menjadikan anda satu-satunya wanita dalam hidup saya." Ucap si pengawal penggombal handal.
"Tunggu sebentar lagi, kita pasti akan menikah." Ucap Zuzu termakan rayuan palsu.
"Saya sangat menantikannya. Apa boleh saya bertanya sesuatu? saya benar-benar sangat penasaran selama ini." Ujarnya.
"Tentu." Zuzu mengangguk.
"Apa benar jika Kakak anda menikah dengan pangeran ke-3 Mo dan berakhir tewas dengan tragis?." Ujarnya benar-benar kepo sungguhan.
"Benar, seharusnya aku lah yang menikah dengannya. Tapi karena sikap kekanakan Kakakku, kami bertukar pengantin dan Kakakku berakhir dengan tragis Karena sikapnya." Ucap Zuzu sok sedih.
"Apa? jadi jika anda tidak menikah dengan Jun, anda yang akan tewas dengan tragis?." Kagetnya.
"Benar, aku sampai bingung harus bersedih atau bersyukur. Tapi kematian Kakakku benar-benar membuatku merasa bersalah dan bersedih, aku ingin sekali mengatakan ribuan maaf padanya." Zuzu menangis buaya.
"Astaga, apa jazad mereka di temukan?." Ujarnya bertanya.
"Ya, meskipun sudah tidak bisa dikenali karena luka di kepala dan mereka tenggelam bersama dengan kereta kuda di pelabuhan. Keluarga Jiang benar-benar syok berat, kami bahkan sampai berkabung lebih dari setengah tahun lamanya." Ucap Zuzu.
"Lalu bagaimana keadaan Kakak sulung anda? bukankah kalian di rumorkan sangat dekat dan saling menyayangi. Tapi, saya tidak pernah melihatnya mengunjungi anda sekali pun." Ucap si pengawal heran.
"Setelah kematian Kak Meyleen, Kakak sulungku jadi pendiam dan dingin. Dia juga membenciku karena berpikir Kak Meyleen tewas karena aku, aku benar-benar takut jika bertemu dengannya. Dia sudah menjadi Mentri mewarisi Ayah, tapi tidak pernah sekalipun dia memberikan hadiah pada putriku. Dia benar-benar melupakanku dengan kejam." Ucap Zuzu menangis.
greb
"Jangan menangis sayang, saya akan selalu berada di sisi anda dan menjaga keamanan anda menggantikannya. Tidak perlu mengenang hal yang menyakitkan lagi, tolong maafkan saya." Ucap si pengawal memeluk Zuzu.
Zuzu membalas pelukan itu dan menangis terisak, sungguh dia mengira di pengawal itu tulus padanya. Benar-benar tergila-gila padanya, padahal dia adalah seorang gigolo yang biasa merayu wanita demi uang.
"Benar-benar wanita gampangan." Batin si pengawal.
apa jadi lupa akan meylin dan lin....
q harap tidak ya thorrr 💪😘