NovelToon NovelToon
Cinta Di Tapal Batas

Cinta Di Tapal Batas

Status: tamat
Genre:Idola sekolah / Romansa pedesaan / Diam-Diam Cinta / Cintamanis / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: Buna Seta

Dini Kirana yang masih kelas dua SMA dijual oleh ayah tirinya kepada pria kaya yang sudah banyak istri untuk melunasi hutang. Dini memilih kabur dari rumah dan akhirnya kesasar ke salah satu Desa. Di tempat itu, Dini bertemu Aksa yang sudah berusia 28 tahun.

"Mas, boleh ya saya tidur di rumah kamu? Tolong Mas, saya butuh tempat tinggal."

"Kamu bukan siapa-siapa saya Dini, saya tidak mau digerebek warga Desa."

Bagaimana kisah selanjutnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Buna Seta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 18

Di perpustakaan, wanita usia dua puluh tujuh tahun tengah duduk di kursi depan rak buku. Namun, bukan sedang membaca atau mencari buku tersebut melainkan menatap tajam muridnya yang duduk berhadapan dengannya.

"Maaf Bu, ada apa ya?" Tanya Dini, awalnya ia mengira jika bu Lusi memanggilnya karena soal yang ia kerjakan ada yang salah. Tetapi bu Lusi mengajak bicara di perpustakaan, itu artinya ada masalah lain.

"Jadi, selama ini kamu berhubungan dengan Aksa?" Tanya Lusi pura-pura tidak tahu dan menyembunyikan rasa marah yang meledak-ledak.

"Emmm... Ti-tidak, Bu..." Dini gugup menjawabnya.

"Kamu pikir saya tidak tahu!" Lusi mulai meninggikan suaranya.

Dini menunduk, yang ia pikirkan di kelas tadi memang benar. Bu Lusi tahu ketika ia dan Aksa ngobrol di taman depan toilet.

"Dini, yang kamu lakukan itu tidak benar. Guru itu mempunyai hubungan profesional dengan semua murid dan harus dijaga. Jika Aksa hanya memperhatikan satu siswa yaitu kamu, kamu akan dimusuhi teman-teman kamu" Lusi memberi nasehat seperti guru pada umumnya. Namun, ia memberi nasehat seperti itu sebenarnya bukan demi Dini dan muridnya. Dia berharap Dini mundur dan Aksa akan menjadi miliknya.

"Saya mengerti Bu" Dini mengangguk setuju dengan nasehat bu Lusi, tapi dalam hati menyangkal jika Aksa hanya memperhatikan dirinya saja.

Lusi tersenyum, ia pikir Dini sudah dalam pengaruhnya. "Bagaimana, masih mau kamu lanjutkan hubungan percintaan kamu dengan Aksa? Jika kamu tidak mendengar nasehat saya, saya yakin Aksa akan dikeluarkan dari sekolah ini, apa kamu mau nasib Aksa seperti itu?" Imbuh Lusi panjang.

"Ibu benar, tapi sejauh ini saya hanya mengagumi pak Aksa dan tidak pernah melakukan apa-apa bu" jujur Dini, walaupun ia mencintai Aksa tapi tidak pernah melanggar aturan sekolah, mana mungkin Aksa dikeluarkan dari sekolah.

"Sama saja Dini, yang kamu lakukan itu melanggar kode etik tahu tidak. Sekolah ini melarang semua guru agar jangan berhubungan romantis dengan siswa. Kamu tahu tidak?" Lusi semakin meninggikan suara dan tidak kehabisan kata-kata.

Dini lagi-lagi diam, Ia merasa jika selama ini hanya sekedar mengagumi Aksa, mana bisa dianggap melanggar kode etik.

"Sekarang memang belum Dini, tapi seiring berjalannya waktu kamu akan melanggar aturan sekolah. Karena usia kamu masih terlalu muda, sedangkan Aksa? Pria dewasa yang sudah seharusnya menikah. Kamu tidak takut Aksa akan berbuat yang tidak-tidak?"

"Berbuat apa saya?" Tanya Aksa tiba-tiba muncul.

"Pak Aksa."

"Mas Aksa."

Dini dan Lusi seketika berdiri. Jika Dini menatap Aksa biasa saja, Lusi langsung diam melacak ke sekitar, mulut terbuka dan gemetar mencari alasan. "E-emmm... bukan apa-apa kok, Mas" jawabnya gugup.

"Dini... Ikut saya..." Aksa tidak ingin tahu lagi apa yang dibicarakan Lusi, justru menarik pergelangan tangan Dini. Jika tidak begitu, Dini pasti akan menolaknya.

Sementara Lusi membeku sejenak ingin keluar dari situasi yang menyesakkan dada. Mulutnya terbuka ingin mengucap seseuatu, tapi lidahnya kaku. Sedetik kemudian tertutup dengan rapat ketika Aksa dan Dini sudah tidak terlihat lagi.

"Aku harus panggil Marini, hanya dia yang bisa membantu aku" gumam Lusi berharap Marini masih di lingkungan sekolah. Ia membanting bokongnya ke tempat semula, mencari nama Marini lalu klik tombol telepon.

"Saya tunggu kamu di perpustakaan," perintah Lusi. Entah Marini menjawab apa di telepon tadi hanya Lusi yang mendengar.

Lusi mengeram prustasi sembari membuka resleting tas dengan kasar, memasukan handphone ke dalamnya. Dia tidak terima sikap Dini yang jelas berani melawannya. Tidak mau menuruti maunya untuk tidak lagi berdekatan dengan Aksa. Bahkan sialnya lagi, Dini tidak menolak ketika digandeng Aksa tepat di depannya.

"Saya Bu..." Marini berlari-lari kecil dengan napas terengah-engah ingin segera tiba di depan Lusi. Marini sudah paham benar, siapa wali kelasnya. Jika tidak segera dituruti akan marah.

"Duduk" titah Lusi ketika Marini berdiri agak jauh darinya sambil meremas telapak tangan.

"Baik Bu" Marini meletakkan bokongnya perlahan-lahan lalu merapikan rok seragam di bawah lutut.

"Kamu mau membantu saya Mar?" Tanya Lusi kemudian.

"Tentu saja saya mau selagi bisa bu..." Marini antusias, tentu saja senang membantu gurunya.

"Tolong lakukan ini" Lusi berbisik di telinga Marini entah apa yang ia katakan. Yang jelas ekpresi mata Arini membelalak lebar hingga menarik wajahnya mundur.

"Lakukan perintah saya, sebagai imbalan, kartu atm ini untuk kamu" Lusi menyerahkan atm kepada Marini.

Marini termangu memandangi kartu atm di tangan Lusi. Di sekolah ini tidak ada murid yang mempunyai benda tersebut selain Dini dan Handoko.

"Jangan khawatir Mar, isi atm ini lebih dari cukup untuk membeli motor. Bukankah kamu ingin punya kendaraan sendiri?"

...~Bersambung~...

1
Bu Kus
udah mampir thro bagus kisah nya
Buna Seta: terima kasih
total 1 replies
Dahyun Mood Vlogger
tetap semangat thorr🙏👍😭
Eka ELissa
Ahir nya brahir bhgia Mak...
otw mak...
neng ade
Kamu harus secepatnya kasih tau Lusi kalau kalian itu kakak beradik..
neng ade
waduh.. bakalan rumit ini .. pantas aja dari awal udah ada kecocokan darah nya ternyata mereka adik kakak ..
neng ade
siapa pria itu yang ternyata ayah kandung nya Lusi 🤔
neng ade
mungkin memang benar Aksa udah menikah dengan Lusi karena penyakitnya udah parah
neng ade
Alhamdulillah.. akhirnya Dini udah lulus sekolah..
selamat ya Din .. semoga sukses 😍
neng ade
pak Agus itu baik, perhatian dan juga mencintai kamu Dini ..
ada. pepatah yang bilang lebih baik dicintai dari pada mencintai tapi selalu tersakiti ..
neng ade
yahh.. bakalan ketahuan deh .. gara-gara Dini nyenggol pot hingga pecah. 😲
Ariany Sudjana
kapan karya barunya keluar kak?
Buna Seta: Tunggu dulu ya, mau revisi dulu.
total 1 replies
evi solina
siap pasti ku baca buku barunya
vj'z tri
🎉🎉🎉🎉🎉🎉 di tunggu karya wokeh selanjut nya Thor
Ita rahmawati
tamat juga nih akhirnya,,suka ceritanya gk mbulet aja sat set udh tamat deh 😅
Bu Kus
terimakasih thro semoga lancar dan sehat selalu tak tunggu thro karya barunya tetap semangat
Bu Kus
lanjut
Bu Kus
🤦🤦
Eka ELissa
pak Agus pasti' ksian....cri yg lain yaaa pak ....msih byk koo..
cewek yg lain...😄🤭
Eka ELissa
berdoa pak moga dini jodoh mu....🤲🤲
Eka ELissa
Risi apa dini Mak...😄🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!