jika hati sudah memilih, maka logika tak bisa lagi bicara. percuma saja punya kriteria jika yang sesungguhnya menilai adalah perasaan
kita tak pernah tau pada siapa akan jatuh cinta, ketika hati memilih bukan kesempurnaan yang diutamakan, tapi cintalah yang menjadikannya sempurna
ku memilihmu, karena kamulah cintaku!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Putri_uncu, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Dokter Muda
"dokter, papa saya siuman"
keyza dan gaffi tak menyangka bisa bertemu di rumah sakit, keduanya nampak terkejut
"dokter keyza"
"iya sus, iya saya kesana"
Keyza meletakan sarapannya dan mengikuti langkah cepat gaffi dengan kaki panjangnya
Keyza masuk ke ruangan "selamat bu, maaf saya periksa pasien dulu ya" keyza yang sudah berpengalaman diluar negeri sebelumnya, dengan mudah mendapatkan pekerjaan
Tentu saja ada bantuan orang dalam yang tanpa disadarinya
"bagaimana suami saya dokter?" istri pasien bertanya pada keyza
"kondisinya membaik dari sebelumnya, biarkan pasien istirahat dulu" keyza
"terima kasih dokter" ucap bu lina
Keyza mengangguk dan tersenyum "saya permisi bu" tanpa melihat gaffi keyza keluar kamar pasien
"terima kasih" gaffi mengikuti keyza
"sama-sama, orang tuamu?" keyza penasaran, bukannya waktu itu gaffi bilang tak punya orang tua
"iya, tapi bukan ibu kandungku" gaffi mengerti pertanyaan keyza
"oh, sudah lama sakitnya?" keyza berhenti sejenak
"belum lama ini, sejak kapan kamu bekerja disini?" gaffi kaget tiba-tiba saja keyza adalah seorang dokter
"baru dua hari, kenapa? Kangen ya" keyza melihat gaffi sedih dan berinisiatif mengajaknya becanda
sambil tersenyum gaffi menjawab pertanyaan keyza "bu marni yang kehilangan, kalau gitu saya masuk dulu"
"oke!" keyza membalas senyum sambil berjalam kembali ke ruangannya
"dokter, anak pasiennya ganteng banget" ucap suster yang ada diruangan kerja keyza
"hm, tapi susah didekati sus. Maaf bukan mahrom" ucap keyza menirukan suara dan gerakan gaffi saat bersentuhan dengan wanita
hahaha
Hahaha
"ssst, jangan keras-keras" keyza melanjutkan sarapannya dan kembali sibuk dengan pekerjaan yang sudah menunggunya
"dokter waktunya visit"
"iya suster" keyza terlalu sibuk dengan laporan sampai hampir lupa
Sekitar jam satu siang waktunya keyza kembali ke kamar ayah gaffi
"selamat siang!" keyza membuka pintu dan melihat gaffi sedang beribadah disamping tempat tidur ayahnya yang sakit
"silahkan dokter" gaffi yang sudah selesai sholat mempersilahkan keyza memeriksa ayahnya
keyza melihat gaffi menjadi tenang "ternyata bukan pria ber jas mewah saja yang tampan. Pria bersarung pun sangat tampan" dalam batin keyza saat ini
"dokter!" bu lina memanggil keyza yang terlihat melamun
"i-iya bu"
Keyza langsung memeriksa pasien, "bapak harus banyak istirahat dan makan yang banyak" ucap keyza pada pak wilman ayahnya gaffi
"iya dokter, terima kasih" jawab pak wilman yang belum terlalu pulih
"mas gaffi, tolong ambil obat di apotek ya. Saya akan resepkan obatnya" keyza canggung dan bingung mau panggil gaffi dengan sebutan apa
"baik bu dokter" gaffi menahan senyumannya. Wanita yang biasanya seenaknya dan tergolong urakan. Saat ini sangat berbeda seperti orang yang baru gaffi kenal
keyza pamit untuk keluar ruang pasien "kenapa gue deg-degan gini, berasa mau sidang skripsi" keyza memegang dadanya sambil berjalan
didalam kamar
"kamu kenal dokternya gaf?" pak wilman sangat senang melihat keyza, yang ramah dan telaten sebagai dokter muda
" iya yah, dia adik bos gaffi ditempat kerja" gaffi jujur pada ayahnya
"dia sangat cocok denganmu" pak wilman ingin punya menantu sebelum meninggal nanti
"yah, dia anak orang kaya cara makan dan kendaraannya berbeda dengan kita. sudah, ayah harus istirahat" gaffi tak pernah berfikir sejauh itu pada keyza
"bu, ayah gaffi pamit kerja dulu ya. Nanti malam pulang kerja gaffi kesini lagi" pamit gaffi
"hati-hati ya gaf" bu lina mengantarkan anak tirinya keluar kamar
"gaf tunggu!" bu lina menahan gaffi
"ada apa bu?"
"gaf, bisa bantu ibu jualkan cincin" bu lina melepaskan cincin pernikahannya
"untuk apa bu? Kalau biaya ibu tenang saja semua sudah gaffi bayar" gaffi bertanggung jawab pada ayahnya sejak sakit karena memang ayahnya yang selama ini bekerja
"kami sudah cukup banyak membantu kami, tolong bantu ibu" bu lina memberikan cincin pada gaffi
"ngga usah, ibu butuh berapa lagi biar gaffi kasih" gaffi menolak
"sepuluh juta untuk biaya kuliah adikmu, kalau ngga dibayar sekarang adikmu ngga bisa lulus" bu lina memohon pada gaffi
"besok gaffi bawakan uangnya untuk bayar kuliah martin , ibu jaga ayah saja" gaffi meninggalkan bu lina
Tanpa disadari keyza mendengar percakapan gaffi dan ibunya
"pantas saja jarang tersenyum!" keyza waktunya kunjungan ke pasien sebelum pulang