NovelToon NovelToon
LOTUS YANG TERASING

LOTUS YANG TERASING

Status: sedang berlangsung
Genre:Ruang Ajaib / Wanita perkasa / Reinkarnasi / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:4.7k
Nilai: 5
Nama Author: Aurora79

Seorang Dokter Jenius dari masa depan bereinkarnasi kembali ke dalam raga seorang putri bangsawan, yang menikah dengan pria yang sangat membenci dirinya. Hingga pada suatu hari yang nahas, dia pun diasingkan ke sebuah wilayah terkutuk bersama pelayannya, karena tuduhan.yang keji.

*
"Aku tidak akan menyerah! Sudah diberi kehidupan dan kesempatan kedua, masa harus aku sia-siakan?"

*
Jadilah saksinya, wahai langit! Jika aku, akan mengguncang dunia kuno ini dengan semua keahlianku!"

*
"Nona, tapi Anda tidak bisa apa-apa, loh!"

*
"Tenang saja ... Dewa memberkatiku dalam komaku kemarin, dan aku akan menunjukkan keahlianku!"

*
Bagaimana kisah si Dokter Jenius ini di dunia kuno yang tidak terdapat di dalam sejarah Kekaisaran?

*
Apakah dia mampu membangun kekuatannya sendiri di sana?

*
Ikuti kisah si Dokter Bar-bar hanya di sini ...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aurora79, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 11: Penyerangan!

***

Malam turun perlahan di Ibukota Kekaisaran.

Lampu-lampu lentera mulai menyala satu per satu, namun suasana di penginapan tempat Anlian menginap justru terasa ... sunyi yang tidak wajar.

Di dalam kamar, Anlian duduk santai di atas sebuah kursi kayu, menyeduh teh perlahan, seolah-olah tidak terjadi apa-apa.

Sedangkan Yaoyao, dia berdiri di dekat jendela ... mata tajamnya mengamati setiap bayangan yang bergerak di luar penginapan itu.

"Nona, ..." panggil Yaoyao dengan suara rendah.

"Aku merasakan ada enam aura pembunuh di atap, tiga di lorong penginapan belakang, dan dua … dilantai bawah," lanjut Yaoyao melaporkan.

Anlian hanya meniup daun teh yang ada di dalam cangkirnya dengan tenang.

"Hm ... Hanya sebelas orang," gumam Anlian santai.

"Hua Duanyi ini ... cukup murah hati."

"Apakah kita habisi sekarang?" tanya Yaoyao.

"Jangan dulu, biarkan mereka masuk ..." jawab Anlian.

Yaoyao menganggukkan kepalanya tanda mengerti.

"Baik, Nona ..."

Sementara itu diluar penginapan, Hua Duanyi berdiri di sebuah jalan sempit dengan wajah penuh kebencian.

"Pastikan semuanya berjalan lancar dalam senyap ..." ujar Hua Duanyi.

"Saya ingin melihat kepalanya malam ini!" lanjut Hua Duanyi dengan nada penuh dendam.

"Tuan Muda bisa tenang, kami selalu melakukan tugas dengan bersih, asal bayarannya bagus ... hehehehe," jawab pemimpin pembunuh bayaran itu percaya diri.

"Kalian semua, bergerak sekarang!" perintah si pemimpin kepada anak buahnya.

Setelah perintah itu jatuh, para bayangan itu langsung bergerak masuk ke dalam penginapan itu dengan cepat.

Swooosh!

Ceklek ... Krieeet ...

Pintu kamar tempat Anlian tinggal terbuka perlahan.

Tidak lama kemudian ...

Brugh!

Seseorang terlempar keluar jendela dengan tulang leher patah, membuat mereka yang mengawasi dari dalam kegelapan pun terkejut.

"A--apa?!! Bagaimana bisa?!"

Tidak lama kemudian, terdengar suara tulang patah yang bergema di dalam keheningan malam.

Crack!

"Aaakhhh!"

Yaoyao bergerak seperti seekor 'Puma' betina yang lapar, pi-sau tipis di tangannya bergerak dengan sangat lincah dan cepat.

"Serangan dan gerakan kalian terlalu lambat!" gumam Yaoyao tanpa ampun.

Di dalam kamar penginapan, Anlian berdiri sambil memainkan pi-sau lipatnya sendiri.

"Wah, ternyata kalian terlambat lima detik dari waktu yang saya perkirakan ..." ujar Anlian dengan nada sinis.

"Sungguh sebuah kesalahan yang ... fatal!" lanjut Anlian dengan nada rendah.

Aura membunuh pekat keluar dari dalam tubuh Anlian, membuat udara disekitarnya menjadi terasa berat.

Merasa diremehkan oleh seorang wanita, keempat pembunuh bayaran itu langsung menyerang secara bersamaan.

"Serang!"

Pedang para pembunuh itu terhunus tajam ke arah leher dan tubuh Anlian, namun Anlian menghindarinya dengan lincah.

Tangannya sangat terampil dalam melakukan sayatan mematikan kepada lawan.

Crash! ... Slash!

Da-rah segar langsung memercik ke atas dinding, membuat kamar penginapan itu berbau amis yang sangat pekat.

"Arrrgh!"

"Anda lengah ... Sampaikan salam saya kepada Raja Yamma ..." ujar Anlian dengan nada rendah.

Empat orang itu langsung tewas dengan luka menganga dibagian leher dan tubuh mereka pun jatuh tanpa suara yang berarti.

Brugh!

Mendengar suara langkah kaki samar dari arah lantai bawah, Anlian mempersiapkan sebuah jebakan 'Babi' dari bahan besi putih yang sangat tajam, lalu dia meletakkanya diatas lantai kamarnya.

Ketika mereka masuk, ...

Crack! ... Krek!

"Aaakhhh!"

Kaki dua orang yang baru naik itu pun terkunci sangat erat di dalam jebakan 'Babi' tersebut.

Mereka mencoba untuk melepaskan jebakan itu, namun hanya rasa sakit yang bisa mereka rasakan.

"Kok tidak bisa dilepas? Sepertinya jebakan ini sudah dimodifikasi, ada kuncinya ..." ujar salah satu pembunuh dengan air mata yang mengalir.

"Kamu kenapa nangis?" tanya rekannya.

"Sakit!"

Anlian melihat 'drama' di depannya tanpa minat.

"Sudah selesai bicaranya?" tanya Anlian dengan suara dingin.

"Jika sudah, maka ..."

Slash! ... Slash!

Dengan kematian dua orang itu, ruangan pun langsung sunyi ...

"Dasar lemah! Tidak pantas menyandang nama 'Pembunuh Bayaran Profesional' di zaman ini! Bayarannya saja yang mahal, namun kemampuannya ... Nol besar!" ujar Anlian sambil membersihkan pi-sau kesayangannya.

"Jika kalian mendapat kesempatan untuk berinkarnasi kembali, jadilah orang baik yang berguna. Jangan pernah menjadi manusia yang merugikan begini, oke?" ujar Anlian sambil menendang tubuh-tubuh tanpa nyawa di depannya keluar jendela.

Bugh!

Di luar penginapan, Hua Duanyi menunggu para pembunuh itu dengan gelisah.

"Tugas kecil begini, kenapa sampai lama seperti ini sih? Mengecewakan sekali!" gerutu Hua Duanyi, kesal.

Tiba-tiba ...

Thud! ... Thud! ... Thud!

Enam tubuh tanpa nyawa terlempar begitu saja ke hadapannya.

Mata Hua Duanyi terbeliak lebar, saat dia tahu, jika itu adalah tubuh para pembunuh yang dia sewa.

"M--mereka semua ... mati?" gumamnya tidak percaya.

Sosok Anlian keluar dari arah Jendela kamarnya, dan mendarat tidak jauh dari keberadaan Hua Duanyi.

"Wah, ternyata ada Tuan Muda Hua. Anda membayar mereka terlalu mahal, Tuan Muda. Dan keahlian mereka masih dibawah saya dalam menghabisi nyawa manusia ..." ujar Anlian dengan nada angkuh.

Hua Duanyi memundurkan langkahnya perlahan, wajahnya dipenuhi keterkejutan.

"Jangan dekati saya! K--kamu adalah monster!" seru Hua Duanyi dengan suara bergetar ketakutan.

Mendengar julukan itu, Anlian malah tertawa.

"Hahahahaha! Terima kasih julukannya, Tuan Muda. Anggap saja itu adalah sebuah pujian tulus dari Anda ..." ujar Anlian dengan nada main-main.

Dari arah ujung jalan sempit itu, AN-03, 05, dan AN-09, muncul dengan senjata yang terhunus.

Mereka langsung menekuk sebelah kakinya dengan tangan terkepal di depan, untuk memberikan salam kepada Anlian.

"Ashura Neraka, siap menjalankan perintah!"

"Jaga dia, jangan sampai kabur!"

"Baik, Nona!"

Tubuh Hua Duanyi langsung bergetar hebat, saat melihat hal tersebut.

Dia tidak menyangka, jika wanita yang dia remehkan, ternyata sekuat itu.

Anlian berjalan kearahnya dengan langkah mendominasi, sambil menyeringai.

"T-tunggu sebentar! Aku—"

Plak! Plak! Plak!

Anlian menampar wajah Hua Duanyi tiga kali, karena dia terlalu berisik.

"Bisa diam tidak?! Mau kehilangan lidahmu itu, hm?" ujar Anlian setelah menampar wajah berminyak itu.

"Maafkan aku! Aku mengaku salah! Aku hanya—"

Anlian langsung menjepit dagu Hua Duanyi dengan jemarinya.

"Kamu tahu tidak, kenapa aku tidak membunuhmu sekarang?" tanya Anlian dengan nada rendah.

Hua Duanyi dengan cepat menggelengkan kepalanya.

"Karena nyawamu itu terlalu ... murah!" jawab Anlian.

"Aku ingin Keluarga Hua merasakan ketakutan secara ... perlahan. Karena itu adalah 'harga' yang harus mereka bayar!" lanjut Anlian dengan wajah datar.

Hua Duanyi membeliakkan matanya, saat mendengar ucapan itu.

"A--apa salah kami terhadapmu?! Keluarga Hua tidak tahu apa-apa atas tindakanku malam ini, jangan menargetkan mereka!"

Anlian tidak perlu memberikan sebuah jawaban terhadap pemuda bo-doh dihadapannya ini, dia hanya akan memberikan pelajaran sekaligus pesan melalui pemuda ini kepada keluarga Hua.

"Patahkan tangan kanannya!" perintah Anlian.

"Baik!"

Crack!

"Arrrghhh!"

Anlian menyeringai saat mendengar teriakan kesakitan itu.

"Patahkan pula kaki kanannya!" perintah Anlian.

"Baik!"

Crack!

"AAARGH—! Dasar Iblis kejam!" raung Hua Duanyi kesakitan.

Anlian tidak memperdulikan makian tersebut, karena dia memang seorang 'Iblis' sekarang ... Iblis yang menuntut dendam dari neraka.

Dia malah mencondongkan tubuhnya ke arah Hua Duanyi, sambil berbisik ...

"Sampaikan salamku kepada Hua Zheng, katakan padanya jika putri yang dia buang itu sudah ... kembali!"

"Ka--kalian ternyata bawahan K--kak Hua Zhen ... Akkkh!"

Setelah mengatakan itu, Hua Duanyi langsung pingsan karena tidak kuat menahan sakit.

Anlian mengernyitkan dahi saat melihatnya.

"Buang dia di gerbang Keluarga Hua!" perintah Anlian.

"Pastikan tidak ada seorang Tabib pun yang datang untuk menyembuhkannya! Aku ingin dia hidup, tapi dalam keadaan ... cacat!" lanjut Anlian memberikan perintah.

"Baik, Nona D!"

Keesokan harinya, Kediaman keluarga Hua langsung gempar, saat menemukan Hua Duanyi yang pingsan di depan gerbang kediaman mereka.

Hua Xiang, adik dari Hua Zheng langsung berteriak histeris, saat melihat anak satu-satunya terkapar di sana.

"Apa maksudnya ini, Kak Zheng?! Kenapa putraku dalam keadaan seperti ini?!" tanya Hua Xiang dengan nada tinggi.

"Jangan tanya dulu, bawa masuk Duan'er sekarang! Berikan perawatan yang baik! Panggil Tabib keluarga kita!" bentak Hua Zheng kearah adiknya itu.

"Apa yang terjadi?" tanya Hua Zheng kepada penjaga gerbang.

"Kami juga tidak tahu, Tuan Besar. Semalam kami tidak mendengar apa-apa, dan pas membuka gerbang pagi ini, kami menemukan tubuh Tuan Muda sudah tergeletak disini ..." jawab si penjaga gerbang menjelaskan.

"Apakah ada hal yang mencurigakan pas dia keluar semalam?" tanya Hua Zheng kembali.

"Tidak ada, Tuan. Kami hanya menemukan kertas ini di pakaian Tuan Muda ..." jawab si penjaga gerbang, menyerahkan sebuah kertas kepada majikannya.

Hua Zheng membuka kertas itu, lalu matanya terbeliak lebar saat membacanya.

'Salam Tuan Hua Zheng! Ini adalah salam perkenalan pertama dari Nona Duxin!'

Seorang pelayan datang melapor dengan tergesa-gesa.

"Tuan Besar, Tuan Muda disiksa dengan kejam! Seluruh tulang tangan dan kaki kanannya dipatahkan dengan sangat kejam!" ujar pelayan itu dengan wajah pucat.

Tangan Hua Zheng bergetar hebat karena emosi, dia bertanya-tanya ... siapa musuhnya kali ini?

Tindakannya sangat kejam sekali!

"Pengawal ...!!!"

"Cari tahu, siapa wanita yang bernama 'Nona Duxin' ini! Dan cari tahu, apa kesalahan Tuan Muda Duanyi kepadanya, sampai dia berani bertindak sejauh ini!" perintah Hua Zheng.

"Laksanakan perintah, Tuan Besar!"

Keluarga Hua sedang kalang-kabut, sementara Anlian sedang duduk dengan tenang di ruang rahasia kediaman barunya.

Shen Luo berlutut dihadapannya, melaporkan semua kejadian yang terjadi pagi itu.

"Lapor, Nona ... kemungkinan kita akan bergerak lebih cepat, karena penjaga rahasia keluarga Hua sudah dikerahkan untuk mencari Anda," ujar Shen Luo.

Anlian hanya menyeringai tipis, saat mendengar laporan itu.

"Bagus! Bergerak lebih cepat, akan lebih baik untuk kita dalam menyelesaikan masalah Keluarga Hua ini ..." ujar Anlian sambil menyesap tehnya.

"Persiapkan semua anggota, agar mereka bergerak dalam dua hari kedepan, untuk memusnahkan Keluarga Hua!

"Kita akan bergerak dalam senyap untuk membantai mereka. Biarkan Upin dan Ipin tetap di Kedai Teh itu, agar mereka bisa memantau situasi!" perintah Anlian kepada Shen Luo.

"Laksanakan perintah, Nona D!"

Setelah kepergian Shen Luo dari sana, Yaoyao berjalan mendekat ke arah Anlian.

"Apakah Nona sudah yakin ingin membantai seluruh keluarga Hua?" tanya Yaoyao.

"Yakin! ... Tanpa mereka, aku masih punya kalian di dunia ini. Lagipula ... Ibuku sudah tiada, dan aku tidak punya rasa simpati kepada pria murahan yang dipanggil 'Ayah' oleh raga ini ..." jawab Anlian.

"Mereka membuang raga ini dengan kejam, maka aku akan membalaskan semua dendamnya dengan cara yang kejam pula!"

Anlian berdiri sambil menatap sebuah peta kediaman keluarga Hua, yang terbentang diatas meja.

"Hua Lingyi akan mulai merasakan racun itu malam ini, dan Hua Duanyi terluka parah. Maka malam ini adalah malam neraka untuk semua yangbada di dalam kediaman itu ..." ujar Anlian.

"Itulah sebabnya, aku meminta Shen Luo untuk mempersiapkan anggota, agar mereka bergerak dalam senyap dua hari lagi."

"Dalam.dua hari kedepan, tenaga mereka akan habis untuk merawat kedua orang itu, dan keadaan di dalam sana akan menjadi kacau ..."

"Biarkan semua keluarga berkumpul, baru kita bantai semuanya!"

Yaoyao mendengar rencana Nonanya dengan seksama, agar tidak ada sedikitpun celah untuk kata 'Gagal'.

"Ashura Neraka tidak akan mengecewakan Nona Duxin!"

"Bagus!"

Malam itu, para anggota Ashura Neraka berkeliling dalam senyap ... mengintai siapa pun yang menjadi musuh abadi Nona mereka.

♨♨♨

1
Lala Kusumah
wow kereeeeeennn ternyata si twins juga tranmigrator ya 🙏🙏👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Iya, Kak ... Prajurit elit dari masa depan ...😂
total 1 replies
Murni Dewita
double up thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Oke 🤗💖💖💖
total 3 replies
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄
Hai pembaca setia cerita ini ...🤗

Terima kasih atas dukungan kalian dengan membaca cerita ini. Jika kalian suka tolong bantu Author d4ngan komen, like, Subscribe, dan ratingnya oke? 😊🙏🏻

Terima kasih ...💖💖💖
Lala Kusumah
bukan triplets ya Mak kok twins, tapi tak apa-apa sama aja kok sing penting kembar 😍😍😍👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Ya allah, dia ngakak ...🤣🤣🤣🤣🤣
total 3 replies
Murni Dewita
💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😊🤗💕💕💕💕
total 1 replies
Murni Dewita
👣
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewita ... Selamat membaca dan semoga suka dengan ceritanya ...😊🙏🏻🤗💕💕💕💕💕
total 1 replies
Lala Kusumah
good job Anlian 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁😘😘😘💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
wah Anlian dapat rezeki nomplok tuh, mantaaap 👍👍👍
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: sok atuh main ke bandung, Kak Lala ... kita ngaliwet bareng ....🤣🤣🤣
total 3 replies
Lala Kusumah
rasain Lo....
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 😁😁😁 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
wow
Lala Kusumah: hai....
total 2 replies
aku
mawar thor biar semangat update, sp tau doble up 🙈🙈😁😁
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Semangat kok, Kak ... hanya lagi berduka hari ini, saudara aku meninggal. Kalau double up, aku nyerah kak ... otaknya gak kuat mikir ...🤣🤣🤣🤣🤣🤣. Terima kasih dukungannya, Kak ...🙏🏻😘🤗💖💖💖💖
total 1 replies
aku
red rose untukmu thorrr ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Thank you kak ...🙏🏻😊🤗💖💖💖💖💖💖
total 1 replies
aku
lope sakeboooonnnn ❤️❤️❤️
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Lope yuh sekebooon tooo kak ...🤗💖💖💖🙏🏻🙏🏻🙏🏻
total 1 replies
Dewiendahsetiowati
hadir thor
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Hallo, Kak Dewi ... Terima kasih hadirnya dan happy reading ....😊🙏🏻🤗🫰🏻💖💖💖💖
total 1 replies
Lala Kusumah
gustiiiiii eta Upin dan Ipin 😂😂😂
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣 ....
total 1 replies
Lala Kusumah
jangan terlalu kasar ya 🙏🙏🙏
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 5 replies
Lala Kusumah
semangat Anlian 💪💪💪
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Terima kasih, Kak Lala ...🙏🏻😊🫰🏻💖💖💖
total 1 replies
Ana Jus
seandainya ruangan itu ada di dunia nyata
༆ᏗᏬRᎧRᏗ79༄: Alhamdulillah ... Aku juga baru nulis lagi di sini, setelah lama vakum 🤭.
total 3 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!