NovelToon NovelToon
Istri Baru Tuan Arnold

Istri Baru Tuan Arnold

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama / Duda / CEO / Tamat
Popularitas:2.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: syehalea

follow ig author: @bungadaisy206
Ana tidak jelek. Dia adalah gadis yang sangat cantik. Tapi kenapa Ana tak kunjung menikah? Kata orang, Ana digantung waris oleh mantan pacarnya. Sebagai penangkal mitos itu, Ana harus rela dijodohkan dengan anak dari sahabat ayahnya. Ana yang tidak punya pilihan, dia pun menerima pernikahan itu. Pernikahan yang diatur oleh keluarganya dan keluarga calon suaminya.

Yuks ikuti kisah cinta dan kehidupan rumah tangga 2A (Ana dan Arnold) dalam novel Istri Baru Tuan Arnold karya Syehalea.
IG : @bungadaisy206

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon syehalea, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ada Apa Dengan Ana?

Setelah kejadian kemarin malam yang menyakitkan, Ana berfirasat hidupnya akan sangat buruk kedepanya . Ana tidak bisa membayangkan jika Arnold mengetahui situasi buruk itu, apa yang akan  dilakukan Arnold padanya. Akankah dia percaya terhadap Ana. Membayangkannya saja otak Ana sangat sakit.

Ana merasakan dirinya semakin cemas, bahkan ponsel Arnold tidak dapat dihubungi, dengan tangan kosong Ana kembali ke Villa Peony.

****

Di Villa Peony

Ana kembali dengan tangan kosong. "Arnold, semoga kamu berada di rumah." ucap Ana dalam hatinya dengan penuh harapan. Ana menyusuri jalan setapak berhias batu-batu alam. Ia berjalan kaki menuju pintu utama. Pikiranya rapuh, ia menapaki anak tangga dengan tatapan kosong seperti tidak bernyawa . Mata sembab sisa semalam, membuatnya pucat bagai seorang vampir tanpa darah .

Ana memasuki kamar yang sepi, tidak ada bayangan Arnold, senyumnya dan kegilaanya. Ana menarik nafas yang terasa sesak, melangkah ke arah kamar mandi. Bajunya sobek berantakan, untunglah orang rumah tidak ada yang melihatnya. Semua orang sibuk saat pagi dan Ana masuk diam-diam.

Ana menatap bayangannya di cermin. Ada pantulan wajah wanita pucat, dengan noda biru keunguan di sekujur tubuhnya, bekas gigitan yang masih menganga bahkan terasa perih. Air matanya mengalir membasahi kedua pipi yang tanpa cahaya. Kini dirinya ternoda. Ana menangis sejadi-jadinya sampai kedua kakinya tidak mampu lagi menopang tubuhnya. Ana menjatuhkan dirinya di lantai dingin dan menggosok-gosok tubuhnya yang kotor dengan kejam .

Ana bangkit berdiri, menekan shower dan menenggelamkan dirinya dalam sentuhan air yang berjalan menyusuri tubuhnya .

Ana keluar dari kamar mandi. Membuka lemari pakaiannya. Ana sadar, banyak bekas ciuman di leher jenjangnya. Ana bingung harus mengenakan baju apa untuk menyembunyikannya, matanya mengamati isi lemari pakaian itu dan akhirnya kaos turtleneck rajut menjadi pilihannya .

Ana menoleh ke satu arah. Ada pakaian terkoyak di atas ranjang, dengan tergesa Ana mengambilnya memasukannya ke dalam kantong plastik dan menyimpanya di tempat tersembunyi di ruangan itu .

Tidak lama ponselnya berbunyi. Ana melihat layarnya, ada nama "suamiku sayang" buru- buru Ana mengangkatnya.

"Hallo Arnold! kamu di mana aku sangat cemas mencarimu? Apa kamu baik-baik saja?" Ana dengan nada Cemasnya.

"Tidak apa, aku baik-baik saja. Tadi ponselku low. Maaf sayang, membuatmu cemas seharian," jawab Arnold dengan nada pelan dan menyesal.

"Cepatlah kembali aku akan menunggumu di rumah kita." ucap Ana dengan nada lega karena suaminya Arnold lolos dari bahaya .

"Iya aku akan segera kembali, kamu jangan khawatir tadi Erik menjemputku," ucap Arnold sambil mengakhiri panggilan.

****

Ana sangat gugup menunggu Arnold pulang. Ana takut, Arnold akan menyadari apa yang terjadi padanya. Walaupun bekas-bekas ciuman itu sudah di tutupi pakaian, tapi bagian intinya membengkak hingga membuatnya sakit saat berjalan. Ana bingung bagaimana harus menutupinya. Ana berpikir keras hingga sebuah ide muncul di otaknya. Ana melirik ke arah meja kecil, pandanganya tertuju pada asbak kristal tebal. Ana berjalan dan mengambilnya.

"BUUUGG!"

Ana menghantam ujung kakinya dengan asbak. Ia meringis kesakitan hingga air matanya akan menetes. Ana menahannya, menguatkan dirinya sendiri.

"Tahan Ana. Ini supaya Arnold tidak curiga," batin Ana.

©©©©©©©©

30 menit kemudian Arnold kembali.

"Ana! di mana kamu, sayang?" Arnold berlari tergesa menaiki anak-anak tangga berteriak memanggil Ana.

Ana mendengar teriakan itu dan membuka pintu kamar dengan perlahan. Arnold berdiri membeku, mengamati wajah Ana yang sangat tirus dan pucat. Rona bibirnya pudar, mata jernihnya tersembunyi di antara kelopak matanya yang sembab. Arnold menyentuh lirih wajah sepucat vampir itu.

"Sayang, kamu menangis?" tanya Arnold dengan raut sedih dan cemas.

"Tidak apa-apa. Aku hanya cemas padamu, aku takut terjadi hal buruk padamu, aku tidak mau kehilanganmu." ucap Ana dengan sisa-sisa air matanya .

"Maaf sayang, membuatmu menderita." ucap Arnold menyentuh sebelah pipinya. Ia cium pucuk kepala istrinya itu dengan lembut .

Ana dan Arnold memasuki kamar mereka. Ana berjalan di depan dan Arnold di belakang. Arnold mengamati Ana, merasakan ada yang aneh saat Ana berjalan. Wanita itu terlihat kesakitan seperti menahan sesuatu. Bahkan Ana seperti orang yang tidak bertenaga, terlihat rapuh seperti bunga dandelion yang tersapu angin, begitu halus dan rapuh.

"Kamu kenapa sayang? kenapa jalanmu seperti itu, seperti orang pincang. Apa ada yang luka?" Arnold membalikan tubuh Ana dengan rasa takut membumbung dihatinya

" A-aku tidak apa-apa. Hanya tidak sengaja menyenggol asbak itu dan mengenai kakiku ini. Tenanglah, ini hanya luka kecil. Dua hari ke depan juga membaik." ucap Ana dengan gugup sambil menunjuk ke arah sebuah asbak di atas meja .

Arnold dengan cepat berjongkok di bawah kaki Ana, memeriksa dan mengamati dengan seksama luka yang sudah membiru itu. Mengelusnya dengan lembut lalu berjalan ke arah laci, mengambil kotak p3k di dalam sana lalu duduk di atas sofa .

"Kemarilah! duduk di sini," Arnold menepuk sofa di sampingnya, mengisyaratkan Ana untuk duduk di sana.

Ana menurut dan duduk patuh di samping Arnold kemudian Arnold mengangkat sebelah kaki Ana yang terluka, meniup dan mengusapnya perlahan. Ia bubuhkan anti septik itu. Arnold menaikan kelopak matanya memandangi Ana dengan kasihan. Ana mengamati wajah lesu suaminya itu lalu bertanya dengan penasaran.

"Semalam apakah terjadi sesuatu padamu? aku menunggumu di Our bar tapi kamu tidak kembali, aku sangat cemas," ucap Ana berbohong karena dengan begitu Arnold tidak akan tau jika semalam Ana melihat dan mengikutinya, bahkan Ana di pukul dan di nodai seseorang sampai pingsan.

"Maaf sayang, semalam aku bersama Natasha. Dia menjebakku. Dia memberikan minuman yang sudah di campuri obat," Arnold berkata dengan jujur.

"Apaaaa...Natasha! Menjebakmu, menjebak apa? bukankah awalnya minuman itu untukku bukan untukmu" kata Ana dengan wajah terkejut.

"Dia sudah punya prediksi sendiri. Dia sudah tau aku yang akan meminumnya jika melihat kamu tidak berdaya," jawab Arnold dengan aura marah di wajahnya.

"Lalu apa yang dia lakukan padamu?" lanjut Ana bertanya.

Arnold menarik nafas panjang tidak berbicara ataupun menjawab pertanyaan Ana, hanya dengan satu gerakan memeluk Ana dengan erat. "Tidak apa, aku mampu mengatasinya." sambil kembali memeluk Ana dengan dalam.

Arnold baru menyadari sesuatu sesudah memeluk Ana. Hari ini istrinya mengenakan kaos rajut turtleneck di siang hari bolong, Arnold mengerutkan dahinya lalu berkata:

"Kenapa dengan kamu, Ana. Kamu memakai kaos berbahan benang wol. Apa tidak panas atau jangan-jangan kamu sakit?" tanya Arnold sambil memeriksa suhu tubuh Ana.

"Iya hanya sedikit demam jadi memakai baju ini supaya keluar keringat," jawab Ana dengan wajah gugup.

"Jika begitu ayo istirahat, kamu harus istirahat cukup supaya cepat sembuh," ajak Arnold sembari menekan telpon rumah, menghubungkanya pada kepala koki pribadi di Villa Peony pak Liam, memintanya memasakan bubur protein untuk Ana.

Arnold menyuapi Ana dengan bubur protein yang di buatkan pak Liam, ia menyuapi istrinya dengan sangat hati-hati, meniupnya perlahan karena bubur itu masih panas. Ana memakannya dengan lahap. Walaupun di benaknya terngiang kejadian kemarin malam. Sungguh Ana pusing dan tidak tau lagi harus bagaimana menghadapi hidupnya sendiri. Ini terlalu rumit baginya. Ana menikmati bubur itu sedikit melamun, hingga Arnold menatapnya berulang-ulang kali. Arnold menyeka sisa bubur yang menempel di bibir istrinya. Mengambilnya dan mencium bibir itu dengan lembut.

Tetapi, ada yang aneh dengan sikap dan gerak-gerik istrinya itu, Ana seolah takut dan menghindari ciumannya. Arnold bingung, berpikir sejenak di dalam hatinya. Ia kembali mengusap bibir itu, bibir yang pucat berwarna ungu muda.

"Sayang, aku perhatikan ada yang lain dari sikapmu ini. Kamu kenapa, um? apa aku bersikap salah padamu atau ada kata-kata ku yang melukai hatimu?" tanya Arnold dengan cemasnya.

Ana menggelengkan kepalanya, tidak bicara apapun kepada suaminya, terlalu takut untuknya bercerita. Ana melengos dari arah wajah suaminya, perasaan hancur menggantung dan memburu jasadnya. Ana lelah dengan semua beban yang bergejolak datang dengan tiba-tiba ini. Ia tidak habis pikir, kenapa harus ternoda seperti ini.

"Sayang, kenapa kamu terus berdiam diri, bilanglah sesuatu padaku?" kata Arnold dengan wajahnya yang masih cemas.

Ana mendelik, mengarahkan pandangannya ke arah suaminya itu. Ia tidak bicara hanya menatap dengan ekspresi tidak jelas. Hatinya hampa seiring dengan luka yang harus di tanggungnya.

Arnold yang melihat itu tidak bicara apapun lagi, dengan sigap terus menyuapi istrinya yang lemah itu. Arnold terus memasukan bubur itu ke mulut wanitanya.

©©©©©©

Setelah makan Ana tertidur dan Arnold baru melangkahkan kakinya masuk ke kamar mandi. Arnold melihat cermin panjang yang menampilkan seluruh tubuhnya, pikiranya mengingat kembali kejadian semalam, mengingat apa yang terjadi.

"Apa mungkin wanita itu benar-benar Natasha?" pikirnya dalam hati.

Arnold ragu itu Natasha. Dia yakin tidak melakukan apapun dengan Natasha. Arnold mengingat tubuh wanita yang di tidurinya berbeda dengan tubuh Natasha. Walaupun dia tidak sadar melakukan itu, tetapi Arnold bisa membedakan tubuh itu. Arnold menekan-nekan pelipisnya yang sedikit pusing.

*****

Hai readers berikan perhatian kalian pada Author khususnya padaku dengan memberi like coment rate 5 dan votenya ya.

@Syehalea

❤️❤️❤️❤️

1
Sandisalbiah
sebenarnya penasaran dgn kisah masalalu Ana...
Sandisalbiah
awal yg menarik.. 🤔🤔🤔
sita
berarti cerita ini udah g lanjut y Thor😁😁 aku lihat koment nya pada tahun 2021 semua.
sita: judul yg di fizzo apa Thor aku juga baca juga di sono?
total 2 replies
sita
pokok nya biarin tu si Erik .jangan sampai mau si Wina ke si Erik .
sita
aku lebih suka Wina sama Ronal ,karena Ronal lebih baik daripada erik.mantap Thor aku masih lanjut bacanya.
Purnawati zainir
jijik aku sudah diperlakukan tidak layak... cepat kali luluh nya... tak cocok ceritanya sama aku., by thor cabut duluan
Tasya
Sakit Jiwa ku rasa si Agus ni ya..ada Gila2 nya.. si Ana itu udh Istri Orang Dodol...
krisan
lanjut
sheka
yg di desek suruh jmput arnold..pas di jmput erik yg di sapa duluan ..alamt arnold mnyun
syehalea: terima kasih akak udah membaca sampai sini....🤗
total 1 replies
sheka
prtahankm ronald bu win
sheka
kode minta di antar k kmr mndi 😂😂
sheka
angry bird 😂😂
sheka
knp jdi ciut
sheka
💪💪
sheka
moga bianca cepet mnerima kedua ortunya
sheka
q mnangisi ronald 😭😭
sheka
keren mantap
sheka
win ingt ronald ya
sheka
agus gila ngaku nya sayang tp masih diem aja .. kasian abella nya
sheka
wina jgn sakiti ronald ..kmu tau kan rasa nya kecewa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!