NovelToon NovelToon
Suami Rahasia Anindia

Suami Rahasia Anindia

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama / Nikahmuda / Identitas Tersembunyi / Bad Boy / Enemy to Lovers / Pernikahan rahasia
Popularitas:1.5k
Nilai: 5
Nama Author: NdahDhani

Karena kesalahpahaman, Anindia harus menikah dengan cowok yang paling tidak disukainya, Keanu si badboy sekolah. Mereka tidak pernah akur, bahkan Anindia selalu menghindari Keanu.

Tapi, malang tidak dapat ditolak, untung tidak dapat diraih. Mereka terjebak dalam kesalahpahaman yang fatal, dan sekarang mereka harus terpaksa menikah.

Anindia, siswi paling pintar di sekolah, harus menikah dengan Keanu, sang ketua geng sekolah yang terkenal dengan keberanian dan kenakalannya.

Mereka harus merahasiakan pernikahan mereka setidaknya sampai hari kelulusan. Tapi di sekolah, Keanu justru membuat pernyataan bahwa Anindia adalah pacarnya.

Apakah Keanu dan Anindia bisa merahasiakan pernikahan mereka?

•••
"Gue memang badboy, tapi setidaknya gue bukan playboy. Kenapa gue berani ngomong kayak gini?"

"Karena gak ada seorangpun yang bisa bikin hati gue luluh selain lo, Nindi."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NdahDhani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 35: Gitar dan kebenaran tersembunyi

Di dalam mobil, Anindia dan Keanu membahas tentang cita-cita mereka. Anindia yang ingin menjadi desainer, sementara Keanu yang ingin meneruskan perusahaan keluarga seperti yang kedua orang tuanya harapkan.

Keanu sendiri sebenarnya ingin menjadi seorang pembalap, namun cita-citanya itu bertentangan dengan kehendak orang tuanya. Ia pun akhirnya berubah pikiran untuk meneruskan perusahaan keluarganya, terlebih kini sudah ada Anindia yang menjadi tanggung jawabnya.

Selama perjalanan pulang ke rumah, mereka berdua bercanda tawa. Keduanya seakan lupa bahwa mereka pernah bermusuhan sebelumnya. Bahkan, Anindia juga lupa akan alasan Keanu tentang pesan yang diterimanya tadi.

Keanu beralasan bahwa pesan itu berasal dari orang iseng saja, yang meminta untuk dipacari olehnya. Alasan Keanu jelas saja membuat Anindia merasa bingung. Tapi ia tidak menanyakan lebih lanjut, terlebih ia pun tahu bahwa Keanu memang banyak memiliki fans dari kalangan gadis remaja. Untung saja Keanu bisa menjaga perasaannya.

Beberapa menit melaju di jalanan, akhirnya mereka pun tiba di rumah. Setelah memarkirkan mobilnya di garasi, keduanya langsung melangkah ke arah gerbang garasi. Namun tiba-tiba saja Keanu berhenti, ia memandangi motor sport kesayangannya yang disita sang ayah beberapa waktu lalu.

"Kean, kenapa?" Ujar Anindia yang ikut berhenti.

"Gapapa Nindi, cuma kangen sama motor aja," ujar Keanu yang tatapannya tak luput sedikitpun dari motor hitam itu.

"Aku yakin pasti bakal dibalikin kok sama Papa, tinggal tunggu waktunya aja," ujar Anindia sembari menyentuh lengan suaminya itu.

Keanu menoleh, lalu tersenyum sedikit. Ia hanya berharap bahwa ayahnya akan mengembalikan motor kesayangannya itu. Karena sejujurnya Keanu jauh lebih nyaman mengendarai motor daripada mobil.

"Ya udah, ayo masuk," ajak Anindia kemudian.

Keanu mengangguk singkat, keduanya berjalan berdampingan menuju ke arah kamar.

"Udah pulang, nak?"

Saat memasuki pintu ruang utama, Keanu dan Anindia disambut hangat oleh sang ayah. Ia sedang duduk santai di atas sofa sembari menyeruput kopinya, dengan layar laptop terbuka di hadapannya.

"Baru aja pulang, Pa," ujar Keanu.

Sementara Anindia langsung berjalan menghampiri dan mencium takzim tangan ayah mertuanya, seakan tidak bisa menghilangkan kebiasaan itu sebagai bentuk penghormatan.

"Nindi sama Keanu baru aja pulang, Pa. Mama dimana, Pa?" Ujar Anindia sopan.

"Mama pergi bareng teman sosialitanya, sepertinya akan pulang nanti sore," ujar ayah Keanu sembari melirik jam di tangannya.

Keanu yang berdiri santai di depan pintu, dengan gaya khasnya yang tidak bisa ia hilangkan, dengan kedua tangan yang ia sisipkan di balik saku celananya. Ia tersenyum ketika melihat Anindia yang begitu sopan kepada orang tuanya. Hal itu juga yang membuat Keanu semakin mengangumi istrinya itu.

Setelah selesai berbincang dengan ayah mertuanya, Anindia pun berpamitan untuk pergi ke kamar. Ayah mertuanya hanya mengangguk singkat, sebelum akhirnya ia kembali fokus pada layar laptop di hadapannya.

"Entah apa yang membuatku cepat luluh sama kamu, Nindi. Tapi jujur, setiap liat kamu bawaannya adem gitu, pake jampi-jampi apa?" Canda Keanu saat menaiki anak tangga.

"Apa sih Kean? Jampi-jampi apa coba, ada-ada aja deh," ujar Anindia yang terkekeh mendengar candaan suaminya itu.

Keanu tertawa menanggapinya sembari menggeleng singkat. Setibanya di kamar, Keanu langsung melepas seragam sekolahnya. Sementara Anindia langsung meletakkan tas sekolahnya pada tempatnya.

Keanu hanya meninggalkan celana sekolahnya saja, sementara bagian atas ia biarkan terekspos begitu saja. Ia merasa gerah dan ingin langsung beranjak mandi saja.

Saat itu, tiba-tiba saja Anindia menoleh ke arahnya. Anindia bisa melihat jelas tubuh sixpack dari suaminya itu, dengan sebuah kalung hitam yang melingkar di lehernya. Anindia terlihat tidak syok lagi, tidak seperti sebelumnya. Terlebih apa yang dikatakan oleh Keanu sangat benar adanya, mereka sudah menikah dan semua sudah halal untuk mereka lihat.

Anindia tersenyum tipis, merasa bersyukur memiliki Keanu di dalam hidupnya. Ia juga baru menyadari bahwa Keanu memang setampan itu, pantas saja banyak gadis yang tergila-gila dengan suaminya itu.

Menyadari di tatap seperti itu oleh Anindia, Keanu langsung mengalihkan pandangannya ke arah istrinya. Pipi Anindia langsung bersemu merah, merasa malu karena Keanu menyadari tatapannya.

"Kenapa liatin nya gitu, sayang? Terpesona ya?" Ujar Keanu yang menggoda Anindia sembari menaik-naikkan alisnya.

"Apa sih Keanu?" Ujar Anindia yang merasa salah tingkah, bahkan ia langsung memindahkan tasnya padahal tas itu sudah tepat berada di tempatnya.

"Haha, ya udah aku mandi dulu," ujar Keanu yang seakan mengerti sikap Anindia.

Tanpa kata lagi, Keanu pun langsung memasuki kamar mandi dan meninggalkan Anindia yang salah tingkah. Anindia sendiri langsung tersenyum tanpa sebab, seakan Keanu memahami situasinya saat ini.

...✧✧✧✧✧✧✧✧✧✧...

"Aku ke rumah Niko sebentar ya, Nindi. Aku mau ambil gitar yang ketinggalan di tempat Niko," ujar Keanu sembari memakai jaketnya.

"Sekarang banget?" Ujar Anindia yang seakan berat untuk mengizinkan suaminya itu keluar malam seperti ini.

"Cuma sebentar kok, sayang. Janji gak lama," ujar Keanu sembari membuka kedua jarinya seperti huruf V.

Anindia akhirnya menganggukkan kepalanya, memberi izin kepada Keanu untuk mengambil gitarnya di rumah Niko. Keanu yang juga sering menghabiskan waktu di rumah Niko, pernah membawa gitarnya ke rumah temannya itu. Tapi, semenjak menikah, Keanu tidak pernah ke rumah Niko lagi. Sehingga gitar itu tertinggal di rumah teman dekatnya itu.

"Ya udah, janji ya gak lama? Bawa mobilnya hati-hati, jangan ketemu sama cewek-cewek." Ujar Anindia yang mulai posesif terhadap suaminya itu.

Keanu terkekeh sembari mencubit gemas pipi Anindia. Ia tidak menyangka bahwa Anindia mulai cemburuan seperti ini. Ia menatap Anindia dengan tatapan serius, seakan penuh dengan janji.

"Aku gak bakal macam-macam kok, aku bukan buaya sayang," ujar Keanu membuat Anindia terkekeh.

"Ya udah, jangan kemaleman pulangnya," ujar Anindia dengan seutas senyum.

"Iya bawel, cuma sebentar doang kok. Aku pergi dulu ya," ujar Keanu sembari melangkahkan kakinya ke arah pintu.

Anindia hanya menanggapinya dengan seutas senyum, hingga akhirnya suaminya itu menghilang dari pandangan. Anindia pun kembali duduk di meja belajarnya, dengan laptop yang terbuka di hadapannya. Seperti biasa, Anindia memutar video musik jika sedang belajar sendirian seperti ini. Alunan musik membuatnya terhanyut dalam suasana, sehingga memudahkannya untuk mencerna materi yang sedang ia pelajari.

Sementara itu, Keanu melajukan mobilnya ke arah jalan setelah berpamitan dengan kedua orang tuanya. Ayah dan ibu Keanu tidak melarang putranya itu pergi ke rumah Niko, terlebih Niko merupakan teman dekat Keanu sejak masa SMP.

Keanu memang berniat untuk mengambil gitarnya di rumah temannya itu, tapi setelah menghadiri pertemuan dengan Pak Tony. Ya, pesan yang ia dapatkan tadi siang merupakan pesan dari orang kepercayaan keluarga Bramantyo.

Keanu melajukan mobilnya menuju ke arah sebuah kafe, tempat dimana Pak Tony membuat janji temu. Setelah memarkirkan mobilnya, Keanu pun langsung memasuki kafe dengan nuansa klasik itu.

Di ujung ruangan, ia bisa melihat jelas bahwa Pak Tony sudah menunggunya. Ia duduk sedikit menjauh dari pengunjung lainnya, seakan ingin berbicara serius dan pribadi bersama Keanu.

"Selamat malam, Pak. Maaf, apa sudah menunggu lama?" Ujar Keanu sembari mengambil posisi untuk duduk.

"Tidak Mas, saya juga baru saja tiba. Silahkan duduk, saya sudah pesankan minum untuk kita berdua," ujar Pak Tony dengan seutas senyum.

"Wah, Pak... Repot-repot saja, saya hanya ingin tahu tentang gadis itu. Apa Anda telah menemukan apa-apa informasi tentang dia?" Ujar Keanu yang langsung pada intinya.

"Saya sudah melakukan penyelidikan, dan ya... Saya sudah menemukan semua informasi tentang gadis itu," ujar Pak Tony dengan nada serius.

Keanu langsung memfokuskan pandangannya, ia tidak ingin kehilangan satu informasi pun. "Jadi, apa yang Anda dapatkan, Pak?"

"Gadis itu bernama Dara Aurelia, korban broken home karena ayah dan ibunya yang bercerai satu tahun yang lalu. Ibu kandungnya mendapatkan hak asuh, tapi ayahnya merebut Dara secara paksa. Menurut tetangganya, Dara berubah drastis semenjak ayahnya membawanya pergi, menjadi lebih agresif dan egois," Ujar Pak Tono menjelaskan.

Keanu sedikit terkejut mendengar informasi itu, tapi ia tidak menunjukkan emosinya. Pantas saja gadis itu terlihat kasar dengan Anindia beberapa waktu lalu. Hal ini juga yang membuat Keanu ingin melindungi Anindia lebih besar lagi.

"Ayah Dara juga menikah lagi dengan seorang wanita karir, dan Dara memiliki saudara tiri laki-laki seusianya." Lanjut Pak Tony di sela-sela keheningan Keanu.

Keanu menganggukkan kepalanya, merasa bahwa informasi ini benar-benar penting untuknya. Kini ia tahu alasan di balik perubahan Dara di dalam kelas, ternyata gadis itu merupakan korban broken home karena keegoisan kedua orang tuanya.

"Terima kasih, Pak. Informasi ini sangat penting bagi saya," ujar Keanu yang merasa puas dengan hasil penyelidikan pria paruh baya itu.

"Sama-sama Mas, senang bisa membantu," ujar Pak Tony kemudian. "Tapi tidak hanya itu, Mas. Saya juga menemukan ini," lanjutnya sembari menunjukkan beberapa lembar foto kepada Keanu.

Keanu menerima lembaran foto itu, dan ia langsung terbelalak tidak percaya dengan apa yang dilihatnya. Namun akhirnya ia tersenyum penuh kemenangan, karena berhasil mendapatkan informasi tentang Dara tanpa sepengetahuan siapapun. Belum sampai seminggu, tapi orang kepercayaan keluarganya itu telah mendapatkan informasi yang begitu akurat.

"Sekali lagi terima kasih atas bantuannya, Pak. Untuk biaya, nanti saya transfer ke rekening Anda," ujar Keanu dengan seutas senyum.

"Oh, tidak perlu Mas. Saya ikhlas membantu, lagipula Pak Bram telah banyak membantu saya," ujar Pak Tony menolak dengan lembut.

"Baiklah, Pak. Sekali terima kasih atas bantuannya, kalau begitu saya duluan. Masih ada hal lain yang perlu saya selesaikan," ujar Keanu sembari berjabat tangan dengan beliau.

Setelah pertemuan itu, Keanu pun langsung kembali ke mobilnya. Ia langsung memulai perjalanan menuju ke rumah Niko.

"Maaf ya, Nindi. Aku harus rahasiakan ini dulu dari kamu," gumam Keanu dengan kedua tangan yang memegang setir.

Keanu ingin merahasiakan hal ini dulu dari Anindia, setidaknya sampai menunggu waktu yang tepat untuk menceritakannya. Beberapa menit berlalu, ia pun tiba di rumah Niko dan secara kebetulan temannya itu baru saja keluar dari pintu.

"Woi bro, tumben lo ke sini? Ada apa?" Ujar Niko yang berjalan menghampiri.

"Gue cuma mau ambil gitar yang ketinggalan," ujar Keanu yang berdiri di samping mobilnya.

"Buset, gue kira sengaja lo tinggal. Kan untung gue dapat gitar gratis!" Ujar Niko dengan tawa.

"Tampilan aja berlagak kaya, masa iya kagak bisa beli gitar," ujar Keanu dengan nada santainya.

"Ngaco lo!" Ujar Niko kemudian. "Di kamar gue simpen, mana mager banget naik ke atas."

"Ambilin gih, gue mau langsung balik nih," ujar Keanu sembari melirik jam tangannya.

"Eh buset, tumben lo buru-buru banget? Nginep aja woi!" Ujar Niko kemudian.

"Gue ada urusan," jawab Keanu singkat.

"Cih urusan... Mau ngapelin Nindi bilang bos!" Ujar Niko yang langsung melangkah pergi ke arah pintu.

Keanu tidak mengatakan apa-apa lagi, ia hanya berdiri santai sembari menunggu temannya itu kembali. Keanu tersenyum miring dengan kalimat yang Niko lontarkan. Bagaimana mungkin ia ingin ngapel untuk Anindia, sementara Anindia pun telah resmi menjadi istrinya.

Tak berapa lama, Niko kembali dengan membawa sebuah gitar di tangannya. Ia pun langsung memberikannya kepada Keanu.

"Nih gitar lo! Ribet banget lo, lo yang punya barang gue yang ambil!" Ujar Niko.

"Perhitungan banget lo. Gue balik," ujar Keanu yang langsung masuk ke dalam mobil tanpa mendengar jawaban apapun dari Niko.

Keanu pun langsung melajukan mobilnya, meninggalkan temannya itu di belakang. Niko sendiri sudah sangat terbiasa dengan sifat temannya itu, ia pun langsung duduk di kursi teras rumahnya.

^^^Bersambung...^^^

1
Enz99
menarik bikin pgin lanjut baca terus
𝕴𝖓𝖉𝖆𝖍 𝕽𝖆𝖒𝖆𝖉𝖍𝖆𝖓𝖎: Hehe terima kasih kak, semoga suka ya dengan chapter-chapter selanjutnya 😊
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!