Update Minggu dan Rabu
Karya ini adalah misi kepenulisan dari NOVELTOON yang di adaptasi komik dengan Judul serupa, "Menantu Laki-Laki Pertama."
Qinli adalah seorang pemuda yang menikah dengan salah satu putri keluarga berada. Ia menjadi menantu tunawicara di keluarga Chu. Sayangnya selama menjadi tunawicara ia tidak bekerja dan hanya mengandalkan nafkah dari istrinya Chu Qingyin.
Sampai ahirnya karena usaha yang sangat keras selama sepuluh tahun, ia berhasil menyempurnakan ilmu tenaga dalamnya.
Mulai sejak itu ia memulai kehidupan yang baru! Mengobati penyakit aneh, dan menguji barang berharga.
Meskipun banyak wanita cantik, tetapi hanya istrinyalah yang selalu menempati urutan pertama dihati Qinli.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Haryani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
EPISODE 27
Wajah Qinli dan Jiangjun menjadi canggung karena melihat lelaki di depannya ini sedari tadi membicarakan Qinli.
"Ini, sebenarnya apa yang dikatakan Jiangran kepadanya? Kenapa dia punya banyak keluhan mengenai diriku?" batin Qinli.
"Aku lulusan dokter ilmu kedokteran Universitas Aaroow Bridge di Amerika Setikat dan juga pernah mendapatkan berbagai akademik internasional. Dia tidak pantas dibandingkan denganku," ucapnya mengejek ke arah Qinli.
"Aku pernah menyembuhkan semua penyakit yang sulit disembuhkan, bahkan penyakit tumor polikistik Presiden Amerika Serikat Pulangte pun aku yang sembuhkan, dia bisa apa?"
Jiangran memandang lelaki itu seraya berkata, "Aduh, kenapa kau sangat yakin bahwa Qinli tidak sebaik dirimu."
"Mungkin kau masih perlu banyak belajar dari orang lain?" ucap Jiangran mengejek.
"Kau!"
Tiba-tiba ponsel milik lelaki itu berbunyi.
"Hallo! Apa kau tidak tau aku pergi berlibur hari ini?"
"Dokter Xia, segera datang ke Rumah Sakit, pasien di kamar sembilan kosong tiga yang kau obati sebelumnya sekarat!"
"Apa! Aku segera kesana!" ucapnya panik.
Lalu Dokter Xia menoleh, "Kak Jiangran, terjadi masalah pada pasienku, aku tidak bisa menemani kalian hari ini."
"Hm."
"Tidak apa-apa Wenbo, pekerjaanmu lebih penting," ucap Jiangjun.
Sedangkan Jiangran mempunyai satu ide cerdas.
"Dokter Xia, apa boleh kami pergi melihat juga. Mungkin saja Qonli bisa membantumu!"
"Dia, hmph ... ikut aku jika berani!" ucap dr. Xia.
"Oke, kau yang bilang ya, jika kau bisa menanganinya sendiri, mungkin aku akan memperlakukanmu dengan rasa hormat, jika tidak, jangan menggangguku lagi!"
"Ternyata dia menjadikanku sebagai alasannya," batin Qinli.
Beberapa saat kemudian, mereka sudah sampai di Rumah Sakit No. 1 Jiangcheng. Qinli berjalan mengekor di belakang dr. Xia yang sudah memakai pakaian seragam dokter.
"Bagaimana kondisi pasien saat ini? Apa kalian sudah memberikan obat yang aku persiapkan sebelumnya dengan tepat waktu?" tanya dr. Xia ketika ia sampai di dalam kamar.
Dari kejauhan terlihat jelas beberapa orang berpakaian pengawal berdiri di belakang suster.
"Dok, dr. Xia sepertinya pasien sudah tidak bisa bertahan lagi!" ucap suster itu panik.
"Dokter Xia akhirnya kau datang juga!" gertak salah seorang dari belakang tubuh suster.
Beberapa pengawal yang sedari tadi berdiri di belakang suster segera mengamankan dr. Xia. Mereka memegangi tangan dokter, sampai ia pun berteriak dan memberontak.
"Apa yang kalian lakukan!" ucap dr. Xia panik.
"Tuan Muda sudah di ambang kematian, apa yang sebenarnya kau lakukan padanya!" gertak kepala pengawal yang berperawakan paling seram dan bertubuh besar.
Kini ia bahkan mencengkeram kerah kemeja milik dr. Xia.
"Kau berjanji padaku akan menyembuhkan Tuan Muda! Tapi kau malah mengingkari janjimu!"
"Ki-kita membicarakannya pelan-pelan. Ca-cara pengobatanku tidak mungkin ada masalah! Biarkan aku masuk dan memeriksanya!"
"Lebih baik aku memberimu sedikit pelajaran dulu jika seandainya kau tidak jujur!"
Belum sempat ia menghajar dr. Xia, Qinli terlebih dulu memegang tangan kepala pengawal itu.
"Berhenti!"
"Kalau kau memukulnya sekarang juga tidak ada gunanya untuk Tuan Mudamu, lebih baik biarkan dia masuk dan memeriksanya."
Bukannya reda, amarahnya semakin menjadi, bahkan kini ia juga menggertak Qinli.
"Siapa kau? Teman dokter gadungan tidak berguna ini? Kau juga ingin dipukuli?" gertaknya.
"Aku hanya memperingatimu, mungkin saja kondisinya semakin membaik, kita juga tidak tahu," ucap Qinli sambil memegang tangan orang itu.
"Lepas!" berontaknya.
"Sekarang, kondisi pasien belum diketahui, siapapun tidak berani menjamin apakah kondisi pasien yang sebelumnya, yang buruk menjadi baik."
"Semakin membaik?" tanya kepala pengawal itu mulai tenang.
"Apa yang dikatakan bocah ini, ada benarnya juga," batinnya.
Ia pun melepas cengkeraman tangannya dari kerah leher milik dr. Xia.
"Benar-benar sial, belum menunjukkan kekuasaanku pada Qinli, malah mendapatkan masalah sulit ini," batin dr. Xia sambil merapikan penampilannya kembali.
"Hei! Apa yang masih kau ragukan, cepat periksa dengan baik, kalau tidak aku akan menghajarmu!" gertak kepala pengawal itu sekali lagi.
Dokter Xia yang ketakutan segera pergi masuk ke ruangan pasien.
BIP-BIP-BIP
Bunyi alat monitor di samping brankar. Di sana dr. Xia terlihat sedang memeriksa denyut nadi pasien.
Sementara Qinli berdiri di sisi lainnya.
"Racun pada orang ini sangat kompleks, aku tidak bisa merasakan energi vitalnya, aku merasa telah mengabaikan sesuatu," batin Qinli yang mengamati pasien dari kejauhan.
"Aku akan memeriksanya lebih detail," lalu Qinli mulai mengunakan tenaga dalamnya.
Sementara itu, dr. Xia juga sedang mengobatinya. Tetapi dibelakangnya masih berdiri kepala pelayan tadi.
"Orang galak ini berdiri di belakangku, aku tidak boleh menusuk di titik yang salah," gumam dr. Xia sambil melirik ke arah belakang.
"Sama seperti biasanya, aku menyelesaikannya dengan mudah."
"Harus fokus, aku tidak pernah gagal melewati angin dan ombak besar!" gumam dr. Xia.
Di saat dr. Xia sedang berkonsetrasi penuh, Qinli tiba-tiba datang mengagetkannya. Hingga sang dokter terkejut.
"Dokter Xia, tunggu sebentar!"
"Dokter Xin, kau ingin mencelakaiku ya!" ucapnya marah sambil menoleh.
Qinli memegang tangan dr. Xia.
"Kalau kau menusuknya, takutnya akan mencelakai dirimu sendiri," ucap Qinli mengingatkan.
"Lihat ini!"
Qinli mulai membuka baju pasien lalu menunjukkan leher pasien yang ada benjolan merah besar disana.
Dokter Xin kaget mendapati hal itu. Lalu Qinli mulai menjelaskannya.
"Ini, sejak kapan tumor sebesar ini muncul! Tidak disangka muncul penyakit ini, kalau ingin menyelamatkannya, harus mengganti obat dalam seluruh tubuhnya."
"Ugh," pasien mulai mengeluh karena sakitnya.
"Cepat selamatkan dia, brengsek! Kenapa kau bengong!" hardik kepala pengawal.
Dokter Xia ketakutan dan berbicara asal. "Ini, sepertinya sudah terlambat!"
Sedangkan Qinli mulai mengobati pasien dengan caranya. Karena kesal dengan mereka yang terus bertengkar, Qinli menggertaknya.
"Cepat bantu aku, tahan lengan dan kakinya!"
Bukannya membantu mereka malah semakin mengejek Qinli.
"Apa yang mau kau lakukan? Tuan Muda bukan sembarang orang yang bisa kau mainkan!"
Sedangkan dr. Xia juga meragukan kemampuan Qinli.
"Aku saja sudah tidak punya cara lagi, bisa-bisanya kau memamerkan kemampuanmu di sini! Kau tidak lihat tempat apa ini?"
"Lebih baik kau diam dan lihat sendiri!" gertak Qinli.
Akhirnya Qinli mulai melakukan pengobatannya sendiri. Ia mengerahkan segala kemampuan miliknya malam itu.
"Sudah selesai! Sepertinya sebentar lagi ia akan siuman, nanti aku akan memberikan resep obat untuknya, dan seharusnya tidak ada masalah lagi."
Dokter Xia sampai tercengang akan hal itu, begitu pula dengan kepala pengawal Tuan Muda.
"Tidak disangka kondisinya sudah normal," ucap dr. Xia.
Benar saja, sesudah itu, pasien siuman.
"Ugh, Kakek Gang, di mana ini?"
Sementara itu kepala pengawal itu menangis terharu Tuan Mudanya sudah siuman.
"Tuan Muda akhirnya kau siuman, aku pikir ..."
"Kita berada di Rumah Sakit Jiangcheng. Dokter Qinli yang barusan menyelamatkanmu."
"Dokter Qin, kenapa kau ada di sini?"
"Apa maksudmu, apa kau mengenalmu?" tanya Qinli panik.
...🌹Bersambung🌹...
.
.
...Maaf update telat ya, othor lagi kurang fit, jadi agak lambat, mohon maaf sebelumnya 🙏...