Setiap wanita punya impian akan cinta sempurnanya, namun untuk menggapainya terkadang butuh airmata dan pengorbanan.
Kimberley Ryan seorang wanita muda yang mandiri, tegas tapi sebenarnya sangat rapuh.
Sejak perceraian kedua orang tuanya ia bertekad untuk mencari kebahagiaannya sendiri.
Yasir Mir lelaki yang diharapkan mampu membuat hidup Kimberley kembali berwarna, ternyata justru membuatnya semakin rapuh dan hancur.
Kebahagiaan, kehangatan dan kebersamaan yang ia lalui bersama Yasir Mir selama ini, hanya membawa kekecewaan dan air mata
Walaupun Yasir menyakitinya berulang kali, ia juga tetap tidak mau melepas Kimberley.
Hingga kejadian yang sangat tidak diharapkan oleh Yasir terjadi, dalam waktu semalam impian yang dibangun Yasir dan Kimberly hancur seketika.
Mampukah Kimberley mendapatkan kembali cinta sempurnanya?
Atau ia akan menemukan cinta sempurnanya itu pada pria yang lain?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon eveliniq, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tak terduga
Akhirnya semua yang ditahan untuk diceritakan pada kakaknya mau tidak mau harus diungkapkan.
Yasir menarik nafas panjang, siap tidak siap ia harus menceritakan apa yang saat ini terjadi.
"Kakak... kenalin nama saya Kiki , kakak nanti malam datang ke rumah ya untuk membicarakan rencana pernikahan kami dengan Ayah dan kakak sebagai perwakilan keluarga Yasir di sini, bagaimana kak? kakak datang jam berapa nanti Kiki sampaikan pada ayah." jelas Kiki sambil tersenyum manja serta menyodorkan tangannya pada Aqib untuk berkenalan.
Aqib hanya melihat sebentar ke arah Kiki dan mengacuhkannya kemudian menatap tajam meminta penjelasan pada Aqib .
"Sabar ya Kimberley, semua akan baik-baik saja, kakak janji" bisik Aqib pada Kimberley sambil mengusap kepala Kimberley yang sedang menangis.
Sambil tetap melihat tajam pada adiknya, Aqib berjalan ke arah Yasir .
" Ayoo ..ikut kakak!" ucap Aqib ketika sampai di samping Yasir, kemudian berjalan keluar ruangan tanpa menoleh lagi.
Perlahan Aqib berdiri dan mengikuti kakaknya.
"Heiii kalian mau kemana .... jangan tinggalin Kiki, kak Yasirrrr jangan kabur kamu harus nikahi Kiki!" jerit Kiki merajuk sambil berlari mengikuti Yasir dan Aqib.
Kimberley hanya bisa menangis mendengar semua itu, Kimberley masih tidak percaya kekasih nya akan menikahi wanita lain.
Ibu dan Rose memeluk Kimberley untuk menguatkan nya.
Sesampainya Aqib dan Yasir di depan pintu mereka berpapasan dengan Jevaro dan Ayah.
Untuk sesaat Jevaro melihat ke arah Aqib, dan belum sempat ia bertanya, "Kenalkan.... ini kakak aku, Ayah... ini kakak Yasir, baru saja datang dari India." jelas Yasir .
Ayah mengangguk dan mengulurkan tangan, disambut baik oleh Aqib, " Saya Aqib Mir kakak Yasir Mir" jelas Aqib berwibawa.
"Ayah Kimberley." jawab Ayah singkat sambil tersenyum ramah.
Kemudian bergantian berkenalan dengan Jevaro.
"Good Yasir sudah ayah duga kamu laki- laki yang bertanggung jawab" sambil Ayah menepuk bahu Yasir dan tersenyum bangga.
Yasir hanya bisa terdiam.
"Hmm bagaimana kalau nanti malam kita makan bersama sambil membicarakan pernikahan Yasir dan Tini" sahut Ayah.
"Tini??" tanya Aqib bingung.
"Siapa lagi ini" batin Aqib sambil memandang Yasir bingung.
"Tini itu..." belum sempat Yasir menjelaskan.
" Saya kak Aqib ganteng ...., nama saya Rebecca Tini Kiki Laurent cantik kan nama saya secantik wajah saya " sambung Kiki sambil tersenyum centil.
Aqib hanya menoleh sebentar kemudian menatap Yasir kembali sambil menggeleng gelengkan kepala .
" Maaf paman kami pamit dulu ada yang harus kami bicarakan " pamit Aqib pada ayah dan Jevaro.
"Oh baik nak, saya tunggu kabar baiknya" sahut ayah.
Kemudian Aqib dan Yasir pun berlalu dari hadapan Ayah dan Jevaro.
Ayah dan Jevaro masuk ke dalam ruangan Kimberley, dan melihat Kimberley menangis dipelukan Rose, "Heii ada apa ini, Kimmy anak ayah kenapa sayang?" tanya ayah sambil bergantian dengan Rose memeluk Kimberley.
"Biasa yah Tini berulah lagi." sahut ibu singkat.
"Sudah Kim sudah jangan kamu masukan hati perkataan Tini ok, kamu masih punya ayah, ibu dan sahabat-sahabat yang lain, kami akan selalu ada buat kamu cantik" hibur ayah.
"Lupakan Yasir lepaskan, ikhlas kan .... semua akan lebih mudah bila kamu mengikhlaskan nya, percayalah orang baik akan bertemu dengan orang baik pula, ayah yakin kamu akan dapat yang jauhhh lebih baik dari Yasir suatu saat nanti " nasehat ayah sambil memeluk dan mengelus kepala Kimberley memberi kekuatan .
" Tuh lihat ada Rose, ibu Jevaro dan ayah yang siap selalu menemani kamu, jangan pernah merasa sendiri okay banyak-banyak berdoa sayang agar kamu kelak dipertemukan dengan lelaki yang tepat untukmu ." sambung ayah lagi.
Setelah Kimberley mulai tenang dan lelah menangis akhirnya Kimberley pun tertidur.
"Hmm ini masa-masa berat Kimberley kita harus terus mendampingi nya jangan biarkan dia merasa sendiri." ucap ayah sambil memandang lembut dan iba pada anaknya yang sedang tertidur.
Ibu, Rose dan Jevaro pun mengangguk menyanggupi untuk selalu ada disamping Kimberley sambil serempak memandangi sedih Kimberley.
Yahhh Kimberley ..., gadis yang biasanya enerjik sekarang terkulai lemah dan hanya bisa menangis karena terpaksa harus merelakan seseorang yang membuat ia merasa kuat dan bahagia selama ini, pergi dari hidupnya.
Setiap mengingat masa-masa bahagia mereka dulu, tanpa ada yang memberi aba- aba, air mata Kimberley pun langsung meluncur di atas pipi mulus Kimberley.
Kimberley masih ingat semua yang pernah Yasir katakan padanya dari awal mereka berkenalan bagaimana akhirnya sampai mereka menjadi sepasang kekasih, semua masih jelas menetap di pikirannya, bahkan semua perkataan Yasir padanya, kebiasaan-kebiasaan diantara mereka, semua masih teringat jelas tersimpan rapi di memori Kimberley.
Terkadang bila tiba-tiba kenangan itu muncul, air mata Kimberley pun akan meluncur sendiri tanpa diperintah.
Ingin rasanya Kimberley lepas dari semua yang menyesakan ini tapi entahlah sampai kapan ia bisa benar-benar lepas dan melupakan semuanya.
...........~~~~.............
Di tempat lain tampak Aqib berjalan cepat menuju pintu keluar Rumah Sakit diikuti Yasir di belakangnya.
Yasir berjalan sambil mempersiapkan diri menghadapi kakaknya, terlihat sekali dari setiap tatapan Aqib pada Yasir sejak Kiki menyebut kan bahwa dirinya adalah Calon adik ipar nya wajah Aqib berubah, tersirat rasa tidak suka dan bingung dengan apa yang sebenarnya terjadi.
Sejak awal Aqib hanya tahu tentang Kimberley dan itupun adiknya sendiri yang mengenalkannya akan sosok Kimberley padanya. Hal itu juga lah yang membuat Aqib jauh-jauh terbang meninggalkan Kashmir menuju Indonesia.
Aqib ingin mengenal lebih dekat sosok kimberley sebelum Yasir membawa Kimberley untuk bertemu kedua orang tuanya.
Semua bayangan sosok Kimberley yang selalu dibanggakan Yasir waktu itu mendekati sempurna.
Sejak awal bertemu Kimberley Aqib pun menyukai sosok lembut Kimberley yang ramah dan baik tapi tiba-tiba datang gadis lain yang berperilaku begitu liar bahkan ibunya sendiri tidak dihargainya.
Hal itulah yang membuat Aqib gusar, seorang wanita tidak menghargai ibunya apa jadinya?? dan mulut berbisanya bahkan sikapnya pada Yasir yang katanya calon suaminya tidak ada hormat nya sedikitpun, bagaimana mungkin Yasir bisa memilih gadis liar ini untuk dinikahi nya dan mana mungkin Aqib mengijinkan adiknya menikahi gadis seperti itu bisa syok orang tuanya.
"Tunggu!" seru Kiki ketika Aqib dan Yasir hendak masuk lift.
"Bisa tidak sih kalian kalau jalan pelan dikit!" gerutu Kiki sambil ngos-ngosan dari tadi berusaha mengejar ketinggalannya.
Yasir dan Aqib berpostur tinggi dengan kaki yang cukup jenjang sehingga berjalan pelan pun bagi Kiki yang berpostur tidak terlalu tinggi cukup membuat Kiki berjalan cepat setengah berlari untuk dapat mengikuti mereka.
Aqib dan Yasir spontan berbalik kearah sumber suara tersebut dan ketika Aqib mendapati Kiki yang sedang mengatur nafas karena berusaha mengikuti mereka Aqib berbalik badan sambil berbisik," Urus tuh si liar, aku tunggu di Cafe, hubungi aku setelah urusan mu dengan dia selesai" lalu Aqib meninggalkan Yasir.
Yasir hanya bisa menghela nafas. ia sangat mengenal Kakaknya, bila kakaknya sudah acuh seperti itu bertanda dia tidak menyukainya.
"Heii tunggu kak... " melihat Aqib meninggalkan mereka masuk ke dalam lift tanpa menoleh sedikitpun.
" Lho kamu gak ikut kakak kamu, kakak kamu mau kemana !" Kiki bingung melihat Aqib meninggalkan mereka dan tidak pergi bersama Yasir.
"Ki .... kamu ingin aku menikahi mu kan?itu kan impian terbesar kamu?!" ucap Yasir bergetar tanpa ekspresi.
Yasir berusaha menguasai diri dan emosi saat mengatakan akan menikahi Kiki.
" Iya lah, kita kan sudah ditahap merencanakan tanggal berapa dan dimana kita akan menikah?" sahut Kiki cepat sambil tetap memandangi lift, dimana Aqib menghilang di dalamnya.
" Please jangan ikuti aku terus , ada banyak hal yang harus ku selesaikan sendiri " tegas Yasir.
" Tapi aku kan calon kamu aku berhak mengikuti calon aku kemanapun ia pergi " sambung Kiki santai tanpa merasa bersalah.
"Okay kalau kamu terus memaksa untuk mengikuti aku terus kita batal nikah!"
" Heiii gak bisa begitu aku akan tutut kamu! aku akan tuntut kamu karena telah menodai ku" ancam Kiki
Yasir berusaha meredam segala gejolak emosi di dada, betapa susahnya meminta pengertian dari Kiki agar tidak selalu mengikuti nya.
Kiki terus mengoceh menyudutkan Yasir dan selalu mengingat kan nya untuk menikahi nya
Darah mulai mendesir ke atas kepalanya panas menahan emosi amarah mendengar ocehan Kiki yang tak henti hentinya, lalu tiba-tiba....,
Yasir menarik tangan Kiki masuk ke dalam lift.
Yasir kemudian menyudutkan Kiki dan menindih tubuh Kiki merapat ke pojok lift disitu tanpa memberi kesempatan sedikit pun Kiki untuk mengoceh, Yasir langsung melumatt habis bibir Kiki, bahkan Yasir tidak memberikan celah sedikitpun untuk Kiki bernafas. Tangan liar Yasir pun sudah beredar ke seluruh tubuh Kiki hingga membuat Kiki merintih tertahan. Semakin Yasir liar Kiki semakin pasrah dan menikmati sensasi yang ia rasakan .
Setelah bergumul hingga Kiki hampir kehilangan nafas, dengan tiba tiba-tiba Yasir menghentikan segala keliarannya, membuat Kiki merasa kecewa.
" Kamu puas kan? ini kan yang kamu mau,? sekarang ku mohon jangan ikuti aku" lalu Yasir pun meninggalkan Kiki. sambil mengusap bibirnya dengan tangannya dan merapikan bajunya yang sedikit berantakan.
Kiki hanya bisa menatap punggung Yasir, ia tak lagi mampu berkata apapun ia masih mencoba menata kembali nafasnya yang tak beraturan, gejolak di dada, getaran-getaran yang ia rasakan yang membuat kakinya terasa lemas membuat Kiki terpaksa membiarkan Yasir pergi .
.............~~~~................
Hmm legaa rasanya bisa mengusir Kiki yang selalu jadi penguntit kemana Yasir berada.
Tunggu kelanjutannya yaa Author mau melanjutkan cerita hidup di dunia real dulu
Ditunggu like komen berserta kritik dan sarannya ya..
Terima kasih
❤️ eveliniq ❤️
.