Karena melakukan " hubungan " sebelum keduanya resmi menjadi suami istri, akhirnya Aira menyerah dan menerima pinangan dari Rendra. Namun, karena restu yang belum juga di dapat dari keluarga Aira, akhirnya mereka memilih untuk menikah diam-diam.
Rendra memandangi wanitanya yang masih terlelap. Dilihatnya lekat-lekat, gadis yang baru saja berubah menjadi wanita karena perbuatannya. Cantik, selalu membuatnya hatinya sejuk ketika memandang wajahnya.
" Maaf sayang, hanya ini satu-satunya cara untuk membuatmu terikat padaku. Terlalu banyak orang diluar sana yang ingin merusak hubungan kita "
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon pp_poethree, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Rumah Sakit 2
Sialan Rendra, bilangnya lagi single, nggak tahunya punya pacar. Dasar, playboy cap tempe. Tahu gitu, nggak aku bantu
Farah menggerutu dalam hatinya. Sedangkan wajahnya Aira yang tadi nampak cerah, kini berubah menjadi murung. Sepertinya dia bingung, Rendra yang tadinya memberikan perhatian untuknya. Ternyata hanya sebatas bentuk kepedulian, tidak lebih. Erna yang tahu situasi tersebut, menvoba mengalihkan perhatian sahabatnya.
" Ra,, nanti malam siapa yang disini? mbak Sofia sudah dikasih kabar ?"
" Sudah Er, nanti malam dia kesini kan dia baru balik dari rumah, tapi kayaknya nggak bisa menginap disini, kasihan Gladys, aku juga nggak apa-apa kok disini sendiri ",
"Biar aku yang disini Ra, nanti aku pulang sebentar, mau ijin dulu sama mama", Farah menawarkan diri untuk menemani Aira. Dia tidak memberikan kesempatan untuk Rendra memanfaatkan keadaan Aira .
" Terima kasih Far "
Farah meninggalkan Erna yang sedang menyuapi Aira buah, dia bilang mau pergi ke kantin untuk membeli minuman. Dilihatnya Rendra yang duduk dibangku depan kamar, sudah mematikan panggilan videonya dengan seseorang. Farah langsung memaki Rendra yang hendak berdiri dari tempat duduknya.
" Gila ya kamu Ren, kemarin bilang nggak punya pacar, sekarang malah video call-an. Sayang lagi dimana?" Farah menirukan apa yang didengarnya tadi.
" Apa sih Far?aku memang jomblo ",
" Santai ya kamu, terus barusan yang aku dengar apa? bukan aku saja yang dengar, Aira juga"
" Bukan pacarku Far, tapi mama ku",
" Masih saja bohong, oh ya malam ini aku yang nginap disini, kamu pulang saja",
" Far..ayolah bantu. Aku sudah setengah jalan, Aira sudah mulai lunak sama aku"ucapnya memohon
" Awalnya aku sudah membantumu, berharap kamu benar-benar berjuang untuk Aira. Apa kamu tahu Aira setelah mendengarnya tadi? Wajahnya langsung berubah menjadi sendu, aku tahu mungkin dia bingung dengan situasi ini. "
" Tapi, barusan yang menghubungiku memang mama Far, kalau nggak percaya lihat ini"
Namun, Farah menolak untuk melihatnya dan langsung pergi meninggalkan Rendra yang frustasi. Renda mengacak-ngacak rambutnya dengan kasar dan kembali duduk di bangku.
Haish...ada-ada saja, bagaimana cara menjelaskan ke Aira. Tidak mungkin aku langsung bicara, kalau yang tadi itu Mama. Pasti dia akan bingung, untuk apa aku menjelaskannya. Sial , sial , sial..
🌼🌼🌼🌼🌼
Malam harinya, Sofia dan Hisyam datang menjenguk Aira tanpa mengajak Gladys yang mereka titipkan pada ART di rumah. Sofia menyuapi adiknya yang masih tampak belum bertenaga. Dia prihatin, disaat sakit seperti ini, Aira harus melewatinya sendiri. Sofia juga tidak bisa berbuat banyak, karena dia baru saja tiba. Sedikit bersalah,karena dia tidak mempunyai waktu lebih untuk Aira.
" Ra, maaf ya nanti malam mbak nggak bisa nginap disini, Gladys nggak bisa tidur kalau nggak ada mbak. Biar mas Hisyam saja yang disini ya",
"Nggak usah mbak, nanti ada Farah kok. Sebentar lagi mungkin sampai disini"
" Nggak apa-apa Ra, kasihan kamu klau sendirian ", Hisyam menimpali
" Ada Farah kok mas, kalau mas nginap disini, mau tidur dimana? Sofa cuma 1 "
" Ya sudah kalau begitu, besok sudah boleh pulang?"
" Iya mas katanya begitu, tapi masih menunggu visit dokter"
" Besok aku sempatkan ke sini Ra, siapa tahu kamu boleh pulang, akhir-akhir ini mas sibuk"
" Nggak apa-apa kok mas, Erna sama Farah juga besok pasti ke sini?"
" Oh ya Ra, kamu yang bawa ke sini siapa? " tanya Sofia tiba-tiba.
Benar saja, ini yang dikhawatirkan oleh Aira. Mau tidak mau dia harus jujur untuk menjawabnya. Dia tidak mungkin berbohong kepada kakak dan iparnya.
" Dibawa sama mas Rendra"
" Lho kok bisa ? kamu benar punya hubungan sama dia? kamu sudah pernah mbak nasehatin kan Ra?
" Sudah sayang, keadaan Aira baru sakit begitu masih saja kamu marahi.",Hisyam mencoba menengahi
" Mbak tahu kan kalau Aira demam tinggi, pasti nggak bisa apa-apa. Waktu itu mbak Sri telepon mas Rendra, karena nggak tahu mau menghubungi siapa . Mau minta tolong sama tetangga, tapi sudah tengah malam "
" Hmmmm... terus Rendra nya kemana?" tanya Sofia lagi
" Tadi pamit pulang ganti baju, mbak mau apakan? mau dimarahi juga ?"
" Bukan, mau mengucapkan terima kasih , karena sudah nolong kamu.", jawab Sofia dengan ketus.
Hisyam dan Sofia pamit pulang, setelah Farah tiba di Rumah Sakit. Sofia bersyukur, Aira mempunyai sahabat yang peduli terhadapnya.
Sudah aku usir.
masih tak ulang bacanya,,iseng buka komen",,
malah bow maylada udh ad boyfriend barunya.. padhl keren mik