Alceena harus menelan kekecewaan saat pernikahannya dibatalkan secara sepihak oleh calon suami, karena ada rumor yang beredar jika dirinya mandul.
Alceena tidak merasa jika dia seperti yang diberitakan pun berniat untuk membuktikan pada seluruh orang bahwa dirinya bisa memiliki keturunan. Dia melakukan program hamil dengan metode inseminasi buatan, memasukkan sel dari bibit kehidupan seorang pria misterius yang bersedia mendonorkan sedikit cairan penting tersebut, tanpa melakukan hubungan badan.
Namun, tanpa Alceena ketahui bahwa pendonor bibit kehidupan tersebut adalah Dariush Doris Dominique, seorang pengusaha muda di Eropa sekaligus musuh dan orang yang selalu dia hindari sejak dahulu.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon NuKha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 29
“Kau tidak bisa mengendalikan perasaanku, Ceena. Kau tahu sendiri jika aku adalah pemuja pria tampan,” ucap Cathleen seraya menarik hidung kembarannya.
“Iya, aku tahu. Tapi, jangan Dariush juga. Dia spesies pria yang tak cocok denganmu,” balas Alceena seraya mengusap hidung yang terasa panas akibat dicubit oleh Cathleen.
Cathleen menatap curiga pada Alceena. “Kenapa tak boleh Dariush? Jangan bilang jika kau mulai membalas perasaannya yang sudah mengejarmu sejak kuliah?” Dia langsung menuduh begitu saja. Semua orang di kampus mereka tahu jika Dariush Doris Dominique menyukai Adaire Alceena Pattinson, tapi hanya bertepuk sebelah tangan.
Alceena memiringkan tidurnya. Menatap Cathleen dengan rasa iba karena kembarannya memiliki perasaan pada Dariush. Tangan mulai terangkat untuk menghitung menggunakan jari. “Pertama, dia licik. Kedua, tengil. Ketiga, selalu mengacaukan kencanku. Keempat, aku membencinya. Kelima, hidupmu pasti tak akan bahagia jika bersamanya. Keenam, dia pembawa sial.”
Cathleen menyandarkan tubuh seraya menggelengkan kepala. “Semua yang kau sebutkan itu hanya berdasarkan pandanganmu saja. Menurutku, Dariush bukan seperti pria yang kau katakan.”
Alceena menghela napas kasar, susah sekali memberi tahu Cathleen. “Terserah kau sajalah, yang penting aku sudah menasehatimu.” Dia memilih untuk berbaring menatap langit dan menghidupkan televisi agar tak terlalu bosan. Dan keduanya menyudahi pembicaraan.
Alceena menonton film di televisi yang tertempel di dinding. Sedangkan Cathleen bermain ponsel seraya tersenyum sendiri karena mengingat usapan dari tangan Dariush tadi.
“Cath?” panggil Alceena.
“Ya?” Cathleen pun mengunci layar ponsel yang menunjukkan foto Dariush. Beralih menatap Alceena.
“Boleh aku tanya sesuatu?”
“Apa?”
“Dari sekian banyak pria yang hidup di bumi, kenapa kau bersikeras menyukai Dariush?”
Cathleen mengulas senyum, memasukkan ponsel ke dalam tas lagi. Dia memajukan kursi agar lebih dekat dengan ranjang pasien. Siku tangan sengaja ditumpukan di samping Alceena, dan menyanga dagu dengan tatapan menyorot pada kembarannya.
“Katamu kau tak menyukai Dariush. Maka dari itu, aku memilih menamatkan hati padanya karena tak akan bersaing denganmu. Sebab, semua pria yang aku sukai, pasti menyukaimu dan hanya mendekatiku untuk dimanfaatkan agar bisa kenal dengan kau saja. Jadi, aku berani menaruh perasaan pada Dariush. Walaupun dia menyukaimu, asalkan kau tak pernah membalas seperti pada pria lainnya, pasti dia akan bosan juga mengejarmu, dan disitulah kesempatanku masuk.” Cathleen menjelaskan panjang lebar alasannya memilih Dariush.
Memang sejak dahulu Cathleen selalu kalah saing jika masalah pria. Semua yang mendekatinya, pasti ada maksud tertentu. Dan mereka akan berakhir menjadi kekasih Alceena karena kembarannya memang senang sekali bergonta ganti kekasih. Entah sudah berapa banyak pria yang dikencani Alceena.
Alceena mengangguk paham. Dia tak bisa melontarkan kata-kata apa pun untuk menanggapi penjelasan Cathleen. Melihat wajah kembarannya yang terlihat bahagia, membuatnya tak tega jika terus meminta agar tidak menaruh hati pada Dariush.
“Kenapa diam saja?” tanya Cathleen. Dia sudah berbicara sepanjang rel kereta api, tapi tak dibalas.
“Lalu, aku harus menjawab apa? Aku paham dengan alasanmu menyukai Dariush, sehingga diam saja karena tak akan melarangmu lagi. Terserah kau mau menaruh hati padanya. Yang jelas, ketika kau jatuh cinta, harus siap untuk terluka juga, karena cinta dan luka selalu berteman.” Alceena mencoba memberikan nasihat. Sebab, mental Cathleen tidak setegar dirinya. Kembarannya mudah menangis dalam diam.
...*****...
...Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya ya bestie...