-Dark Romance
-Bukan untuk anak-anak.
-Adegan kekerasan dan darah.
Sherly gadis berusia 21 tahun, yang mengalami kematian setelah tertabrak mobil. Kini jiwanya justru memasuki sebuah novel, dan masuk ke dalam raga dari sang tokoh utama yang memiliki nama depan sama sepertinya.
Sherly Agda Yeremia, tokoh utama perempuan bodoh dan lemah yang tidak pernah dianggap, bahkan diselingkuhi beberapa kali oleh Vincent suaminya.
Tapi dengan jiwa baru, semua cerita berubah. Sherly yang baru tidak peduli dan mengabaikan Vincent. Bahkan Sherly memilih untuk melindungi, Jeremy Christ Chadwick, tokoh antagonis favoritnya yang akan mati pada akhir cerita.
Di balik wajah tampan penuh pesona, Sherly tidak pernah menduga jika Jeremy memiliki sisi gelap dan obsesi tersembunyi pada tokoh utama.
“Setelah ini, kau tidak akan bisa lari dariku, Sherly sayang~ Kau adalah milikku, tidak peduli jika kau sudah memiliki suami.”
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Agnes Fetrika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 : Hancurnya pernikahan
“A.. Apa-apaan ini.. Semuanya, hancur..”
“Itulah kenapa aku tidak suka dengan Aluna sejak awal, kau justru menyambutnya sejak dia datang, hanya karena dia mengaku hamil dari Vincent.” Ujar Mark dengan nada dingin, dirinya tidak terkejut dengan rekaman video dan suara yang terputar disana, dirinya hanya tersenyum miring saja melihat kehancuran dari pernikahan putranya.
Anggap saja, dirinya merasa puas, karena perlakuan Vincent, pada Sherly yang telah dia anggap sebagai putrinya sendiri. Cath menoleh ke arah suaminya dengan bergetar.
“Ka.. Kau tahu semuanya ?? Kenapa aku tidak mengatakan apapun mengenai hal ini ?!”
“Kau tahu, perempuan baik tidak akan mungkin mendekati lelaki beristri, entah apapun alasannya. Kau sebagai perempuan Cath, kau harusnya tahu bagaimana perasaan Sherly.” Ujar Mark dengan santai ke arah istrinya, membuat Cath terdiam sejenak, nama itu.. Sherly, sosok perempuan yang sejak awal mau menerima perjodohan dengan Vincent, wanita yang tidak marah dengan perilaku kasar dari putranya, dan menerima semua itu dengan lapang dada.
Tapi kini, lihatlah calon menantu yang dia bangga-banggakan, bahkan menghina Sherly, hanya karena perkataan dari Aluna.
“Apa kau percaya jika Sherly selama ini berperilaku kasar pada Aluna ?? Aku sedikit pun tidak percaya, tapi jika aku membelanya dari awal, kau akan semakin marah pada Sherly.” Ujar Mark menjelaskan alasannya tidak mau membela Sherly secara terang-terangan, dia takut Aluna akan memanfaatkan hal itu, untuk membuat posisi Sherly terpojok.
Cath terdiam sejenak, dia tidak menyalahkan suaminya.
“Jika Paul masih hidup, maka dia pasti akan memukuliku habis-habisan setelah apa yang Vincent lakukan padanya.” Lirih Mark dengan nada pelan, tapi Cath mendengarkan perkataan suaminya itu, tangannya meremas merasa miris dengan perilakunya pada Sherly dulu.
Dirinya melupakan Paul, yang adalah sahabat sejati Mark, suaminya. Cath tidak masalah, atau merasa keberatan saat Paul menitipkan Sherly kepada suaminya. Tapi karena keinginan dan keegoisan Cath, ingin memiliki cucu membuat wanita tua itu gelap mata, dan memandang Sherly rendah setelah di nyatakan tidak bisa hamil oleh dokter.
Dan kehadiran Aluna, yang menyebut jika dia hamil dengan Vincent, membuat Cath terlalu senang hingga matanya buta, dan tidak lagi memandang Sherly.
Cath kembali menoleh ke atas panggung, dimana Vincent berseteru dengan Keith, dan Aluna yang memeluk Keith dari belakang, karena takut jika Vincent akan kembali memukulinya. Mark dan Cath duduk di bagian terdepan, awalnya Cath ingin naik ke atas panggung untuk menghentikan pertikaian itu, tapi Mark menghentikannya.
Mark ingin, Vincent berusaha sendiri menyelesaikan masalah yang dia buat. Mark ingin, Vincent bertumbuh sebagai lelaki yang bertanggung jawab dan disiplin bukan anak lelaki manja, yang hanya bisa memukuli istrinya.
Sementara di kursi tamu.
“Terus ini gimana ?? Gak ada makanan berarti ya ??”
Revan, dan Vanny menatap ke arah Sherly yang berbicara terlihat bingung dan penuh tanda tanya, karena pertikaian di atas panggung semakin memanas, dan Sherly menoleh ke sekeliling, belum ada pelayan yang menyediakan minuman atau makanan.
“Astaga, Nyonya Sherly.. Di saat seperti ini, anda malah mempertanyakan makanan ??” Ujar Revan dengan nada tidak percaya, Sherly melihat ke arah Revan sembari tersenyum malu, dia mengelus perutnya.
“Hehehehe maaf, aku lapar.” Ujar Sherly dengan malu-malu, membuat Revan dan Vanny memukul kening mereka, sementara Jeremy malah terkekeh mendengarkan suara dari kekasihnya.
“Revan, Vanny kalian bisa kembali ke mobil, aku akan makan malam dengan kekasihku, kasihan dia..” Ujar Jeremy sembari membelai rambut Sherly dengan gemas. Revan memberikan tatapan datarnya, kalau begitu kenapa mereka harus datang kesini ?! Ujung-ujungnya juga, mereka hanya akan pulang dengan tangan hampa, tanpa mendapatkan makanan atau hiburan.
“Ya, Tuan Jeremy yang bucin, kita pamit dulu.” Ujar Revan dengan nada ketusnya, bangkit berdiri bersama dengan Vanny, lalu memegang tangan istrinya dan berlalu dari sana. Jeremy yang mendengarkan perkataan ketus itu, memberikan tatapan tajamnya pada Revan yang sudah pergi dari sana.
“Dasar anak buah tidak sopan ?! Aku potong gajinya, baru tahu rasa !!” Ujar Jeremy mendelik kesal, Sherly tertawa kecil.
“Sudah.. Sudah.. Lebih baik kita kembali..” Ujar Sherly, membuat Jeremy menganggukkan kepalanya. Dia berhenti membelai rambut Sherly, dan bangkit berdiri.
Awalnya Sherly juga akan berdiri, tapi kemudian dia terkejut saat Jeremy berdiri di depannya.
“Eh ada apa ??” Sherly terlihat sangat bingung awalnya, hingga lelaki itu menundukkan tubuhnya, dengan kedua tangannya dia mengangkat tubuh Sherly, menggendongnya ala bridal.
“Remy~ aku bisa berjalan sendiri.”
“Gak mau, aku mau menggendongmu sayang.” Ujar Jeremy membawa Sherly ke arah jalur utama di tengah gedung itu, Jeremy sempat berhenti sejenak, dan dirinya menoleh beradu tatapan dengan sosok yang berdiri di atas panggung.
Vincent memberikan tatapan tajamnya dan wajah penuh emosi kepada Jeremy, tapi di balas tatapan merendahkan, dan senyuman miring dari Jeremy.
“I-d-i-o-t.” Jeremy mengejek Vincent, tanpa suara hanya dengan gerakan bibirnya, mengeja satu kata, dan itu membuat Vincent semakin emosi dan mengepalkan tangannya kesal, dirinya bisa mendengarkan nada kesombongan dari balik gerakan mulut Jeremy.
Jeremy kemudian mengecup kening Sherly dengan sekilas, di hadapan Vincent seakan mengatakan aku menang, dan aku mendapatkan istrimu !! Dengan senyuman miring itu, dan kemudian membalikkan tubuhnya, dan membawa Sherly pergi dari sana.
Sialan !! Si brengsek itu !! Batin Vincent dengan penuh emosi yang menggebu-gebu di dalam hatinya.
Sementara Sherly, bohong jika dia tidak mengetahui kedua tatapan lelaki itu, tapi yang membuat Sherly bingung adalah, sebenarnya ada masalah apa antara Vincent dan Jeremy ?? Dia berpikir keduanya hanya bertarung karena Sherly, tapi wanita itu bisa melihat tidak ada tatapan penuh penyesalan di mata Vincent saat melihatnya pergi dengan Jeremy.
Ada apa dengan kedua lelaki itu ?? Novel sebelumnya hanya berfokus pada perjuangan Sherly mendapatkan cinta Vincent saja, bukan masalah personal antara Vincent dan para antagonisnya.
...
“Kenapa kau terlihat terburu-buru sekali, Mr. Chadwick ??”
Jeremy mengumpat kesal, padahal dia sudah menggunakan jalan pintas dari belakang, tapi tetap saja dirinya harus bertemu wajah jelek dari salah satu rivalnya. Damiel tersenyum kecil, sembari menghembuskan asap rokok dari mulutnya, dan memberikan senyuman miring melihat Sherly di gendongan Jeremy.
“Acaranya sudah selesai, dan kekasihku sudah terlalu lapar, untuk menunggu drama di dalam.” Ujar Jeremy dengan nada merendahkan, Damiel terkekeh pelan, lalu memberikan ekspresi sinisnya.
“Jangan kau pikir, aku akan hancur hanya karena rencana rendahanmu ini.” Ujar Damiel memberikan suara dinginnya, membuat Jeremy tertawa kecil.
“Oh, itu hanya pelajaran kecil untuk tikus yang berani menggigit calon istriku. Jangan khawatir, aku masih memiliki banyak kejutan besar untukmu.” Ujar Jeremy dengan tidak kalah sinisnya.
Sherly menghela nafasnya, dirinya tersadar. Musuh yang akan dia dan Jeremy hadapi, bukan lagi perempuan murahan seperti Aluna, melainkan mafia lain seperti Damiel, dan juga Noah.
Aku seharusnya belajar bela diri saja, atau.. Aku akan meminta Jeremy untuk mengajariku batin Sherly dalam hatinya.
🌟🌟🌟🌟
..