NovelToon NovelToon
Vallheart

Vallheart

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Cinta Seiring Waktu / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Romansa / Balas dendam dan Kelahiran Kembali
Popularitas:521
Nilai: 5
Nama Author: Apin Zen

Di dunia sihir yang dipenuhi kutukan dan warisan kekuatan kuno, nama Raksha Lozarthat dikenal sebagai salah satu penyihir terhebat hingga ia dijatuhkan oleh kutukan terlarang milik seorang penyihir kuno. Kutukan itu tidak membunuhnya, namun jauh lebih kejam: jiwa Raksha dipaksa keluar dari tubuh aslinya dan terperangkap dalam tubuh seorang gadis lemah bernama Roselein Tescarossa.
Tubuh asli Raksha kini telah menjadi mayat, terbaring membusuk oleh waktu, sementara jiwanya terikat pada wadah yang tidak mampu menampung kekuatan sihir besarnya. Setiap kali ia mencoba menggunakan sihir tingkat tinggi, tubuh Roselein berada di ambang kehancuran. Ia bukan lagi penyihir agung, seorang gadis rapuh yang setiap langkahnya dibayangi rasa sakit dan keterbatasan.
Satu-satunya cara untuk mengakhiri kutukan ini adalah mengalahkan penyihir kuno yang telah menghancurkan hidupnya.
Akankah ambisi dendamnya berhasil atau justru terlena didalam tubuh baru, tempat dimana Raksha berada didunia barunya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Apin Zen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DiBalik Kabut

Racun Grimroot belum sepenuhnya lenyap ketika langkah kaki terdengar di antara pepohonan.

Lein menegang.

Bukan langkah makhluk hutan. Teratur. Juga ringan.

Manusia.

Ia memaksakan diri berdiri, belati kembali digenggam meski tangannya masih gemetar. Kabut bergeser pelan, membuka jalan bagi sosok tinggi yang muncul dari balik pohon-pohon tua.

Seorang pemuda.

Rambutnya hitam legam, terikat rapi ke belakang. Jubah abu-abu dengan garis biru tua menjuntai di tubuhnya, bersih, hampir tidak tersentuh lumpur hutan. Di dadanya tersemat lambang berbentuk lingkaran berlapis segitiga rune.

Academy Sihir Magica.

Raksha mengenali simbol itu seketika.

Pemuda itu berhenti begitu melihatnya. Matanya abu-abu terang, menyipit, bukan karena curiga, melainkan terkejut.

“Hei, Kamu sedang terluka.”

Nada suaranya tenang, namun jelas khawatir... apalagi seseorang mungkin tidak tega melihat seorang perempuan terluka.

Lein tidak menjawab. Ia mengukur jarak, sudut serang, kemungkinan melarikan diri. Tubuh ini tidak akan sanggup menghadapi konflik lain.

Pemuda itu mengangkat kedua tangannya perlahan, telapak terbuka.

“Aku tidak berniat menyerangmu, nona.” katanya. “Namaku Grack Lyvonalis. Murid tingkat menengah Academy Magica”

Ia melirik bahu Lein yang berdarah, lalu ke tanah di sekitarnya, sisa-sisa mana hitam yang belum sepenuhnya memudar.

Alisnya berkerut.

“Ini, ” gumamnya pelan, " Bukan sihir sembarangan.”

“Apa urusanmu di hutan ini?” tanya Grack, kini menatap langsung ke mata berkilau Lein. “Daerah ini bahkan dihindari oleh para penyihir dewasa”

Berbohong pada penyihir terlatih adalah kesalahan fatal. Namun mengatakan kebenaran, jauh lebih berbahaya.

“Aku, aku tersesat” jawabnya akhirnya. Suaranya sengaja dibuat lemah, hampir gemetar. “Aku diserang makhluk sihir.”

Grack terdiam sejenak, seolah menimbang. Lalu ia menghela napas.

“Kurasa itu jelas” katanya. Ia melangkah mendekat, namun berhenti beberapa langkah sebelum jarak berbahaya. “Racun Grimroot. Kalau dibiarkan, kamu bisa pingsan.”

Ia mengeluarkan sebuah botol kaca kecil berisi cairan biru pucat.

“Ini penawar ringan. Tidak sempurna, tapi cukup menahan efeknya”

Raksha ragu.

Ramuan Academy. Bersih. Stabil.

Aman untuk manusia biasa.

Namun ia bukan manusia biasa.

“Jika kau berniat membunuhku,” ucap Lein pelan, “kau tidak perlu repot”

Grack terkekeh kecil. Senyumnya tipis, menanggapi reaksi waspadanya.

“Kalau aku berniat buruk, aku sudah memanggil formasi sihir sejak tadi” Ia melempar botol itu perlahan ke arah Lein. “Pilihan ada padamu.”

Lein menangkapnya.

Raksha mengendus isi botol itu dengan indera sihirnya, tidak ada racun tersembunyi. Ia meminumnya sedikit. Rasa pahit menyebar, lalu perlahan rasa dingin di bahunya mereda.

Tubuh ini masih bertahan.

“Terima kasih.” ucap Lein singkat.

Grack mengangguk. “Aku sedang melakukan tugas lapangan dari Academy. Mengumpulkan data fluktuasi mana di sekitar Vallheart.” Ia menatap Lein lagi, kali ini lebih tajam. “Dan aku cukup yakin, kamulah penyebab salah satu fluktuasi itu.”

Hening sejenak!

“Aku tidak akan melaporkanmu” lanjut Grack cepat, sebelum Lein bereaksi. “Setidaknya, belum. Tapi kamu tidak bisa tetap di sini. Hutan ini akan menarik makhluk yang lebih berbahaya”

Raksha tahu itu.

Dan ia juga tahu kesempatan seperti ini jarang datang.

“Ke mana aku harus pergi?” tanya Lein.

Grack tersenyum kecil, kali ini lebih hangat. “Keluar dari hutan, untuk awal. Setelah itu…” Ia menepuk lambang di dadanya. “Academy Magica”

Raksha menatapnya tajam.

“Academy?” ulangnya.

“Tempat teraman bagi penyihir pemula, gadis terluka sepertimu,” kata Grack. “Selama kamu tidak membuat masalah, kamu akan aman di Academy bahkan bisa menjadi penyihir yang diakui.”

Tempat yang mengumpulkan penyihir, artefak, dan pengetahuan sihir kuno…

Sarang singa.

Namun juga, gerbang informasi.

“Baiklah” jawab Lein akhirnya.

Grack mengulurkan tangan. “Aku akan mengantarmu. Siapa namamu?”

Lein menatap tangan itu sesaat, lalu menerimanya.

“Roselein” katanya. “Panggil saja Lein”

Grack mengangguk. “Senang bertemu denganmu, Lein.”

1
Namida Leda
wow
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!