Hai Readers setiaku, ada kabar baik nih. Novel ini dalam tahap revisi, mungkin akan ada beberapa tambahan di dalam ceritanya.
Tunggu ya! Nanti kalau sudah selesai revisi semua akan ada pengumumannya. Terima kasih🙏
!!! JANGAN LUPA BACA SEASON 2 NYA SIK YANG BERJUDUL #* My Perfect Boss *#👍
Tiba tiba menikah karena perjodohan, alice dan zayn melewati bahtera rumah tangga mereka tanpa peduli urusan masing masing, karena keduanya memiliki sifat yang sama sama cuek. Apakah benih benih cinta bisa muncul di antara mereka? Yukk...baca novel suamiku idola kampus.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon may leni andiarsi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BLACK GARDEN
Sinar matahari mulai menyinari setiap sudut ruang di kamar Alice. Cahaya yang masuk, semburat menyilaukan mata Alice yang masih terlelap.
“Hmmm...Jam berapa ini? Sinar matahari udah silau banget.” Ucap Alice dengan setengah kesadarannya dan suara yang masih parau.
Alice masih malas untuk bangun, karena harus menyelesaikan tugasnya tadi malam, akhirnya dia tidur terlalu larut malam. Untung saja hari ini dia hanya ada kelas siang nanti, sehingga dirinya masih ada waktu untuk bermalas-malasan di kasur.
Tok..tok..!!
“Alice loe udah bangun belum?” Tanya Zayn dari balik pintu kamar Alice.
“Aduchh! Apa lagi sih Zayn, pagi-pagi begini udah ganggu orang molor.” Gerutu Alice.
“Iya...kenapa? Gue masih pengen tidur.” Teriak Alice malas.
“Bisa buka pintunya dulu.”
“Enggak!” Teriaknya lagi, karena Alice masih di selimuti rasa kantuk.
“Sebentar aja.” Ucap Zayn lagi.
Setelah beberapa saat, Zayn tak juga mendapat respon lagi dari Alice. Dia mencoba untuk mengetuk pintu kamar Alice kembali.
Sedangkan Alice yang merasa terganggu dengan ketukan pintu pun menutup kepalanya dengan bantal, tapi tetap saja usahanya sia-sia karena ketukan pintu Zayn lebih nyaring. Alice kemudian mengacak rambutnya kasar, dan beranjak dari tempat tidurnya dengan malas.
Ceklek...!!
“Apa sih Zayn ini masih pagi, dari tadi ganggu tidur gue melulu.” Gerutu Alice dengan muka dan rambut masih berantakan.
Zayn sedikit menahan tawanya, melihat penampilan Alice yang berantakan.
“Sorry, nih gue cuma mau anter obat cream buat di oles di kaki loe lagi biar memarnya cepat sembuh, jangan lupa di kompres dulu pakai ini.” Zayn lalu menyerahkan obat beserta satu baskom air dingin pada Alice, kemudian berlalu begitu saja.
“Dih rese banget sih pagi-pagi bangunin orang cuma buat kasih beginian doang, pake cengengas cengenges lagi.” Gerutu Alice.
“Eh..tapi cukup perhatian juga sih.” Ucapnya lagi tersenyum.
Saat Alice ingin mencuci mukanya dia melompat kaget akan penampilannya sendiri saat melihat cermin.
“Astaga naga!! Alice loe bodoh ya muka kucel kaya gini di tunjukin ke Zayn, malu banget gue, pantes aja dia senyam-senyum tadi.” Teriaknya di dalam kamar mandi dan makin mengacak-acak rambutnya.
***
Zayn sudah berada di meja makan menikmati sarapannya, roti panggang dengan selai coklat dan segelas susu.
Trap..trap..trap..!!
Suara sepatu Alice terdengar sedang menuruni anak tangga.
“Udah rapi?” Ucap Zayn sembari tertawa.
“Hmm..seneng liat muka gue berantakan, lucu?!
“Emang lucu.“ Tawa Zayn semakin keras.
“Sialan lo!” Alice melempar Zayn dengan roti tawar yang tidak di panggang.
Zayn pun menghindari lemparan Alice dan semakin tertawa mengejek. Sedangkan Alice hanya memberungut kesal.
“Loe bukannya masuk siang?” Tanya Zayn kemudian.
“Penting gitu gue jawab.” Sahut Alice ketus.
“Ok..ok terserah Nyonya Zayn deh mau kemana yang penting seneng.” Zayn mengucapkan secara spontan hingga membuat wajah Alice memerah.
“Apaan sih?! Nggak jelas loe. Gue mau keluar sebentar ke cafe sama Vira, ntar langsung ke kampus.” Jelas Alice karena tak ingin terus-terusan di goda oleh Zayn lagi.
“Oh..oke..ya udah gue juga udah selesai sarapan, gue jalan duluan ya.” Zayn kemudian berlalu dan mengedipkan satu matanya ke arah Alice.
“Ini orang kenapa kali ya, hari ini kok aneh banget, sok perhatian, senyum melulu ampe tuh gigi bisa kering, biasanya juga kaya patung es.” Gumam Alice pada dirinya sendiri.
***
Setibanya di cafe Alice dan Vira sudah memesan minuman dan desserts kesukaan mereka, Capuccino full cream dan cake strawberry kesukaan Alice, sedangkan Vira lebih suka Vanilla Latte dan Cake chocolate.
“Ca gimana sama kaki loe?” Tanya Vira.
“Udah mendingan kok, masih terasa sakit sedikit.” Sahut Alice santai.
“Pasti berkat di rawat Zayn kan? Makannya cepet pulih.” Ledek Vira
“Emang iya sih, dia ngasih gue krim sama kompresan mulu, lagian dianya juga yang salah bikin gue begini. Jadi emang seharusnya dong, dia tanggung jawab ke gue.”
Sejujurnya Alice mulai senang saat Zayn mulai memperlakukannya dengan baik.
“Masih aja loe mah Ca nyalahin orang, padahal hati loe udah mulai tertanam nama Zayn.” Vira hanya mampu menggelengkan kepalanya melihat kelakuan sahabatnya itu yang masih gengsi untuk mengakuinya.
“Udahlah jangan bahas lagi.” Alice mengalihkan pembicaraannya, karena gelagatnya sudah mulai di ketahui Vira.
“Kita sebaiknya bergegas berangkat ke kampus yuk.” Ucapnya lagi.
***
Setibanya di kampus Alice dan Vira segera masuk ke kelas mereka.
“Kumpulkan tugasnya.“ Perintah dosennya.
“Mudah-mudahan nggak banyak kesalahan lagi Ca.” Ucap Vira berharap cemas.
“Iya Vir, jadi nggak harus buat ulang lagi, udah gue bela-belain nih lembur tadi malam, kalau sampai suruh ulang lagi gue bisa lembur lagi nih.” Jawab Alice lesu.
Vira pun hanya ikut mengangguki perkataan sahabatnya itu.
Setelah kelas mereka selesai, seperti biasa mereka bersantai terlebih dahulu di taman belakang perpustakaan kampus.
Saat mereka sedang asik bercanda, tiba-tiba seseorang mengejutkan mereka.
“Hai..kita boleh gabung nggak?” Tanya Rio yang langsung duduk di samping mereka dengan senyum percaya dirinya. Sedangkan Zayn dan Leon hanya berdiri di dekat Rio.
“Nggak..!!” Jawab mereka serentak.
Leon yang mendengar jawaban mereka pun tertawa geli karena ini pertama kalinya Rio di tolak cewek hanya karena pengen gabung ngobrol bersama mereka, apalagi kalau tadi dia menyatakan cintanya, bakal melukai harga dirinya tuh.
Zayn hanya tersenyum tipis melihat tingkah kedua sahabatnya itu, dia yang jarang menampakkan senyumnya di hadapan publik pun membuat para gadis yang sudah berkerumun sejak kedatangan mereka tadi histeris.
“Ah..Zayn kalau tersenyum makin ganteng aja.” Suara-suara teriakan mereka pun semakin riuh.
Zayn yang semakin tidak nyaman dengan keadaan tersebut langsung menyeret tangan Alice pergi dari tempat tersebut tanpa memperdulikan teriakannya.
“Zayn lepasin gue!!! Kenapa loe malah narik gue?! Loe mau bawa gue kemana sih?” Alice terus meronta agar Zayn melepaskan tangannya.
Vira, Leon dan Rio pun mengikuti segera menyusul mereka. Teriakan para mahasiswi atau mahasiswa pun semakin nyaring karena melihat adegan kedua orang terpopuler di kampus mereka terlihat semakin dekat, seperti rumor yang sudah beredar selama ini.
“Pergi ke Black Garden.” Ucap Zayn singkat pada kedua sahabatnya itu yang langsung di tanggapi dengan anggukan tanda mereka mengerti.
“What..!! Mau kemana lagi sih? Black Garden juga apa lagi itu?!” Teriak Vira yang tambah kebingungan.
Tanpa pikir panjang Leon menarik Vira masuk dalam mobilnya, Zayn bersama Alice dan Rio hanya sendiri.
Black Garden adalah tempat rahasia mereka bertiga. Sebuah Villa di tepi laut dan cukup jauh dari keramaian kota, sehingga Villa itu termasuk Villa tertutup dan tidak banyak orang yang tahu akan tempat rahasia itu.
Sesampainya mereka di Black Garden Alice dan Vira menatap takjub akan indahnya pemandangan disana. Black Garden adalah vila dengan pemandangan laut yang sangat menakjubkan, pinggiran pantai yang bersih dan asri seakan belum pernah terjamah oleh manusia.
“Wow...!! Ini keren banget Ca!!” Teriak Vira berkaca-kaca.
“Iya Vir, gue juga baru kali ini lihat pemandangan seindah ini.” Sahut Alice gembira.
Alice dan Vira yang tadinya kesal atas perilaku pria-pria ini pun jadi lupa gara-gara dapat suguhan pemandangan ini.
“Ini sebenarnya tempat apa Zayn?” Celetuk Alice yang penasaran.
.
.
.
.
.
.
Bersambung....