"Astangfirullah Pak, ini bukan hukuman tapi menindas namanya!" Pekik Nabila kala menatap bukuu setebal tembok di depannya.
"kalau tidak mau silahkan keluar dari daftar Siswi saya!" jawab pria yang amat di kenal kekillerannya.
huff!
Nabila tak dapat membantah selain pasrah ia tidak mau mengulangi mata kuliah satu tahun lagi hanya demi satu kesalahan.
Tetapi Nabila pikir ini bukan kesalahan yang fatal hanya dosennya memang rasa sensitiv terhadap dirinya, Nabila tidak tahu punya dendam apa Pak Farel sehingga kesalahan kecil yang Nabila perbuat selalu berujung na'as.
Yuk lanjut baca kisah Nabila yang penuh haru dan di cintai oleh dosennya sendiri secara ugal-ugalan.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ana fatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27
Nabil Nakal...... Wkwkwkwk
Sudah jam enam tapi Nabila belum juga bangun dan Alka pun membiarkan istrinya tertidur sebab perempuan itu baru tidur lagi jam empat subuh.
Nabila benar buat Alka ketakutan saat pertemuan itu muntah-muntah banyak tapi setelah itu Nabila bisa istirahat dan tidak lagi mengeluh sakit.
Dan Alka saat ini Alka sedang membuat bubur mengingat perut Nabila baru sembuh. Alka memang laki-laki yang keras kepala dan maunya menang sendiri, tapi jauh dari itu kalau sama Nabila sebenarnya ia sangat bucin tapi gengsinya yang menghalangi dan mulutnya yang sudah biasa pedas tanpa memikirkan perasaan orang yang bersangkutan.
Setelah selesai dengan perfeq Alka tersenyum memandangi bubur hasil karyanya soal Bubur memang Alka tidak terlalu ragu karena dia sudah biasa membuat bubur sejak bersama sang ummi dan umminya juga jago masak.
Ceklek!.
Kini Alka kembali mengecek istrinya yang sedang tidur tidak ada maksud menganggunya tapi ia khawatir istrinya tiba-tina sakit kembali kejadian semalam tentu buat Alka trauma.
Ternyata Nabila masih tidur.
Alka menghampiri dan duduk di sebelah Nabila yang masih tertidur pulas, ia memandangi wajah cantik sang istri apa lagi kalau Nabila sedang tidak mamaki hijab, ia telihat cantik dan seksi sedang kalau memakai hijab Nabila terlihat anggun.
Lamat-lamat menatap wajah istrinya tidak bosan karena Nabila telihat sperti anak kecil yang menggemaskan.
"Kamu kapan mau mengakui kalau kamu cinta sama Aku karena aku yakin kamu sebenarnya sudah cinta sama aku Nabila aku dapat merasakan cinta itu saat kita sedang bercinta kamu begitu menikmatinya, aku sangat puas dengan gaya mu." gumam Alka sambil memindahkan rambut Nabila yang menutupi keningnya.
Dan tanpa di sadari seharusnya yang mengatakan cinta itu adalah dirinya sendiri bukan malah Nabila, dasar Alka tidak tahu diri dan gengsi yang di pelihara.
"Aku sangat takut kamu kenapa-napa dari situ mungkin aku keras sama kamu sayang, tapi kamu tidak pernah peka oleh sikap ku yang ingin kamu luluh sama Aku. Mulai sekarang jangan bandel ya, karena aku sering tidak bisa mengontrol emosiku tapi percayalah aku sangat menyangi mu." ucap Alka.
Alka ingin sekali istrinya itu nurut dan patuh pada dirinya, tapi sepertinya mereka berdua memang di ciptakan untuk saling membenarkan diri tanpa ada yang mau mengalah.
Cup!.
"Cepat sembuh sayang, Aku sangat mencintai mu." ucap Alka saat mendaratkan bibirnya mencium kening Nabila kala masih tertidur.
Alka ingin sekali mengatakan cinta ini saat Nabila tersadar tapi ia belum siap, ia tidak ingin Nabila besar kepala kalau dirinya yang menyatakan cinta lebih dulu.
Alka keluar lagi mau menyiapkan minuman Nabila dahulu baru setelah itu membangunkan istrinya agar sarapan dahulu karena Alka mau berangkat ke kantor pagi ini ada rapat.
Sementara itu tanpa Alka ketahui kalau sebenarnya Nabila tidak tidur, ia sudah bangun dua menit sebelum Alka masuk tapi karena ia mendengar suara pintu ia pura-pura tidur kembali dan betapa Nabila sangat terkejut saat suaminya mengatakan cinta dan takut kehilangan dirinya.
"Ya Allah benarkah tadi yang aku dengar? Kalau Pak Alka suami ku yang galak itu mencintai ku." gumam Nabila Shok setengah tidak percaya tapi ia percaya kalau telinga masih berfungsi dengan baik.
"Ya ampun, jadi selama ini aku di cintai oleh suami ku yang galak itu. Dan itu artinya sekam ini Pak Alka melakukan itu sama aku karena cinta dong! aduh kenapa aku tidak sadar sih," Nabila tersenyum sendiri karena sekarang ia sudah tahu bahwa suaminya yang keras kepala itu ternyata sebenarnya bucin terhadap dirinya.
"Eh bentar, kayaknya Aku punya ide buat ngerjain orang." batin Nabila tersenyum puas ia bakal balas kelakuan suaminya yang mesum itu.
Nabila pun mulai mengingat-ngingat perlakuan suaminya sejak dari pertama menikah, dari Alka yang langsung meminta jatah dan hal itu pun di lakukan Alka setiap malam bahkan siang pun Alka masih meminta jatahnya.
"Ih kenapa gue bodoh banget sih, kalau selama ini dia itu nafsu banget sama Aku."
Kini Nabila juga merasakan perut tidak lagi sakit benar kata suaminya itu karena dia sedang masuk angin dan setelah dirinya muntah tubuhnya benar terasa nyaman.
Nabila berusaha bangun tapi ternyata suaminya datang.
"Kamu sudah bangun?" kata Alka dengan wajah yang biasa datar tapi kali ini Nabila tidak kesal justru ia menahan senyumnya karena Alka begitu juga di buat-buat nyatanya dirinya sangat khawatir sama keadaannya.
"Iya Pak," sahut Nabila lirih, suaranya denger lemas.
"Kamu masih sakit?" tanya Alka menatap istrinya penasaran.
"Nggak, hanya saja tubuh saya terasa lemes mungkin karena habis muntah."
"Ya sudah kamu istirahat dulu ya, biar saya ambilkan sarapan mu dulu." ucap Alka.
Nabila hanya mengangguk, sedang dalam hatinya ia sudah ada rencana besar untuk suami killernya itu.
Selepas Alka keluar dari kamarnya Nabila bangun karena sebenarnya ia sudah tidak sakit lagi hanya saja mau mengetes Alka apakah dirinya benar khawatir dan perhatian terhadap dirinya tapi yang buat Nabila geli saat ia mau beraksi mengerjakan suami mesumnya.
Nabila tersenyum lebar ia pergi menuju lemari dan sengaja mengambil baju yang ia sukai, lebih tepat baju kesukaan Alka tapi kali ini laki-laki itu bukan senang justru ia akan kebakaran jenggot karena tidak bisa merasakan nikmatnya.
"Selama ini kamu selalu mengancam Aku jadi sekarang aku akan buat kamu kebelingasan karena ucapan mu sendiri Pak Alka," batin Nabila tersenyum puas.
"Nabila ayo, makan dulu kita makan di meja saja ya, biar kamu lebih fress," kata Alka saat masuk ke kamar tapi ia tidak menemui istrinya.
"Kemana dia?" gumam Alka.
Nabila keluar kamar mandi, dan saat Alka menoleh laki-laki itu di baut terkesiap pasalnya Nabila sedang tidak menggunakan apa-apa.
"Auw!" teriak Nabila sekencangnya sambil berlari tapi sayang ia malah kpeleset.
Alka yang kalah karena sempat bengong, kini merasa menyesal karena sudah membuat istrinya terjatuh.
Nabila meringis di atas lantai tepat di depan kamar mandi dalam posisi terlentang sedang dirinya tanpa sehelai baju karena handuk yang ia pakai merosot menutupi bagian intinya.
"Ya ampun Nabila, kamu mau kemana?" tanya Alka mendekati istrinya yang terjatuh.
"Aku mau ambil sabun Pak, karena di dalam sabunya habis." pekik Nabila.
"Kamu mau mandi, memangnya sudah bisa tadi kan kamu bilang masih lemas?"
"Aku tidak nyaman Pak."
"Kamu itu, sudah tahu masih sakit pakek mau ke kamar mandi segala!" omel Alka yang tak berani menatap istrinya yang sedang seksi, bukan apa-apa Alka takut tak bisa menahan juniornya yang mulai meronta apa lagi ini masih pagi dan aktiv di buat produksi sedang Nabila saat ini masih halangan.
Kalau tidak Alka mungkin tak perduli dan Nabila sudah dari tadi ia lahab.
Sedang Nabila sudah sangat percaya kalau suaminya itu tergoda pada dirinya saat ini itu sangat keliatan sama tenggorokan Alka seperti orang kehausan, naik turun.
"Auww!" jerit Nabila sengaja pura-pura memegang bagian pantatnya.
"Kamu kenapa?" tanya Alka terpaksa menoleh ke arah istrinya.
"Nggak tahu Pak, kayaknya tadi Aku yang jatuh yang kenak benturan, sakit sekali rasanya." cicit Nabila saat masih berada dalam gendongan suaminya.
"Apanya yang sakit?" tanya Alka panik, ia tahu tadi pas Nabila jatuh seperti ada suara yang nyaring.
Alka menaruk Nabila ke atas kasur lebih dulu dengan hati-hati dan ia hendak mengambilkan baju buat Nabila.
"Pak, mau kemana?" cegah Nabila sambil menahan suaminya berani.
Alka terkesiap karena Nabila menunjuhkan sikap yang berbeda dari sebelumnya.
"Mau ambil baju buat kamu, nanti masuk angin lagi."
"Itu nanti saja Pak, coba liatin dulu tubuh ku yang nyeri Aku takut ada memar?" pinta Nabila tanpa dosa.
"Memangnya apanya yang nyeri?" tanya Alka dengan debar jantung dagdigdug.
"Ini Pak, pantat dan juga bagian dadaku juga kayak sakit banget karena tadi yang jatuh Aku tak sempat menahannya saat terbentur ke lantai," cicit Nabila lemah.
Alka terkesiap bercampur panik.
"Saya bukan dokter lebih baik ke rumah sakit saja."
"Kalau ke rumah sakit berarti Aku di periksa dokter dong Pak? Nggak mau malu." tolak Nabila.
"Kenapa malu? Sudah menjadi tugasnya memeriksa pasiannya yang sakit."
"Iya, tapi yang sakit ini bagian yang sensitive loh Pak, gimana kalau dokternya laki-laki?" Nabila sengaja menekan kata laki-laki yakin saja kalau suami kutubnya itu pasti tidak rela pantat isterinya di lihat oleh pria lain.
Nabila tersenyum puas melihat wajah belingasan Alka yang gelisah.
"Rasain, memang enak Aku kerjain, ini belum seberapa Pak Alka tunggu saja habis ini kamu kajang-kejang kepenasan." batin Nabila tak kuat menahan tawa.