"Kumohon, menikahlah denganku," ucap Kiara Jasmin dengan putus asa.
"Bukannya kamu itu pacar Fero -keponakanku?" jawab Kaisar sambil menatap tajam.
"Tidak, kami sudah putus!" jawab Kiara- cepat.
Ya, kami putus setelah aku tau dia selingkuh dengan adik tiriku, dan kau adalah caraku membalas dendam padanya.
Kaisar Julian, tidak hanya tampan, tapi dia sangat dingin dan sangat kaya. Bahkan dia adalah sumber dana bagi Fero yang pemalas tapi suka berfoya-foya.
Dengan mengumpulkan semua keberaniannya, Kiara mendekati Kaisar yang merupakan CEO di tempatnya bekerja, menawarkan kontrak hubungan palsu.
Namun hubungan yang awalnya hanya sebuah kontrak, entah sejak kapan makin terasa nyata seperti bukan sekedar sandiwara. Dan Kaisar, paman sang mantan -yang dingin itu ternyata menyimpan api yang lebih berbahaya dari yang pernah Kiara bayangkan. Kini jarak antara kebohongan dan kenyataan semakin samar.
Apakah balas dendam terus berlanjut atau...?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tami chan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mobil goyang
"Sedang apa kau di sini?" tanya Kaisar datar. Wajahnya tampak kesal, bahkan kedua tangannya mengepal kencang hingga otot-otot di lengannya menonjol.
"Fero yang mengajakku ke sini, ternyata ini adalah rumah Pak Kaisar?" Mona dengan tidak tau malu berjalan pelan mendekati Kaisar.
Dia mengulurkan tangannya, meraih lengan kekar Kaisar yang tengah mengepal. "Pak Kaisar kok baru pulang? dari mana saja, sih?" ucapnya manja. Dia melirik ke arah Fero yang sudah standby di pojokkan ruangan yang reman-remang, lalu menganggukkan kepalanya.
Fero dengan sigap mengarahkan ponselnya untuk mengambil gambar Kaisar dan Mona yang sedang berdiri berdekatan. Walaupun Mona yang aktif mendekat, itu sudah cukup bagi Fero karena Om nya terlihat mesra dengan Mona. Fero mengambil gambar dari posisi yang bisa menunjukkan wajah Kaisar dengan jelas dan menunjukkan Mona dari bagian belakang saja.
Dia tentunya tak mau Kiara mengetahui bahwa wanita yang ada di dekat Kaisar adalah Mona, bisa gagal dong rencananya.
Cekrek. cekrek. Fero menyeringai senang saat berhasil mengambil gambar Kaisar yang tengah di gandeng oleh wanita seksi setengah telanj4ng.
Bruk!!!
Saat Fero sedang memeriksa hasil jepretannya, dia tersentak kaget dengan suara berisik dari arah dapur. Dengan segera dia berlari untuk melihat keadaan Mona.
"Om! ada apa ini!" pekik Fero saat melihat Kaisar menginjak perut Mona dengan salah satu kakinya.
"Fero! tolong! Om mu kasar banget!" pinta Mona yang ketakutan.
Fero segera mendekat, lalu membantu Mona yang masih telentang di lantai dapu -untuk berdiri. Kaisar sudah menarik kakinya, membiarkan Fero membantu Mona bangun.
"Aku nggak tahu apa rencana kalian, tapi kalau sampai aku lihat perempuan ini masuk ke dalam rumahku tanpa ijin dari ku,aku akan lapor polisi dan menganggap dia adalah pencuri yang masuk ke propertiku tanpa ijin!" geram Kaisar sambil menatap dua pasang insan yang tampak pucat itu.
"Om Kai keterlaluan! Mona kan ke sini hanya untuk menemuiku! dia pacarku, jadi wajar, kan?" ucap Fero sambil membenahi gaun tipis Mona yang berantakan.
"Kalau ingin bertamu, bertamulah dengan wajar! jangan keluyuran dengan penampilan menjijikan begitu!" ucap Kaisar tajam.
"Kau juga, Fer! kalau ingin menyalurkan napsumu dengan perempuan ini, jangan lakukan di rumahku! kau pikir rumahku ini apa? rumah bordir! nggak tau sopan santun!" ketus Kaisar. Dia benar-benar marah pada keponakannya satu itu. Memang buah jatuh tak jauh dari pohonnya. Ibunya membuat masalah, anaknya pun sama saja! habis kesabaran Kaisar hanya untuk mengurusi dua makhluk tak tau terima kasih ini.
"Tapi apa perlu Pak Kaisar sampai sekasar itu padaku? aku ini perempuan, loh!" pekik Kiara sambil terisak, dia masih terkejut dengan kejadian barusan. Tadi Kaisar mendorongnya dengan keras hingga Mona terjungkal ke belakang, bahkan kepalanya sempat terbentur lemari kabinet sebelum dia jatuh tersungkur di lantai dapur. Tidak sampai situ saja, Kaisar bahkan mengakat kakinya dan menginjak perut Mona sampai Mona tak bisa bangun. Ya, walaupun Kaisar tak menginjaknya dengan keras -hanya menahan dengan kaki saja, namun Mona tetap merasa sakit dan malu.
Kaisar melirik tajam ke arah Mona. Tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulutnya, namun sudah cukup membuat Mona gemetar ketakutan. Tatapan mata Kaisar begitu tajam, seolah dari tatapannya keluar sebilah pedang yang bisa menusuk siapapun.
"Keluar dari rumahku! kalian berdua! Sekarang juga!" ucap Kaisar dengan nada tinggi.
"Tapi Om, Fero harus tidur di mana? kalau bukan di sini?" ucap Fero memelas.
Kaisar menarik napas dalam. Benar juga, jika dia mengusir Fero, Fero pasti akan menginap di rumah Mona dan Kiara. Tidak boleh! Fero tidak boleh berada satu rumah dengan Kiara. Siapa yang tahu apa yang akan Fero lakukan pada Kiara di malam hari -saat Kiara tertidur.
"Kau boleh tidur di sini, SENDIRI!" ucap Kaisar menegaskan kata 'sendiri' agar Fero paham maksudnya. Lalu dia bergegas pergi dari dapur untuk menuju kamarnya yang ada di lantai dua.
...
Mona terisak sambil duduk di sofa dan memandangi sikunya yang mememerah akibat tergores ujung meja kabinet yang lumayan tajam.
"Om kamu kasar banget, Fero! masa dia nggak lihat kalau aku perempuan? dan memperlakukan aku sekasar ini!" gerutunya.
"Maaf ya Mon, sini aku obati lukanya," ucap Fero lalu mengambil plester dan menempelkannya di beberapa tempat di tubuh Mona yang terluka. Fero terkekeh tiba-tiba.
"Kenapa kamu tertawa?" ketus Mona.
"Mana mungkin Om Fero nggak tau kamu perempuan, melonmu aja sebesar ini," ucap Fero sambil menyentil puncak gunung milik Mona yang sedang mengeras.
"Aahh, sakitt... ini lagi on loh, kok di sentil..." ucap Mona dengan desisan manja.
Fero menjilat bibirnya sambil memandangi dua puncak bukit yang tampak mengeras itu. "Kamu pengen di k3ny0t?" ucap Fero blak-blakan tanpa malu-malu.
Mona mengangguk sambil melipat bibirnya ke dalam.
"Tapi kita tidak bisa melakukannya di sini, bagaimana ya? nunggu smpai rumah kamu, keburu melempem ini," ucap Fero sambil meremas lembut gundukan kenyal itu.
"Ayo kita lakukan di mobil, sebelum kamu mengantarku pulang," bisik Mona yang sudah tak tahan lagi. Ternyata perlakuan kasar Kaisar malah membuat napsunya memuncak hingga ubun-ubun. Mona malah jadi ingin merasakan siksaan dari Kaisar lebih banyak lagi. Sepertinya Mona memang mulai gila.
Mona segera berlari menarik Fero -keluar dari rumah Kaisar dengan hanya mengenakan lingerie, lalu masuk ke dalam mobil Fero. Saat Fero sudah masuk ke dalam mobil, Mona langsung menyerangnya secara membabi buta hingga mobil mungil Fero terus bergoyang.
Kaisar yang kebetulan sedang berdiri di dekat jendela kamarnya, tentu saja melihat mobil Fero yang terus bergoyang untuk waktu yang sangat lama. Hingga membuatnya mendengus kasar.
"Ibu dan anak, sama saja! astaga! aku benar-benar muak dengan mereka berdua!" geramnya sambil menarik tirai jendelanya, enggan melihat mobil bergoyang itu lebih lama lagi.
Ternyata Mona benar-benar perempuan gila dan tak tahu malu. Dia dan Fero memang pasangan serasi. Cocok satu sama lain! sama-sama ga punya otak!
Kaisar tiba-tiba memikirkan Kiara yang selama ini hidup dengan Mona dan Ibu tirinya. Melihat tingkah Mona yang mengerikan ini, Kaisar menganggap Ibu Mona pun pasti sebelas dua belas dengan anaknya. Kasihan sekali Kiara harus hidup bersama dua orang ini.
Kaisar meraih ponselnya yang ada di atas nakas dekat ranjangnya, lalu mulai menelpon calon istrinya.
"Halo, Pak? ada apa?" tanya Kiara yang langsung mengangkat panggilan Kaisar di dering pertama.
Kaisar tersenyum tipis mendengar suara Kiara. "Kamu pasti kesulitan sekali beberapa tahun ini, ya?" ucap kaisar.
"Hah? maksudnya?" tanya Kiara bingung.
"Nggak ada apa-apa, istirahatlah, kamu pasti lelah setelah berkeliling butik mencari kebaya."
"Iya, benar sekali! Pak Kaisar tau, apa yang sedang Saya lalukan sekarang? Saya sedang merendam kaki dengan air garam!"
"Air garam? buat apa?" tanya Kaisar bingung.
"Biar lelahnya cepat hilang," jawab Kiara. "Memangnya Pak Kaisar nggak tau? ini adalah resep warisan leluhur loh!"
Kaisar tergelak, "lakukan apapun kalau itu membuatmu senang, Kia. Selamat tidur." lalu Kaisar menutup panggilan telponnya.
Kiara memandangi ponselnya sambil manyun, "kenapa sih? gaje!" gumamnya.
Tak lama kemudian dari luar terdengar suara mobil terparkir di halaman. Kiara mendengus kesal lalu segera berbenah. Dia kira Mona bakal pergi dengan Fero semalaman, sehingga dia bisa santai merendam kaki di ruang tengah sambil menonton TV. Tapi setelah mendengar deru mobil, Kiara bergegas pergi, enggan bertemu dua makhluk menyebalkan itu.
Setelah dia mengembalikan ember ke kamar mandi, Kiara segera naik ke kamarnya yang ada di loteng. Namun saat kakinya sedang melangkah di tangga pertama, Fero muncul dan memanggilnya.
"Kia! ada yang mau aku tunjukkan padamu!" ucap Fero sambil berjalan cepat mendekati Kiara.
"Apa sih? aku lagi capek banget nih! males lihat barang aneh!" tolak Kiara.
"Kamu bakal suka! aku jamin!" ucap Fero sambil menyeringai.
Kiara menghela napas lalu dengan enggan melirik ponsel Fero.
Kiara sempat membola karena saking terkejutnya. Di ponsel Feroada foto Kaisar yang sedang di pepet perempuan seksi setengah bug1l karena hanya memakai lingerie transparant. Perempuan seksi itu meraih tangan Kaisar dan Kaisar tampak diam sambil terus menatap perempuan yang ada di dekatnya.
"Kelakuan Om ku sehari-harinya itu begini! jadi kamu jangan sampai ketipu sama dia!" ucap Fero dengan penuh semangat.
"Nggak mungkin... Pak Kai nggak mungkin begitu..." gumam Kiara sambil menutup mulutnya yang menganga karena terkejut, wajahnya terlihat shock.
Fero menyeringai lebar, ternayata mudah sekali membohongi Kiara. Dasar cewek naif!
Di rukyah sklian mreka bertiga😄
semangt kk 💪 ak kasi pote dah 🤭🤣🤣🤣🤣
kirain dari nt lagi trobel kok dari semua karya" gog" ngak ada up sama sekali ✌
😭😭😭😭
aihhh Thor ini kisah nyata ada loh dulu pas th 1998 anak SMA di bawa masuk ke losmen di jakarta tapi aku lupa cuma inget Deket universitas
hilir mudik masih pakai seragam sekolah