NovelToon NovelToon
Cinta Yudha

Cinta Yudha

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Tamat
Popularitas:5.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: andrea82

Yudha Tama Dewantara adalah seorang tentara, tak banyak yang tahu dia sebenarnya, selain menjadi Abdi Negara, Yudha adalah keturunan seorang pembisnis yang sukses, dia menolak mengelola bisnis keluarganya karena statusnya sebagai abdi negara, karena kisah cinta masa lalunya yang kelam, membuat dia sangat selektif memilih pasangan hidupnya, dan takdir mempertemukan nya dengan wanita bernama Yasmin.
Wanita yang cantik, pintar dan dermawan, mempunyai keahlian yang sama dengan Yudha di Ilmu Pemetaan dan akhirnya mereka menikah, karena sebuah kesalah pahaman Yudha merasa kecewa dan marah pada Yasmin Yudha memilih mempercayai kebohongan sahabatnya yang bernama Claudia daripada istrinya sendiri. Ketika Yudha mengetahui kebenarannya, dia sangat menyesal. Ketika Yudha ingin memperbaiki semuanya, Yasmin dinyatakan hilang dalam sebuah kecelakaan dan yang tersisa hanyalah penyesalan tak berujung.

Apakah Yasmin masih hidup ? dan jika Yasmin masih hidup akankah Yudha dan Yasmin bisa bertemu kembali dan bersatu sebagai suami istri lagi ?

Penasaran ?, ikuti terus kisah nya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon andrea82, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode. 27. Keputusan Yasmin

Lanjut ya Readers

Selamat Membaca

Yasmin terlihat sangat cantik meskipun baju yang dia gunakan terkihat simpel dan ditambah polesan make-up yang natural. Yasmin mengenakan busana muslim, abaya berwarna silver dan jilbab pashmina yang serasi dengan gaunnya. Aura kecantikan yang alami yang dipancarkan Yasmin sungguh mempesona. Membuat Yudha tak berkedip memandangnya. Kalau saja ini sekarang mereka sudah halal, Yudha ingin sekali menarik Yasmin masuk ke dalam kamar.

"Nah ini, Yasmin. Sini, Nak duduk sini!" pinta bu Ratna.

"Duh, Yasmin kamu cantik banget, Nak hari ini, pantes Yudha ngebet banget segera lamar kamu," puji bu Dewi.

"Terima kasih, Tante pujiannya," ucap Yasmin malu-malu.

"Nah, Yasmin, kamu pasti kau tujuan keluarga Om Dimas datang kesini. Mereka ingin melamar kamu untuk, Nak Yudha. Bagaimana apa kamu menerima lamaran Nak Yudha?" tanya pak Danu pada putrinya.

Yasmin yang mendengar pertanyaan ayahnya malah terdiam dan menunduk. Semua orang yang berada di ruangan tersebut jadi tegang karena diamnya Yasmin. Terutama Yudha, hatinya sudah tidak karuan. Rasanya lebih menegangkan menunggu jawaban Yasmin daripada pertama kali Yudha harus loncat dari pesawat waktu melakukan latihan terjun payung.

"Maaf, saya---"

Perkataan Yasmin terjeda, semua orang semakin penasaran apa jawaban Yasmin.

"Ma--af, saya tidak bi--sa menolak lamaran ini," jawab Yasmin dengan terbata.

Setelah mendengar jawaban Yasmin, semua orang di ruangan tersebut merasa lega. Terutama Yudha yang bernafas sangat lega sambil memegangi dadanya karena jawaban Yasmin hampir membuat Jantungnya terasa mau lepas.

"Alhamdulillah," ucap semua orang yang ada di ruangan tersebut.

"Ya Tuhan, Yasmin, kamu benar-benar membuat kami semua jantungan," ucap pak Danu ayah Yasmin.

"Kalau begitu segera pasangkan cicinya, Yud," pinta mama Dewi.

Yudha mengeser duduknya agar bisa bersebelahan dengan Yasmin. Yudha menatap Yasmin penh cinta.

"Dek, terima kasih kamu bersedia menerimaku menjadi pendampingmu, meskipun tadi papa sudah memintamu tetapi aku ingin mengulangnya sekali lagi sebelum aku menyematkan cicin ini. Yasmin Kusuma Putri, maukah engakau menjadi pendamping hidupku untuk selamanya, menjadi ibu dari anak-anakku nantinya, sampai maut memisahkan kita," ucap Yudha dengan penuh kesungguhan dan tatapan penuh cinta serta harapan yang besar.

"Bismilahirohmannirohim, Aku menerima Mas Yudha sebagai calon imamku dan calon ayah dari anakku nantinya, kita akan selalu bersama menuju Jannah," ucap Yasmin dengan penuh kesungguhan juga.

Setelah saling mengungkapkan isi hati masing-masing. Yudha memegang tangan Yasmin dan menyematkan cicin di jari manis Yasmin sebagai simbol ikatan cinta mereka.

Setelah prosesi pemasangan cicin, mereka menikmati makanan kecil dan minuman yang disunguhkan Siska tadi sambil mengobrol ringan.

"Dim, sepertinya kita harus memberi waktu pada pasangan baru ini untuk mengobrol berdua sebentar," ucap ayah Danu dengan nada mengoda.

"Iya, Danu sepertinya mereka butuh bicara berdua, ten minute Boy," ucap papa Dimas pada Yudha.

"Siap laksanakan!" jawab Yudha sambil memberi hormat pada papanya.

Setelah mendapar kode dari para orang tua, Yasmin mengajak Yudha di gazebo kecil di belakang dekat ruang makan.

"Mas, aku nggak nyangka kamu benar-benar melamarku dalam waktu satu minggu, aku kira kamu cuma bercanda," ucap Yasmin.

"Aku tidak akan pernah bercanda dengan hal seperti ini, Dek. Kau harus bersiap karena setelah ini aku akan segera mengajukan berkas nikah ke kantor," ucap Yudha serius.

"What?" Mas nggak lagi di demam kan?" tanya Yasmin kaget.

"Aku serius, aku sehat kok dan nggak lagi demam, nanti aku kasih tahu berkas apa saja yang harus kau siapkan untuk pengajuan nikah ke kantor. Memang benar apa katamu dulu, ini memang agak merepotkan karena menikah dengan militer tidak seperti mengurus berkas nikah dengan orang sipil. Ada rangakain tes yang harus kamu jalani," ujar Yudha memberi penjelasan.

Yasmin yang mendengar penjelasan Yudha tiba-tiba merasa gugup dan sedikit takut. Dan Yudha melihat kecemasan di wajah Yasmin. Yudha mendekat dengan Yasmin dan memegang tangan Yasmin yang sudah dingin.

"Dek, are you okay?, Please believe me, I can help you, please stay with me," ucap Yudha memberi ketenangan dan kekuatan pada Yasmin bahwa gadisnya itu bisa melalui prosesi pernikahan ala milter yang pastinya akan sangat melelahkan.

Setelah mendengar penururan Yudha, hati Yasmin mulai menghangat. Rasa khawatir di dalam hatinya mulai berkurang.

"Tapi kuliahku belum selesai, Mas. Apa nggak terlalu ribet kalau sambil ngajukan berkas nikah kantor?" tanya Yasmin gusar.

"Memangnya kuliahmu tinggal berapa tahun lagi?" tanya Yudha balik.

"Lima bulan lagi mas, ini skripsinya baru bab tiga, Mas," jawab Yasmin.

"Aku rasa nggak masalah, aku yakin kamu bisa handel semua. Nikah kantor itu tidak se menyermkan dan se rempong yang kamu bayangkan. Lagi pula kamu jago 'kan di ilmu pemetaan, jadi aku rasa kamu pasti cepat mengerjakan skripsinya," ujar Yudha.

"Aku skripsinya nggak ngambil pemetaan, Mas. Aku ambil PTK," ucap Yasmin

"Hah, PTK?, apa pula itu?" tanya Yudha heran.

"PTK itu Penelitian Tindakan Kelas, Pak Tentara," jawab Yasmin sebal.

"Kenapa nggak ambil pemetaan saja sih, itu 'kan spesialisasimu?" tanya Yudha.

"Mahasiswa Non-Reg, disuruh ambil skripsinya PTK. Kata bu Mariska agar lebih memudahkan penelitian dan tempat penelitian bisa di lakukan di sekolah masing-masing.

"Don't worry Honey, rencana pernikahan kita tidak akan menganggu kuliahmu karena aku akan selalu membantumu. Aku ingin saat kau wisuda nanti aku yang akan mendampingimu sebagai suamimu.

Mendengar penuturan Yudha, wajah Yasmin merona, hatinya berbunga-bunga. Dia sangat berterima kasih pada Allah karena sudah mengirimkan lelaki sebaik Yudha dalam hidupnya dengan cara yang tak pernah ia duga.

"Mas, yuk masuk kita pasti sudah ditunguin sama semua, nggak enak lama-lama diluar berdua begini," ajak Yasmin.

Yudha pun mengiyakan permintaan Yasmin. Mereka memasuki rumah dengan masih saling bergandengan tangan. Dan pemandangan tersebut tak lepas dari pandangan semua anggota keluarga. Terutama Andre yang siap menjahili kakaknya.

"Cie-cie gandengan tangan nih ye, mentang-mentang yang habis dilamar nggak mau lepas kayak perangko," ucap Andre meledek sang kakak karena waktu memasuki ruang makan Yudha dan Yasmin belum melepas pegangan tangan mereka. Mendengar ledekan Andre, Yasmin spontan melepas gengaman tangannya pada Yudha.

"Andre, apaan sih," ucap Yasmin kesal dengan tingkah adiknya yang selalu mengodanya. Sedangkan Yudha bersikap biasa saja.

"Eh, kalian sudah balik, sini kita makan dulu," sapa bu Ratna.

Setelah dipersikahkan oleh calon ibu mertuanya, Yudah mengambil tempat duduk di samping papanya, sedangkan Yasmin di sebelah bundanya. Tanpa mereka sadari ada sepasang mata sesekali mencuri pandang pada Yudha.

"Beruntung sekali si Yasmin, nggak pernah pacaran. Sekali dapat calon suami langsung dapet yang kece abis, tampan, mapan, kaya dan punya kerjaan yang keren. Nggak seperti mas Dika. Muka boleh cakep tapi soal duit masih kalah jauh dengan calonnya Yasmin,"batin Siska kesal. Yah, sepasang mata yang mencuri pandang ke arah Yudha adalah Siska, istri dari Dika, yang tidak lain adalah kakak ipar Yasmin yang tidak bersyukur. Siska merasa iri dengan adik iparnya yang mendapat calon suami seperti Yudha.

"Maaf lho, Bu Dewi, hanya makanan sederhana yang bisa kami hidangkan untuk menyambut Anda sekeluarga. Mungkin rasanya tidak seenak makanan di restoran," ucap bu Ratna merasa tidak enak karena masakan yang dia hidangkan sangat sederhana.

"Ah, Bu Ratna bisa aja, ini enak kok, malah lebih enak dari masakan restoran-ngomong-ngomong semua ini siapa yang masak?" tanya bu Dewi.

"Ini semua yang masak Yasmin, Saya dan Siska hanya membantu saja," ucap bu Ratna.

Yasmin yang disebut namanya oleh sang bunda tersipu malu. Seharusnya bundanya tidak perlu membongkar rahasianya yang pandai memasak itu.

"Benarkah?, beruntung banget Yudha punya calon istri yang pinter masak, jadi nanti kalau sudah nikah dan tinggal di asrama tidak kaget," ujar bu Dewi.

Yudha yang mendengar bahwa hampir semua masakan yang terhidang di hadapannya adalah masakan calon istrinya, hatinya merasa senang.

"Aku beruntung mendapatkanmu, Yasmin. Mimpiku bisa selalu dimanja olehmu setelah capek bertugas akan menjadi kenyataan. Ya Allah, aku mohon berilah kelancaran untuk pernikahanku dan Yasmin. Aku sudah tidak sabar menghalalkannya," batin Yudha.

________________________________________________

Hai, Readers sorry Author baru bisa up setelah satu hari off. Semoga para readers selalu sehat.

Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, Like, Vote dan Komennya🙏🙏🙏

😚😚😚😚

Terima Kasih 🙏🙏🙏

Bersambung ....

1
Ros_10
tim baca ulang😄
kusni ati
Terharu
kusni ati
detik² om yudha sedih
kusni ati
haha
kusni ati
detik² kesedihan melanda om yudha
linda
bagus👍
Moh Rifti
semangat...
Oma Umi
aku kasih kado bunga buat axka dan bunda
Oma Umi
horreeeee..... segerakan....
Oma Umi
ya berbunga- bunga dak tak kirim
Ayu Syalwa
Kecewa
Ayu Syalwa
Buruk
Oma Umi
aku aja ingat.. masa' pak tentara nggak..
Enung Samsiah
doa apakah dihati dr fahmi??? jdi pinisirin,,
Enung Samsiah
waah bahagia nyaaa,,, bikin satu dapat 3,,,,
Enung Samsiah
dinda kalau nggk jujur ntar pas raka pulang dah lahiran, terus raka bisa salah faham,,
Enung Samsiah
ampunnn,,, bikin surser,,panas dinginnnn,,, mana suami mana suamiiiiiii???????
Nabila Petta
Luar biasa
Sarita
lebay ama di ewe sampe ga bisa bangun
Enung Samsiah
jlebbbb,,,,, rasain nyesekkaannn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!