Apa arti bertahan menurutmu?Lari dari luka dan segala problematika atau menetap hingga tak tahu kapan akhirnya.Pilihan itu sulit bukan?
Katanya takdir mempertemukan seseorang agar saling mengenal dan memahami.Entahlah, nyatanya benci dan cinta itu beda tipis.Samuel Prasaja, dipertemukan dengan gadis yang menurutnya unik,hingga dendam menghancurkan segalanya.Cinta itu datang tiba-tiba dan tanpa di minta.Tak bisa memilih kepada siapa hati kita berlabuh dan menetap.Semuanya terjadi begitu saja.Lantas bagaimana sifat CEO perusahaan ternama itu ketika perasaannya terombang-ambing oleh sebuah dendam.Hana yang merupakan putri dari mafia dan akankah dendam antara keluarga bisa terselesaikan dengan sebuah cinta tulus?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon anisa mentari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 27
Sang surya sudah menunjukkan sinarnya, sepasang dua wanita mengerjapkan matanya berkali-kali,, karena terganggu oleh sinar matahari yang masuk ke celah-celah kamarnya.
Salah satu dari dua wanita tersebut terbangun duluan.
Hana bangun lebih dulu dibanding Kiran, Hana melihat jam yang berada di atas nakas menunjukkan pukul delapan pagi.
Buru-buru dia menggoyang-goyangkan badan Kiran agar segera bangun karena hari ini Kiran ada kelas pagi.
"Kiran,bangun!"ucap Hana seraya menggoyangkan badan Kiran agar segera bangun.
"Emm"jawab Kiran setengah terpejam.
"Jam berapa sih?Berisik amat aku lagi mimpi indah, jangan diganggu dulu"kata Kiran setengah tertidur entah itu mengigau atau apalah yang jelas pagi ini Kiran harus segera bangun kalau tidak pasti Kiran akan terlambat ke kampus.
"Woy bangun, kamu itu kok kebo banget sih lihat jam udah menunjukkan pukul delapan! kamu emangnya nggak ngampus?"Hana mengeluarkan suara yang membuat gendang telinga seseorang menjadi pecah.
"Apa jam delapan?"Kiran langsung menendang selimut lalu berlari kearah kamar mandi dengan terbirit-birit.
Dia harus buru-buru karena jika tidak pasti dosen yang super duper kiler akan memarahinya habis-habisan.
Hana yang melihat tingkah Kiran hanya menggeleng-gelengkan kepala.
Dia merapikan tempat tidur Kiran seperti sedia kala.
Kemarin sehabis keluar dari mention Sam, Hana bingung harus ke mana dia sudah diusir secara terang-terangan oleh ayahnya.
Jalan satu-satunya adalah pergi ke rumah Kiran sahabatnya.
Rumah Kiran memang sedang sepi dikarenakan Ayah dan Ibunya sedang pergi keluar kota beberapa bulan menjalankan bisnis.
Kiran merupakan anak tunggal.
Oleh sebab itu dia sangat bahagia saat Hana mau menginap di rumahnya.
Hana segera ke dapur untuk membantu Bibi menyiapkan sarapan.Dia tidak pergi ke kampus dikarenakan belum jadwalnya.
Hana harus mengulang semester satu. Sebenarnya Hana sedih harus mengulang semester satu.
Tapi Hana bertekad akan menyelesaikan semester satu selama beberapa bulan ini.
"Mau masak apa Bi?Sini Hana bantu" Hana meraih celemek yang ada di meja lalu membantu Bibi memotong beberapa wortel.
"Nggak usah Non,mendingan istirahat saja atau duduk di kursi itu biar Bibi yang masak"Bibi menyuruh Hana duduk di kursi saja biar dirinya yang memasak .Takut merepotkan Hana.
"Nggak papa Bi,Saya bisa bantu sedikit sedikit"jawabannya sambil memotong wortel menjadi kecil-kecil.
Bibi dan Hana berkutat di dapur cukup lama dan akhirnya masakan mereka sudah jadi. Hana segera menaruh masakannya dengan Bi Wati ke meja makan.
Selang beberapa menit Kiran turun sudah lengkap dengan perlengkapan kampusnya.
"Wah,,kayaknya enak nih,"kata Kiran melihat beberapa makanan yang Hana masak tadi bersama Bi Wati.
"Kan, aku sama Bibi yang masak!ya kan Bi?"ujar Hana bangga dengan masakannya.
"Ya udah deh, aku mau ke kamar dulu mau mandi udah gerah"ujar Hana lagi lalu berjalan menuju kamar Kiran.
Akhirnya kamu bisa hidup seperti biasa Han. Semoga kamu bisa melupakan pria itu dari hati kamu-Kiran-
Hana sudah selesai mandi dia mengambil baju dari koper. Saat Hana membuka koper terlihat foto terpampang nyata di sana.
Hana tersenyum lalu mengambil foto tersebut, ditaruh lah foto itu di dekat tempat tidur.
Maaf aku masih mencintaimu,tapi tenanglah perlahan-lahan Aku akan berusaha menghilangkan perasaan ini-Hana-
makasi tor semangat selalu y